Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)

CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)

Hubungan Ayu dan Irfan hancur karena restu orang tua yang tak kunjung datang. Irfan terpaksa menikahi Desi, sahabat Ayu, sementara Ayu melarikan diri ke kota demi menyembuhkan luka. Saat Ayu mulai membuka hati bagi pria lain, Irfan muncul kembali untuk mengejar cintanya. Meski Irfan berjanji hanya mencintai Ayu selamanya, Ayu menolak keras. Ia tak sudi menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mantan kekasihnya itu meski perasaan lama masih ada.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kita putus ya, Neng !" 

Deg … deg … deg …

Ayu mengedipkan matanya beberapa kali seakan ingin meyakinkan pendengarannya. Siapa tahu ia lupa mengorek kupingnya. 

Mereka saling bertatapan dalam diam. Ayu tampak shock tapi tak lama ia terkekeh. Di langit, awan mulai gelap pertanda sebentar lagi hujan akan turun.

"Aa itu kenapa? Ada masalah? Dikit-dikit bilang putus."

"Neng, Aa serius. Kita mesti putus." Irfan menarik tangan Ayu yang sedang memainkan ranting didepannya, agar menghadapnya.

Mereka duduk berhadapan dengan raut wajah berbeda. Ayu yang mesam-mesem tak percaya, dan Irfan yang menatapnya terluka.

"Sok aja lah. Palingan juga nanti kangen samaNeng, balikan lagi. Aa mah kan gitu. Bilangnya putus, tapi nanti malah makin gencarngerayu Neng. Ujung ujungnya ngajak balikan. Gak aneh." Cibir Ayu sambil memukul pelan pipi Irfan.

Namun Irfan tak bergeming, ia tak jua melepaskan pandangannya dari wajah Ayu meski Ayu meneruskan memukul dan mencubit pipinya pelan. Ayu mengerutkan kening, dalam hati ia menduga tentang satu hal. Jangan-jangan,

"Kemaren, domba bapak Aa kalah lagi sama si Asep, domba bapak Neng. Bapak ngamuk trus nyuruh mutusin Neng." Tuh kan bener ...

"Trus masalahnya apa, Aa? Kan kita mah udah biasa kayak gini. Orangtua berantem, kita yang disuruh putus tapi tar juga balikan lagi kan? Ini mah kamuflase aja biar ortu kita tenang kan?"

Irfan memalingkan wajahnya ke kiri, menyamarkan kesedihan di wajahnya. Ayu membalikkan wajah Irfan supaya menghadapnya, namun kali ini Irfan menepisnya dan menatap ke arah lain. Ayu mengerucutkan bibirnya kesal.

"Terus aja bilang gitu, Neng gak percaya lagi."

"Maaf, Neng. Kali ini kita beneran putus. Aa dijodohin sama temen deket Neng, si Desi."

Deg deg deg.. Me Ni Kah ??!!! Jadi ini teh beneran.

Ayu meraung menangis tak percaya. Ia memukul dada Irfan sekuat yang ia mampu. Ia tak terima Irfan meninggalkanya begitu saja setelah 5 tahun mereka bersama. Harusnya Irfan menolak perjodohan itu dan memperjuangkan cinta suci diantara mereka. Bukankah Irfan selalu berjanji akan menikahinya?

"Neng gak terima. Harusnya Aa tolak perjodohan itu. Kamu janji bakal nikah sama Neng. Dasar pembohong." Ayu meraung histeris.

"Maafin Aa, Neng. Aa juga ga mau dinikahin sama Desi tapi ini keputusan orangtua. Aa ga mau jadi anak durhaka. Selamanya Neng akan menjadi yang terbaik di hati Aa,"

Plaakk...

"Neng! Ngomong dong, jangan diem terus." Irfan memanggilnya sambil mengguncang jemari tangannya yang mendadak dingin.

Ayu tersentak dari lamunannya. Ia meringis dalam hati. Ternyata kemarahannya itu hanya ada dalam hatinya saja. Seandainya ia bisa mengatakannya dan meminta Irfan menolak perjodohan itu.

"Kenapa harus Desi? Emang gak ada cewek lain. Neng sama Desi kan teman dekat." Ulu  hatinya berdenyut sakit. Ingin rasanya ia berteriak melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya, tapi itu tidak mungkin. Ayu terlalu takut untuk melakukannya. Ia selalu takut.

Gadis cantik itu melampiaskan ketakutannya dengan melempar ranting kayu di sampingnya dan mengenai kadal yang sedang bersembunyi di balik rerumputan. Kadal itu auto lari ketakutan.

"Itu mau Mamah bukan Aa. Tahu sendiri kan Desi sering ngasih dia masakannya. Katanya Desi pinter masak jadi pasti bisa ngurusin Aa, makanya mamah memilihnya."

Ayu menggigit bibirnya, pahit. Di langit, air hujan mulai meneteskan butirannya, mengenai kakinya.

"Ya udah, mau gimana lagi. Gimana pun juga hubungan kita emang gak akan ada masa depan tanpa restu orangtua. Apalagi Mamah, dia kan ga suka banget sama Neng,"

Gadis  manis bertahi lalat tipis dibawah bibir itu tersenyum getir, ia memalingkan wajahnya ke depan. Menatap hamparan padi yang hijau." Sudahlah, ikutin aja mau Mamah. Yang penting mereka bahagia."

“Tapi Aa mah gak bisa jauh dari kamu, Neng. Kita kawin lari aja, hayu! Aa janji bakal bahagiain Neng." Lelaki berambut cepak itu menepuk dadanya sendiri, bangga.” Kalau cuman nafkahin Neng seorang mah Aa sanggup. Beliin rumah, motor, Aa bisa. Gak bakal sengsara hidup sama Aa mah.”

Ayu terkekeh. Kalau lagi ngerayu, lelaki bertampang sangar  ini manis sekali. Es krim saja bisa mencair kalau mendengar rayuannya. Kadang dia sedang marah pun lupa dengan marahnya, malah makin jatuh cinta.

Hujan mulai menetes sedikit demi sedikit, mengenai ujung kakinya yang hanya mengenakan sandal teplek. Saung tempat mereka berteduh mengeluarkan bunyi nyaring saat tetesan hujan mengenai atapnya.

"Jangan jadi anak durhaka. Mana ada orang hidup bahagia kalau melawan orangtua? Turutin aja maunya orangtua biar hidupnya berkah. Neng ikhlas kok Aa nikah sama Desi." Mendadak Ayu merasa seperti ada silet yang mengiris ulu hatinya. Ngomong apa sih kamu, Yu! Hiiikks …

Irfan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mencibir tak percaya." Yakin Aa boleh nikah sama Desi? Wajahnya pucat gitu. Asal Neng bilang ga boleh, Aa ikutin. Aa mah ngikutin apa kata Neng aja." 

Lagi, Ayu tertawa melihat kebesaran tekad laki-laki yang sudah lima tahun menjalani hubungan dengannya. " iya, Neng rela melepas Aa kali ini untuk selamanya. Selamat ya! Semoga berbahagia.”

Ayu mengulurkan tangannya, mengucapkan selamat. 

Bukannya membalas uluran tangan itu, Irfan justru meraung." Kamu mah selalu begitu dari dulu. Gak pernah peduliin perasaan Aa itu cuman cinta sama Neng dan cuman pengen nikah sama Neng. Ngerti gak?”

Ayu salah tingkah melihat Irfan seputus asa itu.“ Jangan ngomong gitu atuh, Aa. Aa harus belajar melepas Neng. Ya udah atuh, Neng pulang dulu biar Aa cepat lupa sama Neng. Hujannya juga makin lebat. Nanti Emak nyariin. Selamat tinggal Aa …” 

Baru saja kaki gadis manis itu menginjak tanah dibawah saung, bola matanya membelalak lebar saat Irfan menarik tubuhnya kembali ke dalam saung. Tubuhnya jatuh terlentang diatas lantai kayu yang terbuat dari kayu itu..

“Kalau cara baik-baik gak bisa, begini saja .."

Belum sempat Ayu mencerna perkataan Irfan, tiba-tiba Irfan menindih tubuhnya. Sontak Ayu menendangnya sampai Irfan terjengkang ke luar. Hujan deras mengguyur tubuh Irfan seketika saat tubuhnya berada di alam terbuka.

Ayu menangis tertahan, bibirnya bergetar." Aa gila. Neng gak nyangka Aa tega berbuat begitu sama Neng. Aa jahat!" 

"Maaf Neng, Aa khilaf ta ..."

Suara Irfan terputus saat suara yang lebih besar memekakkan gendang telinga mereka. Ayu menjerit ketakutan, ia menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.

Jegerr ... jeger ...

Suara petir menggelegar, kilatan cahayanya saat mengenai hamparan padi terlihat mengerikan. Hujan auto turun dengan derasnya bak ditumpahkan dari langit sana.

Ayu melepaskan tangan yang menutup kupingnya saat suara petir menghilang. Ia menatap Irfan kecewa.

“Jangan pernah temuin Neng lagi. Kita putus.”

