Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilarang Hamil Oleh Mertua

Dilarang Hamil Oleh Mertua

Kehidupan pernikahan Claudia dan Rayhan penuh cobaan karena ketidaksetujuan Ibu Eva. Sang mertua yang menginginkan menantu pilihan sendiri ini tega melarang Claudia hamil hanya karena status sosialnya yang rendah. Saat Claudia benar-benar mengandung, Eva justru mendesaknya untuk menggugurkan janin tersebut. Di tengah tekanan batin dan kebencian mertua, mampukah pasangan ini menjaga keutuhan rumah tangga serta melindungi calon buah hati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Claudia berjalan masuk ke dalam kantor, dengan langkah gontai.

"Sayang, kamu kenapa menangis?" tanya Rayhan sembari mengusap air mata Claudia yang menetes di kedua pipinya.

"Mas, maafkan aku. Tadi makanan yang aku bawa diambil orang, saat mau menyebrang jalan," terang Claudia menundukkan kepala.

Rayhan langsung memeluk istrinya, dan mengajaknya untuk makan siang di cafe terdekat. Soal makanan ia sama sekali tidak mempermasalahkan, yang terpenting adalah keselamatan istrinya.

***

Di sisi lain, seorang pemuda yang sudah merebut makanan Claudia menyerahkannya kepada orang yang sudah menyuruhnya.

"Nyonya, ini bekal makanan yang saya ambil," ujar pemuda itu.

"Kerja yang bagus! Buang saja ke tempat sampah. Ini bayaran kamu," kata wanita itu.

"Hampir saja saya mencelakai wanita itu, Nyonya. Untung saja dia bisa menghindar," jelas pemuda itu.

Wanita paruh baya itu marah kepada orang suruhannya, justru kalau bisa mencelakai Claudia akan lebih baik dan dia mendapatkan bayaran yang lebih besar.

***

"Sayang, lebih baik aku antarkan kamu pulang dulu. Mas tidak mau terjadi apa-apa," ujar Rayhan setelah selesai makan siang.

"Tidak perlu, Mas. Lagi pula kedatangan Claudia hanya mengganggu Mas saja," tolak Claudia terlihat begitu sedih.

"Sayang, jangan ngomong seperti itu. Mas ini suami kamu, bukan orang lain. Dari dulu kamu gak pernah berubah ya, masih malu-malu," pungkas Rayhan mencubit gemas hidung istrinya.

Rayhan akhirnya meminta sopir kantor untuk mengantarkan Claudia pulang ke rumah, karena ia mendadak ada meeting yang tidak bisa ditunda.

"Wah ... ! sekarang hidup kamu enak ya, pulang diantarkan sopir." cibir Eva yang melihat kedatangan Claudia, wanita paruh baya itu sedang tiduran di sofa merasakan pinggangnya yang masih sedikit sakit.

"Tadi Mas Rayhan ada pekerjaan, Mah. Jadi tidak bisa mengantarkan sendiri," jelas Claudia hendak berjalan menuju kamarnya.

Tiba-tiba Narsih datang sambil menangis, dia meminta cuti pulang kampung selama tiga hari karena saudaranya ada yang sakit.

"Kenapa tidak bilang dari tadi, ada gantinya tidak! Terus yang mau bersih-bersih rumah siapa? Kerjaan di rumah ini banyak lho," ujar Eva tidak mengizinkan Narsih pulang.

"Telponnya juga barusan, Nyonya. Kalau dari tadi saya sudah cari pengganti ke yayasan," jelas Narsih.

Papah Andi yang baru pulang dari kantor mengizinkan Narsih pulang, lagi pula hanya tiga hari. Menurut beliau Eva dengan dibantu Aruna juga bisa melakukan tugas rumah, kalau hanya sekedar cuci piring, ngepel lantai, cuci baju.

"Papah, kenapa bilang gitu! Tangan Mamah nanti bisa lecet," ujar Eva dari dulu suaminya selalu memanjakan, jadi bersikap seenaknya.

