Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel DENDAM SANG CEO

DENDAM SANG CEO

Bram, CEO angkuh yang gagal move on dari Melisa, berencana menghancurkan Adam dengan memanfaatkan adiknya, Agni. Bram berpura-pura mencintai Agni hingga berhasil mendapatkan segalanya, namun niat busuk itu akhirnya terbongkar. Meski awalnya hanya ingin balas dendam, benih cinta tulus justru tumbuh di hati Bram. Sayangnya, Adam menentang keras hubungan ini karena sejarah persaingan bisnis mereka. Kini Agni terjepit antara perjodohan dengan Alan atau memilih Bram yang egois.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2

Agni mengikat rambutnya seperti ekor kuda, ia menatap penampilannya di cermin, kemeja putih di padukan dengan celana jins biru, yang sangat pas di tubuhnya. Agni melirik jam melingkar di tangannya, menunjukkan pukul 07.32 menit. Jam 09.00 nanti, ia ada Mata kuliah Matematika Ekonomi dan Bisnis. Agni berjalan menuju meja makan, ia memandang ibu sedang menyiapkan sarapan untuknya.

Agni melihat sarapan yang tersaji, ia tersenyum kerena nasi goreng favoritnya telah tersedia di atas meja dengan telur mata sapi di atasnya.

Agni duduk dan menyimpan tasnya di kursi kosong. Agni meraih gelas berisi air mineral dan diteguknya air mineral itu, lalu disimpannya kembali gelas di meja. Agni mengambil sendok dan ia mulai makan dalam diam. Beberapa menit kemudian Agni menyudahi makannya.

"Ibu, nanti Agni pulang malam, setelah dari kampus Agni langsung ke butik".

"Iya" ucap ibu.

Ibu memandang putri kecilnya kini sudah beranjak dewasa. Ibu percaya bahwa anak-anaknya tumbuh kuat, dan tidak pernah mengeluh sedikitpun kepadanya.

Rumah sederhana inilah yang ia miliki sekarang. Adam sudah merenovasi rumah reot ini menjadi rumah minimalis yang modern. Bagaimanapun pendidikan anak itu selalu nomor satu, dulu bapak bekerja banting tulang, sebagai buruh lepas dipasar, untuk membiayai pendidikan anak. Makan hanya sekedarnya saja, bahkan hanya makan nasi dengan sayur saja itu sudah cukup, jarang sekali makan ikan atau daging demi membiayai pendidikan. Sekarang bapak tidak sanggup bekerja lagi, hanya Bram lah yang diharapkan untuk kelangsungan hidup mereka. Bram salalu memberi uang untuk keperluan rumah dan kuliah Agni.

Agni menatap sang ibu, yang usianya tidak muda lagi, rambut hitamnya kini telah memutih.

"Ibu, Agni pergi dulu" ucap Agni lalu mengecup tangan sang Ibu.

"Iya, hati-hati".

Agni memeluk tubuh ibu, di peluknya tubuh sang ibu, dan ia lalu melepaskan pelukkanya, "Doa kan Agni bu, semoga sukses" ucap Agni.

Ibu tersenyum, "iya, ibu selalu mendoakan kamu".

"Iya, bu".

Agni melangkahkan kakinya menjauhi rumah, sekali lagi menoleh menatap sang ibu yang memandangnya dari daun pintu. Agni melambaikan tangannya dan tersenyum.

***********

Aktivitas Agni tidak lebih dari mahasiswa lainnya, sibuk mengerjakan tugas makalah, presentasi dan ujian. Dari awal Gani memang tidak ingin mengikuti organisasi kampus, ia hanya ingin fokus kuliah dan menyelesaikan mata kuliahnya dengan cepat. Agni lebih memilih bekerja paruh waktu, dari pada mengikuti organisasi kampus yang tidak ada matinya itu.

Dengan bekerja, ia bisa membeli keperluan pribadinya, ia tidak terus-terusan meminta kepada Adam. Cukup Adam membiayai kuliahnya dan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bapak. Untuk memenuhi kebutuhan pribadi, Agni lebih baik mencari uang sendiri. Bermodal wajah cantik serta tubuh ideal, Agni di terima sebagai pramuniaga di salah satu butik terkenal. Bosnya tidak mempermasalahkan ia berstatus mahasiswi, karena ia bisa mengatur jam kerja dan jadwal mata kuliah. Agni lebih banyak memilih midle, karena status Agni sebagai mahasiswa reguler mengharuskannya masuk pagi seperti mahasiswa pada umumnya.

Tidak terlintas di pikiran Agni, untuk mencari pacar, untuk meluangkan waktunya sendiri saja ia sulit, apalagi untuk berbagi dengan pacar. Ada beberapa teman kampus mencoba mendekatinya, tapi Agni sama sekali tidak mengubrisnya. Tapi hanya ada satu laki-laki yang kini bersamanya, yaitu Alan temannya mas Adam.

Agni lebih baik, mementingkan bagaimana caranya menyelesaikan kuliahnya dengan cepat dan mendapatkan pekerjaan, itu saja yang ada di dalam pikirannya. Agni tidak ingin berlama-lama di dunia kampus. Ia akan mengikuti jejak Adam, Adam sudah menasehatinya berkali-kali bahwa dunia ini kejam. Jika kita tidak kuat dan berani menghadapi dunia, sudah dipastikan, akan dipandang sebelah mata oleh orang lain.

