
Don Juan
Bab 3
Bab. 3
*KRING...KRING...*
#"Hallo , Don Juan apa kabar ?"#
#"Hallo juga , Don Julian. Kenapa kamu tidak tanyakan kabar bibi Monalisa .?"#
#"ha..ha..ha.. ya.. ya.. apa kabar bibi Monalisa .?. Semoga bibi baik-baik saja , Don Juan ."#
#"ya , aku dan bibi Monalisa baik-baik saja , Don Julian. Aku sibuk , nanti kutelpon . Ok salam buat papa mama ."#
*CLICK*
Hubungan telepon seluler dimatikan. Don Juan dan Don Julian adalah sepasang saudara kembar. Usia mereka dua puluh lima tahun. Hidup mereka sengaja dipisah, Don Julian hidup bersama orang tua mereka di Amerika , sedangkan Don Juan adiknya hidup bersama bibi Monalisa di Italia.
"DON JUAN , APAKAH DON JULIAN KAKAKMU TELPON .?"
Teriak bibi Monalisa dari dapur . Dari dalam selimut , Don Juan membalas teriakan bibinya...
"TELPON SALAH SAMBUNG , BIBI."#
Bibi Monalisa hanya bisa tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya . Don Julian sudah menikah dan dikaruniai satu anak laki , Don Julian bekerja sebagai politikus mengikuti jejak ayah mereka. Sedangkan Don Juan mempunyai bisnis perdagangan senjata api meneruskan bisnis almarhum paman eduardo suaminya bibi Monalisa.
*BIP..BIP..*
Suara notifikasi dari WhatsApp, dibacanya
#Apakah kita bisa berkencan , Don juan.?.#
#Tidak bisa, Aliyah#
Jika Don Julian terkenal sebagai pria baik dan sopan , beda dengan Don Juan adiknya yang terkenal playboy kelas kakap , bagi Don Juan perempuan bagaikan tissue yang sekali pakai buang. Sudah rahasia umum , orang tua Aliyah cerai karena ibunya selingkuh dan ayahnya menikah lagi , tak lama kemudian ayahnya meninggal dan ibu tirinya di penjara karena terlibat kasus penggelapan uang. Aliyah mempunyai kebiasaan suka berfoya-foya dan hidup mewah , kebiasaan ini menurun dari ibu kandungnya dan ibu tirinya. Untuk memenuhi gaya hidupnya yang mewah , Aliyah tak segan-segan mengobral tubuhnya ke para pria kalangan atas. Aliyah tergila-gila pada Don Juan bukan karena cinta tapi karena kekayaan pria itu bahkan ia menghalalkan segala cara untuk menguasai kekayaan Don Juan.
"Don Juan. Jika sudah bangun , turunlah sebentar, !"
panggil bibi Monalisa dari bawah , sambil menengadahkan kepalanya ke atas. Don Juan malah menutupi kepalanya dengan selimut.
"Ok, jika kamu masih tidur. Bibi mau pergi sendirian ke makam paman Eduardo."
Seru bibi Monalisa.
"Jangan pergi sendiri , bi. Kita berdua ke makam paman Eduardo. Tunggulah sebentar , bibi Monalisa.!,"
jawab Don juan sambil bergegas bangkit berdiri dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi. Sepuluh menit kemudian , Don Juan keluar kamar dan menuruni anak-anak tangga , menghampiri bibinya. Mereka berdua pergi ke makam paman Eduardo suaminya bibi Monalisa. Semua orang tahu kalau ayah kandungnya Don Juan adalah kakak kandungnya bibi Monalisa . Namun sejak awal menikah bibi Monalisa dan paman Eduardo , sama sekali tidak mempunyai anak maka Don Juan keponakannya di ambil sejak usia setahun dan di rawat hingga dewasa. Tak heran jika Don Juan sangat lengket pada bibi Monalisa dan paman Eduardo yang sudah di anggap seperti orang tua kandungnya sendiri. Semenjak paman Eduardo meninggal, ia bagaikan layangan putus. Selesai dari makam paman Eduardo langsung bibi Monalisa mengajak...
"Don Juan , ayo kita mampir ke rumah mooi .!"
"Iya , bibi Monalisa ."