"Narsih juga harus pulang, Mah. Sadar dong, jangan seperti anak kecil!" tegas Papah Andi.

Claudia merasa tidak enak, bak pahlawan kesiangan buat Narsih. Ia keluar dari kamar dan mengatakan kalau akan mengambil alih tugas Narsih selama tiga hari.

Papah Andi tidak setuju, dan memutuskan semua keluarganya harus melakukan aktivitas sendiri-sendiri. Beliau memutuskan seperti itu, agar semua adil.

Eva lalu menelpon ke yayasan setempat, untuk meminta pengganti selama tiga hari. Namun, semua tenaga kerja sedang ada pekerjaan semua. Alhasil ia menyalahkan Claudia, karena ikut mengizinkan Narsih.

"Lihat saja besok! Aku akan membuatmu seperti hidup di neraka." kata Eva dalam hati, menatap Claudia seperti melihat musuh.

Karena tau Papah mertuanya baru pulang kerja, ia pergi ke dapur dan membuatkan secangkir kopi untuk beliau. Tak lupa potongan kue juga ia sertakan, untuk menemani minum kopi.

"Claudia, teh manis saya mana? Kenapa cuma Papah yang dibuatkan, cari muka ya," kata Eva dengan sinis.

"Bentar, Mah. Saya buatkan dulu," ujar Claudia berjalan ke dapur lagi.

"Mah, Claudia itu istrinya Rayhan. Mamah bisa tidak jangan bersikap kasar seperti itu!" terang Papah Andi menatap tajam istrinya.

Eva marah dengan suaminya, karena dianggap membela Claudia. Dan saat Claudia datang membawa secangkir teh yang dia minta, Eva menyiramkan ke tubuh Claudia. Tumpahan air teh panas itu mengenai tangan Claudia, hingga menjadi memerah.

Papah Andi dengan segera mengambilkan obat untuk Claudia, lalu pergi untuk menenangkan istrinya.

"Apa salahku, kenapa Mamah selalu marah kepadaku?" tanyanya dalam hati.

Claudia kemudian masuk ke dalam kamarnya, ia menangis meratapi nasibnya. Baru saja merasakan pernikahan yang diidam-idamkan harus merasakan kesengsaraan, yang dilakukan oleh mertuanya.

Dulu sebelum menikah Eva selalu bersikap baik, begitu terlihat menyayanginya. Setelah ia menikah dengan Rayhan, sikapnya berubah drastis 180 derajat seperti bukan Eva yang dikenalnya.

Claudia menghapus air matanya, lalu membersihkan diri dan segera mengobati tangannya. Ia melakukannya sebelum Rayhan datang, agar tidak ketahuan kalau tangannya terluka. Baru juga ia menyisir rambut, Rayhan sudah datang.

"Cantik sekali istriku, mau kemana nih?" canda Rayhan menggoda sang istri.

"Mas, bisa aja," sahut Claudia tersenyum.

"Sayang, tangan kamu kenapa memerah seperti ini?" tanya Rayhan memegang tangan Claudia.

"Tadi di dapur kena air panas, Mas," jelas Claudia berbohong.

"Lain kali hati-hati, sayang. Kita obati dulu yuk," ajak Rayhan.

Claudia menurut apa kata suaminya, walaupun ia sudah mengoleskan obat. Setelah selesai mereka pergi ke dapur untuk makan, Claudia meminta Rayhan menunggu di ruang keluarga.

Claudia menyiapkan semuanya sendiri, tanpa ada yang membantu. Padahal Eva dan Aruna saat ini hanya menonton televisi, di ruang keluarga. Setelah semua siap, ia memberitahu kepada anggota keluarganya.

"Kakak ipar, ambilkan nasi," pinta Aruna fokus dengan ponsel yang dia pegang.

Rayhan langsung mengambil ponsel Aruna, dan memasukkan ke dalam saku. "Makan dulu, dan ambil sendiri. Nanti jadi kebiasaan gak baik!" tegasnya.

"Kembalikan ponselku, Kak!" teriak Aruna.

"Rayhan, sama adik sendiri kok gitu," sahut Eva membela Aruna.

"Bisa tidak kalau kita makan hentikan aktivitas lain, dan jangan menyuruh. Narsih ambil cuti tiga hari, kalian semua harus mandiri!" tegas Papah Andi.

Tidak ada yang berani membantah ucapan Papah Andi, mereka kemudian makan dengan tertib tidak ada yang berbicara. Selesai makan Aruna kembali membuat onar, dia meletakkan piring kotornya di depan Claudia.

"Kakak ipar, cuci sekalian. Aku ada tugas dari kampus," pinta Aruna berlari ke kamarnya.

"Aruna!" teriak Papah Andi.

"Biarkan saja, Pah. Nanti Claudia yang cuci," sahut Claudia.

Eva tidak berani berkutik lagi, bahkan ia ikut membersihkan meja makan. Tadi saat di dalam kamar, Papah Andi sudah mengancam akan menceraikannya kalau tidak mau merubah sikap.

Rayhan membantu istrinya mencuci piring kotor, bahkan dia juga yang menata dalam rak piring. Dalam benaknya ia sangat malu, keluarganya yang begitu hobi berdebat dan setiap hari ada keributan.

"Sayang, maafkan keluarga Mas ya," kata ayhan saat berada di dalam kamar.

"Kenapa minta maaf, Mas? Sudah tugas seorang wanita, kalau soal mengurus dapur dan rumah," terang Claudia pura-pura kuat di depan suaminya.

Rayhan langsung memeluk istrinya, dan mencium keningnya. Ia sangat berterima kasih, karena istrinya bisa mengerti keadaan keluarganya.

Pagi hari Claudia bangun lebih awal, ia mencium pipi suaminya lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Mengingat di rumah tidak ada Narsih, ia bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

Ia melakukannya dengan senang hati, tanpa mengharapkan balasan apapun. Sebenarnya Claudia betah tinggal di sini, ia juga akan berusaha memaklumi dan meluluhkan hati Mamah mertua.

Selesai memasak, ia kemudian mencuci pakaian semua anggota keluarganya tanpa terkecuali. Semua pekerjaan rumah saat ini sudah beres, ia lalu membersihkan diri dan membangunkan suaminya.

"Mas, bagun! Sudah siang," ucapnya membuka tirai jendela sehingga sinar matahari masuk ke dalam.

Rayhan menutup mukanya dengan bantal, agar tidak terkena terik matahari. Claudia merebut bantal suaminya, dan memeluk bantal itu.

"Sayang, ini masih pagi. Ayo kita tidur lagi," ajak Rayhan meraih tubuh istrinya.

"Lepas, Mas! Cepat bagun, nanti telat kerja," ujar Claudia berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.

Hari ini Rayhan tidak masuk kerja, ia mengambil cutinya selama satu minggu. Rencananya ingin mengajak sang istri tercinta, untuk honeymoon ke pulau Bali.

Rayhan kemudian bangkit dari tidurnya, lalu membersihkan tubuh. Setelah selesai mereka menuju ke ruang makan.

"Sayang, kamu masak ini semua?" tanya Rayhan. Melihat berbagai hidangan di meja makan, ada ayam goreng, nasi goreng, dan roti tawar beserta beberapa selai dengan berbagai rasa.

"Hum ... " sahut Claudia.

Rayhan yang biasanya sarapan dengan roti selai rasa coklat, kini memilih makan nasi goreng buatan istrinya. Ia meminta Claudia untuk mengambilkan yang banyak.

"Makanan apa ini! Kenapa tidak ada bubur ayam?" tanya Eva yang biasanya sarapan dengan bubur ayam buatan Narsih. Eva memilih makan roti, takut sakit perut.

