Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA TUAN CEO

CINTA TUAN CEO

Linggar, selebgram dan beauty vlogger ternama, bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Darka, di Bali. Meski sempat balikan, kehadiran Radit, pengusaha restoran sekaligus sahabat kakaknya, mengalihkan perhatian Linggar. Konflik memuncak saat Linggar tahu Darka dekat dengan Sena, sementara Darka pun memergoki kedekatan Linggar dengan pria lain. Video putusnya mereka viral hingga masuk TV, memaksa Linggar dan Darka benar-benar mengakhiri hubungan mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

BAB 3

Hai semuanya, selamat datang di youtube channel, bersama saya Linggar. Di video kali membahas tentang favorite Lipstick product. Semuanya nude, karena aku suka banget nude lipstick. Mungkin aku sudah sering membuat di instastory aku, dan sering aku pakek. Pertama aku suka banget sama Kylie cosmetics, bukan liquid matte, tapi yang gloss, tidak membuat bibir aku kering. Setelah itu aku juga suka banget Wardah product, aku suka semuanya, terutama lipstiknya, terutama warna nude nya, biasa aku pakek Vaseline lip therapy dulu, agar lembab gitu deh. Soalnya bibir aku sensitif dan gampang pecah-pecah kalau salah product.

Tips dari aku, jika bibir kalian sensitif seperti aku, gunakanlah lip balm terlebih dahulu, agar bibir tidak mudah kering. Atau kamu bisa juga menggunakan pelembab seperti Vaseline yang aku bilang tadi.

Setelah itu, aku suka banget sama Lipstick nya Maybelin, semua kamu bisa dapatkan di minimarket terdekat, aku suka karena enggak terlalu matte juga, dan aman untuk di pakai. Kalian bisa melihat di video aku sebelumnya. Pokoknya ini rekomendasi banget untuk kalian.

Terakhir yang paling aku suka itu lipstiknya Style Lipstick, warnanya itu cantik banget, nude tapi ada pink pink nya gitu, harganya juga murah, hanya tujuh puluh ribu aja sangat pas untuk dikantong kamu. Kamu bisa dapatkan aja instagram nya Style Cosmetic, karena ini bisa di pesan lewat online, atau kamu bisa lihat di instagram aku.

Oke gitu aja, yang aku rekomendasi buat kamu, yang suka sama style aku. Demikian youtube channel aku, jangan lupa subscribe ya.

********

Tita tersenyum, dan ia mengacungkan jempol kepada Linggar. Itu adalah barang-barang endorsement yang harus ia promosikan pada video ini.

"Besok lo jadi ke Bali?" Tanya Tita, ia melihat hasil video yang baru di rekamnya, dan setelah ini tinggal di edit.

"Jadi lah," ucap Linggar, menyandarkan punggungnya di sisi sofa.

"Berapa hari?" Tanya Tita,

"Tiga hari gitu lah," ucap Linggar.

"Minggu depan, lo harus hadir ya, Matahari Style, mau ketemu lo langsung," ucap Tita,

Sepertinya sekarang Tita seperti ibu-ibu cerewet yang selalu mengatur kegiatannya, dan bodohnya lagi ia selalu mengikuti semua apa kata cewek berambut pendek itu.

"Itu bukan cosmetik kan," ucap Linggar memastikan.

"Emang bukan, tapi fashion,"

"Serius, Matahari mall itu"

"Iya serius lah, sejak kapan gue enggak pernah serius nyangkut kerjaan kita,"

"Oke gue mau, lo atur aja," ucap Linggar, mengibaskan rambutnya.

"Kayaknya bentar lagi lo bakalan jadi artis deh Ling," ucap Tita, ia mencoba memprediksi masa depan temannya yang cantik itu.

"Dan lo bentar lagi jadi manager gue," ucap Linggar, dan lalu tertawa.

"Pastilah, gue selalu cari cara supaya lo jadi bintang," ucap Tita, ia berjalan mendekati Linggar.

Tita melirik jam melingkar di tangannya menunjukkan pukul 22.30 menit. Ia duduk di samping Linggar, dan melirik koper hitam di dekat lemari.

"Ling, lo yakin mau jadi artis," ucap Tita.

Awal pertama kali mengenal Linggar, ia memang tidak suka dengan sikap perfeksionis nya. Teman-teman di kampus juga banyak yang tidak suka dengan wanita berparas cantik itu, dan menjadi bahan gosipan anak-anak di kampus setiap saat. Mereka membicarakan Linggar tidak ada habisnya, dan ia sudah teramat bosan mendengar itu. Baginya Linggar sudah layak menjadi artis, semua orang membicarakannya.

Linggar memang terkenal judes, dan mulutnya tidak bisa di saring. Tapi di sisi sifatnya yang judes, dan blak-blakkan. Sejujurnya dia baik banget, loyal dan ia akan memberi empat jempol kepada wanita cantik di sampingnya ini. Sampe ia tidak tahu mau berkata apa, bahkan mengajaknya tinggal bersama di apartemen saudaranya yang tidak berpenghuni itu.

"Yakin lah,"

"Oke, nanti gue dapatin lo peran, sinetron manusia harimau,"

"Cielah, manusia harimau, gue enggak mau, minimal gue bintang film, kayak Tara Basro," ucap Linggar.

"Tapi manusia harimau bagus Ling, retingnya tinggi,"

"Ogah, gue enggak mau. Lo aja sana jadi artisnya kalau gitu," ucap Linggar, lalu menegakkan tubuhnya meninggalkan Tita begitu saja.

"Di coba aja dulu," ucap Tita.

"Enggak mau," ucap Linggar kesal.

"Ye, belum tentu produsernya mau sama lo. Sok ngartis banget nolak peran, padahal belum jadi artis juga,"

Linggar melirik Tita tepat di depan pintu kamar, "Awas lo, nyuruh gue jadi artis sinetron manusia harimau. Kalau mau debut pertama minimal gue dapat peran pendukung di film, bukan di sinetron,"

"Yee, kalau pun dapat peran lo dapat peran pembantu kali, bukan peran utama. Jangan sok ngartis dulu deh," timpal Tita kesal.

"Kalau gitu, gue ogah jadi artis,"

Linggar lalu menutup pintu kamarnya dan membiarkan Tita yang tengah kesal memandangnya.

**********

Tepat jam empat subuh Linggar sudah tiba di bandara, karena penerbangan akan berangkat pukul 05.40. Tita masih menemaninya di sini, hingga teman Linggar yang bernama Dian datang. Tita yang masih ngantuk, memilih duduk kursi tunggu, sementara Linggar menempelkan ponsel itu di telinga. Sudah berkali-kali Linggar menekan tombol hijau pada layar, tapi sang pemilik nomor, tidak mengangkat panggilannya.

"Teman lo di mana sih," ucap Tita kesal dan mulai risih, karena dari jam tiga subuh, turun dari apartemen.

"Mungkin lagi di jalan," ucap Linggar. Ia mengeratkan jaketnya.

"Jangan-jangan enggak datang, dan lo di tinggalin sama Dian," ucap Tita.

"Dia itu Dian, bukan lo. Enggak mungkinlah enggak nempatin janji,"

"Kalian pergi berdua aja," ucap Tita,

"Iya lah, sama siapa lagi," ucap Linggar, ia duduk di samping Tita.

"Yakin lo berdua aja, emang dia enggak pergi sama pacaranya gitu?" Ucap Tita, ia masih menekuni ponselnya.

Linggar mengedikkan bahu, "kalau itu gue enggak tau, pacarnya di New York,"

"Ya, siapa tahu pacarnya datang, katanya kalian ce'esan,"

"Gue lupa tanya," ucap Linggar lagi.

"Itu salahnya lo, lupa tanya, siapa tahu mantan lo si Darka itu datang juga,"

"Jangan sampai deh," sungut Linggar.

"Itu sama sekali enggak mungkin Ling, lagian yang nikah temannya mantan lo, ya pasti datang lah,"

"Semoga aja enggak datang, lagian status kita udah mantan. Mau ketemu juga bodo amat,"

Tita memasukkan ponselnya di saku jaketnya, "Iya pokoknya lo hati-hati aja, takutnya lo di bawa kabur lagi sama mantan lo itu, secara lo kan gampang terpengaruh," ucap Tita.

"Jangan sampai lah, gue sekarang udah sadar tau, enggak mungkin lah terpengaruh rayuan mautnya,"

Tita berdiri dan ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru area bandara. Ia memandang seorang wanita berambut lurus. Ia tahu bahwa ia pernah melihat wajah wanita itu, di salah satu Instagram Linggar.

"Ling itu kayaknya temen lo deh," ucap Tita, ia menepuk bahu Linggar.

Linggar tersadar dan memandang ke arah yang di tunjuk Tita. Ternyata benar itu adalah Dian. Ia melambaikan tangan ke arah Dian, Dian membalas lambaian tangannya. Seketika lambaian tangannya terhenti, Dian tidak sendiri di sana, ia bersama dua orang laki-laki, tepat di belakang Dian. Laki-laki berambut gondrong itu adalah Liam. Ia tidak mempermasalahkan laki-laki itu. Tapi laki-laki di samping Liam, itulah yang membuat hati bergemuruh. Itu adalah Darka mantan kekasihnya dulu.

Sudah setahun lamanya ia tidak pernah bertemu dengan Darka, sekarang laki-laki itu telah berubah, dan lebih mirip Liam, seperti keluar dari goa. Bulu-bulu halus itu, menutupi rahang tegasnya. Iris mata tajam itu membalas tatapannya. Linggar dengan cepat mengalihkan pandangan, memilih melihat Tita.

"Itu mantan lo," ucap Tita, mencoba memastikan.

"Ya, dia si brengsek itu,"

Tita melirik Linggar, "Dia makin tampan Ling," gumam Tita.

Linggar mengerutkan dahi dan melirik Tita, "Tampan dari mana,"

"Sumpah sekarang dia lebih hot,"

Linggar yang mendengar itu reflek memukul kepala Tita.

"Awww, sakit Ling," ucap Tita mengelus kepalanya.

"Apa maksud lo ngatain dia hot, lo enggak liat dia seperti keluar dari goa, tambah item,"

"Kalau dia keluar dari goa, gue orang pertama yang akan tinggal di goa. Siapa tahu banyak makhluk tampan seperti dia,"

"Gila lo,"

"Ya, emang dia lebih hot yang sekarang, dari pada yang dulu,"

"Lo bener-bener," dengus Tita.

"Gue ngomong kenyataanya Ling,"

"Bodo amat, lo pacaran aja sama dia,"

"Kalau dia mau, gue mau lah, enggak peduli deh, dia bekas lo,"

"Yaudah ambil sana," ucap Linggar kesal.

********

Sementara Darka menghentikan langkahnya, ia memandang wanita cantik yang sedang melambaikan tangan ke arah Dian. Wajah wanita itu lah yang selalu menghiasi mimpi indahnya. Wanita itu semakin cantik sejak ia tinggalkan.

"Itu mantan lo men," ucap Liam, ikut menghentikan langkahnya.

"Ya, dia mantan gue," ucap Darka.

Liam melirik Darka, dan menyunggingkan senyum, "Makin bening men,"

"Ya, gue juga makin gila, mikirin dia men,"

"Kalau lo suka, kejar aja men,"

"Kampret, gue bukan lo,"

"Justru lo harus belajar dari gue men. Kalau gue jadi lo, gue kejar sampai dapat, gue enggak bakal nyia-nyiain kesempatan,"

Alis Darka terangkat, "Caranya,"

"Buat dia hamil,"

"Gila, Tai lo,"

*************

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NGS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NGS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta
8.0
Gladi resik pernikahan yang tenang berubah menjadi kekacauan saat Quincy, rekan kerja Jared, mengacaukan dekorasi dan mengklaim Jared sebagai calon suaminya. Dia bahkan nekat merusak gaun pengantin mahal milik protagonis demi membuktikan cinta Jared. Di tengah rasa percaya diri Quincy yang tinggi, kebenaran mengejutkan terungkap saat upacara dimulai. Sosok pengantin pria yang datang bukanlah Jared, melainkan bos besar mereka. Sejak awal, sang protagonis memang tidak pernah menyatakan bahwa ini adalah hari pernikahannya dengan Jared.
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Duka mendalam Amara atas kematian tragis kakaknya, Danisa, berubah menjadi ambisi balas dendam yang membara. Ia bertekad menghancurkan keluarga Pramudya yang telah mengkhianati Danisa hingga sang kakak mengakhiri hidupnya. Dengan pesonanya, Amara menyusup dan mulai menjerat mantan suami, mertua, serta ipar Danisa dalam rencana penghancuran reputasi dan harta mereka. Namun, mampukah ia tetap dingin saat perasaan tak terduga mulai mengancam misi utamanya?
Sampul Novel Istri Dadakan Tuan Kejam
8.9
Kehilangan calon istri dalam kecelakaan tragis mengubah pria ini menjadi sosok kejam yang penuh dendam. Ia bertekad menghancurkan orang yang dianggap bertanggung jawab atas kematian kekasihnya. Demi membalas sakit hatinya, ia menikahi seorang wanita sebagai bagian dari rencana penghancuran. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, hatinya justru goyah. Kedekatan dengan istri barunya mulai menyentuh sisi kemanusiaan yang selama ini ia kunci rapat.
Sampul Novel Jerat CEO Tunangan Paksa
8.3
Pasca membalas pengkhianatan mantan kekasih, Melinda Arum tak sengaja bertemu Reyhan Azrael karena insiden salah masuk toilet. Reyhan, CEO ternama di Jakarta, menolong Melinda keluar dari masalah besar yang mengancamnya. Namun, bantuan tersebut menuntut imbalan berat: Melinda harus bersedia menjadi tunangannya. Terjepit antara rasa bimbang dan amarah, Melinda terpaksa masuk ke dalam hubungan penuh ketegangan, kebohongan, serta luka emosional yang mendalam.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Kebahagiaan Tiara hancur saat Andre, suaminya sendiri, menjualnya kepada pengusaha bernama Dewa demi melunasi utang. Meski awalnya pahit, benih cinta mulai tumbuh di hati Tiara saat hidup bersama Dewa. Namun, Dewa justru mengusir Tiara yang tengah hamil saat mantan kekasihnya kembali. Bertekad membesarkan bayinya sendirian, Tiara menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon kembali, namun Tiara tak akan menyerah semudah itu.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini terjebak tipu daya Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cinta demi menghancurkan bisnis kakaknya. Setelah menyadari foto intim dan perlindungan Baskara hanyalah rekayasa kejam, ia bangkit dari penderitaan fisik dan mental. Ia bukan lagi pion lemah, melainkan api pembalasan yang menghapus jejak rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlak.