Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinikahi Ceo Angkuh

Dinikahi Ceo Angkuh

Nadia harus mengubur impiannya menjadi pramugari setelah sang ayah, yang terobsesi pada uang, memaksanya menikah. Ia kini terikat dengan Allard, pemuda kaya yang sangat angkuh dan dingin. Hidup Nadia berubah menjadi penuh tekanan karena Allard selalu mengekang kebebasannya dan menuntut kepatuhan mutlak. Di tengah ketidaknyamanan dan sikap sombong suaminya, mampukah Nadia bertahan dalam pernikahan ini, ataukah ia akan memilih untuk pergi demi kebahagiaannya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Nadia meremas gaun panjang yang dikenakannya. Ia sangat gelisah tidak tenang, karena hal yang tidak diinginkan telah terjadi padanya.

Pernikahan yang seharusnya tidak terjadi, kini terjadi secara mendadak.

"Jangan bangga kau sudah menjadi istriku. Kau bahkan tidak berhak untuk mengatur-ngaturku," seru Allard, pemuda yang sudah menjadi suami Nadia.

"Kalau bukan karena orang tuamu ... Aku tidak sudi untuk menikahimu. Kau bukan wanita idamanku."

Tidak menjawab, Nadia diam dan menatapnya kesal. Ia sendiri juga tidak ingin menikah dengan laki-laki sombong dan bengis seperti Allard.

Ia cukup tahu, Allard adalah pemuda yang sombong dan kejam. Bahkan beberapa kali ia pernah menjumpai Allard, yang berganti-ganti pasangan.

Kalau ada pilihan lain, pasti ia memilih untuk kabur. Ia juga tidak sudi memiliki suami sombong seperti Allard.

Allard berdecak karena ucapannya tidak dihiraukan oleh Nadia. Ia melepaskan pakaiannya dan mengambil handuk untuk dibawanya ke kamar mandi.

"Kalau aku lagi ngomong kayak gini ... Kau mendengarnya, bukan?!"

"Ya! Tentu saja aku mendengarnya. Aku tidak tuli, dan aku masih normal. Kalau kau tidak ada niatan buat menikahiku ... Lantas buat apa kau menikah denganku."

Nadia beranjak dari ranjang dengan menatap marah pada suaminya.

Belum genap satu jam acara ijab qobulnya, sudah diawali dengan pertengkaran.

Bahkan ia juga tidak peduli, kalau hari itu juga, pernikahannya akan berakhir.

Ia memang berharap pernikahannya dengan Allard segera berakhir.

"Aku juga tidak ingin menikah denganmu, Tuan Allahrd. Gara-gara pernikahan ini ... Hidupku jadi hancur. Aku bahkan tidak berpikir sama sekali untuk menikah dengan pemuda sepertimu. Di luar sana ... Aku juga memiliki kekasih yang jauh lebih baik daripada dirimu itu. Kau pikir ... Aku tidak pernah tahu seperti apa kelakuanmu di luar! Aku sudah cukup paham dengan kepribadianmu, Tuan Allard!"

Nadia benar-benar dibuat sakit hati oleh orang tuanya.

Papanya sudah terobsesi dengan uang. Bahkan, selama ini papanya banyak memiliki teman kolega bisnis properti.

Tapi ia tidak pernah tahu, seperti apa bisnis yang dijalankan oleh orang tuanya selama ini.

Brak!!

"Berani sekali kau melawanku. Kau tidak pernah tahu siapa aku yang sebenarnya. Aku peringatkan untuk diam! Dan jangan berulah denganku."

Allard menendang kursi yang ada di meja rias Nadia, dengan cukup keras, karena tidak bisa menahan emosinya.

Ia tidak tahu kalau gadis yang dinikahinya itu ternyata cukup berani melawannya. Ia bahkan berfikir, Nadia gadis polos dan cengeng.

"Dengar Nadia! Seorang perempuan ditakdirkan untuk patuh kepada suaminya. Seorang perempuan akan sangat berdosa ... Jika berani melawan suaminya. Kau pikir ucapanmu itu benar. Kau terlihat sangat kasar!"

Nadia membuang muka. Sok bijak Allard mengguruinya. Bahkan dia sendiri sudah sangat sombong dan angkuh pada semua orang.

Setelah mengomeli Nadia, Allard masuk ke dalam kamar mandi. Pemuda sombong itu sedikit membuat ketegangan yang membuatnya semakin muak.

'Aku nggak boleh terlihat lemah didepannya. Apapun yang terjadi ... Aku nggak boleh tunduk padanya. Aku tahu membantah suami itu dosa. Tapi kalau suamiku sudah kurang ajar seperti Allard, apa aku harus diam saja. Bukannya wanita juga berhak untuk membela diri.'