Papah Andi dan Aruna juga memilih makan nasi goreng, karena mereka berdua jarang makan seperti ini. Dalam hati Aruna juga mengatakan kalau nasi goreng buatan kakak iparnya sangat enak, tapi gengsi untuk mengatakan.

"Pah, Mah, nanti sore Rayhan dan Claudia mau berangkat ke Bali. Kita mau honeymoon di sana," ujar Rayhan.

"Apa! Honeymoon?" kaget Eva.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ann The Innocent
7.8
Ann Arthurian adalah gadis jenius yang malang. Ia sering dicap sebagai anak pembunuh karena ayahnya menghabisi nyawa ibu angkatnya. Setelah kehilangan nenek, Ann menderita akibat perundungan di asrama. Namun, takdir berubah saat ia bertemu putra mafia yang menemukan buku miliknya. Kehidupan Ann berbalik total ketika ia bergabung dengan tim ilmuwan untuk memecahkan kode rahasia negara. Di tengah misi besar itu, kebenaran tentang asal-usul keluarganya yang kelam mulai terungkap.
Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi
8.2
Anggita hancur saat ayahnya, Farhan, mencabut hak warisnya demi Dahlia, sang asisten. Fitnah kejam Dahlia membuat Anggita diusir dalam kondisi dihina sebagai wanita mandul. Namun, sebuah fakta terungkap: Anggita tengah mengandung anak Sagara. Demi melindungi buah hatinya dari pengkhianatan keluarga, ia memalsukan identitas dan melarikan diri ke Bali. Di sana, ia memulai lembaran baru dan bersumpah tidak akan pernah menoleh kembali ke masa lalunya yang kelam.
Sampul Novel Billionare and His Secret Wife
8.8
Michelle terbiasa menjual kecantikan fisiknya demi bertahan hidup. Suatu malam, ia terjebak situasi berbahaya saat mengetahui rencana keji para kliennya. Meski dalam pengaruh obat, Michelle berhasil kabur dan menyelinap ke kamar seorang pria asing untuk menuntaskan gairahnya yang tak tertahankan. Pertemuan tak terduga itu ternyata menjadi titik balik yang mengubah garis takdirnya selamanya. Ikuti kisah penuh intrik dan gairah ini dalam balutan romansa yang membara.
Sampul Novel Foto Bayi di Ponsel Suamiku
9.1
Monalisa adalah istri setia hingga ia menemukan foto bayi misterius di ponsel Bayu, suaminya. Meski Bayu berdalih gambar itu dari internet, kecurigaan Mona menuntunnya pada kenyataan pahit: suaminya telah memiliki anak dengan wanita lain. Hancur karena dikhianati, Mona menolak terpuruk dalam kesedihan. Ia justru bangkit dan menyusun rencana matang untuk membalas dendam, berniat menghancurkan hidup Bayu serta selingkuhannya dengan rasa sakit yang jauh lebih hebat.
Sampul Novel Gadis Tanpa Ayah
8.8
Suci didera guncangan batin hebat setelah mengungkap rahasia kelam di balik kelahirannya. Kenyataan pahit bahwa dirinya adalah buah dari tindakan pemerkosaan membuatnya hancur dan kehilangan arah. Di tengah krisis identitas tersebut, sang kekasih yang berprofesi sebagai polisi datang membawa lamaran pernikahan. Namun, luka masa lalu itu memicu keraguan besar dalam hati Suci untuk melangkah ke pelaminan dan membangun masa depan bersama pria pilihannya.
Sampul Novel Hello, My Secret Boyfriend
9.2
Pasca pengkhianatan kekasih dan sahabatnya, Daniar berjuang melewati masa sulit di kampus. Di tengah keputusasaan, ia menemukan kebahagiaan baru melalui kencan anonim dengan akun @heroisme34. Namun, hidupnya kian rumit saat ia harus berurusan dengan Sabda, senior ambisius calon Presiden BEM. Interaksi dengan Sabda memicu keberaniannya melawan ketidakadilan. Kini Daniar terjebak di antara dua pria yang mengubah dunianya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya?