Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar

Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar

Demi mewujudkan masa depan yang bahagia bersama Alex Simina, sang protagonis memutuskan untuk menjalani pengobatan medis demi menyembuhkan penyakit stenosis kongenital yang dideritanya. Namun, situasi menjadi canggung ketika dokter yang menangani perawatannya ternyata adalah teman dekat Alex sendiri. Prosedur terapi yang diusulkan pun sangat tidak biasa, menuntut adanya kontak fisik intim yang tidak bisa dihindari, mulai dari sentuhan hingga ciuman, yang memicu rasa malu sekaligus dilema besar.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dia menunduk menatapku. Cahaya lampu menyapu wajahnya dan membentuk aurora samar yang membuatnya tampak lebih menawan.

Hidungnya mancung dengan sedikit lekukan di bagian tengah.

Bibirnya merah dan matanya tampak memesona.

Jujur, aku terpana pada tampilan Javier saat pertama kali melihatnya.

Di antara sekumpulan pria yang tampak biasa, Javier sangat menonjol.

Wajahnya ganteng, badannya tinggi, dan sangat unggul hingga tampak seperti pria yang berbeda dengan pria lainnya.

Aku menganggukkan kepalaku.

Javier bersenandung, lalu menundukkan kepalanya dan mencium dahiku dengan lembut.

Mataku membelalak, jantungku seakan-akan lambat berdetak.

Begitu dekat, aku mencium aroma jeruk yang samar dari tubuhnya.

Dia mencium pipiku dengan lembut, sementara satu tangannya membuka resleting gaunku.

Pinggangku mendingin dan aku pun menggeliat.

Dia sepertinya sadar akan kegelisahanku, lalu berbisik padaku untuk menenangkanku.

“Jangan takut, aku akan pelan-pelan.”

Suaranya lembut dan membuat orang merasa sangat bisa diandalkan.

Aku pelan-pelan jadi rileks dalam bisikannya.

Dasi di kerah dan resleting di gaun sudah terbuka.

Gaun yang melonggar di tubuhku memberi lebih banyak ruang untuk dieksplorasi.

Tangan yang kering dan hangat menyelinap masuk dan melingkari pinggangku.

Bukan gerakan sembarangan, hanya tangan yang mengelus pinggangku.

Bibirku dihisap, lidahnya menerobos gigiku dan menarik lidahku untuk menari bersamanya.

Pengalamanku terhadap hubungan seksual sangatlah minim.

Ciuman Javier saat ini sangatlah lembut.

Seketika aku merasa seolah-olah aku berpacaran dengannya.

Dibanding dengan Alex yang kasar dan langsung pada malam itu, Javier memperlakukanku bagaikan pusaka yang berharga.

Dia sangat lembut dan menempatkan perasaanku di urutan pertama.

Saat ciuman mendalam, dia sesekali akan berhenti dan bertanya, “Nyaman nggak?”

“Gini boleh?”

Aku mana bisa tahan dengan godaannya ini.

Mataku sudah kabut, menyerah pada setiap permintaannya.

Setelah aku goyah akan ciumannya, Javier baru bangun dan melepaskanku.

Gaunku dilepaskannya.

Aku menatapnya dengan samar-samar, tapi dia malah tampak tenang saja.

Cara dia memandangku sama saja dengan pasien lainnya.

Entah mengapa aku merasa frustrasi dan sedih.

Sepertinya hanya aku yang terjebak dalam hal ini.

Bagi Javier, aku tidak lebih dari seorang pasien biasa.

Aku menggigit bibirku dan tidak berhenti berkhayal.

Alangkah baiknya kalau dia juga bisa semabuk aku.

Matanya yang memikat itu pasti sangat cantik saat dipenuhi nafsu karenaku.

Memikirkan ini, aku mulai menilai diriku dalam hatiku.

Tampakku agak polos, tapi juga cantik. Lagi pula, banyak pria yang mengejarku sejak kecil.

Tubuhku juga terbentuk baik, montok di tempat yang semestinya dan ramping di tempat yang seharusnya.

Hanya sana …

Kata “kelainan” terus muncul di benakku.

Aku tidak pernah melihat bagian intim wanita lain.

Apakah bagian bawah aku … lebih jelek dari wanita lain?

Memikirkan kemungkinan ini, aku melihat ke bawah dan merasa rendah diri.

“Pemeriksaan selanjutnya …”

Merasakan emosiku, Javier merendahkan suaranya.

Dia mencubit dahiku dan bertanya dengan lembut, “Kenapa? Kok bete?”

Aku ragu sejenak, tapi tetap menceritakan apa yang kurasakan.

“Dokter Javier, apa bagian bawah aku … sangat jelek?”

Javier mengerutkan alis matanya.

Jantungku mengkerut, aku kira kenyataannya memang begitu.

Pada detik berikutnya, Javier berkata dengan yakin, “Nggak, Siska. Aku nggak pernah lihat ada yang lebih cantik darimu.”

Begitu selesai berbicara, Javier menundukkan badannya.

Dia setengah berlutut di ujung ranjang dan melepaskan tumit tinggiku.

Salah satu tangannya memegang pergelangan kakiku. Lalu dia menundukkan kepalanya dan mencium kakiku dengan hati-hati.

Jantungku sedikit berdebar. Aku akhirnya melihat perubahan emosi di matanya.

Emosinya bukan nafsu yang kumau.

Dari pada nafsu, tatapannya lebih dalam dan mengejutkan.

Tatapannya saat ini sangat hormat dan tulus.

Aku mendengar dia berkata, “Siska, jangan remehkan pesonamu.”

Pada saat yang sama, kedua tangannya memegang betisku dan pelan-pelan meregangkannya.

Bagian paling intimku terbuka sepenuhnya.

Javier menundukkan pandangannya, nafasnya tertahan sesaat dan matanya tampak terpikat.

Saat dia membungkuk, jari tangannya pun masuk ke dalam …

Perasaan kali ini sama sekali berbeda dengan malam bersama Alex.

Aku sangat rileks.

Di bawah kelembutan Javier, sudah cukup banyak nafsu di badanku.

Alih-alih merasa jijik, justru sangat mendambakan rangsangannya.

Maka itu, aku berhasil menerima jari tangannya.

Javier menciumku lagi. Perkataannya penuh belas kasih.

“Pelan-pelan. Kalau nggak tahan, beri tahu aku. Jangan ditahan.”

Aku terengah-engah pelan, “Hmm … Nggak sakit, aku bisa.”

“Anak baik.”

Dia menyedot telingaku, suaranya menggelitik telingaku.

“Kalau gitu, aku lanjut lagi.”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B69267" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B69267
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Bintang, Akhir Pengabdianku
8.9
Sepuluh tahun mengabdi dalam bayang-bayang, pengorbanan istri Daffa Prawirodirdjo hancur saat melihat suaminya pamer kebahagiaan dengan Leni, cinta lamanya. Puncaknya, Daffa tega menelantarkan Bintang yang terluka di hari ulang tahunnya demi membela putri Leni. Muak dengan pengkhianatan itu, sang istri membawa Bintang pergi dan memulai hidup baru sebagai seniman sukses. Saat Daffa kembali memohon ampun tiga tahun kemudian, pintu maaf telah tertutup selamanya.
Sampul Novel Bad Duda
9.2
Edeline dihantui trauma mendalam yang membuatnya takut bersentuhan dengan pria. Namun, takdir membawanya menjadi dokter magang di rumah sakit milik Elvis Dalton, seorang duda arogan yang dikenal kejam. Meski awalnya saling membenci, benih kebutuhan mulai tumbuh di antara mereka. Keduanya adalah jiwa yang terluka oleh masa lalu dan penyesalan. Akankah pertemuan ini menyatukan kepingan puzzle hidup mereka, ataukah semesta justru memisahkan dua insan yang penuh luka ini?
Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel Gairah Masa Remaja
9.2
Dalam momen yang penuh gejolak, Billy perlahan melepas rok yang kukenakan. Aku hanya bisa menggerakkan kaki untuk membantunya hingga pakaian itu terlepas, menyisakan celana pendek di balik kainnya. Saat Billy menyingkirkan celana tersebut, ia terpaku menatap kakiku yang mulus tanpa cela. Jemarinya mulai menelusuri kulitku dengan perlahan, membuatku terhanyut dalam sensasi yang ia berikan. Aku hanya bisa terdiam dan menikmati setiap sentuhan Billy padaku.
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat mendiang ayah mengharuskan Alya menikahi anggota keluarga Adhitama saat ia berusia 22 tahun. Dulu, ia mencintai Bima meski pria itu kejam, berselingkuh dengan Jelita, bahkan tega meracuninya hingga tewas setelah menikah. Namun, keajaiban membawanya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Kini, Alya terbangun dengan ingatan pahit tentang pengkhianatan Bima. Ia bertekad mengubah takdir dan tidak akan memilih pria yang sama lagi.