Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan

Dinodai Mantan Majikan

Demi biaya operasi ibunya, Anjani Aswari terpaksa menjual kesucian kepada majikannya, Barata Yudha. Konglomerat itu justru terus mengeksploitasi Anjani sebagai pemuas nafsu rekan bisnisnya di bawah ancaman maut. Saat Anjani hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu milik pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Anjani yang menderita pun harus mengungkap kebenaran di tengah pengusiran.
Bab
Bagikan

Bab 3

Teriakan Anjani membuat Barata yang masih duduk didekatnya kaget. Dengan kemarahan ia memandang Anjani tajam dengan wajah yang kurang suka pada sikap Anjani.

"Disgusting." lirih Barata.

Anjani sendiri juga merasakan kekagetannya, kenapa dirinya tanpa sadar berteriak.

Sekilas ia memandang Barata dengan perasaan takut. Ia tak mengerti bahasa yang barusan diucapkan Barata.

Anjani menggigit bibirnya sendiri, mengalihkan pandangannya lewat kaca mobil dengan mata memandang sekeliling penuh tanda tanya.

"Kenapa Barata membawa dirinya ke sini? Dan rumah siapa ini?" tanya batin Anjani.

Anjani yang buta akan perkotaan hanya membisu seribu basa.

Jika hendak menanyakan pada Barata, tak ada keberanian untuk bertanya.

Yang ia pikirkan hanya bagaimana nanti kalau sampai Barata menganiaya dan membunuhnya.

"Kenapa diam? Ayo ke luar!" seru Barata bernada tinggi.

Anjani tetap diam, tak menghiraukan ucapan Barata. Ia tak bergerak dari posisinya.

Dan tetap berada di dalam mobil. Hingga Barata mengulangi perkataannya untuk yang ke dua kalinya dengan membuka kasar pintu mobil.

Cekrek ...

Namun tanpa disadari Anjani. Wajah Barata yang semula garang dengan tiba-tiba berubah lembut hingga terdengar suara tawa Barata renyah.

"Kenapa? Kau takut? Takut aku bunuh?" Barata mengubah posisinya lebih mendekat ke arah Anjani duduk. Hingga tangan Barata menyentuh lembut lengan Anjani dan mengusap-usapnya.

Anjani tercekat, ia bingung dengan sikap Barata.

"Nggak usah takut, justru aku ingin bicara serius denganmu. Ayo, ke luar!" Barata meraih pundak Anjani untuk diajaknya masuk rumah.

"Tapi Tuan!"

"Sstt ... Aku nggak butuh alasanmu," potong Barata sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir Anjani dan memandang lekat Anjani dengan tersenyum.

Anjani hanya diam, menuruti apa yang dikatakan Barata. Ia menepis prasangka negatif terhadap Barata.

Barata meraih tangan Anjani, serta menggandengnya untuk membawanya masuk ke dalam rumah.

"Duduklah!" ujar Barata lirih.

Barata melangkah masuk ke dalam meninggalkan Anjani yang masih dalam keadaan bingung dan takut.

Anjani memandang sekeliling ruangan. Tampak di sana sini perabotan mahal terpampang di etalase kaca.

Dan sebuah bingkai fto berukuran besar menempel di dinding ruangan.

Ia kembali mengalihkan pandangannya dengan wajah penuh kegelisahan.

Dan Ia yakin, Barata akan mengulangi perbuatannya yang dilakukan semalam. Atau bahkan ia akan membunuhnya agar ia tak menyebar berita pada Ayudya tentang kejadian semalam.

"Minumlah tentunya kau haus," ucap Barata yang tiba-tiba muncul dari ruang dalam dengan membawa dua gelas minuman.

Barata menyodorkan minuman ke arah Anjani.

Anjani yang semula menunduk dengan cepat mendongakkan kepalanya, serta mengarahkan pandangannya pada sebuah gelas yang berisi minuman berwarna oranye di tangan Barata.

Anjani ragu untuk meraih gelas itu. Namun ia tak berani untuk menolaknya.

"Kenapa? Kau takut ku racuni? Dasar bodoh? Tak mungkin aku meracuni kamu? aku masih butuh tubuhmu?" kata keras Barata sembari tertawa ngakak.

Deg ... Jantung Anjani seperti berhenti berdetak.

Ia membenarkan kata batinnya kalau Barata ingin mengulangi perbuatannya yang terkutuk.

Dan kata-kata terakhir Barata, seolah Barata menjadikan Anjani sebagai budak nafsunya.

Anjani menghela nafas panjang, untuk menghilangkan beban berat yang bakalan ia lakukan.

Dalam hati kecil Anjani, sebenarnya ia ingin berontak. Ingin mengakhiri perbuatan yang ia lakukan semalam. Tapi ia tak punya kemampuan untuk menolak ajakan Barata untuk mengulangi perbuatan bejat itu.

Dengan terpaksa Anjani mengambil gelas dari tangan Barata. Namun ia tak segera meminumnya hanya meletakkan minuman itu ke atas meja.

Entah tiba-tiba Anjani sangat takut meneguk minuman itu. Ia takut jika Barata menuangkan sesuatu ke dalam minuman itu. Tampak dari wajah dan ucapan Barata sangat mencurigakan.

Barata tanggap saat melihat ekspresi Anjani. Barata menggeser tubuhnya mendekati Anjani. Serta memeluk Anjani dari belakang, dengan membisikkan kata-kata halus.

"Jangan khawatir, aku bukan orang jahat, justru aku sangat mencintai kamu,"

Barata menyibakkan rambut Anjani ke belakang telinga dengan lembut. "Jangan di minum kalau kau ragu," lirihnya.

Anjani tersentak mendengar ucapan Barata, ia tak percaya seorang pria kaya dan sangat terhormat mencintai seorang babu seperti dirinya. "Mencintai, Tuan Barata mencintaiku?" tanya batin Anjani.

Anjani menggelengkan kepalanya tanda tak percaya ucapan Barata. Itu hanya sebuah rayuan agar Anjani mau menyerahkan lagi tubuhnya. Anjani berusaha mengalihkan pembicaraan Barata.

"Tuan, bukankah saya harus secepatnya pergi dari sini, dan menjemput nona Aura?"

Barata tersenyum. "Waktu kita masih panjang. Kau jangan seperti anak kecil." ucap Barata dengan menghujamkan ciuman bertubi tubi ke wajah Anjani. Salah satu tangannya mulai bergerilya meremas-remas bagian sensitif Anjani.

Mendapat perlakuan seperti itu, libido Anjani mulai berpacu. Ia kembali pasrah, apa yang dilakukan Barata seperti apa yang dilakukan semalam.

Tampak Barata sangat rakus mencium leher serta wajah Anjani tanpa jijik.

Dan mendekap tubuh Anjani, hingga Anjani merasakan sesak pada pernapasan ketika bibir Barata melahap bibir Anjani.

Anjani tak bisa menghindar, apa yang dilakukan Barata terhadapnya, ia hanya pasrah ketika Barata menggendong tubuh Anjani menaiki anak tangga menuju kamar.

Mereka kembali melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan semalam .

Hampir satu jam mereka bergumul dalam kemesraan, Barata lupa pada janjinya kalau dirinya tak akan melakukan hal seperti yang dilakukan semalam, ia malah melakukan hubungan bak suami istri lagi.

Anjani pun semakin tak canggung lagi menghadapi Barata. Dan yakin apa yang di ucapkan Barata bukan isapan jempol belaka, kalau Barata mencintai dirinya.

Anjani sudah mulai berani membalas kemesraan Barata dengan sentuhan-sentuhan lembut yang membuat Barata terlena dalam dekapan Anjani.

Anjani merasakan kalau Barata sungguh mencintai dirinya, apalagi Barata terus memuji Anjani dengan kata-kata mesra.

"Kau membuatku gila, Anjani! Semua yang kau lakukan padaku tak ada pada diri Ayudya," ucap Barata yang masih mendekap tubuh Anjani yang masih belum memakai sehelai benangpun.

permainan semakin memanas, Barata bagaikan joki penunggang kuda yang memacu kudanya dengan liar. sedangkan Anjani bak kuda binal yang berlari kencang menginginkan si joki mencapai tujuannya.

Nafas mereka saling memburu, dan akhirnya satu per satu mencapai puncak klimaks kenikmatan dan terkulai lemas tak berdaya dalam pelukan diatas ranjang sebagai saksi bisu hubungan tanpa ikatan.

Anjani tersenyum dan merenggangkan tubuhnya dari dekapan Barata. Setengah berbisik dan mengatakan.

"Kita harus menyudahi semua ini, Tuan. Saya takut jika nyonya Ayudya mengetahuinya. dan saya takut pula jika saya hamil tuan."

Barata hanya tersenyum kecut menanggapi perkataan Anjani. seolah perkataan Anjani hanya sebuah angin yang lewat tanpa ada jawaban.

"Kita istirahat dulu, aku lelah. kita bisa bicarakan nanti," ucap Barata dengan mata terpejam.

Anjani terdiam. ia ikut berbaring di samping Barata, dengan pikiran yang masih bergejolak. Lama-kelamaan Anjani merasa lelah, matanya terasa berat. Hingga ia terlena dan tertidur dalam kelelahan.

Hampir satu jam Anjani merasakan dirinya tertidur pulas, tanpa ada yang mengganggunya. Ia baru sadar ketika membuka matanya perlahan. Dan menguap lebar-lebar.

"Uaahemm ...!"

Anjani menutupi mulutnya dengan salah satu tangannya, dan menggeliatkan tubuhnya.

Ia diam sejenak, serta mengerjapkan matanya yang masih terasa berat.

Anjani tersentak, dan membuka matanya dengan memandang sekeliling. Ia merasakan sesuatu yang aneh melihat ruangan yang ia tempati.

Ia mencoba membuka matanya lebar-lebar, hingga manik mata membulat sempurna.

Anjani bingung, kenapa dirinya berada di sini.

Anjani meraba tubuhnya yang masih tertutup selimut, ia meraba sebagian dari tubuhnya dan merasakan tubuhnya belum memakai sehelai benang.

Sesaat ia berpikir dan baru menyadari kalau dirinya baru melakukan percintaan dengan Barata.

Anjani duduk dengan menatap kembali sekeliling ruangan, mencari sosok Barata.

Ia berpikir kalau Barata berada di kamar mandi. Sebab dengan jelas terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.

Teng, teng ...

Terdengar suara jam besar yang berada di sudut ruangan kamar berdentang dua kali.

"Jam dua? Nona Aura, aku harus menjemput nona Aura," gumam Anjani menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.

Ia berdiri hendak memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai untuk dikenakan kembali.

Belum tuntas Anjani mengenakan pakaian, terdengar suara laki-laki menyapanya dengan lembut.

"Anjani ...."

Secepat kilat Anjani mengarahkan pandangannya ke arah suara itu.

Anjani tersentak menatap laki-laki asing yang berdiri di depannya.

"Siapa anda?!" tanya Anjani dengan mata membelalak menatap tajam laki-laki berkulit putih, berambut cepak, bermata sipit, dengan postur tinggi gagah. Sepertinya ia laki-laki berdarah Tionghoa.

Anjani cepat-cepat meraih selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya.

Laki-laki itu tersenyum, menghampiri Anjani yang berdiri dengan tubuh gemetar.

"Jangan dekati aku, siapa kamu?!" teriak Anjani.

Anjani menggeser kakinya dengan gerakan mundur dua langkah menghindari laki-laki itu.

Laki-laki itu tak menjawab sepatah katapun, ia semakin mendekati Anjani dengan tatapan mencurigakan.

Anjani kembali melangkah mundur menghindari laki-laki itu.

Namun secepat kilat laki-laki itu meraih tubuh Anjani serta mendorongnya hingga tubuh Anjani jatuh ke ranjang.

Tangan laki-laki itu menarik selimut yang menutupi tubuh Anjani. Dengan rakus laki- laki itu menindih tubuh Anjani.

Anjani berusaha mendorong tubuh laki- laki itu. Namun kekuatan Anjani kalah dibanding kekuatan tubuh laki-laki yang dengan brutal menciumi wajah serta meremas tubuh Anjani yang sebagian tertutup pakaian.

Anjani berusaha menjerit, memanggil Barata.

