Sampul Novel Dunia Baru Alyssa

Dunia Baru Alyssa

9.2 / 10.0
Alyssa, alumni pesantren yang terbiasa hidup religius, kini harus beradaptasi di SMA Safir. Lingkungan barunya sangat kontras karena pergaulan bebas dan interaksi tanpa batas antara lelaki dan perempuan. Di sana, ia bertemu Debo, Via, Bagas, Riki, dan Denis yang mewarnai hari-harinya. Akankah Alyssa hanyut dalam budaya pacaran dan ikhtilat yang asing baginya? Ataukah ia justru mampu membawa pengaruh positif serta kedamaian ajaran Islam di sekolah tersebut?

Dunia Baru Alyssa Bab 1

Semburat jingga menguasai ufuk timur bumi pertiwi. Kilau itu perlahan demi perlahan semakin terang menembus titik-titik awan, menyapa daun-daun yang menggigil oleh embun dini yang dingin, Memberi sedikit harapan hidup dengan hangat yang perlahan membalut mahkluk bumi.

Suasana kampung halaman yang sejuk dan penuh kehangatan keluarga-selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi sanak keluarga yang jauh dari tanah kelahiran. jauh dari orang-orang penuh jasa di masa lalu hingga dia sebesar ini.

Alyssa. Gadis enam belas tahun ini sedang merenung di atas kasur yang telah lama dia tinggalkan. Kasur yang hanya dia pakai ketika libur hari raya. Sesuatu yang agak asing, walau pun rutin setiap tahun dia kunjungi tempat ini, tetap saja kalah nyaman dengan tempat yang menjadi kesehariannya. Pesantren.

Penjemputan paksa atas dirinya dari Pondok Pesantren yang memberi segudang ilmu agama, membuat kesal bukan kepalang. Dia sudah merasa nyaman di sana. Enam belas tahun tinggal di lingkungan pesantren membuatnya enggan beranjak dan selalu ingin berada di lingkungan hangat dan religious itu. walaupun tidak dipungkiri ada rasa rindu yang mendalam pada Ummi dan Kakaknya. Tapi, selalu terkalahkan dengan ilmu-ilmu yang ditawarkan di pesantren. Ilmu agama, ilmu ilmiah bahkan ilmu hukum. Alyssa adalah orang yang haus akan ilmu-ilmu itu.

"Masih ingin mengkaji kitab! Masih ingin belajar bareng kalian," lirih Alyssa dengan linangan air mata, tangannya memegangi bingkai foto yang menggambarkan banyak gadis berkerudung merapat pada satu wanita berseragam pegawai negeri, kenang-kenangan ketika di pesantren. Dielusnya foto itu penuh sayang.

Seorang wanita memasuki kamar ia Ibunda Alyssa. Raut wajahnya terlihat suram mendapati wajah putri bungsunya meredup memendam tangis.

"Masih ingat teman di Pesantren?" tanya Ummi Alyssa, Ummi menempatkan dirinya duduk di samping Alyssa. Ia elus lembut pucuk kepala anaknya yang tertutup kerudung panjang menjuntai sampai pinggang.

"Iya, Mi." Alyssa memandang Umminya sendu. Ia berusaha keras menghentikan laju airmata yang turun begitu derasnya.

"Ikhlaskan ya, sayang? Nanti Alyssa bakal dapat teman baru yang nggak kalah baik dari teman-teman pesantren, kok."

"Bukan hanya itu, Ummi. Alyssa masih ingin mengkaji kitab, masih banyak yang belum Alyssa pahami tentang Islam. Mengapa harus diputus kegiatan positif Alyssa, Mi?" serang Alyssa, sungguh sampai sekarang dia belum bisa menerima keputusan ini.

Alyssa mengungkapkan semua uneg-uneg yang ada di kepalanya karena dia tahu umminya pasti menanggapi dengan kepala dingin. Walau sedikit tersentak dengan ucapan Alyssa tadi tapi, Ummi mampu mengontrol semua. Ia tahu betul cara menenangkan anak-anaknya.

"Alyssa. Bukan maksud Ummi memutus kegiatan beragamu, nak. Sungguh, di luar Pesantren juga bisakan mengkaji kitab? Bisa juga berbuat positif di luar Pesantren, bukan? Sangat bisa! Bukankah Alyssa dulu pernah bilang ingin hidup di luar Pesantren?"

"Itu dulu saat Alyssa masih suka bermain dari pada belajar. Sekarang Alyssa mau tinggal di Pesantren, Lyssa nggak mau di pindah, Mi! Alyssa masih ingin mendekatkan diri pada Allah!" Alyssa masih merajuk, setiap kata dari seseorang yang membelanya untuk pindah sekolah selalu salah.

"Alyssa, di luar sana juga bisa mendekatkan diri pada Allah, Lyssa tau Ustad Felix Siauw? Beliau siapa? Mualaf yang dapat hidayah dari Allah, sekarang jadi pendakwah! Kegiatannya selalu positif, bukan? Allah kan Mahatahu sayang, yang penting hati dan niatnya benar, insyaallah berkah sayang. Ummi yakin di sini Lyssa masih bisa disayang Allah, nak," ucap Ummi.

Jelas tidak benar hanya di Pesantren saja yang bisa meraih Ridho Allah dan mendekatkan diri pada-Nya. Di luar sana pun bisa. Asal ada niat dan kemauan yang kuat.

Alyssa mencerna kata-kata Ummi.

"Maafkan ketidaktahuan Alyssa, Mi. Lyssa hanya ingin belajar di Pesantren," jawab Alyssa hatinya mulai positif pada dunia luar.

"Dengan ilmu yang Alyssa dapat dari Pesantren, bisa Lyssa sampaikan pada teman-teman. Itukan lebih bermanfaat, nak? Sekalian amar ma'ruf nahi mungkar."

Alyssa menunduk. Dia cerna betul kalimat terakhir umminya. Benar sekali, Ibadah tidak hanya bersujud dan bertahmid, kewajiban lain sebagai muslim ialah saling mengingatkan akan kebaikan. Dan menyeimbangkan antara habluminallah, dan habluminannas.

Habluminallah merupakan hubungan yang harus dibangun antara manusia dengan sang penciptanya. Hubungan manusia dengan Allah-seperti melaksanakan solat, berzikir, berdoa, puasa, membaca Al-Quran dan segala aktivitas yang menghubungkan individu secara vertikal dengan Allah SWT.

Sedangkan Habluminannas ialah hubungan baik yang harus dibangun antara manusia dengan manusia lain, seperti tolong-menolong, tidak berkata kasar, saling menyayangi, namun terkadang manusia salah memaknai Habluminannas. Mereka berbondong-bondong membuat hubungan baik antara laki-laki dan perempuan tanpa melihat dahulu aturan sebenarnya tentang hubungan antar lawan jenis. Banyak di antara mereka yang menjalin kasih sayang dengan non-muhrim berlindung pada kalimat Habluminannas. Tidak sesempit itu penjabaran tentang hubungan yang satu ini.

"Memangnya Alyssa nggak kangen sama Ummi dan Mas Bisma?" lirih Ummi sambil memandangi kedua manic mata putrinya.

Alyssa tersenyum sendu. "Kangen, Mi." alyssa memeluk Ummi lebih erat lagi. Dua rindu itu mengganggu pikirannya. Rindu pesantren dan rindu kehangatan Ummi yang kini bersamanya. Dia ingin pulang ke pesantren namun, rindu akan tempat ini juga mendera. Ada Ummi dan Mas Bisma yang juga masuk dalam orang-orang yang dia cintai.

Baru aku sadari kepekaanku terhadap dunia ini sangat kecil. Engkau yang menciptakan berbagai makhluk dan keadaan tak aku syukuri aku pandang sebelah mata bertambah sudah butir dosa ini kian menumpuk menjadi gunung dosa. Dengan apa kumengurangi dosa ini? dengan tasbih Kau ampuni yang terkecil.

💝💝💝

Seragam baru, buku pelajaran cenderung ilmiah dari pada religius islamiyah. Tempat yang sangat berbeda dengan Pesantren. Di sini semua berbaur--lelaki dan perempuan berada dalam satu gedung, tak ada tirai pemisah di antara mereka. Ini hari pertama Alyssa datang ke sekolah barunya, ia kembali gusar dengan keadaan seperti ini, hatinya tak terima berada di sini. Ia amati keliling sekolah yang terlihat adalah perempuan dengan lelaki yang ber-ikhtilat mereka tertawa gembira tanpa beban. Alyssa diantar oleh kakaknya yang biasa ia panggil Mas Bisma. Mas Bisma menangkap keraguan pada langkah Alyssa.

"Kenapa? Masih ragu?" tanya Mas Bisma. Ia berhenti melangkah lalu memandang adik kecilnya itu dengan tatapan penuh kasih.

"Mereka..., tidak seperti Pesantren," lirih Alyssa lemas, wajahnya murung dia tak bisa membayangkan bagaimana nanti dirinya saat berbaur dengan teman baru.

"Alyssa, ini sekolah umum bukan Pesantren! Jadi wajar mereka begitu karena tak ada yang memisah mereka," jawab Mas bisma.

"Islam yang memisah mereka, Mas!"

"Tapi sistem di sekolah ini bukan seperti Pesantren, Lyssa. Di sini mengagungkan kebebasan."

"Bukankah di sini ada guru agama? Kemana mereka?"

"Tentu ada, tapi mereka bisa apa? Mereka hanya seorang guru? Mereka tentu memprioritaskan sistem yang berlaku di sekolah ini. Sistem itu kuat dan mengikat! Mau tidak mau harus diikuti, bukankah boleh ber-ikhtilat saat jual beli, pengobatan, pendidikan?"

"-Positive thinking dengan ini, Alyssa. bismillah, dunia baru ada dihadapanmu," lanjut Mas Bisma, ia cukup gregetan atas pertanyaan adiknya, kepolosan Alyssa tidak cocok dengan tempat ini. Tapi apa boleh buat? Semua sudah terjadi, harapannya kini semoga Alyssa bisa bergaul dengan teman barunya.

Alyssa diam mengkaji dengan cermat kata-kata kakaknya tadi, untuk saat ini ia membenarkan ucapan kakaknya. Ia selalu kalah berdebat dengan orang dewasa, mungkin pemikirannya belum sempurna dan informasi yang masuk tak bisa mengimbangi pikiran Kakaknya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dunia Baru Alyssa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Ken terobsesi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, hingga nekat memakai cara licik. Namun, setelah resmi menikah, Ken mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya yang memicu kebencian mendalam. Eleanore yang awalnya merasa bahagia karena cinta keponakan raja itu, kini harus menderita akibat perubahan sikap Ken yang drastis. Meski hatinya hancur disakiti sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan