Sampul Novel Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

8.6 / 10.0
Dalam romance novel Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor, seorang istri memilih melepaskan suaminya yang berkhianat. Keputusan tegas ini menjadi awal babak baru dalam modern novel yang penuh intrik. Baca kelanjutan kisah pengkhianatan ini hanya di platform web novel kami.
Ringkasan Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor
Menghadapi perselingkuhan yang menyakitkan, seorang istri mengambil keputusan berani untuk melepaskan pasangannya. Tanpa ragu, ia menyerahkan suaminya secara langsung kepada wanita idaman lain tersebut. Baginya, pria yang telah berkhianat tidak lebih dari sekadar sampah yang tidak layak dipertahankan lagi. Kisah ketegasan seorang wanita dalam membuang masa lalu yang pahit demi harga dirinya, sembari memberikan pria tak setia itu kepada sang pelakor.
Baca Selengkapnya

Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor Bab 1

''Hp siapa yang berbunyi? Mas Deno? Nggak, aku hapal betul bunyi nada deringnya. Tapi hp siapa?''

Aku yang sedang menidurkan si kecil bergegas mencari bunyi benda itu di seluruh sudut ruangan bahkan lemari, tak kutemui. Aneh! Di mana benda ponsel itu sebenarnya? Ia kembali berdering, kali ini lebih lama. Kucoba merungkukkan kepala ke bawah.

Tampak cahaya putih, aku langsung berusaha mengambilnya dengan susah payah karena tanganku sulit untuk menjangkaunya. Aku terheran memandangi benda canggih nan sangat asing bagiku. Namun, mataku tertuju pada layarnya.

''2 Panggilan tak terjawab dan 2 pesan dari WA? Siapa?'' Dengan hati terus bertanya bergegas kutelusuri.

''Chika sayangku?'' Membaca nama yang tertulis itu membuat dadaku terasa sesak, hatiku bak ditusuk ribuan belati, dan tanpa disadari buliran air mata lolos begitu saja. 

''A-apa Mas Deno bermain di belakangku? Kalo nggak, kenapa nama kontaknya Chika Sayangku? Aku harus cek pesan di wa-nya,'' lirihku dengan buliran air mata yang terus menetes. Tanganku bergetar menekan tombol benda itu.

''Mas, kapan sih mau menikahiku? Kita udah 4 tahun pacaran loh, Mas.''

Tubuhku lemas tak berdaya, kubanting benda pipih itu ke ranjang begitu saja.

''Empat tahun kamu selingkuh Mas? Kenapa aku nggak pernah tahu, begitu licik dan pandainya kamu menutupi semuanya dari aku! Ya, bagaimana pun menyimpan bangkai suatu saat baunya akan tercium juga.''

''Kamu mau bermain denganku, Mas! Oke, aku akan ikuti permainanmu.'' Kuseka air mata dengan kasar.

''Lelaki brengs*k itu nggak perlu ditangisi. Air matamu akan terbuang sia-sia saja, Nelda!''

Aku meraih benda pipih itu kembali, langsung aku hapus pesan yang dikirimkan oleh si pelakor itu dengan tangan gemetar, begitupun dengan panggilan tak terjawab. Lalu kuletakkan kembali di tempat semula.

''Begitu rapatnya kamu tutupi dari aku, Mas.''

Aku kembali merebahkan tubuh ke ranjang sembari menatap langit-langit kamar dan sesekali melirik buah hatiku saat ini yang masih berumur 5 tahun. Jika memandang ke anak hatiku sungguh terasa teriris, tetapi aku tak tahu harus bagaimana saat ini.

Aku hanya bisa berpura-pura tak tahu soal perselingkuhan suami demi menjalankan sebuah remcana. Hatiku sungguh terasa perih sekali. Beraninya Mas Deno bermain api di belakangku apalagi sudah 4 tahun.

''Kamu kira aku ini wanita apaan, Mas!'' gumamku tersenyum sinis. Seketika pintu berderit.

Aku berpura-pura tidur. Itu pasti Mas Deno yang memasuki kamar. Mungkin dia habis mandi, karena biasanya dia pergi ke kantor lebih pagi.

''Kamu masih tidur, Sayang? Nggak solat?''

Cuih! Aku jijik mendengar kata Sayang dari mulut lelaki seperti kamu Mas. Solat? Berpura-pura baik kamu ternyata ya. Kamu bisa berbohong padaku, tetapi tidak pada Allah.

''Tukang selingkuh, nyuruh aku solat. Hahah!'' gumamku dalam hati. Aku masih berusaha berpura-pura terlelap.

''Yang, bangun dong. Udah jam berapa ini, bikini aku sarapan.'' Dia mengguncang tubuhku pelan.

''Apaan sih, Mas. Aku masih ngantuk nih. Kamu bikin mi aja sana.'' Suaraku berpura-pura seperti orang bangun tidur. Kuusap mata pelan.