Don juan langsung meluncurkan mobilnya ke rumah mooi.
"Mooi.."
Suara pintu ruang tamu di dari luar, membuat mooi terjaga, gadis cantik itu tidak tidur di kamarnya melainkan di ruang keluarga , di sofa bed dengan tv yang menyala. Rupanya Don Juan membuka pintu dengan kunci cadangan.
"Bibi , masuk dulu.!. Aku ambilkan kue di mobil ."
Don Juan kembali ke mobil. Mooi terkejut melihat bibi Monalisa masuk ke dalam rumahnya.
"Bibi Monalisa ..."
Mooi berusaha bangun dan duduk di sofa bed.
"Wajahmu pucat sekali , mooi. Apa kamu sakit .?"
Tanya bibi Monalisa sembari membungkukkan badannya dan memegangi dahi mooi.
"A..a..aku sehat , bi."
Sahut mooi dengan gagap dan bangkit berdiri dari sofa bed. Kakinya melangkah hendak ke dapur namun tubuhnya agak sempoyongan karena kepalanya sangat pening ,
*PRANGG..*
tidak sengaja lengannya mengenai vas bunga di atas meja hingga terjatuh , pecah . Don Juan yang baru masuk ke dalam rumah mooi , melihat tubuh kekasihnya hampir jatuh , langsung Don Juan lari menangkap tubuh mooi dan memapahnya . Tampak wajahnya pucat pasi. Don Juan merebahkan tubuh mooi di atas sofa bed.
"Kamu sakit , mooi. Badanmu demam dan wajahmu pucat. Aku antarkan kamu ke dokter sekarang ya..!"
Ujar Don Juan dengan nada gusar melihat kekasihnya sakit.Tiba-tiba saja , mooi gadis cantik itu tersenyum getir, matanya tampak setengah terbuka dan sepertinya dia susah sekali untuk membuka lebar matanya.
"Aku istirahat di rumah saja, Juan. Ini hanya demam biasa."
Ucapnya dengan sangat lirih , nyaris tak terdengar suaranya.
"Mooi, jujurlah padaku.!. Kamu sakit apa .?. Jika kamu tidak mau jujur , kubawa kamu ke rumah sakit.!"
Ucap Don Juan setengah mengancam membuat kekasihnya makin ketakutan.
"Ja..ja..jangan bawa aku ke rumah sakit , Juan. Vertigo-ku kambuh tapi aku sudah minum obat."
Mooi menunjuk plastik berisi beberapa obat.
"Ayo , makan dulu. Bibi bawakan sup ayam dan garlic bread."
Bibi Monalisa mengeluarkan bungkusan makanan dan Don Juan menyuapi kekasihnya. Selesai menyuapi ,
"Huaamm.."
Mooi menguap dan matanya mulai terpejam. Gadis itu tertidur. Bibi Monalisa dan Don Juan pulang. Mooi adalah seorang gadis yatim piatu. Dia tidak tahu siapa orang tua kandungnya karena ibunya langsung meninggal di saat melahirkan dan saat ia masih berusia dua tahun , ayahnya terkena sakit malaria lalu meninggal. Karena tidak ada sanak saudara , beberapa tetangga menitipkannya ke panti asuhan. Setelah ia lulus SMA ..kembali ke rumah orang tuanya. Namun ia tinggal seorang diri di rumah sederhana peninggalan mendiang orang tua kandungnya. Mooi dan Don Juan sudah dua bulan pacaran setelah sebulan mereka berkenalan saat Don Juan melihat bee sedang melukis di dekat menara Eiffel. Memang mooi adalah seorang pelukis , namun Don Juan masih merahasiakan identitas sebagai anak jutawan dan mengaku bekerja sebagai pegawai kantor biasa. Meskipun demikian, Don Juan selalu menyuruh beberapa anak buahnya menjaga mooi tanpa sepengetahuan mooi. Don Juan juga merahasiakan hubungannya dengan mooi , hanya bibi Monalisa dan beberapa anak buahnya Don Juan yang mengetahui jika mooi kekasihnya Don Juan. Tapi tetap saja, banyak perempuan yang tergila-gila pada Don Juan terutama Aliyah pelacur kelas kakap.
Anda Mungkin Juga Suka





