Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Birahi Penakluk Hati

Dendam Birahi Penakluk Hati

Demi membalas kematian adiknya, Dirham Assegaff nekat menodai Dinar Azalea yang suci. Namun, dendam itu berbalik menjadi bumerang saat Dinar hamil dan menghilang demi menutupi aib. Bertahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Dirham pun menawarkan pernikahan demi mendapatkan darah dagingnya. Sayangnya, kehadiran cinta pertama Dirham menjadi penghalang besar. Akankah benci berubah jadi cinta, ataukah luka lama Dinar justru semakin menganga?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kedekatannya dengan Dirham dua Minggu ini membuat hari-hari Dinar semakin bersemangat, dari awal bangun pagi, beres-beres sampai pergi ke tempat kerja, senyum tak pernah lekang dari bibir, Delia sebagai teman dekatnya di tempat kerja tentu saja bisa melihat perubahan itu.

Hari ini Dinar bertemu dengan Zaky Azhar anak dari pemilik restoran tempat ia bekerja. Zaky yang baru pulang dari kuliah segera menuju ke restoran untuk menemui Edo, tapi saat sampai di sana barang yang dipesan Edo lupa untuk dibawa. 

"Ky, ada bawa barang yang pak Doni bilang?"

Zaky menepuk dahinya, baru dia teringat kalau barang itu belum dimasukkan ke mobil tadi. Itulah, gara-gara ke kampus untuk ketemu dosen dulu jadi lupa semuanya, padahal papanya sudah pesan dari tadi malam sebelum berangkat ke Medan.

"Aduh, gue lupa." Pemuda yang sudah duduk di semester akhir itu tampak berpikir lagi, ia tidak punya banyak waktu sekarang.

"Padahal penting banget bro, kan itu bahan untuk pesanan pelanggan hari ini, satu jam lagi chef Rizal mau menyediakan semua pesanan untuk orang penting malam ini." Edo berkata agak kesal.

"Maaf! gue lupa, tadi keburu pergi kuliah, mana Dinar? biar ikut gue pulang ambil barang itu," Zaky memilih solusi membawa staf bernama Dinar untuk pulang bersamanya.

Mata Edo meliar mencari keberadaan Dinar, di meja no 9 Dinar sedang mengambil orderan pelanggan. Edo mengarahkan dagunya kearah Dinar berada. 

"Itu di sana." Mereka menunggu beberapa menit, Dinar berjalan ke arah meja catering dan meletakkan kertas orderan, dia menghampiri Edo dan Zaky karena dua pemuda itu memperhatikannya dari tadi. Pasti ada sesuatu yang dibicarakan.

"Ada apa, lihat aku kek mau nelan gitu?"

"Ikut aku pulang, ambil bahan penting di rumah, mau dimasak bentar lagi. Aku tidak banyak waktu, Di." Zaky memberi perintah. Dinar mengerucutkan bibirnya.

"Kenapa tadi nggak dibawa aja sih, Mas?" Dinar memang gadis yang agak suka membantah, tapi semua temannya suka dengan karakternya yang suka membantu dan baik dengan siapa saja.

"Aku lupa, tadi buru-buru ke kampus ketemu dosen, ngurusi skripsiku, ada diskusi juga dengan grup. Pokoknya sibuk banget akhir-akhir ini." Zaky menjelaskan kesibukannya yang mengalahkan presiden versi dia.

"Udah seperti menteri aja sibuknya." Celetuk Dinar.

"Terus, Dinar kesini lagi naik apa nanti?" Edo mencelah, tangannya sibuk memeriksa beberapa orderan penting hari ini. 

"Nanti naik grab kan bisa, aku juga ada pertemuan penting dengan grup praktikal ku. Sorry, tidak bisa kesini lagi."

"Ya udah, kamu ikut saja ya, Di. Nanti pak bos bayarin uang grabnya." Edo memberi titah pada gadis itu.

"Ya harus lah. Bonus juga harus ditambah, secara aku ini terlalu rajin, tidak sama dengan staf lainnya." ujar Dinar percaya diri.

"Sayangnya, bukan aku bosnya, kalau aku yang jadi bos, pasti sudah ku kasih libur kalian seminggu dua kali." Zaky mengangkat-angkat alisnya.

"Eleeeh, itu karena bukan kamu bosnya." Edo mencebikkan bibirnya.

"Iya juga sih, bisa rugi kalau banyak libur. Anak bini makan apa nanti?"

"Nasi dong, masa batu." Sahut Dinar.

"Iya juga, tapi kalau batu permata kan lebih mahal tuh, cakep juga." Ujar Edo.

"Asal jangan batu ginjal aja mas." Celetuk Dinar lagi.

"Hahaha." 

Mereka bertiga tertawa bersamaan mendengar ucapan Dinar yang ngawur itu, masa anak bini di kasih makan batu ginjal.

Akhirnya Dinar keluar restoran bersama dengan Zaky Azhar, tanpa mereka sadari ada sepasang mata penuh kebencian menyaksikan itu semua di balik kaca mobil bertint hitam, pria itu mengetapkan gigi penuh amarah. Dahinya berkeringat, AC mobil seolah tidak mampu mendinginkan hati dan jiwanya yang penuh amarah dan dendam membara. 'Jadi kamulah wanita itu. Dasar perempuan murahan. Lihat saja nanti, kalian akan rasakan semua yang kalian lakukan pada adikku.'

Mobil yang dari tadi terparkir di seberang jalan depan restoran mewah yang ramai pengunjung, meluncur dengan kecepatan laju meninggalkan tempat itu. Menandakan pengemudinya sedang dalam keadaan dikuasai amarah.

"Cari tahu tentang gadis dan lelaki ini, aku kirim data dan fotonya sebentar lagi." 

Panggilan diakhiri dan dia terus melempar ponselnya di jok sebelah, hatinya kacau, dia sangat marah saat ini, lembaran kenangan beberapa bulan lalu muncul lagi di kepalanya. 

"Perempuan itu melabrakku kak, dia mengatakan aku murahan, aku tidak mau hidup lagi, dia meninggalkanku kak, Dia meninggalkanku demi gadis itu. Kak, Fa takut papa marah kalau tahu Fa hamil tanpa suami, dia meninggalkan aku kak, Fa tidak sanggup menanggung ini sendiri. Fa mau mati saja. Fa tidak sanggup lagi menanggung malu ini."

'Aaaaargh, bangsat! sialan! Semua memang tidak berguna.'

Air matanya mengalir tanpa disadari, tangannya bergetar, nafasnya turun naik, lampu isyarat dinyalakan dan mobil itu berhenti di sisi kiri jalan. 

Dirham menenangkan dirinya. Bayangan wajah adik kesayangannya muncul bersama deraian air mata, sementara pembunuhnya tersenyum bahagia, 'aku tidak akan melepaskan kalian sampai kapan pun, sampai kalian benar-benar merasakan sakit yang luar biasa yang tidak akan bisa kalian lupa seumur hidup kalian.'

Tekad dalam hatinya akan segera diwujudkan, semua harus terlaksana hidup atau mati tetap harus terbalaskan, dan harus rapi, jangan sampai orang tuanya curiga dan tahu soal ini. 

Dirham membersihkan sisa air bening di sudut mata nya. Dia tersenyum kecil, seperti seorang psikopat. Banyak rencana tersusun di kepalanya. 

Mendekati gadis itu. Ya, dia akan membalas gadis itu dulu, memang dia belum tahu siapa Assegaff, siapa Dirham Assegaff. 

Dirham Assegaff seorang pria tampan berusia dua puluh lima tahun, ada darah Arab dan Itali, anak seorang pengusaha sukses di bidang kontruksi. Memiliki sorot mata tajam bak elang, hidung mancung dan alis mata yang hitam melengkung menambah lagi ketampanannya, jawline yang menjadi kegilaan para gadis di sekitarnya, dan bibir merah menunjukkan dia tidak pernah kenal nikotin.

Teman kencan yang berganti hampir tiap hari tidak ada yang membekas di hatinya, tapi ada seorang gadis yang menarik perhatiannya, Julia nama gadis itu. Temannya saat belajar di luar negeri dulu. Tapi gadis itu bak merpati, menjauh jika didekati. Gadis yang sudah menolaknya waktu mereka sama-sama kuliah di luar negeri.

"Bos, ada berita tentang Julia juga." Suara dari PI(Personal Intelejen) yang dibayarnya terdengar setelah dia menjawab telepon. Dirham berdecak kecil, lain yang diminta lain pula yang dilaporkan. 

"Aku tidak butuh info tentang Julia sekarang, cari tahu tentang dua orang yang baru saja aku kirim datanya tadi." 

"Baik bos."

Ponsel dilempar di tempat duduk sebelahnya. Mobil kembali meluncur meninggalkan tempat itu.

Rencana yang tersusun rapi di kepalanya harus segera dilaksanakan. Atau ia tidak akan pernah bisa tidur dengan pulas.

"Tunggu kalian! Tunggu saja waktu kalian!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After a Breakup
9.0
Arya menyimpan rahasia gelap di balik kemegahan keluarganya yang memicu mimpi buruk berkepanjangan. Alisha yang merasa dikhianati memutuskan pergi untuk melupakan cinta dan luka yang diberikan pria pujaannya itu. Meski Arya tega mencampakkannya saat perasaan sedang membara, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Jarak yang tercipta hanya sementara, memaksa keduanya menghadapi keterikatan kuat yang belum usai di antara misteri dan asa yang tersisa.
Sampul Novel Bukan Calon Kakak Ipar
8.2
Nasha sangat mengagumi hubungan kakaknya, Nisha, dengan Rayyan hingga ia mencari pacar semirip mungkin. Ia pun memilih Feri yang tampak sempurna dan menjaga kehormatannya. Namun, petaka datang saat Nisha meninggal menjelang pernikahan. Di tengah duka, Nasha dikhianati Feri yang menghamili sahabatnya sendiri karena alasan nafsu. Trauma mendalam membuat Nasha menutup hati dari pria, sampai akhirnya ia kembali bertemu Rayyan, sang mantan calon kakak ipar.
Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
8.5
Sekuel dari Cintaku Bersemi di Masa Remaja ini mengisahkan Joseph Mikuel, CEO JM Corp, yang tak sengaja bertemu kembali dengan cinta lamanya, Mary Violet. Mary, yang dulu menghilang tanpa penjelasan, tiba-tiba melamar sebagai sekretaris pribadi di perusahaannya. Menggunakan kekuasaannya, Joseph memastikan Mary diterima demi menuntaskan perasaan yang belum usai. Pertemuan tak terduga ini mengejutkan Mary dan memicu tanya: apakah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?
Sampul Novel Hello Love Sign
8.7
Sandhya Sheina Aninditha sangat membenci keluarga Levanchois, namun terpaksa bertahan demi sebuah misi rahasia di tengah intrik kantor yang toksik. Saat ingin balas dendam dan mengundurkan diri, ia justru bertemu Samuel Clark Levanchois, pria paling berkuasa di keluarga itu. Samuel menawarkan kontrak bisnis yang menggiurkan demi membebaskan Sheina dari bos lamanya. Terjebak dalam persaingan dominasi, mampukah Sheina lepas dari jerat cinta pria yang sangat ia benci tersebut?