Ayu berlari menuju kendaraannya yang basah kuyup di bawah pohon. Ia mengebut pulang tanpa mempedulikan lelaki dibelakangnya yang memandanginya dengan tatapan terluka.

~~~***~~~

Musim rendeng atau musim penghujan sudah datang. Hujan turun hampir setiap hari dengan curahnya yang deras. Untung Ayu menaiki motornya sendiri, jadi ia bisa ngebut pulang, meski ia yakin Irfan takkan mengejarnya.

Sepanjang perjalanan itu, Ayu hanya bisa menelan kekecewannya dalam hati. Harusnya ia marah dengan perbuatan Irfan tapi entahlah. Di satu sisi Ayu memaklumi sikap Irfan yang nekad itu karena ingin memilikinya dengan jalan pintas, tapi disisi lain ia bingung. Perbuatan Irfan sungguh merupakan dosa besar! 

Sesampainya di daerah tempat tingalnya, hujan sudah berhenti turun. Ayu nyaris membelokkan motornya ke rumahnya saat dilihatnya di jalan, seekor rubah sedang berjalan sendiri menenteng plastik berisi baso. Sepertinya dia baru saja membeli baso ke pedagang baso yang mangkal diujung jalan dekat rumahnya.

Ayu membelokkan motornya, menghadang jalan rubah tak tahu malu itu. Sosok rubah bertelinga panjang yang sedang menunduk memainkan ponselnya, mengangkat kepalanya karena terkejut. Namun raut wajah itu berganti senang setelah mengetahui siapa yang menghalangi jalannya.

"Eh Ayu, darimana?"

Ayu berdecih," Selamat ya, akhirnya mimpimu bersanding dengan a Irfan terkabul juga."

Senyum rubah itu lenyap, berganti seringai." Terima kasih juga karena udah jagain jodohku.”

Ayu mendengus, ia mulai emosi.“ Des, kita kan teman. Harusnya kamu menolak lamaran itu, untuk menjaga perasaanku. Kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku?”

"Aku terpaksa menerima lamarannya. Kan pamali nolak lamaran orang, nanti bisa susah lagi.  Kamu tahu kisah Tari yang nolak lamaran, trus diguna-guna sama orang yang ngelamarnya. Akhirnya sampai sekarang belum nikah juga padahal usianya menginjak kepala tiga. Aku gak mau lah kayak gitu. Sereemm ..." wajah Desi berubah murung, nyaris menangis.

"Omong kosong. A Irfan tak mungkin melakukan itu. Kamu memang sengaja kan melakukan ini karena kamu emang sudah lama naksir A Irfan, kan? Jangan-jangan masakan yang aku titip buat Mamah, kamu akuin itu sebagai masakanmu. Iya?" tutur Ayu sengit.

"Kalau aku bilang itu dari kamu, mamah gak akan makan. Mamah kan benci banget sama kamu. Dengar nama kamu aja dia marah, apalagi memakan masakanmu. Sayang kan, daripada makanannya dibuang, mending diakalin gitu. Harusnya kamu berterima kasih sama aku. Berkat kepintaranku, makananmu tidak terbuang." Desi mencibir.

Ayu tercekat. Seharusnya ia mendengarkan kata hatinya selama ini. Ia memang sudah curiga sejak Desi selalu sengaja bertanya setiap hari, mana titipan untuk Mamah. Sekarang terbongkar sudah.

“Kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku? Apa salahku sama kamu?” pekiknya.

"Gak usah sok sedih deh, bukannya sejak dulu kamu ingin putus selamanya dari Irfan? Kenapa sekarang malah sewot? Harusnya kamu berterima kasih sama aku, karena berkat aku kalian bisa putus selamanya. Haha …“

Ayu mengepalkan tangannya, menahan amarah yang semakin membuncah didadanya. Desi menepuk motor Ayu pelan, karena Ayu tak menyahuti ucapannya.

“Sebenarnya Irfan sudah lama ingin mutusin kamu. Tapi dia bingung kapan waktu yang tepat untuk mutusin kamu. karena dia tahu mana perempuan yang pantas diajak nikah, mana yang hanya untuk main-main saja. Nih, lihat pesannya …” Desi menunjukan sebuah chatingan diponselnya, didepan wajah Ayu. Sayang, Ayu tak bisa melihatnya dengan jelas.

“Dia bilang kalau sebenarnya dia cinta sama aku dari dulu. Sama kamu itu cuman gak enak aja, soalnya kamu kelihatan cinta banget sama dia. Asal kamu tahu, kalau kita sedang berdua, dia itu romantic banget sama aku. Tapi kalau didepan kamu, kita bersikap biasa aja untuk menjaga perasaanmu.”

Seperti menuang cuka dilukanya yang masih terbuka, perih sekali. Ayu kecewa, ia tak menyangka Irfan tega mempermainkannya selama ini.

Untung saja mereka putus, kalau tidak pasti lebih sakit lagi kalau ternyata Irfan bermain dibelakangnya setelah menikah. Dasar pembohong kamu, Fan! Aku benci sama kamu.