''Mi? Kok kamu gitu sih? Kan kamu tahu, aku nggak suka makan mi.'' Terdengar suaranya mulai kesal denganku. Nanti malah curiga Mas Deno dengan sikapku. Ahh! Aku harus bersikap seperti biasanya. Aku bergegas duduk sambil mengumpulkan nyawa.

''Ma'af deh, Sayang,'' lirihku yang berusaha untuk bersikap seperti biasanya. Entah kenapa perutku seketika mendadak mual ketika menyebut kata sayang.

''Iya, kok kamu bicara kayak gitu. Kamu kan tau kalo Mas nggak suka mi,'' ucapnya yang masih merapikan rambut lantas menatap cermin. Aku menyunggingkan bibir.

''Habisnya aku ngantuk banget, Mas.''

''Ya udah, aku bikini kamu sarapan. Tapi aku nyuci muka dulu sebentar.'' Dia hanya mengangguk lantas tersenyum menatapku. 

''Sandiwara kamu sungguh luarbiasa, Mas!'' gumamku dalam hati.

Aku bergegas melangkah ke kamar kecil. Beberapa menit kemudian, aku telah selesai mencuci muka. Lantas melangkah menuju dapur. Kubuka kulkas. Alhamdulillah ada ikan dan juga seikat sayur.

Sebenarnya aku malas memasak buat suami yang tukang selingkuh, tetapi apalah daya sekarang aku hanya bisa bersikap seperti biasanya walau begitu menyakitkan.

Aku bergegas menyiapkan semua bahan. Membersihkan ikan terlebih dahulu lantas memoles dengan bumbu-bumbu halus yang kubeli kemaren yaitu bawang putih, bawang merah, kunyit, dan kububuhi garam kasar sesuai selera. Lalu kurebus hingga matang. 

''Hatiku sungguh sakit. Terbayang olehku isi pesan wanita pelakor itu!'' Aku mengepalkan tangan. 

''Lelaki pembohong dan nggak tahu diri, nggak seharusnya aku pertahankan!'' kesalku dalam hati. Aku tak mau gegabah dalam bertindak, demi menjalankan semua rencanaku aku akan berpura-pura tak tahu bahwa aku sudah mengetahui perselingkuhan Mas Deno.

**

 Ikanku tampak sudah matang bergegas aku menggorengnya. Beberapa menit kemudian, aku telah selesai memasak dan membereskan dapur terlebih dahulu.

Seketika ada sosok tangan yang melingkar di pinggangku membuat sulit untuk bergerak, tanganku terhenti yang tengah mengelap kompor gas. Aku merasa muak dan jijik membayangkan dia yang selingkuh dengan wanita lain, apalagi kalau dia pernah memeluk pelakor itu.

''Mas, ngapain sih? Ini aku sedang kerja loh,'' sungutku. Mencoba untuk melepaskan rangkulannya namun tenaganya mengalahkan tenagaku. Mas Deno tidak tahu hatiku begitu sakit teringat pesan dari si pelakor itu.

''Mas kangen kamu. Emang kenapa? Masa suami sendiri dimarahin.'' Cuih! Aku sangat muak! Seperti hendak keluar isi perutku mendengar ucapanmu yang mungkin juga kamu ucapkan ke si pelakor itu. 

''Sudah basi tahu nggak!'' kesalku dalam hati.

''I-iya, Mas. Kan Mas tahu, aku lagi kerja nih,'' lirihku kembali. Dia masih bergelayut manja.

''Mas pasti laper kan? Ya udah sarapan dulu, kan Mas mau kerja. Ntar telat loh,'' ucapku melepaskan tangan Mas Deno dari pinggangku. Dia seperti terheran menatapku. Semoga saja dia tak curiga dengan sikapku kali ini.

Tanpa mempedulikannya, aku bergegas membawa masakanku ke ruang makan, lalu menatanya di meja. 

Aku tersenyum memandangi masakanku. Tak lupa pula kuletakkan nasi di meja makan. Seketika Mas Deno menghenyak di kursi.

''Kamu kok berubah sekarang, Yang?'' Aku menatapnya heran dan berpura-pura tak mengerti apa yang sedang diucapkannya.

''Apa sih maksudmu, Mas?'' tanyaku sembari mengernyitkan kening.

''Kamu kayak berubah sekarang, Nel,'' ulangnya kembali. 

''Hah? Berubah? Kamu nggak demam kan, Mas?'' Aku bergegas memeriksa keningnya. Lantas dia terkekeh. Lalu beralih menatapku.

''Apaan sih kamu. Mas kan serius nanya.''

''Kamu yang apaan, Mas. Kamu bilang aku berubah dari mananya berubah coba?'' kesalku.

Tanganku masih sibuk mengaduk kopi hangat untuk Mas Deno, sekilas menoleh pada lelaki yang masih berstatus sebagai suamiku itu.

''Mas meluk kamu aja merasa gimana gitu, aku ini suami kamu loh. Nggak biasanya kamu bersikap kayak gitu,'' jawab Mas Deno ketus. Tampak dari raut wajahnya yang kesal. 

''Alahh! Gayamu, Mas. Aku jijik memeluk kamu yang bekas dipeluk wanita murahan itu!'' batinku.

''Kan aku lagi sibuk kerja, Sayang. Masa sih itu aja kamu langsung ngambek. Kayak anak kecil aja,'' ucapku lirih dan bergegas memeluknya walau terasa jijik olehku.

''Iya, iya. Ma'af deh, Yang,'' sahutnya seketika. Aku menghela napas pelan.

Segitu aja ngambek. Kamu egois, Mas! Di belakang aku aja selingkuh!

''Jangan-jangan itu untuk menutupi aibmu aja. Dasar lelaki!'' Aku tersenyum sinis.

''Ya udah, kita sarapan dulu ya,'' ucapku sembari melepaskan pelukan darinya.

Dia mengangguk lantas tersenyum. Sejak pengkianatannya terbongkar membuat aku malas memandanginya, hatiku hancur.

''Mas, Mas. Kamu lihat aja, aku lebih licik dari kamu!'' gumamku sembari tersenyum sinis memandanginya. Oke, aku akan melakukan sesuatu padamu, Mas!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel PEREMPUAN PALING SULIT DITAKLUKKAN  (Seni Untuk Merawat Luka)
8.3
Kisah cinta ini menguji sepasang kekasih yang mendamba bahagia, namun justru dihantam badai masa lalu yang kelam. Kekhawatiran yang mendalam memicu krisis kepercayaan dan dilema cinta segitiga yang rumit. Sang protagonis harus memilih antara bertahan demi harapan masa depan atau menyerah pada konsekuensi masa lalu. Baginya, cinta bukan sekadar memuja keindahan pasangan, melainkan seni merawat luka dan komitmen untuk terus melangkah maju bersama.
Sampul Novel KEKASIH HALALKU
9.3
Seorang wanita muda yang terbiasa hidup manja sebagai putri pengusaha kaya harus menghadapi garis takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya untuk menjadi seorang istri muda. Menikah dengan pria yang memiliki perbedaan usia sangat jauh membuat dunianya berubah drastis. Kini, ia harus berjuang menjalani peran barunya dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah ia harapkan terjadi di hidupnya.
Sampul Novel KUTANG GANTUNG
9.4
Dara, remaja berusia 18 tahun, mengalami trauma hebat setelah kehormatannya direnggut paksa oleh ayah kandungnya, Herman, dan kakaknya, Ardi. Tragedi memilukan ini tidak hanya menghancurkan masa depannya, tetapi juga merenggut nyawa ibunya. Terjebak dalam penderitaan dan pengkhianatan keluarga sendiri, Dara kini berdiri di titik nadir. Bagaimana ia akan bangkit menghadapi luka batin tersebut dan membalaskan dendam atas segala rasa sakit yang ia terima?
Sampul Novel Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
8.8
Kisah menegangkan dalam Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita mengungkap sisi gelap sepasang kekasih. Sang pria menggunakan kedok hubungan asmara untuk menculik dan menjual gadis-gadis ke desanya. Di sisi lain, sang wanita ternyata menyimpan niat yang sama buruknya. Dengan modus pacaran yang serupa, ia menjebak dan menggiring para pria masuk ke dalam perangkap di desanya sendiri. Pertemuan dua penculik ini menghadirkan misteri aksi yang penuh intrik dan bahaya tak terduga.
Sampul Novel Perlindungan yang Menjadi Balas Dendam
8.9
Pasca dikhianati, Amara dijebak sahabatnya dalam satu malam penuh gairah di Michigan hingga ia hamil. Empat tahun kemudian, Amara yang telah menjadi dokter bedah membawa putranya, Ethan, memulai hidup baru di New York. Di sana, ia bertemu Damian Sinclair, dokter bedah anak yang aromanya membangkitkan memori lama. Namun, Damian bukanlah sosok penyelamat; ia justru menyimpan dendam mendalam dan bertekad membalas luka masa lalunya kepada Amara.
Sampul Novel Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian
9.8
Pasca patah hati, Angga terjebak dalam rencana gila Doni yang memintanya menemani Riri. Pengalaman tak terduga dengan sepupu temannya itu seketika mengubah hidup Angga dan merenggut keperjakaannya. Doni yang melihat bakat terpendam Angga lantas menawarkan pekerjaan sebagai penghibur wanita kesepian. Meski sempat merasa keberatan karena dianggap seperti gigolo, tawaran uang besar dan potensi dirinya sebagai pemuas sempurna membuatnya sulit berpaling dari dunia baru ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan