Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diminta Menjadi Madu

Diminta Menjadi Madu

Kecewa pada sang suami, Ningroem sering mengadu ke tetangganya, Ratna. Tersentuh oleh kerja keras Ningroem, Ratna memintanya menjadi madu bagi suaminya, Dani. Meski sempat menolak, Ningroem akhirnya setuju. Setelah hamil, persaingan batin muncul antara kedua istri demi memiliki Dani sepenuhnya. Pasca wafatnya Ratna, Dani yang tak terbiasa beristri satu memutuskan menikah lagi. Enggan dimadu, Ningroem lebih memilih menjanda daripada harus berbagi suami kembali.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ningroem seorang ibu rumah tangga berusia 26 tahun. Memiliki lesung pipi di kedua pipinya, yang membuat Ningroem terlihat semakin manis. Wanita dengan lesung Pipi memiliki kulit sawo matang seperti orang Indonesia kebanyakan. Ia seorang wanita yang tidak pernah bersolek. kecantikan yang dimilikinya betul-betul alami tanpa pemutih wajah, seperti wanita modern kebanyakan.

Ningroem juga memiliki tubuh yang ramping, dengan lekuk tubuh sempurna bagaikan gitar Spanyol. Beruntunglah Bram yang mempersuntingnya. Namun, sayang wanita cantik berlesung pipit itu. Nasibnya tidak sebagus rupanya malah berbanding terbalik.

Sejak Ningroem menikah dengan seorang pria pilihannya, hidupnya menjadi sulit.

Bram pria bertubuh tinggi dengan rambut yang panjang ikal. Ia dulunya sebagai pegawai pabrik tekstil namun karena sering tidak masuk kerja pada akhirnya perusahan mengeluarkannya tidak hormat. Sekarang profesi suaminya hanya sebagai ojek online.

Bram yang Ningroem kenal dulu berbeda dengan sekarang. Setelah wanita berlesung pipi melahirkan anak keduanya. Sikap Bram mulai berubah. Pria itu mulai berubah tidak bertanggung jawab. Sering mengabaikan dirinya juga kedua anaknya.

Awal mulanya Ningroem hanya meminta uang belanja, karena sudah hampir satu Minggu Bram tidak memberikannya. Uang belanja tersebut Ningroem gunakan untuk mencukupi kebutuhan harian keluarga.

"Mas, aku minta uang untuk belanja hari ini!"

Ningroem meminta uang belanja karena uang yang diberikan Bram telah habis dipakai.

"Memang uang yang aku kasih, satu minggu seratus ribu sudah habis?"

Bram bukannya memberikan uang yang diminta Ningroem, ia malah membentak naik pitam. Sehingga Ningroem pun menjawab dengan nada ketus. Ia tidak terima di bentak oleh suaminya.

"Ya ilah Mas, uang segitu buat dua hari saja sudah habis. Mana bisa untuk satu Minggu!" sahut Ningroem tak mau kalah.

"Mas lagi gak punya uang," sahutnya ketus tanpa melirik sedikitpun ke arah Ningroem, tatapannya masih fokus menatap layar ponsel. Jarinya perlahan bergeser naik turun di atas benda pilih tipis yang berada dalam genggamannya.

"Tapi Mas, 'kan kerja masak pulang nggak bawa uang?"

Ningroem tidak percaya dengan ucapan Suaminya yang tak mau menatap ke arahnya. Pasti dia bohong berkata seperti itu pikirannya. Tapi ia bukanlah wanita bodoh yang akan diam saja di bentak oleh suaminya. 

Ningroem yang mulai kesal karena dari tadi bicara tetapi tidak dihiraukan oleh Bram ---suaminya. Wanita berlesung Pipit pun menghampiri Bram. Kemudian tangannya dengan hati-hati mengambil dompet yang terselip di saku celananya. Ketika dompet sudah berpindah posisi Ningroem buru-buru membuka resleting dompet Bram. Terlihat di sana ada uang satu lembar berwarna merah.

Mirna kemudian mengambilnya seraya berkata,

"Mas ini ada."

Ningroem menunjukkan uang berwarna merah pada Suaminya. dengan mengibaskan uang berwarna merah yang berada di tangannya ke arah wajah Bram.

Pria berambut keriting terpaksa bangkit dari kursi yang didudukinya. untuk mengambil kembali uang miliknya dari tangan Ningroem dengan paksa.

"Kembalikan ini punya gue."

"Tapi Mas, aku butuh untuk beli beras dan lauk untuk hari ini. Dari pagi perutku belum diisi. Nanti air ASI-nya nggak keluar karena belum makan," ucap Mirna memberi alasan supaya sedikitnya Bram mengerti akan keadaan istrinya yang masih menyusui anaknya yang masih batita.

"Kamu itu bisanya hanya minta saja!" Hardik Bram mendelik ke arah Ningroem. Sepertinya Bram tidak suka dengan ucapan yang baru saja Ningroem lontarkan.

"Jadi Mas sudah tidak mau memberikan nafkah? itu uang untuk kamu minum-minum. tidak  akan berkah," sahut Ningroem mengingatkan suaminya.

"BERISIK!" sentak Bram. Pria bertubuh tinggi itu bangkit dari duduknya kemudian ia melangkah untuk mengambil jaket kulit yang tergantung di belakang pintu. Setelah jaket itu ada di tangannya Bram keluar dengan membanting pintu.

Ningroem hanya bisa mengelus dada "Ada apakah dengan Mas Bram? sehingga bersikap kasar padanya. apakah dirinya terlalu menuntut? ah aku rasa tidak. Aku hanya memintanya uang belanja. Bukankah itu wajar dan memang kewajibannya sebagai kepala rumah tangga." bisiknya dalam hati.

Ningroem menyadari posisi dirinya di rumah hanya sebagai ibu rumah tangga. Karena ketika akan menikah Bram sendiri yang meminta Mirna untuk berhenti bekerja. Namun ketika pernikahannya sudah menginjak angka tujuh mengapa sekarang seperti ini.

Wanita berlesung pipi itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, untuk mengambil cucian yang berada di dalam bak besar yang belum di jemur. Mumpung anaknya masih tidur sebaiknya ia segera menjemurnya.

Ningroem mengangkat bak besar berwarna hitam yang berisi pakaian basah. meletakkannya di bawah lantai untuk menjemurnya di depan rumah.

Helai demi helai pakaian Ningroem jemur hingga ada seseorang yang menegurnya,

"Jemur Mbak," tanya seseorang pria.

Ningroem melirik asal suara yang menegurnya. Rupanya itu suara tetangga kontrakan, yang tempat tinggalnya kebetulan bersebelahan dengan Ningroem. Pria itu bernama Dani ia seorang pria dengan paras tampan mirip dengan penyanyi Once yang menjadi vokalis Dewa 19. Rambut lurus dengan sedikit panjang. Hidung mancung dengan sedikit kumis yang menghiasi wajahnya menambah wanita yang menatapnya pasti tidak akan bosan. Ditambah sikapnya yang ramah. Ah pokoknya di mata Ningroem, Dani adalah sosok yang sempurna.

Ningroem mengembangkan senyumnya, langsung menjawab teguran Dani,

"Iya, Mas, mumpung Denis masih tidur nanti nggak sempet kalau sudah bangun."

Ningroem melihatnya dengan sudut matanya ia tak berani menatapnya langsung. Rupanya ia sedang menikmati secangkir kopi yang dibawanya dari dalam rumah.

Wanita berlesung pipit itu  melanjutkan menjemur pakaian, yang masih berada di dalam ember besar berwarna hitam. Setelah selesai Ningroem segera masuk kembali ke dalam rumah tanpa melihat Dani yang memperhatikan dirinya. 

Ningroem membuka lemari dan mengambil dompet, kemudian membuka resleting dompet Tersebut terlihat hanya ada si hijau yang mengisi dompetnya.

'Hanya tinggal satu lembar, baiklah ini cukup untuk sarapan hari ini. Sebaiknya aku membeli nasi uduk dua bungkus. Yang satu bungkusnya dihargai lima ribu rupiah. Lumayan masih ada sisa sepuluh ribu. Sisanya bisa digunakan untuk membeli nasi uduk sore seumpama Mas Bram belum juga kembali.'

Ningroem berbicara di dalam hatinya. Ia harus pandai mengatur uang yang hanya sedikit, supaya cukup untuk mengganjal perutnya juga kedua anaknya hari ini.

Ningroem bergegas meninggalkan  rumahnya untuk membeli dua bungkus nasi uduk yang berada di belakang kontrakan. Ia tidak boleh berlama-lama di luar, takutnya anak bungsunya bangun dan mencari dirinya.

Betul saja dugaannya Denis sudah bangun, menangis karena menyadari tidak ada ibunya di sisinya. Sedangkan kakaknya ---Fahmi masih tertidur pulas di pojokan tempat tidur.

Ningroem buru-buru masuk kedalam kamar langsung menggendong putra bungsunya.

"Cup, cup. Maaf ya, sayang. Tadi Mamah tinggal beli nasi dulu," ucap Ningroem memberikan penjelasan pada Denis. Namun pria kecil dalam gendongannya tidak paham terus saja menangis.

Ningroem membuka kain gendongan kemudian duduk di lantai untuk memberikan Asi pada Denis. Mungkin anaknya haus karena baru saja bangun tidur.

Ketika Ningroem membuka kancing baju di bagian dadanya. Denis langsung menghisap kemudian pria kecil itu diam dari tangisnya. Hanya terdengar bunyi glek yang masuk ke dalam tenggorokan.

Mirna mengusap-usap rambut pria kecil yang ada di dalam pangkuannya. Yang rambutnya basah oleh keringat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amarah Dan Cinta
9.5
Bagi Yasnina, mencintai Devan adalah berkah sekaligus luka karena cintanya tak pernah terbalas. Saat mendengar kabar pernikahan Devan, hatinya hancur berkeping-keping. Didorong amarah yang mendalam, Yasnina nekat menjebak pria itu dalam hubungan satu malam tepat sebelum hari pernikahannya. Akankah tindakan berisiko ini membuahkan cinta yang ia dambakan, atau justru membuat Devan semakin membencinya dan menjauh selamanya dari hidup Yasnina?
Sampul Novel Balas Dendam Seorang Janda
9.6
Ardena Alverio, anggota pasukan khusus yang dikhianati hingga tewas, terbangun dalam tubuh Lyra Elvine, seorang janda bisu dengan tiga anak kembar. Dunia terkejut saat Lyra yang dianggap lemah tiba-tiba mampu bicara dan menunjukkan otoritasnya. Mantan tentara bayaran hingga peretas jenius kini tunduk di hadapannya. Meski tangguh dalam strategi dan tempur, Ardena kini menghadapi tantangan tersulit: belajar menjadi ibu bagi anak-anaknya di tengah intrik berbahaya.
Sampul Novel Gue Bukan P*****
9.0
Dana terjebak dalam dilema moral yang berat akibat tuntutan sistem aneh yang mengikatnya. Ia sangat murka dan mengutuk perintah sistem yang menargetkan seorang gadis di bawah umur untuk misi tertentu. Meski merasa sangat muak dan menolak keras tuduhan sebagai pedofil, Dana merasa tidak berdaya untuk melawan otoritas sistem tersebut. Sambil meratapi nasibnya yang tragis, ia terpaksa mengikuti alur permainan gila ini tanpa bisa mengelak sedikit pun.
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Kehidupan Ariel dipenuhi cemoohan karena statusnya sebagai anak dari hubungan gelap. Meski menyandang nama besar sang ayah, ia tetap dianggap sebagai noda hitam yang tak termaafkan. Di tengah penderitaan itu, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan, seorang miliarder sempurna yang memiliki dunia berbeda. Akankah Shawn mampu menjadi pelindung bagi Ariel dan menjaganya dari hinaan dunia? Ikuti perjuangan cinta mereka yang penuh tantangan dan perbedaan kasta.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Membongkar Pengkhianatan Suamiku
9.8
Niat Aira memberikan kejutan manis untuk suaminya seketika hancur berkeping-keping. Saat melangkah masuk ke dalam rumah, ia justru mendapati pemandangan yang sangat mengejutkan: seorang wanita asing dengan perut buncit yang tengah hamil besar berada di sana. Hatinya dipenuhi tanya dan rasa sakit yang mendalam. Siapakah sebenarnya sosok wanita misterius tersebut? Rahasia gelap apa yang selama ini disembunyikan sang suami di balik pernikahan mereka?