“Aku benci sama kamu, Desi! Pengkhianat seperti kamu pantas diberi pelajaran.”

Ayu turun dari motornya dengan marah. Ia ingin memberi pelajaran rubah tukang tikung itu. Tapi belum ia memberi bogem mentahnya, Desi lebih dulu mendorongnya dengan keras ke tanah.

“Aku gak takut sama kamu, mah, Yu! Kamu bahkan bukan tandinganku. Haha ….”Desi tertawa terbahak-bahak. 

Ayu menggigit bibirnya, pahit.“ Jahat kamu, Desi. Padahal aku benar-benar tulus sama kamu. bahkan nganggap kamu saudara aku. Tapi kamu tega menusukku dari belakang. Aku nyesel pernah nerima kamu jadi temanku.” Tutur Ayu serak. Sudut matanya mulai berkaca-kaca.

Desi tertawa melengking,” buodo amat ya, haha …” 

'Kawin, kawin, minggu depan aku kawin… kawin, kawin, bobo ada yang ngelonin.'

Desi berlalu menyisakan tawanya yang mengerikan. Ayu terisak. Tak mengira hidupnya semenyedihkan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bastard My Stepfather
7.9
Dave Eshan Mahendra akhirnya menyerah pada pernikahan enam tahunnya dengan Dara Caroline. Di balik perselingkuhan istrinya, Dave ternyata memendam rasa pada putri tirinya, Clara. Kabar perceraian ini mengejutkan Clara yang ceria hingga ia mendatangi kantor Dave. Tak disangka, Dave justru menyatakan cinta padanya. Setelah bimbang cukup lama, Clara menerima perasaan itu. Namun, hubungan rahasia ini membawa Clara pada fakta tersembunyi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Cinta Disisa Serpihan Hati
8.4
Niat Dania menolong Ilham dari kejaran orang asing justru berujung pada pernikahan siri akibat salah paham warga. Meski terikat secara mendadak, kebersamaan mereka saat berkelana ke berbagai daerah justru menumbuhkan perasaan cinta. Namun, keselamatan Ilham terancam oleh rencana jahat ibu dan saudara tirinya yang ingin menguasai warisan hotel ayahnya. Kini, Dania harus mendampingi sang pewaris dalam pelarian berbahaya demi mempertahankan hidup dan cinta mereka.
Sampul Novel Gairah Suami Perkasa
8.0
Marvin Rock adalah sosok lelaki yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga kekuasaan besar. Meski dikelilingi oleh banyak wanita hebat yang memuja statusnya, Marvin tetap mengutamakan ketulusan hati di atas segalanya. Kehidupannya penuh dengan gairah dan dominasi, bahkan sang istri sendiri mengakui keperkasaan suaminya dengan penuh rasa bangga. Inilah kisah tentang kekuatan, harta, dan pesona seorang pria yang tak tertandingi di dunianya.
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Insiden di jalan raya menjadi awal takdir yang mempertemukan Jingga dengan Langit. Jingga adalah gadis tulus yang kerap menghadapi kemarahan ibunya, sementara Langit merupakan pemuda baik hati dari keluarga konglomerat yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Perjalanan asmara mereka tidaklah mudah, karena keduanya harus menghadapi berbagai ujian hidup yang rumit dan menguras emosi demi mempertahankan ikatan cinta yang telah terjalin kuat.
Sampul Novel Kau Menebar Dusta di Hatiku
9.3
Liyana bekerja sebagai ART di rumah Rafly dan Nadya yang dilanda krisis. Setelah memergoki Nadya selingkuh, ia dijebak misi rahasia oleh Alvin untuk menggoda Rafly demi uang pelunasan hutang keluarga. Meski awalnya terpaksa, keluguan Liyana justru menjerat Rafly dalam gairah tersembunyi. Kini, hidupnya penuh ketegangan saat rahasia mulai terkuak. Di tengah dominasi Rafly yang misterius, Liyana harus berjuang menahan perasaan agar tidak hancur dalam dunia pria itu.
Sampul Novel Nyonya yang Ditinggalkan Menjadi Ratu Mafia
9.7
Selama satu dekade, Selena Menezwa mendukung Caius Capone hingga ia berkuasa. Namun, Caius justru memilih Charlotte, seorang pemain biola dari keluarga terpandang, sebagai Ibu Mafia karena menilai Selena tidak pantas. Tanpa perdebatan, Selena pergi meninggalkan pria itu. Caius tidak menyadari bahwa Selena adalah putri keluarga Menezwa yang sangat kuat dan atasan Charlotte di orkestra. Kini, seorang pedagang senjata hebat telah siap menjadi tunangan baru Selena.