Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia Canduku

Dia Canduku

Dalam kondisi setengah sadar, Amira dikhianati oleh suaminya sendiri yang tega menjualnya kepada Raka, seorang pengusaha yang butuh pelampiasan. Pertemuan intim yang tak terduga itu ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Raka hingga ia terus terbayang sosok Amira. Takdir kembali mempertemukan mereka secara mengejutkan di kediaman Raka seminggu kemudian. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah rahasia kelam di malam panas itu mulai terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Entahlah! Mungkin, dia terlalu menikmatinya! Atau bisa jadi, karena efek obat perangsangnya besar sehingga belum hilang-hilang efeknya," jawab Joe garuk-garuk kepala.

"Huh, kenapa Anda tadi tidak bilang sih, kalau teman anda itu sedang terpengaruh obat?" tanya pria itu gelisah. Tangannya juga ikut menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Hehe, maaf! Saya pikir tanpa menjelaskannya Anda sudah paham sendiri." Joe tersenyum kikuk.

"Oh ya, memang wanita itu siapa? Kenapa Anda begitu cemas sekali kalau sampai ketahuan?" selidiki Joe penasaran.

"Em, sebenarnya dia itu istriku," jelas pria itu tersenyum kikuk. Dia sama sekali tidak merasa malu mengungkapkan identitas istrinya.

"Astaga!" Joe langsung kaget bukan kepayang. Dia tidak mengerti arah pikiran pria di depannya ini. Bisa-bisanya dia menjual tubuh istrinya hanya demi uang semata.

"Maaf, kamu kok bisa menyewakan tubuh istrimu sendiri? Apa kamu tidak merasa keberatan wanitamu dinodai pria lain?" tanya Joe merasa aneh.

"Em, aku sih biasa saja. Toh, aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya. Kami menikah atas dasar cinta sepihak. Dia yang mencintaiku, sedangkan aku sama sekali tidak tertarik dengan tubuh kurus keringnya itu. Daripada dianggurin, lebih baik kusewakan saja pada kalian. Kan, lumayan bisa menghasilkan uang," jelasnya santai.

"Astaga, dia benar-benar sudah gila," batin Joe.

"Em, jika kamu tak mencintainya … kenapa kamu menikahinya? Apa ada alasan penting yang mendasarinya?" selidiki Joe lebih dalam.

"Aku menikah dengannya karena ibuku yang meminta," jelasnya santai.

"Wah, berarti kalau ibumu sampai tahu hal ini juga? Bisa-bisa kamu dipecat dong dari daftar warisan?" tanya Joe sambil meledekinya.

"Haha, sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi. Ibuku sekarang sudah tidak ada. Itu semua karena dia tidak becus merawat ibuku," jelasnya sangat kecewa.

"Hem, kalau menurutku sih itu semua sudah takdir. Bukan dia yang tidak bisa merawat ibumu. Hidup dan mati seseorang sudah digariskan masing-masing," bela Joe tersenyum.

"Entahlah, masa bodo. Aku tidak ingin mengingat yang sudah berlalu," ucapnya sendu.

"Sabar," nasihati Joe.

"Ini ngomong-ngomong kok masih juga belum keluar sih? Memangnya berapa banyak obat perangsang yang diminum temanmu?" tanyanya gelisah.

"Aku tidak tahu. Sebenarnya, temanku menjadi korban oleh klien yang tidak bertanggung jawab," jelas Joe jadi kesal.

"Hah, jadi teman anda itu dijebak toh?" tanyanya melebarkan mata.

"Iy__" Belum sempat Joe menjelaskan. Sudah terdengar pintu kamar itu terbuka. Dia tak jadi menjelaskannya.

Terlihat Raka muncul dengan tubuh yang dipenuhi keringat. Dia hanya mengenakan celana boxer saja. Aura wajah pucatnya sudah tak tampak lagi. Sekarang dia sudah normal kembali. Malah wajahnya terlihat bugar sekali.

"Cepatlah bawa wanita itu pergi sebelum dia terbangun! Aku tidak ingin kalau dia sampai tahu semuanya! Oh ya, tolong kamu jaga identitas kita semua. Jangan pernah bocorkan persoalan malam ini pada siapapun. Cukup kita bertiga saja yang tahu. Apa kamu mengerti?" ucap Raka panjang lebar dari depan pintu.

"Oke. Siap!" Pria itu dengan bibir melengkung ke atas segera melangkah cepat masuk ke dalam kamar.

Sementara Joe, segera menghampiri Raka sambil tersenyum kikuk. Raka yang disenyumi langsung memasang wajah kusutnya. Dia yakin kalau sahabatnya ini pasti akan meledekinya habis-habisan.

"Hey, kenapa wajahmu kusut begitu? Oh ya, bagaimana tadi? Pasti sangat nikmat sekali kan?" tanya Joe mengedip-ngedipkan matanya.

"Sudahlah diam! Kalau bukan karena efek obat perangsang, mana mungkin aku akan berbuat hal bodoh ini. Kamu kan tahu kalau aku selalu setia pada istriku saja," sewot Raka kesal.

"Iya-iya," jawab Joe dengan suara lesu.

Di saat bersamaan, keluarlah pria itu sambil membopong tubuh wanita yang masih saja memejamkan matanya. Sepertinya, bukan karena efek obat yang memengaruhinya. Akan tetapi, karena dia begitu kelelahan dijadikan pelampiasan Raka.

"Aku mohon pamit sekarang! Jika Anda butuh bantuan lagi, jangan sungkan untuk menghubungi saya kembali," ucapnya senang.

Raka tidak sengaja melihat kancing baju wanita itu ada yang belum dikancing olehnya.

"Tunggu sebentar," cegah Raka mendekati pria itu.

"Iya ada apa lagi, Tuan?" tanya pria itu bingung.

"Itu kancing bajunya belum terkancing semua. Takutnya nanti dilihat orang lain," jelas Raka segera mengancingnya.

"Oh, terima kasih, Tuan." Pria itu tersenyum.

"Hemmm," balas Raka jutek. Dia benar-benar tidak menyangka ada pria gila macam pria itu. Tega menjual wanita yang masih suci kepada lelaki yang membutuhkan pelampiasan.

Pria itu segera berlalu dari hadapan Raka dan Joe.

"Oh ya, apa kamu sudah membayarnya?" tanya Raka penasaran.

"Tentu sudah. Kalau belum, mana mungkin dia akan sebahagia itu," jawab Joe tersenyum.

"Baguslah! Kalau begitu kembalilah ke kamarmu! Aku lelah dan ingin segera beristirahat!" usir Raka.

"Huh, mentang-mentang habis dapat enak main usir saja," goda Joe tersenyum genit.

"Sudah, tidak usah banyak bicara. Ingat besok kamu harus segera memberantas wanita yang berani menjebakku," tegas Raka.

"Hem, iya-iya." Joe segera meninggalkan Raka. Dia masuk ke dalam kamar miliknya.

Raka pun ikut masuk ke dalam kamarnya. Dia segera membaringkan tubuhnya di kasur beralaskan kedua sikunya. Bibirnya terus melengkung ke atas. Bayang-bayang saat dia melampiaskan hasrat itu kembali terngiang di kepalanya.

"Astaga, malam ini memang malam yang sial bagiku. Bayang-bayang soal kegiatan panas tadi tak bisa luput dari pikiranku. Padahal seingatku malam pertama dengan Anita dahulu pun dia dalam keadaan suci. Apa karena pengaruh obat sehingga malam ini terkesan lebih panas," gumam Raka menatap langit-langit kamar.

Keesokkan harinya, Raka dan Joe memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Mereka sudah tidak sabar ingin segera menuntaskan kasus semalam. Rencananya mereka akan menyewa orang yang handal untuk menyelidiki kasus ini.

Lagi-lagi Raka melamun dan senyam-senyum sendiri tanpa sebab di kursi tengah mobil. Joe yang tidak sengaja melihatnya dari kaca sepion langsung mengkerutkan keningnya bingung.