"Tuan ...! Tolong ... Tolong!" teriak Anjani dengan tangan mencengkeram lengan laki-laki itu. semakin Anjani berontak semakin kuat kuku-kuku Anjani mencengkeram lengan laki-laki itu, hingga laki-laki itu merasa kesakitan dan sedikit luka.

Plaaak ... Plaaak ... Dua tamparan mengenai ke dua pipi Anjani.

"Diam ...!" seru laki- laki itu sambil menarik rambut Anjani ke atas, Anjani merasakan sakit yang luar biasa.

"Lepaskan!" teriak Anjani berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuh laki-laki itu. "Akan aku laporkan pada tuan Barata!"

Namun laki-laki itu tak menghiraukan ancaman Anjani. Ia semakin brutal serta meremas kuat-kuat organ intim Anjani.

Anjani tak tinggal diam. Ia membalas remasan tangan laki-laki itu dengan menggigit tangan laki-laki itu dengan kasar, hingga laki-laki itu merasa kesakitan dan marah.

"Kurang ajar kau!" Laki-laki itu melepas tubuh Anjani dan mengangkat tubuh Anjani serta melempar tubuh Anjani ke atas ranjang.

Bersambung.

Siapakah laki-laki itu? Kenapa ia bisa menyusup ke kamar Barata? Dan bagaimana nasib Anjani selanjutnya? baca lanjutannya guys.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Cinta Terlarang
8.0
Maya adalah arsitek sukses yang memiliki segalanya, namun hidupnya terasa hampa meski sudah bertunangan dengan Daniel. Segalanya berubah saat ia bertemu Ethan, pengusaha karismatik yang memicu gairah terpendamnya. Mereka terjebak dalam perselingkuhan membara yang penuh risiko. Di tengah kecurigaan Daniel yang mulai menguat, Maya dihantui rasa bersalah. Kini ia harus memilih antara kenyamanan hidup lama atau mengejar cinta terlarang yang bisa menghancurkan dunianya.
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Samuel penasaran dengan kehidupan Annabelle yang bekerja sebagai biduan orgen tunggal hingga penari striptis. Meski ditawari posisi tetap di sebuah karaoke mewah agar lebih stabil, Annabelle menolak karena enggan terikat jadwal rutin. Dia lebih memilih kebebasan meski hanya tampil sesekali. Ketertarikan Samuel memuncak saat ia mulai menanyakan tarif layanan Annabelle. Samuel pun mengajukan tawaran khusus untuk menyewa jasa Annabelle selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire
8.7
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.
Sampul Novel Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki
9.6
Nayara adalah staf administrasi cantik yang tetap rendah hati meski tampil modis di sebuah perusahaan besar Jakarta. Kehidupannya bersinggungan dengan Leonardo Arvandre, miliarder muda keturunan Prancis-Indonesia sekaligus pewaris tunggal Arvandre Global Corporation. Sejak pertemuan pertama mereka tiga tahun lalu, keduanya terjerat dalam hubungan yang rumit. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta, harga diri, dan rahasia besar yang masih tersimpan rapat.
Sampul Novel Karena Anak Hatiku Melunak
9.4
Tanti dijual keluarga tirinya kepada Darian demi melunasi utang, hingga berujung pada kehamilan. Enam tahun berselang, mereka bertemu kembali saat putra Tanti, Ade, berjuang melawan penyakit sumsum tulang belakang. Darian terkejut saat tes DNA membuktikan Ade adalah anaknya. Ia pun berusaha menebus kesalahan masa lalu dengan menjadi donor bagi sang putra. Kini Tanti terjebak dilema antara benci pada Darian atau menerima bantuannya demi nyawa buah hatinya.
Sampul Novel Kekayaan Tersembunyi: Menjadi Triliuner dalam Semalam
9.7
Setelah dihina dan diputuskan oleh kekasihnya yang berselingkuh di sekolah, Brian Tennant bersumpah untuk bangkit dari kemiskinan. Tak disangka, masa percobaan hidup sederhananya berakhir hari itu juga. Ia terkejut saat mengetahui bahwa keluarganya ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis triliunan dolar, bukan sekadar pengusaha biasa. Kini, dengan kekayaan tanpa batas di tangannya, Brian siap membalas dendam kepada semua orang yang dulu merendahkannya.