Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo

Dunia Mimpi Para Jomblo

Rino Rahman, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Bandung, mendambakan pengalaman asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan. Di tengah kesendiriannya, sosok misterius hadir menawarkan bantuan untuk mewujudkan keinginan Rino melalui alam mimpi. Akankah janji pria tersebut menjadi kenyataan indah bagi Rino, ataukah tawaran itu hanyalah bualan kosong belaka? Ikuti perjalanan unik Rino dalam mencari cinta di antara realita dan imajinasi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kemarin malam tepatnya pukul 19.30 aku berkumpul dengan teman-teman di sebuah cafe, untuk merayakan keberhasilan karena telah menyelesaikan perkuliahan selama 4 tahun lamanya dan mendapatkan gelar sarjana.

Ketiga temanku bernama Rifai, Reno dan Aji. Aku merasa tidak senang saat kami berempat kumpul bersama di cafe tersebut, padahal biasanya aku yang paling senang saat kami berempat berkumpul tapi untuk hari ini rasa senang itu tidak ada, bahkan sedikitpun tidak ada. Hal yang membuatku tidak senang saat itu adalah disebabkan mereka membawa pasangannya masing-masing, hanya aku yang terlihat sendirian tidak mempunyai pasangan.

Kemudian Reno tiba-tiba mengacungkan tangannya untuk memesan minuman.

“Permisi!!” Reno sedikit berteriak.

Seorang pemuda bergegas menghampiri kami dengan membawa daftar menu makanan dan minuman.

“Iya mas,” ucap pelayan itu.

“Kami mau pesan mas,” Balas Reno tersenyum.

“Oh iya, ini daftar menunya mas,” ucap pelayan itu menyodorkan daftar menu yang dia bawa.

“Oke,” ucap Reno setelah memikirkan apa yang akan dipesan.

“Jus jeruk satu,” Sambungnya.

“Aku samain aja sama kamu,” ungkap pacar reno tiba-tiba.

Reno kemudian hanya menganggukan kepala.

“Jus jeruk dua ya mas,” ucapnya kembali.

“Kalian gimana, samain aja?” tanya Reno pada kami.

“Enggaklah, aku jus melon dua, satunya buat pacarku” ucap Aji tersenyum pada pacarnya.

“Kalau lu fai?” Tanya Reno sambil melihat kearah rifai.

“Kalau gue sama pacar gue pesen jus sirsak deh,” ucap Rifai dengan tegas.

“Kalau lu no?” Tanyanya padaku yang saat itu sedang duduk melihat sekeliling.

Aku masih memperhatikan sekelilingku. Setelah ku amati baik-baik ternyata dalam sebuah cafe tersebut. Hari itu, waktu itu, malam itu semua orang yang berada di cafe itu mempunyai pasangan lawan jenisnya masing-masing. Aku hanya bisa terdiam setelah melihat kenyataan itu.

“Disini, hanya aku yang tidak ada pasangannya?” ucapku dalam hati.

“Disini, hanya aku yang tidak ada pasangannya?” ucapku dalam hati.

“Disini, hanya aku yang tidak ada pasangannya?” ucapku dalam hati.

“Apa-apaan ini,” Sambungku berteriak kesal.

Mereka bertiga dan pacarnya, kaget setelah melihatku kesal seperti itu, dan pastinya saat itu semua orang memandangiku dengan tatapan tajam penuh penasaran.

“No, no, Rino!” ucap Aji memanggilku.

“Rino!” Pangilnya kembali dengan sedikit berteriak.

Aku terperanjat kaget.

“Ya, ada apa? Kenapa?” ucapku sambil melihat ke arah Aji.

“Lu kenapa?” Tanya Aji penasaran.

“Ah, enggak apa-apa,” Jawabku membohonginya dan kemudian tersenyum.

“Ada lagi mas yang mau di pesan?” Tanya pelayan itu pada kami.

“Eh no, lu burun pesen deh, kasian udah lama nunggu tuh,” ucap Aji.

“Lah kenapa cuman saya yang pesen? Kalian engga mau makan atau minum gitu?” Tanyaku pada mereka.

“Kita mah udah pesen dari tadi,” ucap Rifai padaku dengan wajah sedikit kesal.

“Oh, Bilang dong. Diem-diem bae,” Ungkapku.

“Dih, lu planga-plongo mulu,” Balas Rifai padaku.

“Susu soda Strawberry satu ya mas,” ucapku pada pelayan itu.

“Satu aja mas, enggak dua?” Pelayan itu malah bertanya.

“Iya satu aja, emangnya kenapa?” Tegasku sembari balik bertanya.

“Enggak, soalnya temen-temen mas pesennya dua semua,” ucapnya sambil menunjukan angka dua dengan jarinya.

Tingkahku tidak karuan setelah apa yang di ucapkan oleh pelayan itu. kemudian tiba-tiba Reno yang berada dekat dengan pelayan itu membisikan sesuatu pada telinga pelayan tersebut.

“Dia datang kesininya sendirian, dia tidak punya pasangan,” Bisik Reno pada pelayan itu.

“Tapi kan mas ini cafe khusus buat orang-orang yang mempunyai pasangan, yang single dilarang masuk,” balas pelayan berbisik pada telinga Reno.

“Harap maklum aja ya,” Reno kembali berbisik.

“Iya deh mas,” Pelayan itu kembali membalas bisikan Reno.

Setelah itu, pelayan langsung pergi ke dapurnya untuk mempersiapkan minuman yang kami pesan. Saat sedang menunggu minuman yang kami pesan, bisa-bisanya mereka tidak mengajakku berbicara dan lebih memilih untuk bermesraan dengan pacarnya di depanku. Aku sangat muak saat itu, aku menyesal karena telah ikut berkumpul bersama orang-orang ini.

Beberapa menit kemudian, minuman yang kami pesan sudah datang dan pelayan membagikannya. Obrolan pun akhirnya dibuka oleh Aji tentang masalah pekerjaan. Narulah disitu mereka serius mebicarakannya dan tidak bermesraan seperti tadi.

Kira-kira 45 menit sudah kami lewatkan bersama, berdiskusi tentang masalah pekerjaan yang akan kami jalani. Tapi kemudian tiba-tiba Aji mngeluarkan uang dari dompetnya dan meletakannya ke meja.

“Pulang duluan ya,” ucap Aji beranjak dari tempat duduknya.

“Gua juga deh, mau ada acara keluarga,” Rifai juga ikut-kutan.

“Nih,” Sambung Rifai meletakan uangnya di meja.

“Kita juga mau ada acara, nonton bioskop,” ucap Reno meletakan uangnya kemudian tersenyum pada pacarnya.

“Lu mau disini dulu no?” Tanya Aji.

“Iya,” ucapku singkat.

“Ya sudah. nanti lu bayarin sekalian kalau lu mau pulang,” Balas Aji.

Aku hanya mengangguk-anggukan kepala. Mereka pun pulang beriringiringan ke luar. Terlihat kemudian mereka meninggalkan tempat parkir cafe. Aku pun kembali meminum minuman yang kupesan sedikit demi sedikit. Banyak orang tiba-tiba menatapku dengan penuh rasa penasaran, karena aku nyaman dalam situasi seperti itu, aku pun langsung berjalan ke tempat kasir. Aku langsung memberikan uang yang terkumpul dimeja tadi karena menurutku uang itu sudah sesuai dengan harga yang perlu kami bayar.

“Maaf mas uangnya kurang 15 ribu,” Tiba-tiba penjaga kasir itu menegurku.

“Kok kurang mbak, saya tadi itung pas kok uangnya,” ucapku heran.

“Maaf, kurang mas,” Penjaga kasir itu kembali menegurku.

“Mana coba saya itung lagi mbak,” ucapku mengambil uang yang tadi diberikan pada penjaga kasir.

“Ini Pas ko mba uangnya,” ucapku setelah menghitung kembali uangnya.

“Maaf mas, ini kan cafe couple, cafe khusus untuk yang mempunyai pasangan, kalau ada seorang jomlo yang masuk ke dalam cafe ini dan mereka memesan makanan/minuman di cafe ini, konsekuensinya dia harus membayar 2 kali lipat dari harga tersebut. Seperti itu” Penjaga kasir itu menjelaskan peraturan cafe couple.

“Hah! ada-ada aja atuh,” Teriakku kaget kesal.

“Ya sudah nih 15 ribu,” Teriakku kesal dan pergi meninggalkan kasir.

Aku bergegas menuju pintu keluar, tapi disaat yang bersamaan orang-orang yang kulewati membicarakanku.

“Kasian ya orang itu enggak punya pasangan,” ucap seseorang sebelah kananku.

