Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikejar Mantan Suami Arogan

Dikejar Mantan Suami Arogan

Fay memohon dengan pilu agar Janus tidak menceraikannya, merasa cukup dengan hubungan yang ada tanpa menuntut lebih. Namun, permintaan itu justru membuat tatapan Janus mendingin. Dengan suara serak namun tegas, ia mengingatkan Fay akan kesepakatan awal mereka. Komitmen mereka harus berakhir saat Uke kembali. Meski suaranya sedikit bergetar, Janus menekankan bahwa janji lama itu adalah batas akhir bagi pernikahan mereka yang kini berada di ambang perpisahan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tanpa diduga, wajah Janus langsung merah padam. "Apa katamu?" dia bertanya dengan ekpresi menakutkan. "Kau jangan menahan aku dengan jebakan seperti ini!" tandasnya. Suaranya mulai gemetar. "Hamil apaan?"

"Kau tidak mungkin hamil, kau selalu minum obat itu, kan?"

Reaksi ini tak diduga oleh Fey sebelumnya. Jantung Fey langsung berdebar kencang karena kaget dan bercampur takut, tapi karena sudah terlanjur bicara dia memberanikan diri untuk mengulangi kata-katanya "Iya....Aku hamil."

Tanpa berpikir, Janus langsung membalas "Gugurkan!"

"Gugurkan janin itu!"serunya dengan suara yang keras. "Bukankah kita sudah sepakat, pernikahan ini hanya sementara dan tidak ada anak yang lahir."

Fey sudah menduga kalau dia akan mendengar kata-kata yang tidak mengenakkan telinganya itu. Apa yang dikatakan Janus memang benar, hubungan mereka hanya sementara saja. Sikapnya itu juga sudah diperjelas dengan obat anti hamil yang selalu dia siapkan Janus untuknya.

Fey terdiam beberapa saat untuk menenangkan hatinya. Tapi .... kalau harus mengugurkan anak?

Sungguh perbuatan yang bejad. Hati Fey sakit memikirkan kenyataan ini tapi dia berusaha menyembunyikannya dengan tawanya "Ups.....!"

"Apa yang kau tertawakan?" Janus melihat ekpresinya yang aneh dengan jengkel.

"Tapi boong. Aku tidak hamil, kok. Aku bilang begitu agar kau tidak menceraikan aku." katanya dengan begitu santainya, tapi hatinya sakit.

"Aku tahu. Makanya aku juga bilang begitu. Lagian mana mungkin kau hamil, kau minum obat yang aku siapkan untukmu, kan?" katanya, masih dengan sikapnya yang santai.

Fey mengangguk. "Ya. Aku selalu minum pil yang kau berikan. Tadi itu cuma boong, kok."

Dia terpaksa menarik ucapannya karena jika dia tidak menyangkalnya, anak itu mungkin akan dikeluarkan secara paksa oleh Janus. mana mungkin dia bisa menerimanya karena Fey tahu, cinta pria ini bukan untuknya.

Hubungan yang mereka jalani selama ini hanya sebatas mencari kepuasan biologis belaka. Janus yang sudah kecanduan film dewasa sejak masih SMP butuh pelampiasan agar otaknya tidak meledak.

Justru yang tidak bisa dipercaya, Fey mau melakukannya karena dia sudah tergila-gila denganya. Meskipun pernikahan itu hanya di bawah tangan, hanya mereka berdua saja yang tahu, tidak masalah baginya. Yang penting dia bisa hidup dengan Janus dan bisa merasakan bagaimana hangatnya pria ini ketika mereka di tempat tidur, itu sudah membuat Fey bahagia.

Janus tampak menghela napas lega. Dia tidak ingin Fey hamil karena anak itu akan menjadi penghalang baginya untuk bisa bersama Hawke.

"Ini yang terbaik untuk kita, Fey. Aku tidak ingin ada masalah antara aku dan Hawke. Lagi pula, jika kau benar-benar hamil, bagaimana dengan hidupmu di kemudian hari? Tidak ada yang boleh tahu kalau kita menikah di bawah tangan, siapapun itu. Jadi, Apa ada pria yang mau menikah dengan wanita yang punya anak tanpa status yang jelas? Aku ingin, setelah hubungan ini selesai, kau bisa mendapatkan pria yang benar-benar mencintai kamu,"

"Pria yang benar-benar mencintai kamu?"

Fey mengulang kalimat terakhir yang diucapkan Janus dalam hati. Hatinya merasa pahit.

Mana mungkin? Jika pun ada, Fey tidak akan bisa menerima begitu saja karena pria yang dia inginkan dalam hidupnya hanya satu, Janus seorang.