"Ini orang lagi kesambet apa, ya? Nggak ada angin, nggak ada hujan senyam-senyum sendiri tanpa sebab," batin Joe sesekali mengintip aksi aneh Raka.

Tanpa diduga-duga ada di saat Joe lengah pengawasan saat mengemudi. Tiba-tiba seorang pria mengenakan kaca mata hitam dan memegang tongkat hendak menyebrangi jalan. Otomatis saat Joe menyadarinya. Dia begitu terkejut dan langsung menginjal pedal remnya kuat.

Ciittt!

Brukkk!

Tubuh Raka langsung tersungkur ke depan. Diakan tidak mengenakan sabuk pengaman. Selain itu, dia juga terlalu asik dengan lamunannya sehingga tak ada pertahanan sama sekali saat Joe mengerem mendadak. Kepalanya membentur dinding belakang jok tempat duduk Joe.

"Astaga, Joe! Kamu ini bisa nyetir apa tidak sih? Kalau memang nggak bisa, aku siap kok cairkan pesangon untukmu," umpat Raka mengelus-elus jidatnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Niat Miranda untuk sekadar bersenang-senang berakhir petaka setelah ia terjebak dalam malam panas bersama Athes Russel. Situasi kian pelik karena pria itu ternyata rekan bisnis ayahnya sendiri. Meski Miranda berusaha keras menjauh dan menolak kehadirannya, Athes justru terus mengejar karena terobsesi dengan memori pertemuan mereka. Kini, Miranda terjepit di antara skandal terlarang dan bayang-bayang pria yang seharusnya tidak pernah ia sentuh.
Sampul Novel Gadis Penghibur Tuan CEO
8.5
Ajeng Kirei Aswari dijual ayahnya ke tempat prostitusi saat berusia 18 tahun. Selama sepuluh tahun, ia menjalin hubungan dengan Reynold Bill Timur, CEO sukses yang menjadi tumpuan hidupnya. Namun, keluarga Bill menentang status Ajeng dan menjodohkan Bill dengan wanita sederajat. Tak mampu menolak, Bill tetap membawa Ajeng ke dalam skandal di tengah pernikahannya. Mampukah Ajeng bertahan bersama Bill meski harus menyakiti perasaan wanita lain yang tak bersalah?
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya
9.8
Gerald Crawford tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis dalam semalam. Selama ini, ia mengira keluarganya hanyalah pekerja biasa di luar negeri. Namun, sebuah pengakuan mengejutkan dari orang tua dan saudara perempuannya mengungkap identitas aslinya. Gerald ternyata adalah pewaris takhta kekayaan bernilai triliunan dolar. Kini, sang pemuda harus menghadapi realita baru sebagai keturunan konglomerat yang selama ini tersembunyi.
Sampul Novel Malaikat dalam Gaun Baru
9.0
Keajaiban pertukaran jiwa membawa seorang wanita masuk ke tubuh istri miliarder ternama. Meski hidup bergelimang harta, ia justru menghadapi sikap dingin sang suami. Saat kekasih lama suaminya kembali, permintaan cerai pun diajukan. Ia setuju untuk pergi tanpa beban, namun takdir cinta berkata lain. Perpisahan itu justru menjadi awal dari babak baru yang tak terduga dalam hubungan mereka. Kisah romansa penuh kejutan ini baru saja dimulai.
Sampul Novel Mawar Hitam Berdarah
9.7
Maria memilih bercerai setelah lelah disiksa batin oleh mertua dan suaminya yang tidak adil. Dianggap cacat karena belum memiliki anak, ia pun harus menelan pil pahit saat sang suami menikah lagi secara sepihak. Namun, takdir mempertemukannya dengan bos menyebalkan yang perlahan mampu meluluhkan hatinya. Saat benih cinta mulai tumbuh, sang mantan suami justru datang memohon untuk kembali. Kini, Maria terjebak di antara cinta baru atau masa lalunya.