Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai

Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai

Lima tahun menjadi istri rahasia miliarder Tritan Wirajaya, seorang mahasiswi akhirnya mundur saat cinta pertama suaminya kembali. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, ia menjebak Tritan menandatangani surat cerai lewat berkas kuliah. Ia lalu pergi jauh dalam kondisi hamil. Kehilangan istri tulus dan calon pewaris membuat Tritan menyesal dan mencarinya. Namun, sang mantan istri kini telah bertransformasi menjadi wanita karier mandiri, membuat sang miliarder harus berlutut memohon cintanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Permohonan riset empat tahun ke Norevia dari kampus akhirnya disetujui.

Aku berpikir, mungkin menjauh dari Tritan dan Renata adalah satu-satunya cara untuk menemukan kembali diriku yang dulu.

Sebenarnya, saat pertama kali kusadari ada kedekatan di antara mereka, aku pernah berusaha mempertahankan rumah tangga ini. Aku terus meyakinkan diri.

“Mungkin aku yang kebanyakan pikiran. Mungkin mereka cuma teman baik.”

Namun tiap kali melihat senyum di wajahnya saat bersama Renata, tiap kali mendengar bisik-bisik mesra mereka, hatiku seakan ditusuk-tusuk oleh pisau tumpul.

Aku tahu, aku tak bisa menipu diri sendiri lagi.

Kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya saat bersama Renata… itu bukan sandiwara. Itu nyata. Ekspresi yang tak pernah sekalipun kulihat ketika kami sedang bersama.

Jadi ketika tawaran riset ke Norevia datang untuk kedua kalinya, aku tak menolak. Sudah waktunya pergi.

Hari itu aku bangun lebih pagi dari biasanya. Aku mulai merapikan barang-barang. Pakaian, buku, kosmetik, semua masuk koper satu per satu.

Aku berjalan ke ruang tamu, menyingkirkan foto dan pajangan. Mataku terhenti pada bingkai kristal yang memajang foto pernikahan kami, senyum kami yang dulu manis sekali, seolah dunia sedang merayakan. Kini semuanya terasa asing. Aku menarik napas panjang, lalu melemparkan foto itu ke tempat sampah.

Lima tahun pernikahan... berakhir seperti ini.

Minggu berikutnya kuhabiskan untuk menyelesaikan tesis dan persiapan penelitian. Komunikasi dengannya nyaris terputus. Aku menunggu saja sampai akta cerai resmi keluar. Aneh... hari-hari itu justru terasa lebih ringan.

Suatu sore, ketika keluar dari laboratorium, ponselku berdering. Nama Tritan muncul di layar.

“Isabel, sudah selesai? Aku jemput, ya.” Suaranya rendah, lembut, seolah tak pernah terjadi apa-apa di antara kami.

Aku terdiam, lalu menjawab pelan, “Baik.”

Setengah jam kemudian, mobilnya menepi di depan gedung. Aku masuk, duduk membisu. Tritan menoleh sebentar.

“Akhir-akhir ini kamu sibuk?” tanyanya.

“Ya, jadwal peneletian lagi padat,” jawabku datar. Bagaimanapun, sebentar lagi aku akan pergi. Semua pekerjaan harus beres sebelum itu.

“Oh iya… bulan depan Renata mau pindah. Katanya… takut ganggu kamu,” ucapnya hati-hati.

Seketika aku menunduk.

“Oh, begitu? Katakan padanya nggak masalah, kok. Aku nggak keberatan.”

Tritan tampak terkejut mendengar responku. Tatapannya sempat berhenti padaku, seolah ingin berkata sesuatu lagi, tapi urung. Aku menutup mata, berpura-pura tertidur.

Keesokan harinya, sesuatu yang tak terduga terjadi. Aku merasa tak enak badan, dan menstruasi terlambat. Aku memutuskan periksa ke rumah sakit.

Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter menatap hasil USG lalu menatapku di balik kacamatanya.

“Selamat. Usia kandungan Ibu sudah dua setengah bulan.”

Kata-kata itu menghantamku seperti benda berat. Anak ini... mungkin buah dari pertemuan terakhirku dan Tritan, sebelum Renata hadir dalam hidup kami.

Kulangkahkan kaki keluar ruang pemeriksaan, berniat memberi tahu Tritan. Belum sempat telepon tersambung, kulihat dia memasuki rumah sakit. Di sisinya Renata melangkah tenang, berselimutkan mantel miliknya.

Suara dokter dari balik pintu terdengar jelas di telingaku.

“Ibu baru hamil, banyak istirahat, jangan lakukan aktivitas berat.”

Renata juga hamil?

Tubuhku membeku. Ada sesuatu yang meremas dadaku sampai kata-kata tak lagi mau keluar.

Tritan menoleh dan melihatku. Sekilas wajahnya terkejut, lalu buru-buru menghampiri.

“Isabel? Kenapa kamu di sini?”

Aku hanya menatapnya, dadaku terasa seperti dihantam palu godam.

“Aku…” Bibirku bergetar, suaraku tercekat tak keluar.

Haruskah kukatakan? Haruskah kuberitahu kalau aku juga sedang hamil?

Namun… aku dan Renata hamil di waktu yang sama. Apa dia akan memilihku?

Tidak. Dia tak akan memilihku.

Lalu untuk apa kuberitahu?

Melihat aku tak menjawab, Tritan mengulang, “Isabel, kenapa kamu di rumah sakit?”

Wajahnya penuh khawatir.

“Aku… aku nggak apa-apa. Cuma belakangan sering sakit kepala.” jawabku serak, menunduk, berusaha menyembunyikan gemetar di mataku.

Tritan mengulurkan tangan hendak menggenggamku, tapi aku menepisnya.

Tanganku gemetar, memeluk erat kertas hasil USG yang cepat-cepat kuselipkan ke dalam tas.

“Aku masih ada urusan. Aku pergi dulu.”

“Isabel, tunggu! Dengar dulu penjelasanku!” Tritan segera mengejarku, suaranya panik.

“Jangan sentuh aku!” Aku membentak dengan nada dingin, lalu berbalik dan berlari tanpa menoleh.

Namun di saat yang sama, Renata menggenggam lengan Tritan.

“Tritan! Kamu sudah janji padaku… Jangan biarkan orang lain tahu tentang hal ini…”

Tubuh Tritan seketika kaku seolah tersengat listrik. Langkahnya terhenti, tangannya jatuh lemas di sisi tubuhnya.

Aku tak menoleh.

Aku hanya berbalik melangkah pergi dengan punggung yang dingin.

Angin malam menusuk wajahku seperti bilah pisau, persis seperti rasa perih yang menjerat hatiku. Getir, pedih, dan hampa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Kembali Bukan Untuk Cinta
9.8
Pasca menjebak Bara di malam pengantin, Ayla diusir dan mengasingkan diri ke luar negeri. Di sana, ia memulai hidup baru yang mapan dan membesarkan buah hatinya tanpa sepengetahuan sang suami. Namun, takdir memaksa Ayla pulang untuk menghadapi pria yang seharusnya ia benci itu. Kepulangannya membawa misi rahasia yang berisiko menghancurkan reputasinya. Meski dicap sebagai wanita murahan, ia tetap maju demi tujuan yang sangat krusial bagi hidupnya.
Sampul Novel Dark Love
8.0
Albert Kenzi Erdinata terjebak dalam dendam masa lalu atas kematian tragis ibunya. Ia bertekad menghancurkan hidup Akira, putri dari wanita yang dianggapnya bertanggung jawab. Setelah menculik dan merusak kehormatan Akira, Albert menjebaknya menjadi asisten pribadi demi menyiksanya lebih jauh. Namun, kedekatan mereka justru menumbuhkan benih cinta yang tak terduga. Kini Albert harus memilih antara membalas dendam atau mengikuti kata hatinya saat rahasia masa lalu mulai terungkap.
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Bertha melakukan kesalahan fatal dengan meminta kiriman video dewasa kepada CEO-nya di tengah malam. Alih-alih mendapatkan apa yang ia inginkan, sang bos justru menawarkan demonstrasi nyata secara langsung. Usai menghabiskan malam penuh gairah yang tak terduga, Bertha pasrah akan nasib kariernya. Namun, kejutan besar datang saat Justin justru melamarnya untuk menikah. Di tengah kebingungan, Bertha pun mempertanyakan apakah bosnya itu sedang bercanda.
Sampul Novel HOLD ME
9.6
Alice, siswi berprestasi berusia delapan belas tahun, bermimpi menjadi desainer ternama. Namun, dunianya runtuh saat orang tuanya tiada dan Martin, kakaknya sendiri, menjualnya kepada Devan Adipati Gumilang. Devan adalah pemuda kaya raya yang dominan dan dikenal sangat brengsek di Jakarta. Kini, Alice terjebak sebagai pemuas nafsu bagi Devan yang memperlakukannya bak mainan. Mampukah ia meloloskan diri dari cengkeraman pria tampan yang berhati iblis tersebut?
Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire
8.7
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.
Sampul Novel Istri kedua tuan Salman
8.5
Aisyah Sholehatun Nisa, gadis rupawan yang terjebak dalam belenggu utang orang tuanya, terpaksa menerima perjodohan rumit. Ia harus menjadi istri kedua bagi Salman Alfarizki, pria dari keluarga konglomerat yang statusnya hanyalah putra seorang selir. Di tengah pernikahan Salman yang sudah ada, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka? Ikuti perjuangan Aisyah menghadapi takdir dan konflik perasaan dalam dinamika rumah tangga yang penuh tekanan ini.