Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CODE: FAUST

CODE: FAUST

Bumi menjadi neraka sejak 2028 akibat virus misterius yang mengubah makhluk hidup menjadi mutan mengerikan. Di tengah reruntuhan peradaban tahun 2036, faksi-faksi seperti The Government dan Black Beast saling berebut kuasa. Di dunia yang kejam ini, Dr. Plague, seorang profesor dengan masa lalu kelam, berjuang mengembalikan kedamaian demi menebus dosanya. Namun, ia harus menghadapi perang saudara dan radiasi sambil mengungkap misteri besar di balik wabah yang menghancurkan dunia.
Bab
Bagikan

Bab 3

Chapter 3: strange girl

Malam itu plague pun membawa wanita misterius itu ke camp yang di dirikan oleh plague , dan mereka berdua mulai mengisi energi mereka dengan makan dan minum karena mereka lelah setelah melawan mutant itu

" Ahh ..... Cukup melelahkan juga " plague meminum air mineral

" ....... Slurp , slurp" wanita misterius itu memakan mie yang diberi oleh plague dengan lahap

" ....jadi , nama mu siapa? " Tanya plague pada wanita itu

" Gulp.... Ah , seharusnya aku yang bertanya seperti itu ke kamu , nama mu siapa? " Wanita itu bertanya balik

" Baiklah , nama ku Profesor Plague aku adalah seorang yang ahli dalam bidang sains , mulai dari biologi , fisika , dll ....dan salam kenal " Plague mengenal kan dirinya dan menjelaskan siapa dirinya

" Namamu itu cukup aneh , kamu tidak punya nama asli ? " Tanya wanita itu karena nama plague yang aneh

" Tidak , aku terlahir tidak punya nama jadi daripada bingung untuk memberi nama , aku jauh lebih suka menamai diri kusendiri dengan juluk kan ku sendiri " ucap plague

" Jadi begitu , ..... Aku tak pernah melihat mu dimana pun , bahkan sebelum kiamat ini dimulai ......oh ya perkenalkan nama ku Sophia " ucap sophia mengenalkan dirinya kepada plague

" Salam kenal juga sophia , ...jadi apa yang kamu lakukan malam malam seperti ini bukan kah berbahaya? " Tanya plague karena ia bingung mengapa wanita sendirian keluar malam malam di saat kiamat ini

" Uhh soal itu ...... Aku terpisah dari team raid ku , aku dan teman teman ku sedang mencari supply namun aku tersesat dan malah terarah kesini " ucap sophia menjelaskan apa yang terjadi

" ..... Begitu , lalu apakah pada saat kamu terpisah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya plague

" ....... Iya , kami dikejar mahluk seperti kelelawar yang besar , kami lari dan lari dan akhirnya terpisah karena ..... Aku dikejar oleh satu monster lagi" ucap sophia

" ...... Hmm beruang itu ya? " Tanya plague

" Bukan ini , jauh lebih menakutkan ..... Dia berbentuk kadal yang bisa berkamuflase " ucap sophia

" Bunglon? Hmmm .... Bisa saja , bunglon memiliki ability untuk bisa berkamuflase dengan tempat sekitar "

" Mungkin , aku sangking paniknya tidak ingin melihat kebelakang"

" Ahh baiklah" Plague berdiri dari posisi duduknya " ayo kita tidur , aku tidur diluar kamu tidur di dalam camp yang kubuat saja "

Ucap plague

" Lah , kalo kamu gimana? " Tanya sophia bingung

" Tenang aku bisa tidur dimana pun , baiklah saatnya istirahat " ucap plague dengan tenang

" Baiklah ....." Sophia pun berdiri dan pergi ke camp untuk tidur " umm sekali lagi makasih telah menyelamatkan ku " ucap sophia

" Hah , sama sama " ucap plague

Sophia duluan tidur dan plague diam di luar memandangi langit , dia terpukau dengan pemandangan langit " .....jadi akhirnya aku bisa melihat sisi yang jauh lebih indah dari malam, hm aku harus berterimakasih atas kiamat yang terjadi ini , baiklah saatnya tidur " plague pun duduk di pohon dan siap untuk tidur

Akhirnya mereka berdua tidur , malam pun pergi dan pagi pun tiba , Plague bangun pas sekali disaat matahari sudah mau naik

" Hoaam...... , Sudah pagi nampaknya " plague menguap dan melihat ke langit

" Hm ? , Dia tertidur dengan lelap sekali .... Saatnya ku bangun kan " plague berdiri dan menghampiri sophia yang tertidur untuk membangunkan " Sophia , ...hey bangun sudah pagi " plague berusaha membangunkan sophia

" Hmm? ...... Ah Plague " dia pun langsung bangun dan kaget karena di bangunkan oleh plague

" Ini sudah pagi hari , bangun lah" ucap plague

" Ah okay ...... Hoam.... Masih subuh ternyata namun cahaya matahari sudah keliatan , nampaknya sekarang jam 6" ucap sophia dan dia pun bangun dengan menggosok matanya

" Hmmm kau benar , nampaknya ini jam 6 baiklah mari kita mandi " ucap plague mengambil sebuah kain seperti handuk

" Eh?!! Mandi?! Bareng gitu? " Tanya sophia dengan muka memerah kaget

" Engga lah , jika kamu gak mau mandi tidak apa ....aku tidak suka badan ku kotor seperti ini aku harus tetap menjaga kehigienisan badan ku apalagi kemaren aku terkena cipratan darah " ucap Plague

" Oh ya jantung nya kamu kemana kan plague? " Tanya sophia

" Hmm aku taruh di situ didalam plastik kresek yang ku temukan dijalan " ucap plague

" Sejak kapan kamu menyimpan nya , perasaan aku gak lihat? " Tanya sophia

" Sejak di perjalanan menuju camp " ucap plague

" Ohh , ..... Pantas tadi kamu tiba tiba menghilang " ucap sophia

" Baiklah aku harus membersihkan diri ku , dah ! " Ucap plague dan dia pergi meninggalkan Sophia sendirian

Plague pun berjalan mencari sumber air seperti sungai , atau danau yang tidak dalam supaya tidak membahayakan dirinya , setelah berjalan cukup lama dia menemukan sungai yang arusnya tenang

" .....haah , akhirnya mandi saatnya menyegarkan diriku " ucap plague sambil membuka baju dan topeng nya dan menggantung baju nya di pohon

" Haaah .... Segarnya aku akan berendam disini tidak cukup lama " ucap plague sambil berendam dengan tenang

Setelah berapa menit plague berendam dia pun akhirnya naik ke permukaan untuk mengenakan baju dan topengnya , dan kembali ke camp

Setelah berjalan akhirnya plague sampai camp , disitu sophia sedang duduk dan menunggu plague

" Ah Plague akhirnya kau selesai juga " ucap sophia

" ..... Iya ,baiklah ayo kita bergerak mari kita cari teman mu , kamu tau terakhir kali kamu bertemu atau berpisah dengan teman mu , mungkin kita bisa bertemu dengan mereka disana " ucap plague

" Pasti mereka mencari ku .....ayo kesana aku masih ingat tempatnya dimana " ucap sophia dan bangun dari duduknya

" Okay ayo , kau tunjukkan jalannya lady " ucap plague

Plague pergi bersama sophia ke tempat dimana dia terakhir kali berpisah dengan teman temannya , mereka berjalan dan berjalan akhirnya sophia menemukan tempat dimana ia terakhir kali berpisah dengan teman temannya

" Disini , seingat ku disink aku ingat sekali dan tidak mungkin salah " ucap sophia meyakinkan plague

" Disini , auranya ...... Agak aneh ... seperti ada ..... Bentar , kenapa aku bisa merasakan keberadaan mereka dari aura bahkan bau nya " plague bergumam dan kebingungan karena hidden ability yang dia miliki

" Plague..... Plague!! " Sophia berusaha menyadarkan plague yang sedang melamun

" Ah iya , maaf aku melamun " plague pun tersadar dari lamunanya

" Kamu ..... kenapa dari tadi aneh melamun saja ada yang aneh kah? " Tanya sophia kebingungan karena tingkah nya Plague

" Ah sebenarnya, aku merasakan aura yang aneh di daerah sini ..... Seperti ada dua monster yang sedang tinggal disini " ucap plague sembari melihat sekitar

" Hmmmm , apa jangan jangan itu reated yang mengejar teman teman ku dan aku ? " Tanya sophia

" Hmmm sepertinya karena aku merasakan aura seperti bukan manusia ........bentar ada yang datang ..... Sial dia cepat sophia kebelakang " ucap plague dengan panik karena kaget ada pergerakan yang cepat

" Hm? Dia berhenti ........wait ......dia invisible , sophia hati hati belakang mu" ucap plague memperingati sophia

" Ah iya " sophia memgangguk

" ...... Mereka sepertinya merasakan kita baiklah saatnya mulai battle " ucap plague

Mereka pun harus dihadapkan dengan Reated yang punya kekuatan invisible mereka berdua berjaga di tempatnya agar tidak terjadi hal yang merepotkan bahkan membahayakan mereka berdua

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-Bersambung-

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KKL" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KKL
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Sang Mafia
9.3
Wilson Zavierson, pemimpin mafia Dragon, tak sengaja menghabiskan malam bersama Viyone Florencia. Kejadian itu membuat Viyone hamil, namun ia justru menikahi Jeff. Chris, putra mereka, kerap disiksa Jeff hingga nyaris tewas. Saat Viyone hancur akibat pengkhianatan Jeff, Wilson muncul menyelamatkannya dari penjara. Viyone pun terkejut mengetahui identitas asli penolongnya. Mampukah Wilson melindungi Viyone dan Chris, serta mempertemukan kembali putra kembar mereka yang terpisah?
Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh kini memegang misi baru sebagai pelindung seorang ilmuwan jenius. Keselamatan sang ilmuwan terancam setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan yang sangat krusial. Namun, di tengah situasi berbahaya yang mengintai nyawa mereka, benih-benih asmara justru mulai tumbuh. Pertemuan intens ini memaksa sang gadis menghadapi konflik batin saat perasaan profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan bahwa wanita yang tersakiti mampu menjadi sosok yang sangat tangguh. Demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya, ia bergabung dengan Agency The Angel sebagai wanita panggilan kelas atas. Bersama sang adik, Shasya, Felisha rela terjun ke dunia prostitusi elite demi melacak sang pembunuh. Mereka mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini demi mengungkap kebenaran dan membalas rasa sakit hati yang selama ini terpendam.
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Seorang pemuda desa terpaksa merantau ke kota besar demi menyambung hidup. Dengan tekad sederhana, ia bercita-cita menjadi seorang pengawal profesional. Namun, takdir justru menyeretnya ke dalam gelapnya dunia kriminal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tanpa disadari, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang menuntunnya menjadi sosok gangster. Kini ia terjebak dalam pusaran konflik bawah tanah yang menguji prinsip serta keberaniannya.
Sampul Novel KUNYIT DARI SARANJANA
8.2
Lawen, pemuda dari Suku Dayak Bakumpai, terjebak dalam masalah besar saat menjadi buronan di kota gaib Saranjana. Tanpa tahu kesalahan pastinya, ia diburu oleh Panglima tertinggi yang sangat berambisi menangkapnya. Situasi kian genting karena Raja Saranjana menggelar sayembara dengan imbalan fantastis: separuh wilayah kerajaan serta kesempatan menikahi sang putri bagi siapa saja yang berhasil meringkus Lawen. Kini, nyawa Lawen berada dalam ancaman besar.
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa saat mengarungi Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu tersebut. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Isamu kini memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah, yang ternyata adalah mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.