Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah

Demian Dewantara merasa sial setelah terpaksa menikahi Hana Anindya Prayoga. Ia mengira Hana sengaja menerimanya karena ketampanannya, meski Hana sebenarnya juga membenci perjodohan ini. Hana merasa terjebak dalam pernikahan tanpa cinta akibat manipulasi sang ayah, Guntoro Prayoga. Awalnya mereka saling muak dalam hubungan yang didasari kepentingan bisnis, namun sebuah peristiwa tak terduga mulai meluluhkan kebencian dan mengubah segalanya menjadi rasa cinta.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dia melirik jam di dinding, waktu sudah menunjukkan pukul delapan lewat. Suara Baek Hyeon tak terdengar sama sekali, mungkin dia masih tertidur.

Hana Anindya Prayoga pun beranjak dengan malas, menuju kamar mandi yang memang tersedia di dalam kamarnya.

Setelah selesai mandi dan berdandan, Hana Anindya Prayoga mulai mengerjakan pekerjaan rumah. Berberes dan memasak untuk dirinya sendiri.

Sang ibu pernah menawarkan asisten rumah tangga, tetapi dia tidak mau. Karena sudah dipastikan Demian Dewantara akan semakin murka dengan adanya orang lain di rumah itu. Dan tentu pria berparas tampan tersebut, tidak akan bebas menyiksa istri bohongannya.

"Hana!"

Teriakan Demian Dewantara membuat dia tersedak.

"Iya, ada apa?" tanyanya datar.

"Ini sepatuku kenapa bisa basah begini?" jawab Demian Dewantara, balik bertanya. Dia dengan masih menggunakan volume hampir full.

"Aku lupa menjemurnya, kemaren aku nyuci sepatu. Ya, udah sekalian aku cuci juga sepatu kamu," jawab Hana Anindya Prayoga masih bernada datar.

"Siapa yang menyuruh kamu menyentuh barang-barangku? Aku, kan, sudah bilang, jangan menyentuh apa-apa kalau itu milik pribadiku. Kamu paham nggak, sih?!" teriak Demian Dewantara.

"Kamu bisa nggak bebicara sedikit pelan? Telingaku masih normal, belum tuli sama sekali!" balas Hana Anindya Prayoga. Kali ini dia beranikan menaikan suara.

Lalu, Hana Anindya Prayoga melihat sang suami masuk ke kamarnya, kemudian dia keluar lagi dengan menggunakan sarung tangan.

Diperhatikan saja olehnya. Ternyata Demian Dewantara mengambil sepatu itu dan membuangnya ke tong sampah.

"Begitu jijiknya dia melihatku, aku seperti manusia najis yang berada di sekitar seorang pangeran angkuh itu," gerutu Hana Anindya Prayoga, dalam hati.

Hatinya mengutuk kejam. Andai saja dia bisa memilih untuk membatalkan perjodohan itu dari awal, tentu sudah dia lakukan.

Ekting sang ayah yang pura-pura terkena serangan jantung, telah sukses membuatnya mengatakan setuju di saat perjodohan yang telah disusun matang oleh ayahnya dan ayah Demian Dewantara.

***

Tugas kantor kembali menumpuk, Demian Dewantara mulai bermalas-malasan setelah kehidupannya mulai membosankan.

Tidurnya tidak teratur, makan pun apa lagi. Hanya seadanya saja ketika dia malas keluar kamar, atau hanya sekedar memencet tombol ponsel untuk memesan makanan lewat aplikasi.

"Wanita sialan itu telah menghancurkan masa depanku dengan Jesica. Aku akan membalas kamu, Hana!" Kepalan tangannya mengeras.

Ada rasa benci yang bertahta di otak dan hatinya. "Kenapa harus dia yang dipilih ayah? Tapi, memang tidak diragukan lagi, watak ayah dan ayah perempuan sialan itu, tidak jauh beda. Mereka hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri. Sementara masa depanku dipertaruhkan. Aku benci wanita sialan itu, aku benci dengan hidupku saat ini," sambungnya merutuk.

***

Sesekali Hana Anindya Prayoga masih juga merindukan Raka Herlambang, walau pria itu telah membuatnya patah hati, tapi segala rasa itu dia coba menepisnya. Bagaimanapun, dia sudah menjadi istri dari Demian Dewantara. Walaupun pria itu tidak pernah menganggapnya ada, tapi Hana Anindya Prayoga tetap menjaga kehormatan hubungan pernikahannya.

Bagaimana dengan Demian Dewantara?

Iya, dia tetap menjalin hubungan dengan Jesica. Bahkan dia dengan sengaja mengajak perempuan itu datang ke kediaman mereka.

Tidak merasa bersalah sedikitpun, dia malah sengaja bermesraan di depan wanita yang sudah dinikahinya itu.

Akan tetapi, Hana Anindya Prayoga memilih sikap masa bodoh saja, sampai tiba masanya dia merasakan ada duri yang menghujam di hati kecil, di saat Demian Dewantara dengan beraninya mengecup lembut kening Jesica pada sore itu, tepat di saat Hana Anindya Prayoga menoleh ke ruang tamu.

"Ah, tidak! Apa aku cemburu?"

Hana Anindya Prayoga berusaha menenangkan hatinya, sekuat hati dia berjalan santai menuju kamar. Sampai di dalam kamar, tiba-tiba air matanya meleleh.

Dalam waktu tiga bulan, Demian Dewantara sudah beberapa kali mengajak Jesica datang ke rumah itu. Awalnya Hana Anindya Prayoga merasa biasa-biasa saja, tapi dia tak tahu apa yang terjadi padanya sore itu. Wanita berparas cantik tersebut, merasa sakit hati melihat sepasang kekasih bermesraan, sampai air mata berhasil lolos dari kedua kelopak matanya.

"Ada apa dengan diriku?"

Tap! Tap! Tap!

Suara langkah kaki milik seseorang terdengar mendekat. Membuat Hana Anindya Prayoga harus buru-buru menyeka air mata yang sedari tadi meleleh tiada henti.

Tanpa mengetuk pintu mau pun memanggil, Jesica langsung mendorong pintu dan menyelonong masuk ke kamarnya.

"Hmmm ... kamar kamu cukup bagus, dan begitu mewah. Seharusnya aku yang tinggal di sini bersama kekasihku!" kata Jesica sambil berkacak pinggang.

Hana Anindya Prayoga diam saja, pura-pura tidak mendengar celotehan perempuan itu.

"Kamu kaya, dan kamu anak satu-satunya dari keluarga kamu. Kenapa kamu masih mengejar Demian, Hah? Kamu pikir cinta itu bisa dipaksakan? Ooo ... iya ... iya, aku tahu, nih, kamu kan, memang sudah tergila-gila sama Demian kekasihku, dan itu terjadi sudah lama, sejak kita sama-sama memasuki sekolah yang sama, betulkan?" tebaknya berapi-api.

"Sok, tahu kamu! Sampai saat ini aku masih mencintai Raka. Kalau nggak tahu permasalahannya, kamu jangan ikut campur dengan masalah rumah tangga orang lain. Paham kamu?!" tegas Hana Anindya Prayoga sambil menahan diri agar tidak menjambak rambut perempuan yang berdiri di depannya itu, yang masih dengan gaya berkacak pinggang.

"Au ... au. Rumah tangga yang mana? Bukankah tadi kamu bilang kalau kamu masih mencintai Raka, terus kamu lagi membahas rumah tangga siapa?" tanya Jesica mengejek, semakin menjadi-jadi.

Hana Anindya Prayoga mengatupkan kelima jarinya membentuk kepalan tinju yang siap mendarat di mulut Jesica.

Namun gagal, Demian Dewantara langsung datang ke kamarnya. Dan, membawa Jesica keluar untuk menjauhinya.

Hana Anindya Prayoga sakit hati. Di depan Jesica, dia diperlakukan kasar dan Demian Dewantara bilang kalau dia adalah wanita pembawa sial. Ditambah lagi dengan lirikan mata Jesica ke arahnya sambil mengulum senyuman yang penuh ejekkan.

Setelah mereka berdua berlalu dari pandangannya, Hana Anindya Prayoga kembali menutup pintu dengan satu tendangan.

Braaak!