Hidup itu seperti sepeda yang kita bawa dengan seimbang, lalu menuju satu tujuan dan lalu meraihnya. Bukan seperti kapal yang berlayar terombang-ambing di laut lepas tanpa tujuan.

**********

Setelah jam kuliah berakhir, Agni melanjutkan langkahnya menuju tempat kerja. Jas hitam dan rok span hitam sangat pas tubuhnya, inilah pakaian kerjanya sehari-hari yang disiapkan oleh tempatnya bekerja. Agni menatap penampilannya sekali lagi. Rambutnya diikat dengan hairnet agar terlihat rapi. Sebagai pramuniaga di tuntut rapi dan bersih.

Melayani pembeli dengan baik adalah tugas utama Agni. Ia juga di tuntut menjaga citra positif perusahaan agar konsumen yang berbelanja puas dan kembali ke tempat itu kembali. Setelah melakukan FIFO (first In First Out) dimana barang yang lebih dahulu masuk diletakkan paling depan.

Agni kini mulai mengganti pakaian di manekin, dengan dress merah, lalu ia melingkarkan syal di leher menekin itu. Semua aksesoris di menekin, telah terpasang sempurna. Agni tersenyum apa yang ia lakukan. Manekin itu terlihat cantik dan berkelas. Agni melangkahkan kakinya menuju meja counter, mencatat hasil Fifo.

Agni memandang laki-laki bertubuh tinggi, tegap itu masuk ke dalam outlet. Kaca mata hitam itu bertengger di sisi matanya. Laki-laki itu membuka kaca mata dan lalu menatapnya. Agni terdiam sesaat, karena sepasang mata itu melihatnya dengan intens. Adel temannya bekerja, dengan capat menghampiri tamu itu dan melayani.

Agni hanya diam, diposisi yang sama, karena memang Adel telah melayaninya. Agni lalu kembali mencatat FIFO ke dalam buku lock book. Ia kembali menyibukkan diri.

Beberapa saat kemudian,

"Bisakah kamu mencarikan kemeja putih untuk saya".

Agni mendengar suara berat itu berucap, ia lalu mengalihkan tatapannya kearah sumber suara. Agni menelan ludah menatap wajah tampan, dan berahang tegas itu. Mata tajam itu menatapnya, jantung Agni meraton iris mata itu memandangnya intens. Agni mengalihkan tatapannya kearah Adel, yang ingin sekali melayani tamu itu.

Agni meletakkan pulpen itu begitu saja di counter meja. Ia lalu tersenyum, mencoba bersikap ramah.

"Ya, tentu saja" ucap Agni.

Agni lalu melangkahkan kakinya menuju pakaian laki-laki, di susul Bram dari belakang.

**********

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman Mantanku
8.8
Dikhianati Carsten Morgan di hari pernikahan demi perundung masa lalunya, hidupku hancur saat dia menekan kasus pelecehan yang kulaporkan. Aku menjadi sasaran hinaan karena luka fisikku dianggap menjijikkan olehnya. Carsten merasa tak terkalahkan berkat dukungan paman miliardernya. Namun, segalanya berbalik saat sang paman justru merangkulku. Dia menawarkan pembalasan dengan menjebloskan mereka ke penjara, asal aku bersedia menjadi miliknya selamanya.
Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda
9.5
Nara, putri pembantu yang polos, terjerat skandal kelam dengan Axel, sang tuan muda. Axel melecehkan Nara demi membalas dendam karena ibu Nara menjadi simpanan ayahnya. Namun, niat mempermainkan itu berubah menjadi rasa cinta yang obsesif. Axel tumbuh menjadi pria posesif yang membelenggu Nara tanpa ampun. Meski Nara berusaha melarikan diri dari jeratan itu, ia selalu tertangkap kembali. Akankah hubungan penuh luka ini berakhir bahagia atau justru tragis?
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Sampul Novel CINTA SUCI WANITA MALAM
9.0
Olidia menghabiskan malamnya sebagai penghibur di klub kota hingga takdir mempertemukannya dengan Tuan Muda Dax. Meski benih cinta mulai tumbuh, Olidia memilih memendam perasaannya karena reputasi Dax sebagai playboy yang kerap berganti pasangan. Tanpa disangka, Dax ternyata menyimpan rasa yang sama terhadapnya. Di tengah keraguan dan gaya hidup yang kontras, mampukah ketulusan cinta suci mereka menemukan jalan untuk bersatu selamanya?
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun membina rumah tangga dengan Reynald tak membuat Riana bahagia. Alih-alih cinta, ia justru terjebak dalam lingkaran KDRT dan tekanan dari Mayang, ibu mertuanya yang membenci Riana karena belum juga memiliki keturunan. Penderitaannya mencapai puncak saat kehadiran wanita lain merusak pernikahan mereka. Merasa lelah dengan segala pengkhianatan dan kekerasan yang dialaminya, Riana akhirnya mengambil langkah tegas untuk mundur dan pergi.
Sampul Novel Istri Bayaran Untuk Bos Galak
8.9
Keinginan Devan untuk memiliki Cecil kembali berujung pada ancaman yang sangat ekstrem. Meski masa kontrak mereka telah berakhir, Devan menolak melepaskan wanita itu begitu saja. Dalam suasana penuh tekanan, sang bos yang angkuh bersumpah akan menghamili Cecil agar ia tak bisa pergi lagi. Cecil yang ketakutan mencoba memohon, namun Devan justru semakin terobsesi untuk mengikatnya melalui kehadiran seorang anak demi mempertahankan hubungan mereka.