Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA TUAN CEO

CINTA TUAN CEO

Linggar, selebgram dan beauty vlogger ternama, bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Darka, di Bali. Meski sempat balikan, kehadiran Radit, pengusaha restoran sekaligus sahabat kakaknya, mengalihkan perhatian Linggar. Konflik memuncak saat Linggar tahu Darka dekat dengan Sena, sementara Darka pun memergoki kedekatan Linggar dengan pria lain. Video putusnya mereka viral hingga masuk TV, memaksa Linggar dan Darka benar-benar mengakhiri hubungan mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

BAB 2

Linggar berjalan menuju lobby, ia tahu bahwa kantor ini adalah kantor abang iparnya Tibra. Linggar menempelkan ponsel di telinga kirinya. Ia menunggu Dian mengangkat ponselnya. Sedetik kemudian sambungan terangkat.

"Iya Ling,"

"Gue udah di kantor lo," ucap Linggar.

"Kan gue udah bilang, gue masih kerja gimana sih lo,"

"Ya, minta ijin keluar bentar lah, kalau ke sorean enggak bisa, gue mau persiapan ngevlog,"

"Atasan gue galak tau, enggak bisa,"

"Lo bagian apa sih," ucap Linggar penasaran.

"Gue sekretaris,"

"Owh sekretaris," Linggar lalu menekan tombol merah pada layar. Mematikan sambungan ponselnya.

Linggar terus berjalan menuju salah satu ruangan yang ia hafal betul di mana letak ruangan itu. Ia tahu yang di maksud Dian atasannya yang galak itu adalah Tibra. Linggar mamadang pintu berbahan kaca, dan membuka hendel pintu.

Linggar memandang seorang wanita, yang berjalan mendekati arah pintu. Wanita berparas cantik itu menghentikan langkahnya, dan mungkin terkejut atas kehadiran dirinya.

Dian tadi sempat ingin memarahi orang yang masuk tanpa di undang itu. Ia tidak percaya bahwa yang ada di hadapannya adalah Linggar. Terlebih anak ABG itu masih berseragam perawat kebanggaanya. Dian dengan cepat menghampiri Linggar, yang masuk seenaknya udelnya.

"Lo kok bisa tau ruangan gue," ucap Dian, pelan nyaris berbisik.

Masalahnya di dalam ada Tibra atasannya. Tibra bisa marah besar, Ia tidak ingin di pecat hanya gara-gara bocah satu ini

"Tau dong, gue udah pernah berapa kali ke sini," ucap Linggar santai.

Dian mengerutkan dahi, "Ngapain lo ke sini,"

"Ngantarin makanan sama atasan lo, soalnya waktu itu bekal makananya ketinggalan gitu deh,"

Dian lalu berpikir cepat dan ia menepuk jidatnya. Ia pernah membayangkan sebelumnya bahwa wajah Linggar, mirip dengan Hanum.

"Jangan bilang kalau lo adiknya Hanum," ucap Dian.

"Lo kenal kakak gue,"

"Kenal dong, dulu kan kerja di sini," ucap Dian.

Tibra mendengar percakapan dua orang wanita di sana, ia lalu keluar dari ruangannya, ia ingin tahu siapa tamu yang datang tidak di undang itu. Alis Tibra terangkat, memandang adik iparnya di sana.

"Linggar," ucap Tibra.

"Eh mas," ucap Linggar kikuk.

"Tumben bener kamu datang ke sini," ucap Tibra, ia memperhatikan penampilan Linggar, yang masih berseragam putih, ia yakin bahwa adik iparnya itu tidak pulang ke apartement.

"Dian temen aku mas," ucap Linggar.

"Owh, jadi kalian temenan,"

"Udah lama mas, aku temenan sama Dian. Aku baru tahu, bahwa Dian ternyata kerja sama mas,"

"Ya, terus kenapa kalau Dian teman kamu," Tibra melipat tangannya di dada, ia tahu bahwa sang adik ipar pasti akan membuat ulah lagi.

Linggar mendekati Tibra, memasang wajah memelas, "Mas, aku pinjam Dian ya,"

"Pinjam kemana?" Tanya Tibra.

"Pinjam mau ngajak ke mall," ucap Dian jujur.

"Sorean kan bisa, ini masih siang juga," ucap Tibra, ia melirik jam melingkar di tangannya menunjukkan pukul 13.12 menit.

Dian mendengar itu hanya bisa diam, biarkan mereka saja berbicara. Baginya Linggar sungguh berani, dengan Tibra yang terkenal dengan tidak punya hati itu.

"Enggak bisa mas, jam tujuh nanti aku harus buat ngevlog, untuk brand terbaru aku,"

Tibra tahu bahwa adik iparnya kini sepertinya sudah menikmati perannya sebagai Vlogger. Ia yakin sebentar lagi Linggar akan menjadi artis, dengan bermodal wajah cantik yang di milikinya. Setidaknya Linggar sudah menjadi jati dirinya.

"Ke mall kamu mau beli apa?" Tanya Tibra penasaran.

"Beli kado buat temen aku yang mau nikahan,"

"Teman kampus kamu yang nikah?"

"Bukan mas, tapi teman ngumpul jaman dinosaurus,"

Tibra menyungging senyum, teman macam apa yang di maksud jaman dinosaurus, "Kamu dari kampus langsung ke sini," ucap Tibra,

"Iya mas,"

"Enggak ganti baju dulu,"

"Ya, biarin aja lah, aku kan emang perawat mas," ucap Dian.

Linggar melirik Tibra, "Mas, Linggar pinjam Dian nya ya, pliss,"

"Iya boleh,"

"Tapi nanti jangan marahin Dian," ucap Linggar lagi, ia tahu bahwa Tibra emang terkenal tidak berperikemanusia ketika di kantor, itu juga ia mendengar dari saudaranya Hanum.

"Ya, enggaklah, ngapain dimarahin kalau enggak salah,"

"Takutnya kan, karena aku ngajak Dian pergi gini,"

"Iya, enggak apa-apa pergi aja,"

"Mas baik deh,"

"Kamu ada uang?" Tanya Tibra mencoba memastikan Linggar tidak kekurangan apapun.

"Mas mau ngasi aku uang?" Ucap Linggar tidak percaya, sungguh ia senang ketika abang iparnya menawarkan secara cuma-cuma.

"Kalau kamu mau," ucap Tibra.

"Mau mas," ucap Linggar, tanpa berpikir dua kali.

"Yaudah ikut mas," ucap Tibra lalu, melangkah masuk ke dalam ruangannya, di ikuti oleh Linggar dari balakang.

**************

"Lo di kasih berapa sama abang ipar lo," tanya Dian penasaran, ia memasang sabuk pengamannya.

"Lumayan, dikasih dua juta," ucap Linggar, ia menghidupkan mesin mobil meninggalkan area kantor.

"Baik banget,"

"Entahlah mimpi apa abang ipar gue, tumben bener mau ngasi gue duit,"

"Mungkin di liatnya lo mau belanja, jadi di kiranya enggak ada duit,"

"Sebenarnya gue tadi mau bilang kurang. Tapi kakak gue galak, enggak jadi deh, takut dia marah," ucap Linggar.

Dian mengerutkan dahi, menoleh ke arah Linggar, "kakak lo galak,"

"Banget, gue juga pernah di gampar,"

"Kok bisa," ucap Dian.

"Bisa lah, gue juga sih yang salah,"

"Lo salah kenapa?"

"Gue sebenarnya salah jurusan, tau lah lo, saking pengennya gue kuliah di Jakarta, gue asal sebut aja, gue mau kuliah perawat, gue bawa aja brosurnya sama kakak gue, kebetulan banyak yang sosialisasi gitu di sekolah gue dulu,"

"Setelah itu, gue ikut tes, gue lolos dan gue kuliah deh. Baru beberapa bulan gue asrama. Gue udah enggak betah, lo tau lah gue enggak suka kotor, teman-teman gue juga enggak suka sama gue, mungkin gue kelewat bersih. Gue ngadu sama kakak gue, bahwa gue pengen pindah kampus, tapi kakak gue marah habis-habisan sama gue. Gue frustasi, gue mau pindah dari asrama, bila perlu keluar dari kampus,"

"Terus setelah itu," tanya Dian penasaran.

"Kebetulan gue kenal sama si brengsek itu,"

"Darka maksud lo,"

"Iya, gue cerita sama dia apa yang gue alami, kebetulan kita lagi dekat waktu itu. Darka ngajak gue ke tinggal sama dia di New York,"

"Lo mau,"

"Mau lah, gue yang dari kampung Yan, di Jakarta aja gue belum kemana-mana, siklus gue hanya kampus doang. Tau-tau ada yang ngajakin ke New York. Ya, enggak gue tolak lah, kesempatan enggak datang dua kali. Semua dia yang ngurus keberangkatan gue,"

"Gila lo, pantas aja kakak lo marah, lo di bawa lari sama Darka,"

Linggar hanya terkekeh, mengingat itu, "Akhirnya, kakak gue tau kalau gue ke New York, dan gue di gampar deh,"

"Terus si Darka,"

"Babak belur, ditinju sama abang ipar gue," ucap Linggar.

"Gila, diam diam gini, ternyata lo nakal, lo punya jiwa pemberontak, parah,"

"Biasalah,"

"Sekarang lo betah kuliah di sana?"

"Ya, di betah-betahin, lagian udah hampir selesai juga, gue udah dinas, sekarang gue juga udah nyusun karya tulis ilmiah, hampir selesai," ucap Linggar.

"Terus lo mau jadi perawat?"

"Enggak, gue cuma hargai kakak gue aja, yang udah biayain kuliah gue. Kalau gue mau jadi artis lah," ucap Linggar sambil terkekeh.

"Ya, lo emang cocok jadi artis sih," ucap Dian membenarkan.

"Ngomong-ngomong kita mall mana nih," ucap Linggar.

"Yang deket aja, taman anggrek,"

"Oke," ucap Dian.

**********

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta
8.0
Gladi resik pernikahan yang tenang berubah menjadi kekacauan saat Quincy, rekan kerja Jared, mengacaukan dekorasi dan mengklaim Jared sebagai calon suaminya. Dia bahkan nekat merusak gaun pengantin mahal milik protagonis demi membuktikan cinta Jared. Di tengah rasa percaya diri Quincy yang tinggi, kebenaran mengejutkan terungkap saat upacara dimulai. Sosok pengantin pria yang datang bukanlah Jared, melainkan bos besar mereka. Sejak awal, sang protagonis memang tidak pernah menyatakan bahwa ini adalah hari pernikahannya dengan Jared.
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Duka mendalam Amara atas kematian tragis kakaknya, Danisa, berubah menjadi ambisi balas dendam yang membara. Ia bertekad menghancurkan keluarga Pramudya yang telah mengkhianati Danisa hingga sang kakak mengakhiri hidupnya. Dengan pesonanya, Amara menyusup dan mulai menjerat mantan suami, mertua, serta ipar Danisa dalam rencana penghancuran reputasi dan harta mereka. Namun, mampukah ia tetap dingin saat perasaan tak terduga mulai mengancam misi utamanya?
Sampul Novel Istri Dadakan Tuan Kejam
8.9
Kehilangan calon istri dalam kecelakaan tragis mengubah pria ini menjadi sosok kejam yang penuh dendam. Ia bertekad menghancurkan orang yang dianggap bertanggung jawab atas kematian kekasihnya. Demi membalas sakit hatinya, ia menikahi seorang wanita sebagai bagian dari rencana penghancuran. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, hatinya justru goyah. Kedekatan dengan istri barunya mulai menyentuh sisi kemanusiaan yang selama ini ia kunci rapat.
Sampul Novel Jerat CEO Tunangan Paksa
8.3
Pasca membalas pengkhianatan mantan kekasih, Melinda Arum tak sengaja bertemu Reyhan Azrael karena insiden salah masuk toilet. Reyhan, CEO ternama di Jakarta, menolong Melinda keluar dari masalah besar yang mengancamnya. Namun, bantuan tersebut menuntut imbalan berat: Melinda harus bersedia menjadi tunangannya. Terjepit antara rasa bimbang dan amarah, Melinda terpaksa masuk ke dalam hubungan penuh ketegangan, kebohongan, serta luka emosional yang mendalam.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Kebahagiaan Tiara hancur saat Andre, suaminya sendiri, menjualnya kepada pengusaha bernama Dewa demi melunasi utang. Meski awalnya pahit, benih cinta mulai tumbuh di hati Tiara saat hidup bersama Dewa. Namun, Dewa justru mengusir Tiara yang tengah hamil saat mantan kekasihnya kembali. Bertekad membesarkan bayinya sendirian, Tiara menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon kembali, namun Tiara tak akan menyerah semudah itu.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini terjebak tipu daya Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cinta demi menghancurkan bisnis kakaknya. Setelah menyadari foto intim dan perlindungan Baskara hanyalah rekayasa kejam, ia bangkit dari penderitaan fisik dan mental. Ia bukan lagi pion lemah, melainkan api pembalasan yang menghapus jejak rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlak.