Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Akibat keegoisan kakak yang membawa seluruh pengawal demi selingkuhannya, rumah kami diserang musuh lama. Ibu terluka parah demi melindungiku. Meski selamat, aku dituduh menjadi penyebab hilangnya selingkuhan kakak melalui surat fitnah. Kakak yang menyimpan dendam akhirnya membunuhku di malam syukuran setelah ayah menyerahkan takhta perusahaan kepadaku. Namun, kematian itu membawaku kembali ke masa lalu. Aku terbangun tepat saat pintu vila mulai didobrak oleh musuh yang ingin membantai kami.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor.

Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu.

Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya.

Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa.

Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan.

Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal.

Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota.

Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu.

Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup.

Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya.

Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku.

Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri.

Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.”

“Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!”

Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.

Pintu besi vila yang tebal dibobol dengan suara keras menggema. Seketika membangunkanku dari sensasi sesak napas yang seolah menyeretku menuju kematian.

Aku reflek menarik ibu yang panik dan hendak berlari keluar untuk memeriksa keadaan, lalu menyeretnya masuk ke kamarku.

Begitu pintu tertutup, aku langsung menguncinya rapat-rapat, napasku terengah-engah. Aku memberi isyarat agar ibu membantuku mendorong lemari pakaian dari kayu jati yang berat itu untuk mengganjal pintu.

“Kiana, apa yang kamu lakukan? Ada pengawal di rumah ini, apain harus takut?”

Tanya ibu dengan bingung sambil menatapku, rasa takut tetap terlihat jelas dari tatapan matanya.

Dia belum tahu kalau kakak sudah membawa semua pengawal pergi demi si wanita simpanannya.

“Bu, kakak bawa pergi semua pengawal! Hanya ada kita berdua di rumah ini sekarang!”

Aku menggertakkan gigi, mengerahkan seluruh tenaga untuk mendorong lemari berat itu.

Suara gesekan lemari yang menyakitkan telinga menggema di ruangan, meninggalkan bekas goresan dalam di lantai kayu.

Ibu membeku, tak percaya bahwa kakakku yang selama ini selalu terlihat bertanggung jawab bisa melakukan hal sebodoh itu.

Keluarga Joman bukan orang sembarangan.

Keamanan selalu menjadi prioritas utama, bagaimana mungkin semua pengawal dibawa pergi?

Namun, melihat wajahku yang pucat, ibu pun terpaksa memercayaiku.

“Cepat! Telepon kakakmu! Suruh dia cepat pulang!”

Desak ibu dengan suara gemetar.

Aku tak menjawab, hanya menatap tajam ke arah pintu kamar yang kini hanya dibentengi oleh lemari besar.

Dengan tangan yang gemetar, aku memutuskan menelepon polisi lebih dulu. Aku menjelaskan situasinya dengan singkat dan cepat, lalu menyebutkan alamat kami.

Aku tak berani menyerahkan keselamatan kami sepenuhnya pada kakak, karena di kehidupan sebelumnya, dia datang terlalu terlambat.

Hingga ibu kehilangan nyawanya karena tak mendapat pertolongan medis tepat waktu.

Begitu telepon ditutup, perasaanku terasa semakin berat.

Beberapa hari terakhir ini, salju deras menutupi jalan. Vila kami yang terletak di lereng bukit cukup jauh dari kantor polisi terdekat.

Aku tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi sebelum polisi tiba….

“Duk!” terdengar sebuah hantaman keras mengguncang pintu kamar.

Reflek, aku menekan tubuhku ke arah lemari, rasa takut menyapu sekujur tubuh seperti gelombang pasang.

Tiba-tiba, telepon ibu akhirnya tersambung dengan kakak.

“Jack, cepat pulang! Ada… ada perampok yang masuk ke rumah!”

Suara ibu sudah hampir menangis.

Namun, suara kakak di balik telepon terdengar kesal,

“Sudahlah bu, jangan bohong. Aku lagi merayakan ulang tahun Mia, bakal pulang besok.”

“Aku nggak bohong! Benaran ada perampok! Cepat pulang atau kamu siap-siap melihat jasad kami!”

Teriak ibu dengan histeris.

Namun, suara kakak semakin dingin, “Aku tahu ibu nggak suka Mia, tapi nggak perlu juga buat cerita seperti ini untuk menakutiku.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
9.6
Dunia gempar melihat deretan gigolo tampan dan berharta yang justru mengejar cinta seorang gadis desa miskin. Meski dianggap lugu, ia sebenarnya pembunuh berdarah dingin yang telah mencelakai para pria tersebut. Keanehan memuncak saat para gigolo ini justru merasa terhormat jika harus meregang nyawa di tangannya. Mengapa mereka tetap memuja sosok yang berbahaya bagi hidup mereka? Sebuah kisah romansa penuh aksi tentang obsesi yang tidak masuk akal bagi orang awam.
Sampul Novel DENDAM dan JERAT PESONA GADIS yang KUCULIK
9.7
Demi membalas kepedihan atas kematian sang ibu, Anggara nekat menculik Almaira. Ia bertekad menyiksa ayah gadis itu dengan cara memisahkan mereka selamanya. Namun, kedekatan yang terjalin justru menumbuhkan perasaan tak terduga di hati Anggara. Kini ia terjebak dalam dilema antara kebencian masa lalu dan cinta yang mulai bersemi. Mampukah kasih sayang menghapus dendam membara, sementara Almaira sendiri sangat membenci sosok yang telah menyekapnya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel SANG PENGUASA BERKUASA TELAH TERLAHIR KEMBALI
7.8
Terbangun kembali di tubuhnya yang berusia lima belas tahun, seorang Penguasa Ilahi mendapatkan kesempatan kedua untuk mengubah takdir tragis keluarganya. Setelah dikhianati oleh muridnya hingga tewas, ia pulang ke masa lalu berkat pusaka sakti miliknya. Kini, ia bersumpah melindungi orang tuanya dari segala kemalangan. Berbekal pengetahuan masa depan dan harta karun legendaris, ia siap menghancurkan musuh-musuhnya dan menuntut balas dendam yang sangat kejam.
Sampul Novel Setelah Perceraian, Suami Saya Sangat Menyesal
9.5
Tujuh tahun menikah, Alan Begum merahasiakan dunia balapnya dari saya dengan dalih keselamatan. Namun, unggahan Danna Ahmed mengungkap kenyataan pahit: dialah yang selalu ada di sisi Alan, bukan saya. Saat pertengkaran soal anak memuncak, saya sadar cinta monyetnya jauh lebih berharga. Tanpa drama, saya meminta cerai dan melepas cincin pernikahan. Kini, saya kembali mengenakan sarung tangan balap lama saya. Ternyata, lintasan sirkuit tidak pernah semenakutkan itu.