Nadia beranjak dari ranjang dan mengambil pakaian ganti. Dari acara ijab kabul, ia malas untuk mengganti pakaiannya. Ia masih berfikir, sejauh ini ia mematuhi orang tuanya, ia baru sadar sudah dimanfaatkan oleh orang tuanya. Bahkan Ayah kandungnya sendiri, tidak lagi peduli dengan perasaannya.

Nadia sebenarnya tipikal cewek pendiam dan penurut. Tapi upayanya untuk menjadi gadis yang penurut, telah dimanfaatkan oleh orang tuanya, demi mendapatkan uang.

'Kenapa Papa tega sekali sama aku. Yang ada dipikiran Papa itu hanya ... Uang! Uang! Dan uang saja. Patuh banget, Papa dengan Mama Zoya. Sudah jelas-jelas Mama Zoya sudah memanfaatkannya saja, tapi keburukan sikap Mama Zoya tidak juga membuatnya sadar. Huft ... Kalau gini caranya ... Aku bisa mati karena ulah mereka.'

Nadia menggerutu sendiri sambil menunggu Allard keluar dari dalam kamar mandi.

Ia sudah mulai kegerahan, karena memakai gaun lumayan tebal.

Tak lama dari itu, Allard keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan handuk sebatas pinggang.

Rambutnya tetes-tetes setelah keramas, dan itu membuat aura ketampanannya keluar.

Tak bisa dipungkiri. Ketampanan Allard memang cukup memukau para wanita.

Tapi sikap arogan dan kasarnya, membuat kebanyakan wanita malas. Apalagi Allard pernah diketahui beberapa kali bergonta-ganti pasangan.

"Cepatlah mandi! Dari tadi ngapain aja. Atau jangan-jangan ... Kamu memang tak pernah mandi," seru Allard mengejeknya.

"Kau itu! Kenapa sih, selalu saja memancing keributan. Sebenarnya aku bisa tenang, kalau kau tidak membuat masalah denganku."

Allard menatap kesal pada Nadia yang selalu saja membantah penuturannya.

Walaupun ia sudah beberapa kali bertemu dengan Nadia di rumahnya, ia tidak pernah mengenalinya.

Tujuan ia datang ke rumah Nadia, hanya karena ikut bisnis dengan keluarga Nadia.

Allard mendekat pada Nadia dengan menatapnya dingin. Sorot matanya yang tajam, membuat Nadia sedikit menciut.

"Apa kau bilang tadi? Aku yang sudah memancing keributan? Memangnya apa yang sudah kulakukan padamu? Aku hanya memperingatkanmu saja. Sebagai suami ... Tentunya akan sangat malu jika istriku bersikap kurang ajar."

"Dengar ya, Nadia! Apapun yang sudah menjadi keputusanku ... Kau tidak boleh membangkangnya. Aku sebagai pemimpin rumah tangga dan juga pemimpin perusahaan, aku tidak ingin, kau buat diriku malu, karena gagal memimpin istriku," seru Allard.

"Jangan buat kebiasaan burukmu itu. Aku tidak suka sama perempuan yang selalu membantah, dengan apa yang dikatakan oleh suaminya. Atau ... Jangan-jangan dari kecil kau tidak mendapatkan perhatian dari orang tuamu. Kau diumbar begitu saja tanpa dididik dengan benar. Tidak punya sopan santun!"

Seketika bola mata Nadia melotot geram menatap Allard yang sudah membawa-bawa orang tuanya.

Biar bagaimanapun juga, ia tidak terima jika orang tuanya diejek tidak bisa memberikan pendidikan yang baik untuk dirinya.

"Tuan Allard! Jangan pernah  bawa-bawa orang tuaku dalam masalahmu. Kau tidak tahu apa-apa tentang keluarga kami. Kau bahkan sebagai pemimpin juga tidak pantas merendahkan orang lain. Ucapanmu itu sungguh keterlaluan, Tuan Allard! Bagaimana bisa kau mengatakan kalau aku tidak pernah diatur oleh orang tuaku. Pantaskah seorang pemimpin mengatakan semua itu? Aku tidak terima kau begitu merendahkan orang tuaku."

Allard tersenyum menyeringai melihat kemarahan Nadia.

Allard semakin dibuat penasaran dengan sosok perempuan yang sudah dinikahinya itu. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba mau saat ditawari untuk menikahi anak dari rekan bisnisnya itu.

"Nadia ... Nadia. Jika kau memang gadis baik-baik ... Tunjukkan saja sikap baikmu, padaku. Sorry! Aku mengatakan semua itu, karena aku gemas dengan kata-katamu. Kau begitu terlihat bar-bar, egois! Bahkan kau ... Tak menyimpan rasa takut padaku. Aku harap ... Kau segera merubah kebiasaan burukmu itu. Seharusnya kau bersyukur karena bisa menikah dengan laki-laki sepertiku. Kau bahkan tidak akan bisa mencari laki-laki yang lebih baik dariku."

"Omong kosong!'

Nadia memiringkan kepalanya dengan senyuman smirk. Allard merasa dirinya paling baik dan sempurna  daripada orang lain.

"Tuan Allard yang terhormat. Jika kau tahu saja, ya? Aku bahkan sudah memiliki kekasih yang jauh lebih baik daripada dirimu, dia lebih perhatian dan juga sabar. Tidak songong seperti dirimu," cibir Nadia.

"Jadi ... Aku minta, kau jangan bersikap sombong dan membanggakan dirimu sendiri. Di luar sana ... Masih banyak orang dan jauh lebih baik dari kau!"

Allard langsung mencengkram rahang Nadia cukup keras. Ia emosi. Paling tidak suka dibandingkan dengan laki-laki maupun, termasuk kekasih dari Nadia.

"Kuperingatan padamu. Jangan coba-coba membandingkanku dengan laki-laki lain, Nadia! Sebagai seorang istri, sangatlah tidak pantas membandingkan suaminya dengan laki-laki lain. Sekarang  ... Aku bebas melakukan apapun padamu. Setiap detik, kau bisa merasakan bagaimana menjadi istri dari Allard Geraldson."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Seorang Pengasuh
8.1
Pasca wafatnya Mbah Tini, Amara merantau dari Solo ke Jakarta demi mencari ayah kandung dan menepis stigma anak haram. Ia akhirnya bekerja sebagai pengasuh Arya, cucu konglomerat Hadi Pratama yang terabaikan oleh keluarganya. Di sana, ia harus menghadapi Fathir, ayah Arya yang hancur karena pengkhianatan istri. Sambil berjuang mengurus bayi dan menenangkan luka hati Fathir, Amara tetap teguh mencari identitas aslinya di tengah keluarga yang hampir runtuh tersebut.
Sampul Novel Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
8.0
Aldric dan Keira terikat pernikahan kontrak demi kepentingan finansial keluarga. Setelah dua tahun penuh kepura-puraan, Aldric memilih bercerai demi mantan kekasihnya, tanpa tahu Keira pergi dalam keadaan mengandung. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah kota kecil. Aldric terkejut melihat anak laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, ia harus memilih antara menebus kesalahan masa lalu atau kehilangan keluarga kecilnya selamanya.
Sampul Novel Dosa Dalam Pelukan Brondong
7.9
Sheana, istri pengusaha kaya berusia 35 tahun, terjebak dalam pernikahan dingin yang hampa. Kesepian membawanya bertemu Ellandra, pemuda 23 tahun yang memikat di sebuah klub malam. Meski awalnya hanya pelarian, Sheana mulai mempertaruhkan rumah tangganya demi pesona Ellandra yang menggoda. Namun, hubungan ini terancam oleh rahasia besar sang suami, kehadiran kekasih Ellandra, serta masa lalu kelam. Di tengah gairah terlarang, Sheana harus memilih sosok yang benar-benar menghidupkan jiwanya.
Sampul Novel ISTRI SIMPANAN CEO
8.0
Almaira, wanita cantik yang masih lajang, mengambil keputusan berisiko dengan menjadi istri simpanan Daffa, seorang CEO tambang yang sangat berpengaruh. Meski Daffa bergelimang harta, ia merasa hampa karena belum memiliki keturunan dari istri sahnya. Demi jaminan ekonomi, Almaira bersedia memenuhi keinginan Daffa. Namun, ia kini terjebak dalam dilema moral dan batin, mempertanyakan kebahagiaannya saat hanya dianggap sebagai pemuas hasrat pria beristri.
Sampul Novel JandA
9.4
Aline Anderson memimpin penerbitan terbesar di kotanya, namun ketidakhadirannya membuat kestabilan perusahaan goyah. Saat ia kembali memegang kendali, ancaman muncul dari penulis emasnya yang ingin menarik karya secara mendadak. Keputusan ini membawa bisnis Aline ke jurang kebangkrutan. Kini, Aline harus menghadapi kerugian besar sekaligus fakta mengejutkan mengenai identitas asli sang penulis di tengah badai konflik yang mulai bermunculan satu per satu.
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.