Fey memaksakan diri untuk tersenyum. "Kau tidak perlu khawatir. Setelah ini, aku akan baik-baik saja,"

Karena suasana hatinya membaik lagi. Dia memeluk Fey lebih erat. Tangannya memijat dada Fey yang lembut pada bagian ujungnya. Dia bertanya, "Apa yang akan kau lakukan setelah kita bercerai?"

Seperti anak kucing yang keenakan di elus-elus, Fey memejamkan matanya dan bersandar ke pelukannya. "Aku akan di sini. Aku mau cari kerja dan melanjutkan kuliah,"

Sama seperti Janus, Fey juga kuliah di jurusan hubungan internasional. Dia memilih kampus yang sama dan satu jurusan dengan Janus bukan karena dia minat di bidang itu tapi karena alasan yang sama, karena Fey selalu menjadi asisten Janus dalam menyelesaikan seluruh tugas kuliahnya.

Fey melakukan ini sejak mereka SD, sejak Fey diadopsi oleh keluarga Januar karena orang tua angkatnya yang merupakan adik kandung dari ayahnya Janus meninggal dunia.

Saat ini, Fey sudah menyelesaikan kuliahnya. Dia sudah sidang skripsi dan tinggal menunggu wisudah saja. Setelah menikah diam-diam dengan Janus, dia tidak diijinkan Janus bekerja di perusahaan keluarganya.

Janus tidak mau Fey terjun ke perusahaan keluarganya karena akan sulit baginya untuk bisa mengendalikan dirinya jika bertemu gadis ini.

Dia pikir, Fey yang polos dan punya otak yang cerdas dan pasti akan lebih berkembang darinya dan Janus tidak mau jika orang-orang di sekitarnya mengagumi Fey daripada dirinya. Dia juga tidak mau melihat ada pria yang menggoda Fey. Karena menurutnya, mainan kesayangannya hanya akan menjadi miliknya seorang. Orang boleh memilikinya jika dia sudah tidak membutuhkannya lagi.

Tapi sekarang dia akan memberikan kebebasan pada Fey. Jika dia mau bekerja di perusahaan keluarganya, dia tidak akan melarang. Jika Fey mencari kerja di luar, itu juga tidak menjadi masalah. Dia tidak perlu terlalu picik pada gadis ini karena sudah ada Hawke yang akan menggantikan posisinya.

"Baiklah, setelah ini, kau boleh membantu aku mengelola perusahaan karena Nenek sudah berkali-kali minta kau ikut andil mengurus perusahaan kita, kan? Atau aku akan merekomendasikan kamu di tempat yang kau sukai. Dengan kemampuan akademik yang kau miliki, kau tidak akan susah mendapatkan pekerjaan yang kau inginkan," katanya dengan suara yang sedikit dingin.

Fey tidak menyangka dia akan mengucapkan kata-kata itu dengan entengnya setelah apa yang dia lakukan selama ini. Fey jadi bingung. Dia tidak tahu apakah harus senang atau sedih berada dalam situasi yang seperti ini. Dia tersenyum dan berkata, "Aku belum tau akan melamar di mana? Yang jelas aku tidak akan bergabung denganmu. Tapi ini bukan masalah, aku bisa mengatasinya. Kau tidak perlu khawatir,"

"Tapi bagaimana jika Nenek bertanya? Alasan apa yang harus kita katakan jika dia bertanya kenapa kau mencari pekerjaan di tempat lain sedangkan kau sangat dibutuhkan di perusahaan?"

Ini juga yang paling menyusahkan Janus.

Sudah jelas Nenek tidak akan pernah menyetujui Fey bekerja di tempat lain karena perusahaan itu juga menjadi miliknya.

Keluarga Januar hanya memiliki dua anak saja. Jasfer, papa kandung Janus sebagai anak tertua dan Jewelia, mamanya Fey. Tapi karena Jewel dan suaminya tidak dikaruniai anak, dia mengadopsi Fey sejak kecil sebagai satu-satunya anak dalam keluarga mereka.

Fey tumbuh dengan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya. Sayangnya, ketika Fey berusia 8 tahun, orang tuanya meninggal. Fey Langsung di asuh oleh orang tua Janus dan mereka tinggal bersama. Jasfer dan istrinya sangat menyayangi Fey, sama seperti putra semata wayangnya.

"Aku yang akan menjelaskan ke nenek. Aku yakin, dia tidak akan keberatan, kok. Lagi pula, itu bukan hal yang penting karena siapalah aku dalam keluarga. Kau yang lebih berhak mewarisi semua karena aku bukan darah daging keluarga Januar,"

Janus merenung sebentar dan berkata, "Baiklah. Apapun pilihanmu, aku tidak masalah. Aku juga akan memberikan apa yang menjadi bagianmu meskipun kau tidak bekerja di perusahaan kita,"

"Uang lagi," pikir Fey dengan senyum pahit.

"Apa dia tidak tahu, aku hanya menginginkan dirinya, bukan uangnya?"

Yang Fey inginkan Janus menjadi miliknya sampai maut memisahkan dan itu tidak pernah disadari olehnya. Hampir tiga tahun mereka terikat dalam satu janji suci, selama itu juga, Janus hanya akan datang padanya jika menginginkan tubuhnya.

"Baiklah, aku percaya padamu," ucapnya pelan.

Seakan malam ini akan menjadi malam terakhir bagi kebersamaan mereka, Fey harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati kebersamaan mereka. Fey mengangkat kepalanya dan mencium jakun Janus. Tindakannya itu adalah sebuah rayuan. Janus tidak pernah menolak sentuhan Fey yang selalu membuatnya tergoda.

Matanya menjadi berembun dan dia langsung berbalik. Menekan Fey ke tempat tidur sementara bibirnya membentuk senyuman nakal. "Kita akhiri dengan indah. Malam ini, aku akan membuatnya menjadi malam yang tak akan terlupakan untukmu."

Fey tak mau kalah. Dia mengulurkan tangannya yang ramping dan lembut dan mengaitkannya di leher Janus. Kakinya yang cantik dan ramping juga segera melingkar di pinggangnya yang berotot.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Hidup Caca selalu dirundung nasib buruk hingga seorang peramal menyarankan agar ia segera memiliki anak demi mengubah takdirnya. Sayangnya, suami misterius yang menikahinya setahun lalu tak pernah menampakkan diri, meski ia hidup mewah di rumah elit. Menduga suaminya adalah pria tua yang buruk rupa, Caca nekat mencari pria idaman di klub malam untuk dihamili. Tak disangka, pria tampan yang menjadi targetnya justru adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Istri Bodoh, Mantan Miliarder
8.1
Alisa terjebak dalam pernikahan menyesakkan bersama Dion, suami super pelit yang hanya memberinya uang belanja dua puluh lima ribu rupiah sehari untuk enam orang. Selain tekanan ekonomi, Alisa harus menelan makian mertua setiap hari. Situasi memburuk saat ia memergoki Dion mendekati mantan kekasihnya. Di tengah kemelut, Alisa menemukan aplikasi penghasil uang dan merahasiakannya. Namun, saat mencoba membongkar skandal Dion, ia justru difitnah menggoda ayah mertuanya sendiri.
Sampul Novel Istri Kedua
7.9
Indira sangat antusias memulai karier sebagai sekretaris pengganti di perusahaan raksasa ibu kota. Namun, sebuah momen canggung terjadi saat ia memergoki bosnya, Edbert, bermesraan dengan sang istri, Merry. Alih-alih marah, Merry justru meminta Indira duduk dan mengajukan permohonan gila agar suaminya menikahi sekretaris itu. Edbert sangat terkejut mendengar ide poligami tersebut. Akankah Indira bersedia menjadi istri kedua demi memenuhi permintaan Merry?
Sampul Novel Istri sang Tuan Muda Lumpuh
8.4
Fyorin terjebak dalam momen intim yang menegangkan bersama Tuan Muda Sooya. Di tengah balutan gairah dan keraguan, Fyorin menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan segalanya. Namun, kepolosannya muncul saat ia terkejut melihat realitas fisik sang tuan muda yang mengintimidasi. Rasa takut mulai menyelimuti benaknya, hingga Sooya memintanya memejamkan mata demi meredam kecemasan. Sebuah kisah romansa dewasa penuh intrik keluarga yang menguji keberanian hati Fyorin.
Sampul Novel MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
8.0
Sebulan pasca menikah, Rio justru berkhianat dengan menikahi siri Marta, sahabatku sendiri. Aku dianggap pajangan tak berarti di rumah kami, hingga suatu malam Rio merenggut paksa kehormatanku demi mengganti rugi mahar yang ia beri. Hancur karena dijadikan tumbal pernikahan tanpa cinta, aku mengadu pada orang tua namun tak mendapat pembelaan. Akhirnya, aku memilih pergi menjauh dan menghapus jejak demi menyembuhkan luka batin yang teramat perih ini.
Sampul Novel Pelit Bin Medit
8.5
Hesti terjebak dalam pernikahan menyiksa bersama Pramono, suami yang luar biasa kikir. Jangankan nafkah layak, urusan belanja dapur pun dikendalikan penuh oleh sang suami. Hesti bahkan tidak memiliki uang pegangan karena seluruh gajinya dikuasai Pramono secara sepihak. Tanpa biaya perawatan diri atau kebebasan finansial, ia hidup dalam tekanan. Akankah Hesti bertahan menghadapi sifat pelit Pramono yang keterlaluan? Simak perjuangan hidupnya dalam kisah ini.