"Woi! Dasar cewek gila! Itu pintu mahal, tahu?!" teriak Demian Dewantara dari ruang tamu.

Dret! Dree! Dreeet!

Ponsel milik Hana Anindya Prayoga bergetar beberapa kali.

Dia melihat notifikasi, ternyata dari Do Hyun. Satu hal yang Hana Anindya Prayoga inginkan saat itu adalah mengunci pintu dan diam tanpa bicara. Akan tetapi, lagi-lagi Raka Herlambang melakukan panggilan berulang-ulang.

"Iya ada apa, Ka?" tanyanya malas.

"Kamu lagi apa, Hana?" sahut pria itu dari seberang sana bertanya dengan mesra.

Namun, Hana Anindya Prayoga tidak berharap lagi Raka Herlambang terus-terusan seperti itu padanya.

"Raka, udah dulu, ya? Aku mau mandi, sudah sore soalnya," katanya ingin menutup pembicaraan dengan pria tersebut.

"Aku tau kenapa sifatmu belakangan berubah kepadaku, kamu telah melupakan aku, bukan? Ya, aku tau itu," tebak Raka Herlambang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bahagiaku Bukan Denganmu
7.9
Akibat pertengkaran hebat, Imron menceraikan Humaira demi menikahi Laras yang dianggapnya lebih menawan. Namun, penyesalan datang saat Laras terbukti gagal mengurus rumah tangga. Di balik itu, Laras menyimpan rahasia kelam yang mengancam masa depan mereka. Saat Imron bertemu kembali dengan Humaira yang kini tampil lebih memikat, niat untuk rujuk pun muncul. Akankah Imron bertahan dalam kepalsuan Laras atau berhasil mengejar kembali cinta masa lalunya?
Sampul Novel Delayed Love
9.1
Lima tahun berlalu sejak Reina Valeria berjuang mengubur luka hati dan melupakan sosok pria dari masa lalunya. Namun, takdir berkata lain saat ia justru dipertemukan kembali dengan Rian Nataharja, yang kini menjabat sebagai manajernya di kantor. Pertemuan ini membangkitkan memori lama saat mereka masih sekolah. Apa rahasia di balik hubungan si siswa teladan dan siswi bodoh ini? Reina pun harus menghadapi kembali perasaan yang sempat tertunda.
Sampul Novel GADIS PENCURI VS TUAN MUDA
9.3
Seorang pencuri wanita lihai menjadi buronan elit dengan imbalan jutaan Dollar bagi siapa pun yang melenyapkannya. Di tengah kepungan maut, Martin Jakovsky, tuan muda kaya raya yang menderita alergi aneh terhadap sentuhan wanita, justru mengerahkan segala kekuatannya demi melindungi sang gadis dari kejaran penguasa. Mengapa Martin rela mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya meski ia sendiri tak bisa bersentuhan dengan lawan jenis? Simak kisahnya.
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON
7.9
Gideon Mosha adalah mahasiswa cerdas yang hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya. Sang ibu memutuskan menyewa pengasuh pribadi, namun sifat jahil Gideon membuat tak ada yang bertahan lama. Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak dalam pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel LUKA DI ANTARA KITA
8.1
Kehidupan rumah tangga seorang istri yang penuh kesetiaan seketika hancur saat ia memergoki suaminya menjalin hubungan gelap dengan sahabat karibnya sendiri. Pengkhianatan ganda ini membawa luka yang sangat mendalam. Kini, di tengah reruntuhan kepercayaan yang telah musnah, ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan ikatan pernikahan yang tersisa atau memilih pergi demi kedamaian dirinya sendiri selamanya.
Sampul Novel Menantu jadi pembantu
8.8
Pertemuan Sabira Prameswari dan Daffa Prasetya di media sosial berujung pada pernikahan yang jauh dari kata indah. Sabira terjebak dalam realitas pahit akibat sifat egois sang suami serta dominasi ibu mertua yang terus mencampuri urusan domestik mereka. Di tengah tekanan batin dan konflik rumah tangga yang kian meruncing, Sabira harus menentukan pilihan sulit. Akankah ia tetap bertahan demi komitmen, atau memilih perceraian sebagai jalan keluar?