Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CODE: FAUST

CODE: FAUST

Bumi menjadi neraka sejak 2028 akibat virus misterius yang mengubah makhluk hidup menjadi mutan mengerikan. Di tengah reruntuhan peradaban tahun 2036, faksi-faksi seperti The Government dan Black Beast saling berebut kuasa. Di dunia yang kejam ini, Dr. Plague, seorang profesor dengan masa lalu kelam, berjuang mengembalikan kedamaian demi menebus dosanya. Namun, ia harus menghadapi perang saudara dan radiasi sambil mengungkap misteri besar di balik wabah yang menghancurkan dunia.
Bab
Bagikan

Bab 2

Plague akhirnya melanjutkan perjalananya , dia berjalan di sebuah tempat perkotaan yang keliatan cukup besar , kanan ... Dan kiri di penuhi dengan gedung yang hancur akibat kiamat yang mengerikan ini

" ....... Tempat ini berubah menjadi neraka , cukup menyedihkan " ucap plague

Plague merasakan bahwa tempat ini cukup berbahaya , meskipun siang hari banyak sekali mata mata yang mengawasi pergerakan plague seakan akan ingin menyerang dan menerkam plague

" Aku tidak punya senjata , apakah disini ada alat atau bahan untuk membuat sickle ?" Plague bergumam

Plague pun berhenti sejenak mencari bahan untuk membuat senjata , ada sebuah toko yang menjual perkakas dan senjata serta alat dapur , Plague pun masuk ke toko atau gedung itu karena tempat itulah yang cocok untuk mencari senjata

" ...... Baiklah saatnya mencari senjata yang cocok untuk ku " ucap Plague sambil masuk ke dalam toko

Pintu pun terbuka , di dalamnya masih ada senjata , perkakas , dan alat dapur serta bahan bahan lain yang sudah hancur akibat kiamat ini , setelah mencari cari senjata yang cocok selama 5 menit akhirnya plague menemukan sickle lebih tepatnya dual sickle

" Ah , perfecto dual sickle ...... Bila disini ada rantai mungkin akan coc-- ah aku menemukanya "

Plague pun menemukan rantai dan di sambungkan lah kedua sickle tersebut dan dia buat dual sickle with chain , senjata yang cukup berbahaya dan kuat

" ..... Baiklah , saatnya mencari tempat berlindung , sebelum aku bertemu dengan para mutant itu akan repot bila bertemu apalagi malam hari "

Setelah menemukan rantai dan dua sickle , plague pun melanjutkan perjalanannya , perjalanan yang dia tempuh ini cukup membingungkan karena dia juga tidak tau harus mulai dari mana

" ........Aku , harus mulai dari mana dulu ? sepertinya hal pertama yang harus ku lakukan adalah menemukan shelter atau tempat para survivor , dengan begitu misi ku akan dimulai "

Plague pun sudah menentukan pilihan nya , yaitu menemukan shelter atau tempat para survivor tinggal dan bertahan dari kiamat ini, plague terus mencari dan mencari hingga waktu pun gelap

" Hm? ..... Sudah mulai gelap ya? Baiklah , aku akan menyalakan api unggun , sepertinya tempat yang tepat adalah..... Ah itu dia "

Plague pun menemukan sebuah pagar besi yang rusak dan keluar dari kota yang cukup kelihatan berbahaya , hanya dari hawa dan feel nya saja sudah merinding , plague pun menemukan tempat yang pas untuk menyalakan api unggun , Plague pun selesai memnyalakan api unggun , dan mulai membuat tenda dari ranting , batang kayu , dan juga dedaunan sekita hutan waktu pun sudah malam disinilah waktu dimana para Infected dan Reated mulai bergerak dan liar layaknya hewan

" ........ Para monster itu mulai bergerak , ahh bahaya " plague bergumam

Tiba tiba terdengar suara ledakan dari arah kiri plague beristirahat , plague pun bangun

" Sepertinya ada ledakan , mungkin ..... Itu tidak bisa saja itu para monster itu ....... Tch baiklah aku akan menghampiri suara itu "

Plague pun yakin untuk menghampiri suara ledakan tersebut , dan setelah sampai di suara ledakan tersebut Plague melihat seorang wanita sendirian melawan reated beruang

" ..... Dia melawan reated seperti itu ? , Seingat ku reated memiliki level dan sepertinya yang ini adalah lv B " ucap plague

Plague pun membantu wanita itu , dan dia tidak lupa juga membawa senjatanya

Chapter 1 : The one step to better world

Plague akhirnya melanjutkan perjalananya , dia berjalan di sebuah tempat perkotaan yang keliatan cukup besar , kanan ... Dan kiri di penuhi dengan gedung yang hancur akibat kiamat yang mengerikan ini

" ....... Tempat ini berubah menjadi neraka , cukup menyedihkan " ucap plague

Plague merasakan bahwa tempat ini cukup berbahaya , meskipun siang hari banyak sekali mata mata yang mengawasi pergerakan plague seakan akan ingin menyerang dan menerkam plague

" Aku tidak punya senjata , apakah disini ada alat atau bahan untuk membuat sickle ?" Plague bergumam

Plague pun berhenti sejenak mencari bahan untuk membuat senjata , ada sebuah toko yang menjual perkakas dan senjata serta alat dapur , Plague pun masuk ke toko atau gedung itu karena tempat itulah yang cocok untuk mencari senjata

" ...... Baiklah saatnya mencari senjata yang cocok untuk ku " ucap Plague sambil masuk ke dalam toko

Pintu pun terbuka , di dalamnya masih ada senjata , perkakas , dan alat dapur serta bahan bahan lain yang sudah hancur akibat kiamat ini , setelah mencari cari senjata yang cocok selama 5 menit akhirnya plague menemukan sickle lebih tepatnya dual sickle

" Ah , perfecto dual sickle ...... Bila disini ada rantai mungkin akan coc-- ah aku menemukanya "

Plague pun menemukan rantai dan di sambungkan lah kedua sickle tersebut dan dia buat dual sickle with chain , senjata yang cukup berbahaya dan kuat

" ..... Baiklah , saatnya mencari tempat berlindung , sebelum aku bertemu dengan para mutant itu akan repot bila bertemu apalagi malam hari "

Setelah menemukan rantai dan dua sickle , plague pun melanjutkan perjalanannya , perjalanan yang dia tempuh ini cukup membingungkan karena dia juga tidak tau harus mulai dari mana

" ........Aku , harus mulai dari mana dulu ? sepertinya hal pertama yang harus ku lakukan adalah menemukan shelter atau tempat para survivor , dengan begitu misi ku akan dimulai "

Plague pun sudah menentukan pilihan nya , yaitu menemukan shelter atau tempat para survivor tinggal dan bertahan dari kiamat ini, plague terus mencari dan mencari hingga waktu pun gelap

" Hm? ..... Sudah mulai gelap ya? Baiklah , aku akan menyalakan api unggun , sepertinya tempat yang tepat adalah..... Ah itu dia "

Plague pun menemukan sebuah pagar besi yang rusak dan keluar dari kota yang cukup kelihatan berbahaya , hanya dari hawa dan feel nya saja sudah merinding , plague pun menemukan tempat yang pas untuk menyalakan api unggun , Plague pun selesai memnyalakan api unggun , dan mulai membuat tenda dari ranting , batang kayu , dan juga dedaunan sekita hutan waktu pun sudah malam disinilah waktu dimana para Infected dan Reated mulai bergerak dan liar layaknya hewan

" ........ Para monster itu mulai bergerak , ahh bahaya " plague bergumam

Tiba tiba terdengar suara ledakan dari arah kiri plague beristirahat , plague pun bangun

" Sepertinya ada ledakan , mungkin ..... Itu tidak bisa saja itu para monster itu ....... Tch baiklah aku akan menghampiri suara itu "

Plague pun yakin untuk menghampiri suara ledakan tersebut , dan setelah sampai di suara ledakan tersebut Plague melihat seorang wanita sendirian melawan reated beruang

" ..... Dia melawan reated seperti itu ? , Seingat ku reated memiliki level dan sepertinya yang ini adalah lv B " ucap plague

Plague pun membantu wanita itu , dan dia tidak lupa juga membawa senjatanya

Plague loncat dan melukai bagian leher dari beruang reated itu dan membuat beruang tersebut bergerak mundur

" Hey .... Aku akan membantu mu melawan beruang mutant itu " ucap plague membelakangi wanita tersebut

" Eh?!! kamu siapa?! " Tanya wanita itu dengan kebingungan serta kaget

" Aku akan menjelaskan itu nanti setelah kita berhasil membunuh beruang itu " ucap plague dan plague pun maju menyerang beruang itu

Dia terus menyerang dengan kecepatan yang kencang , dia terus berusaha mencari kelemahan dari reated itu

" Ha ha ... Ha .... seperti nya aku tau dimana kelemahan para reated tapi , bagian mana? " Tanya plague sambil terengah-engah

Tiba tiba beruang tersebut berdiri seolah olah mau membuat serangan gelombang tanah dengan menghentakan kakinya ke tanah , dan saat itulah plague melihat titik cerah untuk membunuh beruang reated itu

" Ah ... Dada nya itu dia saatnya !!! " Ucap plague lalu maju dengan cepat

" Hey apa yang mau kau lakukan?!! , Itu berbahaya?!" Perempuan itu kaget dan memperingatkan plague

Plague pun mengambil kesempatan tersebut dengan menendang jatuh beruang tersebut hingga telentang dan saat itulah dia menarik jantung reated tersebut

" Hiah!!!! " Plague menendang beruang itu dengan kencang dan berhasil membuatnya tumbang

" Hehehe , saatnya melakukan operasi " gumamnya dalam hati

Plague pun menaiki dada dari beruang tersebut dengan cepat dia menancap kan sickle dia , lalu menarik jantung nya .....

" Graah!!!! Matilah kau beruang madu , ini bukan lah waktu yang tepat untuk mencari madu!!! " Plague menarik jantung beruang tersebut

"Aaargh!!!!!!!!! " Beruang tersebut berteriak kesakitan

Dan plague pun berhasil mengalahkan beruang reated tersebut dengan mudah , dia pun memegang jantung tersebut dengan rasa yang puas serta lega , meskipun badannya sedikit terkena ciptratan darah dari reated tersebut

" Haaah , akhirnya aku berhasil .....ha ha hahaha kekuatan fisik ku kuat juga , ku tak menyangka hal itu " ucap plague dengan kagum pada dirinya

" Woah! , kau berhasil membunuh monster ..... Terima kasih telah membantu ku " wanita itu menunduk dan berterimakasih

" Sama sama, ayo mari ke camp ku aku akan mengenal kan siapa aku disana .....kau pasti lapar dan haus " plague mengajak wanita itu

" Ah iya " wanita tersebut mengangguk

Plague pun pulang bersama wanita misterius itu serta membawa jantung hasil melawan monster beruang mutant tersebut ......

.

.

.

.

.

.

-Bersambung-

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel Buku Harian Seorang Pengacara Muda
8.3
Edward Cicero adalah pemuda ambisius yang sedang menempuh pendidikan demi menjadi pengacara profesional. Namun, langkahnya di sekolah hukum langsung diuji saat ia harus menangani kasus perdana melawan perusahaan asuransi raksasa. Edward kini terjebak dalam dilema moral yang berbahaya. Ia wajib memenangkan gugatan itu dengan segala cara, termasuk menempuh jalur kriminal, atau ia akan menghadapi konsekuensi pahit berupa pengusiran dari kampusnya.
Sampul Novel ENTERNAL LOVE
9.0
Kehidupan Elgar hancur setelah penyihir hitam merenggut nyawa tunangannya, Carolina. Didorong dendam, ia berlatih di bawah bimbingan penyihir agung untuk memburu sang musuh. Namun, Elgar justru menghadapi pengkhianatan Putri Liana dan bertemu gadis misterius yang sangat mirip dengan Carolina. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: melanjutkan misi balas dendamnya atau mengungkap identitas asli gadis tersebut yang mengguncang jiwanya.
Sampul Novel Immortal Soul
9.1
Dalam dunia ini, kemampuan kultivasi hanyalah milik mereka yang terlahir dengan ikatan spiritual yang kuat. Sebaliknya, setiap individu dengan akar kefanaan telah ditakdirkan untuk menjalani hidup biasa tanpa kekuatan. Mo Wuji mendapati dirinya terjebak dalam kasta terendah tersebut karena hanya memiliki akar makhluk fana. Namun, apakah takdir benar-benar sudah mutlak baginya? Ikuti perjuangan Mo Wuji dalam menantang batas demi melampaui garis kemiskinan bakatnya.
Sampul Novel Menjadi Tahanan Mafia
9.3
Terjebak dalam salah paham antar geng mafia, Demora Salvatrucha bertekad membalas kematian ayahnya. Ia menyamar menjadi Erica, wanita lemah yang masuk ke sarang pemimpin Salvador demi misi balas dendam. Namun, sandiwara ini justru menjebak Demora dalam dilema identitas dan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah gejolak emosi dan konflik berdarah, mampukah ia menuntaskan misinya, atau justru identitas Erica akan selamanya menelan jati diri aslinya?
Sampul Novel Pedang Terhunus
9.3
Inilah catatan sejarah perjalanan hidup Khalid Bin Walid yang luar biasa. Sebagai panglima militer legendaris, ia mendedikasikan seluruh jiwa dan raganya demi membela panji Islam di berbagai wilayah. Kehebatan strateginya terbukti nyata melalui catatan rekor yang mencengangkan, di mana ia tidak pernah sekalipun merasakan pahitnya kekalahan di medan pertempuran. Ikuti kisah heroik sang pedang Allah dalam menaklukkan setiap tantangan yang ada.