“Ngenes banget hidupnya,” ucap seseorang menertawakanku.

Saat itu yang bisa aku lakukan adalah berjalan lurus dengan pura-pura tidak mendengar apapun selama aku melangkahkan kakiku ke luar.

Setelah aku keluar dari cafe itu aku bertanya pada diri sendiri.

“Memangnya apa indahnya jatuh cinta?” Tanyaku heran.

“Memangnya aneh kalau orang sepertiku tidak mempunyai pasangan?” Tanyaku kembali.

“Memangnya aku terlihat tidak bahagia saat sedang sendirian?” Tanyaku lagi.

“I’m Fine, I’m happy,” Gumamku.

“Padahal seseorang berhak bahagia meskipun berbeda dari yang lain,” Gumamku.

Aku sangat kesal dan marah, sampai aku berpikir bahwa hal ini adalah sebuah penghinaan yang ditunjukkan kepadaku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Saat menghadiri pesta di Negeri Suwarna, Putri Mahkota Manggalya menerima kabar duka atas wafatnya sang ayah. Karena takhta tak boleh kosong, Pangeran Rahagi yang berusia sepuluh tahun pun naik takhta menggantikannya. Sang Putri yang terpukul memilih mengasingkan diri demi menenangkan jiwa. Namun, di bawah kuasa raja muda yang baru, Manggalya justru berubah menjadi kerajaan agresif yang terus memperluas wilayah kekuasaannya secara membabi buta.
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Pembunuh bayaran bereinkarnasi sebagai Athea Dominic, putri bangsawan yang dibenci karena darah Klan Api. Di kehidupan lalu, ia tewas tragis akibat cinta buta pada Pangeran Alexander. Kini, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam saat keluarganya dibantai. Athea kemudian bersekutu dengan Azrael, pria misterius yang ternyata Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang menggulingkan takhta sang pangeran jahat dan menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Kitab sihir kristal biru
8.9
Fatima menjaga rahasia Perpustakaan Empat Kunci di Murra Kish hingga kedatangan Alfonso mengubah segalanya. Pria misterius itu mencari sebuah grimoire kuno, memicu benih cinta sekaligus kecurigaan di hati Fatima. Ternyata, Alfonso menyimpan rahasia besar kerajaan, sementara Fatima sendiri adalah pewaris permata legendaris yang diincar banyak pihak. Di tengah pengkhianatan dan ambisi gelap, ia harus memilih antara rasa cintanya atau bertahan dari kebohongan yang mengancam.
Sampul Novel Luna Curiannya, Penyesalan Terbesarnya
9.0
Lima tahun menjadi Luna Klan Bulan Darah, aku hanya mendapati pengabaian dari Alpha Arlan. Ia justru memberikan cinta dan gaun impianku kepada Fiona, wanita yang diklaimnya butuh perlindungan. Puncaknya, Arlan mengeluh bahwa takdir kami menyesakkan. Muak dianggap sebagai sangkar, aku memutuskan menolak ikatan kami dan pergi selamanya. Saat hubungan mistis itu hancur, Arlan baru memohon panik, namun penyesalannya tak lagi berarti bagiku.
Sampul Novel MERMAID AS ALPHA'S DESTINY
9.5
Kaum werewolf terancam punah, dan Billy sebagai calon raja harus menemukan Catalina, reinkarnasi putri duyung Althaia. Meski ditakdirkan bersama di dunia modern, perbedaan alam menjadi rintangan fatal. Billy butuh bersenggama dengan Catalina demi kekuatan, namun itu bisa membunuh Catalina jika ia tak segera kembali ke air. Di tengah ancaman monster dan vampir, mereka harus bersatu demi keselamatan klan tanpa mengorbankan nyawa satu sama lain.
Sampul Novel TERPERANGKAP GAIRAH ALAM GAIB
9.5
Kisah dewasa untuk pembaca 21 tahun ke atas ini menceritakan pengalaman ganjil seorang wanita yang terjebak dalam mitos kuno. Tanpa diduga, ia justru terlibat dalam hubungan intim yang terlarang dengan entitas tak kasat mata. Alih-alih merasa takut, ia justru tenggelam dalam gairah yang membuatnya ketagihan untuk terus melanggar pantangan leluhur. Bayangkan jika kengerian dan kenikmatan dari alam gaib ini menimpa dirimu secara langsung.