Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di ruang tamu yang luas dan dihiasi dengan perabotan mewah, Jasmine Bintang duduk di sofa besar berwarna krem, matanya terarah ke luar jendela besar yang menghadap ke taman. Pepohonan yang rimbun bergoyang diterpa angin, seakan berbisik tentang hidupnya yang penuh sepi. Sejak kecil, Jasmine tahu bahwa dunia tidak pernah benar-benar ramah padanya. Ada sesuatu dalam dirinya-sesuatu yang membuat orang-orang menatapnya dengan kasihan, atau lebih buruk, dengan jijik. Keterbatasan fisik yang membuatnya sulit untuk bergerak bebas menjadi alasan utama, tetapi ada hal lain yang jauh lebih dalam dari itu: rasa tidak dihargai, rasa tidak dicintai.

Ibu kandungnya, Lestari, selalu memandangnya dengan mata penuh kecewa. "Kau tidak seperti saudara-saudaramu," kata Lestari dengan suara yang datar, seolah-olah kalimat itu sudah menjadi mantra yang diulang ribuan kali di rumah mereka. Jasmine mengingat bagaimana dia pernah mencoba belajar menari, berharap bisa menarik perhatian ibunya, hanya untuk dihina dan dimarahi karena jatuh di tengah gerakan. Sejak itu, dia memutuskan untuk menjadi diam, bersembunyi dalam kesunyian, mencari kenyamanan dalam kebisingan hati sendiri.

Namun, hidupnya berubah ketika dia bertemu Ardan Mahendra. Pria itu tampak seperti jawaban atas doa-doa sunyi yang diucapkannya dalam hati. Ardan, dengan senyumnya yang cerah dan suara yang menenangkan, membuat Jasmine merasa seperti dia bukan sekadar cacat, bukan sekadar beban. "Kau cantik," katanya di malam pertama mereka bertemu, tatapan matanya menembus jauh ke dalam jiwa Jasmine. Kalimat itu, sederhana dan penuh kejujuran, membuat Jasmine merasa seperti sedang terbang di atas awan.

Mereka menikah dalam sebuah upacara besar yang dihadiri oleh keluarga Ardan, yang semuanya berpakaian serba hitam, seperti menghadiri sebuah upacara pemakaman. Jasmine, dalam gaun putih yang indah, merasa seperti seorang putri yang dipaksa bermain di dunia yang tak pernah dia pilih. Suaminya, Ardan, berdiri di sampingnya dengan senyum penuh kebanggaan, meski matanya tetap terbuka, penuh rahasia yang tak terungkap.

Tahun-tahun awal pernikahan mereka penuh dengan upaya Jasmine untuk membangun rumah tangga yang bahagia, tetapi kenyataan tidak seperti yang diimpikannya. Keluarga Ardan tak pernah menganggapnya lebih dari sekadar pajangan; mereka memandangnya dengan senyum kecut dan komentar yang mengiris hati. Seperti ketika bibi Ardan, yang tak pernah jauh dari bisik-bisik, berbisik di hadapan orang lain, "Apakah dia benar-benar layak menjadi istri Ardan? Bukankah lebih baik kalau dia duduk di rumah, diam saja?"

Setiap kalimat itu menancap di jantung Jasmine, mengikis semangatnya sedikit demi sedikit. Ardan hanya akan tersenyum sinis dan mengalihkan pembicaraan, seakan dia tidak pernah mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya. Jasmine belajar untuk menelan rasa sakit itu, menahan air mata, dan melanjutkan hidupnya.

Namun, hari itu, ketika pintu rumah mereka diketuk keras dan suara seseorang yang dikenalnya memecah kesunyian, Jasmine tahu bahwa semuanya akan berubah. Anindya, wanita yang pernah menjadi cinta pertama Ardan, berdiri di ambang pintu dengan riasan wajah yang sempurna dan senyum yang penuh kemenangan. Di tangannya, ia membawa seikat bunga mawar merah, simbol dari cinta yang pernah dia bagi dengan Ardan.

"Maaf mengganggu, tapi aku rasa kita perlu bicara," kata Anindya, suaranya ringan, tetapi setiap kata seakan menggetarkan dinding-dinding rumah. Jasmine berdiri, tubuhnya membeku di tempat, sementara Ardan keluar dari ruang tamu, wajahnya berubah tegang begitu melihat siapa yang datang.

Anindya menatap Jasmine, seakan sedang mengukur siapa perempuan itu. "Kau tahu, Jasmine," katanya, matanya berbinar dengan ketidakpedulian, "Kau tidak pernah merasa dicintai sejati, bukan? Apakah Ardan pernah mengatakan bahwa dia mencintaimu? Haha, ketika aku bersamanya dulu, setiap hari dia berkata dia tak bisa hidup tanpaku."

Jasmine terpaku, rasa sesak di dadanya seperti hendak meledak. Kata-kata itu menghujam seperti kilat, mengingatkannya pada semua kebohongan dan pengorbanan yang telah dia buat selama ini. Dia ingin menjawab, ingin berteriak, tapi suaranya terhenti di tenggorokan. Ardan hanya berdiri di sana, wajahnya kacau, tidak tahu harus berkata apa.

Lambat laun, Jasmine menatap Ardan, dan dalam sekejap, dia menyadari semua yang selama ini disembunyikan. Dia tidak pernah dicintai, dan dia tidak pernah akan pernah dicintai oleh pria itu.

"Aku tak ingin hidup dalam kebohongan lagi," gumam Jasmine dalam hati, suara hatinya menggema di seluruh tubuhnya, mendorongnya untuk melepaskan diri. Dia tahu, saat itu, semuanya harus berubah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman dari Tunanganku
8.4
Setelah menyadari bahwa Samuel Gusmawan hanya mencintai adiknya selama dua puluh tahun pernikahan mereka di kehidupan lalu, sang protagonis mengambil langkah ekstrem saat diberi pilihan pernikahan politik. Alih-alih memilih Samuel lagi, ia menyerahkan foto Jeffrey Gusmawan, paman Samuel sekaligus pemimpin tertinggi keluarga mereka. Keputusan mengejutkan ini membalikkan keadaan. Namun, saat cincin pernikahan diserahkan kepada Jeffrey di hari sakral tersebut, Samuel justru kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir
8.0
Silvia hancur setelah dikhianati suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka itu, ia bertemu Dokter Dana akibat sebuah insiden kecil. Saat benih cinta mulai tumbuh, ayah Silvia yang hilang sepuluh tahun kembali sebagai konglomerat dan menjodohkannya dengan pria lain demi balas budi. Kini Silvia terjepit antara cintanya pada Dana atau takdir pilihan ayahnya. Sementara itu, sang mantan suami mulai menyesal melihat Silvia kini menjadi wanita terhormat.
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?
Sampul Novel Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
9.2
Aluna Maheswari menderita akibat sikap dingin Renandio serta pengkhianatan keluarga besarnya. Usai menggugat cerai, ia bertemu Dion Ardianata, duda kaya yang membesarkan putranya, Elvano, sendirian. Hubungan mereka bermula saat Aluna menyelamatkan Elvano dari kecelakaan. Bocah yang merindukan kasih sayang ibu itu pun mulai melekat padanya. Meski benih cinta tumbuh, masa lalu yang kelam dan orang-orang yang iri menjadi penghalang besar bagi kebahagiaan baru mereka.
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Sella mengalami nasib tak terduga saat niat melamar kerja justru berujung pada pernikahan kontrak. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Rishan, CEO yang menikahinya hanya demi memenuhi janji kepada sang ibu. Tanpa landasan cinta, keduanya terjebak dalam rumah tangga yang penuh ego dan aturan sepihak dari Rishan. Sella harus menghadapi sikap dominan suaminya yang sering menuntut hal aneh, sembari berjuang menata hatinya yang terus goyah dalam ikatan paksaan ini.
Sampul Novel Perangkap Cinta Tuan CEO
8.8
Rafael Valentino menyimpan dendam pada Edgar Marvelo yang telah menggelapkan dana perusahaan. Saat Edgar kabur, Rafael mengalihkan kemarahannya kepada Aurora, putri Edgar yang baru pulang dari Paris. Aurora yang tidak tahu apa-apa dipaksa membayar utang ayahnya dengan menyerahkan kebebasannya. Kini ia terjebak dalam kendali sang CEO yang dingin. Akankah hubungan yang berawal dari kebencian dan tekanan ini berubah menjadi cinta di tengah luka masa lalu?