Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun

Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun

Ryn Laverna harus menghadapi kenyataan pahit saat calon suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri. Di tengah rasa dikhianati dan patah hati yang mendalam, takdir membawanya ke arah yang tak terduga. Ryn justru terjebak dalam sebuah kesepakatan pernikahan kontrak selama dua tahun dengan bosnya sendiri. Kini, ia dihadapkan pada ketidakpastian besar: apakah pernikahan kontrak ini akan menjadi kesalahan terburuk dalam hidupnya, atau justru menjadi jalan penyelamat yang ia butuhkan?
Bab
Bagikan

Bab 6

: Malam Pertama

“Pak ini saya tidur di mana?” tanya Ryn pada Kylar yang baru selesai mandi.

Pria itu keluar dari kamar mandi hanya dengan kaus putih polos yang menempel sempurna di badan berototnya. Rambutnya masih sedikit basah, menetes pelan di leher, dan untuk sesaat Ryn lupa caranya berkedip normal.

Hanya perempuan yang tidak normal yang tidak akan menelan ludah melihat pemandangan itu.

Kylar melirik ke arah Ryn yang masih duduk kaku di kursi dekat meja sudut kamar. “Terserah kamu. Mau di sofa, oke. Mau di karpet, oke.”

Serius? Tidak ada opsi kasur?

Pria ini bisa beli rumah seperti beli kopi, tapi tidak bisa menawarkan satu tempat tidur untuk istrinya, meski hanya istri kontrak?

Namun, meminta tidur di kasur sementara Kylar di sofa rasanya juga keterlaluan.

“Baik, Pak. Saya–”

“Ryn.” Kylar memotong, suaranya datar, tapi tidak kasar. Dia berjalan ke tepi ranjang, duduk santai. “Stop panggil ‘Pak’. Kamu kayak lagi presentasi, bukan tinggal bareng suami.”

Ryn menelan ludah. Lagi-lagi, dia dikomentari. “Terus saya harus panggil apa?”

“Nama aja.”

Ryn ragu sebentar, lalu mencoba. “Kylar?”

“Hm.” Kylar mengangguk tipis.

“Oke, P–” Ryn nyaris kebiasaan, lalu buru-buru membenahi, “Kylar.”

Kylar tidak menatapnya, tapi ada sesuatu seperti senyum kecil di sudut bibirnya. Tipis, nyaris tak terlihat, tapi cukup membuat Ryn makin kesal karena rasanya seperti dia baru saja kalah satu poin.

Ryn bangkit, berjalan menuju walk-in closet untuk membuka kopernya.

Lima belas menit kemudian, Ryn keluar dari kamar mandi. Rambutnya setengah kering, wajahnya bersih tanpa riasan.

Saat dia kembali ke kamar, Kylar sudah berbaring di ranjang. Satu tangan memegang tablet. Satu kaki sedikit tertekuk santai. Lampu tidur menyala hangat, membuat sudut wajahnya tampak lebih lembut dari biasanya.

Ryn menelan ludah lagi, kali ini karena bingung harus bersikap seperti apa.

“Serius kamu pakai baju begitu?” tanya Kylar sambil melirik sekilas.

Ryn menunduk, menatap outfit-nya sendiri. Sweater tebal kebesaran yang menutupi setengah pahanya, dipasangkan dengan celana piyama panjang. Kombinasi yang membuatnya terlihat seperti orang yang siap tidur hibernasi sampai gajian berikutnya.

“Memang ada yang salah?” jawab Ryn.

“Maksudku, kamu kelihatan kayak mau ke kutub,” komentar Kylar sarkas.

“Dingin, Ky. Aku nggak biasa pakai AC di rumah,” kilah Ryn sambil mendengus kecil. Dia berjalan ke sofa. Di sana sudah ada bantal dan selimut baru yang ditata rapi. Dia duduk di ujung sofa, lalu menarik selimut sampai dada.

Kylar menatap Ryn sebentar. Seperti sedang menilai kenapa istri kontraknya tidur dengan mode darurat bencana.

“Kamu takut aku apa-apain?” tebak Kylar, suaranya datar, tapi menyebalkan.

Ryn langsung menoleh. “Bukan begitu.”

Kylar meletakkan tablet di atas dadanya sebentar, menatap Ryn lurus. “Tenang. Aku nggak ada niat nidurin kamu. Nggak usah kepedean.”

Kalimat itu seharusnya menenangkan, tapi entah kenapa justru membuat Ryn semakin yakin pada rumor tentang Kylar yang tidak menyukai perempuan itu mungkin tidak sepenuhnya salah.

Ryn memilih untuk mengabaikan, lalu berbaring. Dia memunggungi Kylar, menarik selimut sampai dagu, dan memejamkan mata.

Namun, kantuk tidak datang. Mungkin karena dia tidak terbiasa tidur di tempat baru.

Ryn menggeliat, mengubah posisi. Lima menit. Sepuluh menit. Lima belas menit. Dia tetap terjaga.

Di ranjang, Kylar sudah diam. Entah masih sibuk atau sudah tidur, Ryn tidak berani menoleh. Karena kalau dia menoleh, dia takut malah makin sulit tidur.

Tiba-tiba saja sebuah tangan menyentuh bahunya. Ryn tersentak. Napasnya tercekat. Tubuhnya kaku seketika. Dia menoleh cepat.

Kylar berdiri di samping sofa. Rambutnya sedikit berantakan, matanya redup. “Kamu nggak bisa tidur?” tanyanya pelan.

Ryn menelan ludah, masih tegang. “A-aku …”

Kylar menghela napas pendek, lalu mengusap wajahnya sebentar seperti orang yang kesal pada sesuatu.

“Tidur di kasur,” titah Kylar.

Ryn membeku. “Hah?”

Ini ajakan tidur satu ranjang atau bagaimana?

“Aku yang tidur di sofa,” lanjut Kylar datar.

Ryn langsung mengembuskan napas lega. “Nggak usah, Ky. Aku bisa–”

“Ryn,” potong Kylar. Nadanya tidak keras, tapi tidak memberi pilihan. “Kalau besok kamu telat masuk kerja, aku potong gaji kamu.”

Nah, ‘kan? Selalu itu ancamannya.

“Oke,” jawab Ryn pasrah. Dia bangkit pelan dan berjalan ke ranjang dengan langkah hati-hati, lalu merangkak masuk ke bawah selimut.

__

Ketika jam menunjukkan pukul tujuh lewat sedikit ketika Ryn sudah siap dengan pakaian kerja. Blouse putih, blazer warna abu, dan celana bahan senada.

Ryn keluar dari walk-in closet dengan tas kerja di tangan, lalu berhenti karena melihat Kylar masih tidur di sofa.

Ryn mengernyit. Ini pemandangan aneh. Kylar biasanya seperti jam dinding: tepat waktu, tegang, tidak pernah terlihat lengah.

Namun, membangunkan juga bukan ide bagus. Mengingat hubungan mereka masih sangat canggung.

Akhirnya Ryn memilih untuk turun lebih dulu.

Di ruang makan sudah ada Ratna. Begitu melihat Ryn, Ratna menatap rambutnya yang masih sedikit lembap, lalu berdecak pelan.

“Aduh, Nyonya. Kalau habis keramas, dikeringkan dulu rambutnya. Nanti pusing,” ujar Ratna, ambigu tapi terdengar seperti perhatian.

Ryn berhenti sepersekian detik. Lalu membenarkan rambutnya, berusaha terlihat biasa saja. “Oh. Iya, Bu.”

“Duduk dulu, Nyonya. Sarapan,” sambung Ratna.

Ryn yang tadinya berniat langsung berangkat kerja, akhirnya duduk. Di depannya sudah ada segelas air dan semangkuk salad.

Sarapan orang kaya memang begini, ya?

Lima belas menit kemudian, Kylar turun dengan langkah tergesa. Rambutnya masih setengah basah, jas abunya masih belum sempurna, tapi wajahnya tetap punya aura CEO yang siap memotong anggaran.

Kylar baru menarik kursi ketika Ratna datang membawa piring tambahan. Dia meletakkannya di meja, lalu menatap Kylar dengan senyum yang terlalu paham.

“Wah. Tuan Kylar tumben baru turun jam segini,” komentar Ratna ringan.

Kylar hanya melirik sebentar. “Saya sedikit terlambat bangun.”

Ratna mengangguk paham, dia menaruh sendok, merapikan posisi piring, lalu menambahkan dengan nada yang terlalu santai untuk dampaknya, “Malam pertamanya sukses ya, Tuan? Pantas tidurnya nyenyak.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant vs Crazy
9.6
Mencari nafkah tak semudah kisah fiksi. Nesta, gadis lulusan SMA bertubuh mungil, harus berjuang keras demi menyambung hidup. Keajaiban datang saat PT Taruna menerimanya sebagai office girl. Namun, nasib sial menimpa ketika bos angkuh memecatnya di hari pertama kerja. Nesta tak menyerah begitu saja karena ia sangat membutuhkan uang halal. Strategi gila apa yang akan ia lancarkan agar bisa bertahan di sana dan menghadapi sang atasan yang sombong?
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.0
Tiga belas tahun membina hubungan sejak masa sekolah hingga pernikahan, Valen rela menentang keluarganya sendiri demi memberikan sebuah perusahaan publik kepada sang suami. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang jatuh dari laci rahasia. Di dalamnya tertulis kalimat menyakitkan bahwa suaminya sangat muak dengannya. Valen akhirnya menyadari cinta sejati yang ia percayai hanyalah dusta. Kini, ia mulai mempertanyakan ketulusan suaminya, termasuk motif di balik kepemilikan perusahaan tersebut.
Sampul Novel Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
9.1
Sonia terjebak tipu daya calon mertua hingga terpaksa menikahi Verdi, paman tunangannya yang lumpuh dan sakit-sakitan. Meski awalnya mengira hidupnya akan hancur, Sonia justru dihujani kemewahan dan kasih sayang. Namun, rahasia besar terungkap saat ia menyadari Verdi hanya berpura-pura sakit demi mengawasinya. Saat kedoknya terbongkar, pria yang dikenal kejam ini rela berlutut memohon ampun demi menjaga perasaan istrinya yang tengah mengandung.
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun lamanya Liam Hanza hidup menderita sebagai menantu yang dihina dan diperlakukan bak budak oleh mertuanya. Semua penghinaan itu ia telan demi sang istri, Yolanda Liandra. Namun, kesetiaannya hancur saat ia memergoki Yolanda berselingkuh. Kecewa dan terluka, Liam akhirnya membongkar identitas aslinya sebagai pewaris tunggal kekayaan ribuan triliun. Kini, keluarga Liandra bersujud memohon ampun, tetapi Liam siap membalas dendam dengan segala kekuasaannya.
Sampul Novel Gairah Suami Perkasa
8.0
Marvin Rock adalah sosok lelaki yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga kekuasaan besar. Meski dikelilingi oleh banyak wanita hebat yang memuja statusnya, Marvin tetap mengutamakan ketulusan hati di atas segalanya. Kehidupannya penuh dengan gairah dan dominasi, bahkan sang istri sendiri mengakui keperkasaan suaminya dengan penuh rasa bangga. Inilah kisah tentang kekuatan, harta, dan pesona seorang pria yang tak tertandingi di dunianya.