Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Dipandang rendah oleh suami sendiri karena latar belakangnya sebagai wanita petani adalah kepedihan sehari-hari bagi sang protagonis. Keadaan kian menyakitkan karena suaminya juga bersikap dingin pada anak mereka yang masih bayi. Namun, segalanya berubah saat cinta pertama sang suami kembali ke Kota Jenang. Pria itu tiba-tiba menunjukkan kehangatan yang tidak pernah ada sebelumnya, bahkan bersikap manis di meja makan demi menyenangkan kekasih lamanya. Menyadari bahwa senyuman palsu suaminya bukan untuk mereka, sang ibu memeluk erat anaknya dan bersiap melangkah pergi demi memulai hidup baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku menatap mata Anto yang teguh. Dengan lembut, kuusap kepalanya dan berbisik,

“Baiklah.”

Kemudian, aku mengangkat pandangan ke arah kamar Irfan. Dalam hati, aku berkata.

‘Irfan, anakmu memberimu tiga kesempatan terakhir.’

‘Jika kau menyia-nyiakannya, aku dan anakmu akan benar-benar pergi dari hidupmu.’

‘Kita tak akan bertemu lagi.’

Keesokan paginya, Irfan tidak makan sarapan dan pergi terburu-buru. Aku tahu dia pasti pergi menemui cinta pertamanya, Citra Kusuma.

Mereka adalah teman masa kecil. Seharusnya menjadi pasangan sempurna.

Tapi beberapa tahun lalu, karena pergolakan, Irfan terpaksa pindah ke desa. Sementara Citra menikah dengan orang lain di luar kota.

Sejak itu, hubungan mereka putus total.

Saat tiba di Desa Pawani, Irfan bahkan butuh waktu beberapa bulan untuk bangkit lagi.

Setelah pindah ke desa, dia tinggal di rumah kami. Dan suatu malam, dalam keadaan mabuk, dia meniduriku. Lalu, dia terpaksa menikah denganku.

Hanya dari satu malam itu, lahirlah Anto.

Saat Anto berusia dua tahun, Irfan kembali ke Jenang dan membawaku bersamanya.

Di saat aku merasa senang karena aku berpikir dia mulai menyukaiku, dengan wajah dinginnya, dia memperingatkanku untuk tidak mengumumkan statusku sebagai istrinya.

Aku hanya dianggap sebagai pengasuh rumah tangganya.

Sejak itu, aku menjadi istri yang tidak boleh diakui. Anak kami pun juga bernasib sama.

Biasanya, jika di jalan umum, kalau bertemu pun, kami harus menghindarnya.

Menjelang jam pulang kerja, aku pergi ke kantor kepala pabrik tekstil untuk mengajukan pengunduran diri. Dia pun menatapku heran.

“Susi, meskipun kamu hanya pekerja sementara, tapi kami memberikanmu tunjangan yang cukup bagus. Kenapa tiba-tiba ingin mengundurkan diri?”

Aku tersenyum dan menjawab, “Suamiku tinggal di desa. Akan lebih baik jika saya kembali ke sana.”

“Jadi kamu bukan ibu tunggal?”

“Saya selalu melihat kamu sendiri. Kukira suamimu sudah meninggal!”

Aku melihat ekspresinya yang terkejut, dan rasa pahit menyebar di hati.

Dalam sisi tertentu, dia memang sudah "meninggal" bagiku.

Kepala pabrik hanya mengangguk pelan, “Benar juga yang kamu katakan. Jika suami di desa, lebih baik kalau kamu kembali. Aku akan daftarkan pengunduran dirimu.”

Setelah menyelesaikan semua proses, aku pergi menjemput Anto di Taman Kanak-kanak Binrah. Tapi di tengah jalan, aku melihat Irfan sedang bersama Citra.

Ekspresi dan tatapan Irfan begitu lembut.

Aku belum pernah melihat dia dengan wajah begitu lemah lembut.

Aku tertegun melihat mereka berdua, lalu menunduk melihat pakaian kerjaku yang kotor.

Rasa rendah diri menyelimuti hatiku.

Seorang rekan kerja yang juga sedang menjemput anaknya ikut melihat mereka, dan berkata.

“Pak Irfan sudah sendirian bertahun-tahun, akhirnya dia akan menikah.”

“Aku iri sekali kepada wanita itu!”

“Iri? Untuk apa? Kita ini bukan dari dunia yang sama dengan Pak Irfan. Hanya Nona Citra yang pantas berdiri di sisinya.”

Aku menekuk bibirku dengan rasa pahit.

Aku memang bukan dari dunianya.

Aku menggunakan waktu delapan tahun pun tak cukup untuk masuk ke dalam dunianya.

Kami semakin dekat. Dan Irfan juga melihatku. Ekspresinya berubah sedikit, tatapan matanya yang tajam memberi sinyal peringatan kepadaku.

Dia memperingatkan aku untuk tidak bicara macam-macam di depan Citra, tidak mengungkapkan hubungan kami.

Aku hanya tersenyum dingin, lalu dengan tenang aku melewati mereka seolah kami tak saling kenal.

Tapi pada saat aku mendongak, aku sedikit panik.

Entah sejak kapan, Anto sudah berdiri di depan gerbang sekolah, dengan tas kecil di punggungnya.

Matanya yang jernih terus menatap ayahnya yang mesra dengan wanita lain.

Melihat ayahnya yang sedang tersenyum lembut dan menjemput seorang anak laki-laki lain.

Aku melihat mata Anto yang jernih perlahan menjadi kecewa, dan hatiku merasakan sakit luar biasa.

Pada saat itu, Irfan akhirnya menyadari kehadiran anak kandungnya yang berdiri tepat di sampingnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Dingin Yang Baik Hati
8.1
Viola Louis awalnya adalah sosok wanita yang sangat tulus. Namun, luka mendalam akibat pengkhianatan dan perselingkuhan yang dilakukan oleh sahabat serta kekasihnya sendiri telah mengubah kepribadiannya secara drastis. Kini, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin dan selalu menjaga jarak dari orang-orang di masa lalunya. Akankah kebekuan hati Viola bisa mencair kembali seiring berjalannya waktu? Ikuti terus perjuangan emosional dan kisah lengkap hidup Viola.
Sampul Novel Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam
9.8
Rania terjebak dalam pernikahan penuh dusta demi melindungi kakeknya yang renta. Namun, jiwanya hancur saat menyaksikan pengkhianatan Arkana, suaminya sendiri. Di tengah luka mendalam tersebut, terungkaplah rahasia masa lalu dan perasaan yang selama ini terpendam. Ini adalah kisah tentang pengorbanan yang tak terlihat dan perjuangan seorang wanita untuk bangkit dari puing-puing kehancuran hatinya demi menemukan kekuatan baru yang sejati.
Sampul Novel MENIKAHI CEO KEJAM
9.5
Obsesi Jennifer pada Maximilian Jefferson, pengusaha real estate Jerman, berujung penyesalan. Awalnya ia berniat meminta maaf pada kakak korban perundungannya, namun Jennifer justru menjebak Max dalam pernikahan karena cinta buta. Meski disiksa secara emosional, ia bertahan hingga fakta kelam terungkap bahwa Max adalah dalang kematian ayahnya. Saat cinta Jennifer berubah jadi benci, Max justru mulai mencintainya. Akankah dendam memisahkan mereka selamanya?
Sampul Novel Of Love Trilogy
8.9
Ayana Ranisya terjebak dalam penderitaan akibat utang suaminya, Ares Adiswara. Takdir membawanya bertemu Arga Arkhilendra, pengusaha sukses yang terikat pertunangan bisnis dengan Sheryl Claudia Wibowo. Insiden cinta satu malam mengubah segalanya, memicu perasaan tulus dalam hati Arga yang sebelumnya dingin. Di tengah komitmen formal demi kekuasaan, Arga kini harus memilih antara logika bisnis atau cintanya pada Ayana. Akankah Arga meninggalkan Sheryl demi mengejar kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Pelangi di Ujung Senja
9.5
Dunia ini tidak menawarkan kesempurnaan, begitu pun kisah cinta Reza dan Arini. Meski Reza adalah pria pertama yang menyentuh hatinya, Arini harus menghadapi kenyataan pahit tentang pengorbanan. Mencintai berarti siap merelakan, bahkan saat perasaan itu terasa seperti fatamorgana. Di tengah peliknya asmara, bayang-bayang Maya masih menghantui hubungan mereka. Mampukah Arini menjadi pelabuhan terakhir bagi Reza, ataukah ia hanya akan menjadi penonton setia di ujung senja?
Sampul Novel Sesakit Inikah, sayang ?
9.7
Dia begitu mahir dalam bersandiwara, menutupi segala kepedihan dan rahasia hidupnya dengan sangat sempurna di hadapan dunia. Tak ada satu pun orang yang menyadari luka yang ia simpan hingga seorang pria asing datang mendekat. Dengan nada suara yang penuh kelembutan, pria itu membisikkan sebuah pertanyaan yang meruntuhkan pertahanannya, menanyakan seberapa dalam rasa sakit yang selama ini ia tanggung sendirian di balik senyum palsunya itu.