Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)

Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)

Vintari terpaksa merelakan mimpinya demi perjodohan orang tua saat usianya baru 19 tahun. Menikah dengan Zeus Ducan yang dewasa terasa seperti mimpi buruk baginya, sementara Zeus menganggap Vintari sebagai beban yang ceroboh. Namun, saat benih kenyamanan mulai tumbuh, sebuah rahasia besar terungkap. Zayn, pria yang dicintai Vintari, ternyata adalah adik tiri suaminya sendiri. Kini Vintari terjebak dalam dilema antara Zeus dan cinta lamanya pada Zayn.
Bab
Bagikan

Bab 2

Vintari melebarkan kedua tangannya di kala pagi menyapa. Gadis itu menyibak selimut turun dari ranjang, dan segera menuju ke kamar mandi. Dia ingin segera berangkat kuliah demi menghindar dari orang tuanya.

“Vintari.” Jenny melangkah masuk ke dalam kamar, mendekat pada Vintari

Vintari mendesah panjang menatap ibunya ada di depannya. “Ada apa, Mom?”

“Hari ini kau tidak usah kuliah. Kau temani Mommy dan Daddy,” jawab Jenny seraya membelai pipi Vintari.

Vintari mendengkus. “Mom, hari ini aku ada ujian. Aku tidak bisa bolos kuliah.”

“Sweetheart, jangan berbohong. Tadi Mommy sudah menghubungi kampus, menanyakan tentang kelasmu, dan hari ini kau sama sekali tidak ada ujian.” Jenny mengecup kening Vintari.

Vintari berdecak pelan, menatap jengkel ibunya. Gadis itu ketahuan bohong. Well, memang dia tak memiliki ujian, tapi dia lebih memilih untuk masuk kuliah daripada menemani kedua orang tuanya pergi. Pasalnya, dia enggan mendengar percakapan orang tuanya yang membahas tentang perjodohan.

“Mom, kau dan Dad ingin mengajakku pergi ke mana?” tanya Vintari mengeluh.

“Ke rumah sakit. Kebetulan hari ini Daddy-mu off, tapi dia ingin kau dan Mommy ke Alpha Hospital,” jawab Jenny yang sontak membuat Vintari terkejut.

“Daddy sedang off, kenapa harus aku dan Mom ke Alpha Hospital. Memangnya ada apa?” tanya Vintari bingung.

Jenny tersenyum sambil menjumput rambut Vintari ke belakang daun telinga gadis itu. “Nanti kau akan tahu. Sekarang lebih baik kau bersiap-siap. Dandanlah yang cantik.”

Kening Vintari mengerut dalam. “Wait, Mom dan Dad ingin mengajakku ke rumah sakit, kenapa aku harus berpakaian yang cantik? Memangnya Mommy ingin mengajakku ke acara fashion show?”

“Sayang, sudah jangan banyak bertanya. Cepatlah mandi dan bersiap-siap.” Jenny mencubit pelan pipi putrinya.

Vintari mendesah panjang. Dengan raut wajah kesal, gadis cantik itu melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Mau tak mau, dia harus menuruti keinginan ibunya. Jika tidak, maka pasti sepanjang hari telinganya akan sakit mendapatkan omelan.

***

Vintari menatap sebuah gedung rumah sakit besar di Manhattan. Raut wajahnya sejak tadi tampak tengah memikirkan sesuatu. Kedua orang tuanya memintanya berpenampilan cantik, tapi mengajaknya ke rumah sakit. Entah apa yang sebenarnya direncanakan kedua orang tuanya itu.

“Vintari, kau tunggulah di kantin. Atau kalau mau, kau bisa jalan-jalan di taman. Daddy dan Mommy ingin bertemu dengan teman kami sebentar.” Robby memberikan kecupan di kening putrinya itu.

Vintari menghela napas panjang. “Sebenarnya kalian mengajakku ke rumah sakit untuk apa? Kalau kalian hanya ingin bertemu dengan teman kalian, harusnya kalian pergi sendiri saja. Jangan ajak aku.”

“Sayang, nanti kau akan tahu. Sudah kau jalan-jalan berkeling rumah sakit saja.” Jenny membelai pipi Vintari. “Mommy dan Daddy akan segera menemuimu lagi.”

Vintari menganggukan kepalanya terpaksa. Berikutnya, kedua orang tuanya menuju lift terdekat darinya. Tepat di kala kedua orang tuanya sudah pergi, dia memilih untuk membeli minuman bersoda di vending machine.

“Lebih baik aku berjalan-jalan di taman saja,” ucap Vintari kala gadis itu sudah membeli minuman bersoda.

Vintari melangkahkan kaki menuju ke arah taman. Dalam hati, dia menyesal menuruti keinginan ibunya yang berpenampilan cantik. Harusnya dirinya memakai jeans saja. Tidak usah mini dress dan heels.

Saat Vintari hendak menuju taman, tanpa sengaja gadis itu menabrak seorang pria yang memakai snelli. Sontak, dia terkejut. Keseimbangannya tak terjaga bahkan minuman bersoda yang ada di tangannya itu tumpah, mengenai jas dokter putih itu.

Akan tetapi, meski Vintari telah menumpahkan minuman bersoda itu, dokter itu melingkarkan tangannya ke pinggang Vintari, dan membantunya untuk membenarkan posisi berdiri.

“Maafkan aku,” ucap Vintari menatap pria yang berprofesi dokter itu. Namun seketika matanya melebar terkejut melihat sosok pria tampan memakai snelli dan stetoskop yang melingkar di lehernya.

“Kau—” Dokter tampan itu menatap dingin dan tajam Vintari yang berdiri hadapannya. Wajah Vintari sangat tak asing di matanya.

Vintari menggaruk tengkuk lehernya tak gatal. Astaga! Mimpi apa dirinya bertemu lagi dengan pria yang kemarin dirinya tabrak. “Kenapa kau ada di sini?” tanyanya jengkel.

Pria itu melayangkan tatapan tajam pada Vintari. “Pakaianku sepertinya sudah menjawab pertanyaan konyolmu.”

Sebelah alis Vintari terangkat, menatap name tag di jas dokter pria itu ‘dr. Zeus. D’. Tampak gadis itu meringis malu. Sungguh, dia tak menyangka kalau pria menyebalkan yang menghinanya bodoh ternyata adalah dokter. Namun, kenapa harus hari ini dirinya kembali dipertemukan oleh pria menyebalkan itu?

“Oke, maaf karena aku tidak berhati-hati sampai menumpahkan minuman sodaku ke jasmu,” ucap Vintari yang mengakui kesalahannya.

Zeus menatap dingin Vintari. “Kapan kau berhati-hati, Gadis Kecil? Kau selalu ceroboh. Mengemudikan mobil, kau menabrak. Jalan pun kau menabrak. Matamu sudah mulai menua sampai tidak bisa berfungsi dengan baik.”

Vintari berdecak kesal. “Vintari. Panggil aku Vintari. Aku bukan lagi gadis kecil.”

“Terserah, aku tidak peduli.” Zeus menatap jasnya yang kini terkena noda merah, akibat minuman soda gadis di hadapannya itu. Raut wajahnya tampak kesal, tapi pria itu nampaknya enggan memperbesar masalah di rumah sakit. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, dia hendak meninggalkan Vintari, tapi langkahnya terhenti di kala Vintari menahan lengannya.

“Zeus wait—” cegah Vintari.

Zeus menaikan sebelah alisnya di kala Vintari memanggil namanya.

Vintari menatap name tag Zeus. “Aku ingin memanggilmu dokter, tapi aku bukan pasienmu. Jadi lebih baik, aku panggil namamu saja.” Gadis itu mendekat pada Zeus. “Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak sengaja menumpahkan minuman ke pakaianmu. Aku akan mengganti—”

“Tidak usah, aku memiliki snelli ganti di ruang kerjaku,” tolak Zeus tegas.

“Ah, begitu. Baiklah. Terima kasih sudah memaafkanku.” Vintari mengangguk paham.

“Vintari? Zeus?” Jenny dan Robby melangkah mendekat pada putri mereka yang tengah bersama dengan Zeus.

Vintari mengalihkan pandangannya, menatap bingung kedua orang tuanya. “Mom, Dad, kalian mengenal Zeus?” tanyanya.

Jenny dan Robby tersenyum mendengar pertanyaan Vintari.

“Kedua orang tuamu tentu mengenal putraku, Vintari.” Seorang pria paruh baya yang memakai snelli sama seperti , melangkah mendekat pada Vintari.

“Dad? Kau di sini?” Zeus menatap David—ayahnya—yang kini ada di hadapannya.

David hanya tersenyum menanggapi kebingungan putranya.

Alis Vintari menaut menatap bingung sosok pria paruh baya tak asing di matanya ini, dipanggil ‘Dad’ oleh Zeus. Kepala Vintari menjadi pusing di kala banyak terkaan muncul di dalam pikirannya.

“Mom? Ini ada apa?” Vintari meminta ibunya untuk menjelaskan.

Jenny melangkah mendekat, sambil membelaiu pipi putrinya. “Vintari, di sampingmu adalah Zeus Ducan, anak Paman David Ducan yang akan dijodohkan denganmu,” jawabnya yang sontak membuat Vintari dan Zeus yang sama-sama terkejut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel  Aku sangat menginginkanmu
8.7
Pasca kecelakaan tragis, Ana terjebak dalam pusaran ingatan tentang suaminya, Sebastián, dan pria dari masa lalunya, Gabriel. Narasi yang melintasi waktu ini menguak tabir kebohongan dalam pernikahan Ana serta perselingkuhan yang berbahaya. Di tengah konspirasi keluarga dan pengkhianatan yang menyakitkan, Ana dipaksa memilih antara cinta lama atau membalas dendam. Akankah ia menemukan penebusan, atau justru hancur oleh rahasia gelap yang selama ini tersembunyi?
Sampul Novel Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek
9.7
Kehadiran seorang wanita di sebuah lokasi proyek memicu kesalahpahaman besar di antara para pekerja di sana. Karena prasangka sepihak, semua orang di tempat kerja tersebut keliru menganggapnya sebagai wanita murahan yang bisa dipermainkan. Mereka pun mulai mendekatinya demi mencari kesenangan sesaat. Novel modern berjudul Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek ini mengupas dinamika hubungan dan perjuangan sang protagonis di tengah lingkungan kerja yang penuh tekanan serta penilaian sepihak yang merugikan dirinya.
Sampul Novel Kau Curangi Aku
8.4
Maya sangat terpukul saat mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan Miya, adik kembarnya sendiri. Namun, alih-alih fokus pada pengkhianatan itu, Maya justru mengungkap rahasia gelap tentang harta keluarga yang menjadi incaran komplotan penjahat. Ternyata, Miya hanyalah alat bagi mereka untuk mencapai tujuan licik tersebut. Kini Maya harus mencari tahu siapa dalang di balik semua ini dan apa motif sebenarnya yang mengancam keselamatan keluarganya.
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Dalam perjalanan hidup yang penuh dengan lika-liku, setiap insan hanyalah mampu menyusun rencana dan impian masa depan mereka. Namun, pada akhirnya, ketetapan Tuhanlah yang memegang kendali penuh atas segala sesuatu yang terjadi. Melalui kisah romansa modern ini, kita akan melihat bagaimana takdir bekerja dengan cara yang tidak terduga, melampaui segala niat serta usaha keras manusia dalam menentukan jalan hidup dan akhir dari sebuah perjuangan cinta.
Sampul Novel Melodi Rindu di Senyap Malam
9.3
Melodi Rindu di Senyap Malam mengisahkan pencarian mendalam seorang individu akan arti cinta dan pengampunan. Di balik keheningan malam yang sunyi, pembaca dibawa menelusuri perjalanan spiritual serta emosional yang menyentuh jiwa. Setiap momen senyap menjadi ruang refleksi untuk merenungi makna hidup yang tersirat dalam kerinduan. Novel modern ini menyajikan narasi penuh perasaan yang mengajak kita menghargai setiap detik hening sebagai melodi kehidupan yang indah.
Sampul Novel Membongkar Pengkhianatan Suamiku
9.8
Niat Aira memberikan kejutan manis untuk suaminya seketika hancur berkeping-keping. Saat melangkah masuk ke dalam rumah, ia justru mendapati pemandangan yang sangat mengejutkan: seorang wanita asing dengan perut buncit yang tengah hamil besar berada di sana. Hatinya dipenuhi tanya dan rasa sakit yang mendalam. Siapakah sebenarnya sosok wanita misterius tersebut? Rahasia gelap apa yang selama ini disembunyikan sang suami di balik pernikahan mereka?