Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat

Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat

Selama tiga tahun, pengabdian Giselle hanya dibalas kebencian oleh Lucian. Setelah menyerah pada pernikahan yang menyesakkan itu, Giselle bangkit menjadi CEO saingan dengan berbagai identitas rahasia sebagai peretas hingga desainer ternama. Lucian yang awalnya meremehkan justru terobsesi untuk mengejarnya kembali saat rahasia Giselle terungkap. Meski Lucian memohon kesempatan kedua dengan segala cara, bagi Giselle, penyesalan suaminya sudah sangat terlambat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Klik!

Tiba-tiba, pintu vila terbuka.

Giselle Maximilian yang terkulai di sofa menoleh ke arah pintu dan melihat suaminya, Lucian Calvino, yang akhirnya pulang.

Setengah jam sebelumnya, dia menerima panggilan telepon dari Lucian. Pria itu memberitahunya bahwa kekasihnya, Erin Brooks, membutuhkan transfusi darah lagi dan memintanya untuk menyiapkan diri.

Kedua wanita itu memiliki golongan darah yang langka, yaitu rh-negatif. Erin yakin bahwa Lucian akan kembali meminta Giselle untuk mendonorkan darah untuknya.

Melihat Giselle sudah berpakaian rapi, Lucian berkata dengan puas, "Ayo kita pergi."

Giselle melirik suaminya, pria itu mengenakan setelan hitam elegan, wajahnya tetap tampan seperti biasanya.

Itulah pria yang dia cintai selama tiga tahun, tetapi pria itu hanya menganggapnya sebagai pasokan darah cadangan yang bisa dibawa ke mana pun.

Gisella menderita anemia dan dia sangat menyadari bahwa dia tidak mampu memberikan darahnya lagi saat ini, akan tetapi Lucian sama sekali tidak peduli.

Hati Giselle terluka, tetapi dia berhasil menjaga suaranya tetap terdengar tenang. "Biasanya, pendonoran darah dibatasi hanya sekali sebulan. Tapi, kamu terus memaksaku untuk lebih sering mendonorkan darah. Baru setengah bulan sejak terakhir kali aku memberikan darahku, apa kamu mengerti tubuhku tidak sanggup menerima beban itu? Lucian, apa kamu ingin aku mati?"

Lucian mendengus sinis, sorot matanya dipenuhi dengan penghinaan yang terlihat jelas. "Apa lagi sekarang?" Bukankah kamu berjanji padaku bahwa selama kita berdua masih menikah, kamu akan mendonorkan darahmu tidak peduli kapan pun aku memintanya? Apa kamu ingin menarik kata-katamu sekarang?"

Genggaman tangan Giselle mengerat, jari-jarinya yang ramping menjadi sedikit pucat.

Ini pertama kalinya dia menolak mengikuti kemauan Lucian, dan itu ditanggapi dengan amarah pria itu. Dia sepenuhnya buta terhadap penderitaan yang Giselle rasakan setiap kali mendonorkan darah!

Dia berharap setidaknya ada sedikit simpati dari pria itu, tetapi apa yang dia terima?

Melihat ketidaksetujuan di wajah Giselle, kesabaran Lucian semakin habis. Dia berkata dengan tajam, "Jangan berpikir aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Jika bukan karena darahmu sangat penting bagi Erin, aku sudah sejak lama menceraikanmu."

Setiap kata yang dia ucapkan terasa seperti pisau yang menancap di hati Giselle.

Di matanya, Giselle tidak lebih dari seorang wanita iri yang enggan membantu seseorang yang nyawanya berada di ambang kematian. Namun, bukankah nyawa Giselle sama pentingnya juga?

"Jika kamu tidak mau pergi, tidak ada gunanya bagi kita untuk mempertahankan pernikahan ini."

Kata-kata yang kejam ini menarik Giselle kembali ke kenyataan. Akhirnya, hari yang tak terhindarkan telah tiba. Senyuman pahit terbentuk di bibirnya.

Memang, tidak ada gunanya. Kenapa dia harus mengorbankan masa depan yang menjanjikan untuk berperan sebagai istri penurut pada seorang pria yang terus menyiksa dirinya baik secara fisik maupun emosional?

Dia menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkan dokumen dari laci.

Terdapat dua kata besar di bagian atas dokumen itu.

Surat perceraian.

Giselle sudah membubuhkan tanda tangannya pada surat tersebut.

Mata Lucian membelalak, sebelum dia sempat mengucapkan sepatah kata pun, Giselle dengan cuek menyela, "Seperti yang kamu mau, aku menyerahkan semua aset pernikahanku. Selama bertahun-tahun, kesehatanku sudah menjadi harga yang kubayar atas persetujuan kita. Lucian, aku memberikan kebebasan padamu. Mulai saat ini, kita tidak lagi memiliki utang pada satu sama lain."

Satu jam setelah itu, Giselle keluar dari vila tersebut.

Ketika dia mengemas barang-barangnya, Lucian menatapnya sebagai penawaran untuk memberikannya kesempatan lain. Jika saja Giselle setuju memberi transfusi darah lagi untuk Erin, Lucian akan berpura-pura seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Giselle pun tersenyum sinis. Apa Lucian sungguh-sungguh percaya bahwa dia akan terus mengorbankan diri setelah pria itu menginjak-injaknya dengan kejam? Bagaimanapun juga, setelah diperlakukan buruk sejauh ini, menjadi lebih mudah bagi Giselle untuk melepaskan hal-hal yang sebelumnya dianggap penting baginya.

Getaran mendadak dari ponselnya memecahkan lamunan Giselle. Melihat siapa yang meneleponnya, dia ragu sebelum akhirnya menjawab panggilan tersebut.

"Ada apa?"

Penelepon itu menghela napas, terdengar tanpa daya. "Bu Maximilian, saya mengerti ini bukan situasi yang ideal untuk mengganggu Anda, tetapi situasinya sudah di luar kendali. Anda harus hadir secara langsung."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Elia dikenal publik sebagai pria sopan yang tertutup, namun aslinya dia sosok kejam yang menjerat Ashley dalam gairah. Hubungan rahasia mereka membuat Ashley aman dari gangguan siapapun. Keadaan berubah saat Ashley mual di depan umum. Elia yang biasanya dingin justru berlutut dan membelai perutnya dengan lembut. Sang CEO pun meminta Ashley untuk meresmikan hubungan mereka di depan semua orang, serta berjanji akan memberikan segalanya demi dirinya.
Sampul Novel Dari Istri Tercampakkan Menjadi Pewaris Berkuasa
9.3
Dunia Kirana runtuh saat suaminya, Bima Nugraha, memamerkan kehamilan selingkuhannya di depan publik. Demi kelancaran bisnis, Bima dan keluarga angkat Kirana bersekongkol menjadikannya tahanan di rumah sendiri. Kirana difitnah gila dan dipaksa menggugurkan kandungannya. Namun, mereka tidak tahu identitas asli Kirana. Dengan satu panggilan, ia menghubungi ayah kandungnya, Antony Suryoatmodjo, konglomerat kuat yang siap menghancurkan Bima hingga tak bersisa.
Sampul Novel FANTASI LIAR MR. DOMINAN
9.5
Jenny Wilson terjebak dalam dilema antara Liam Anderson, pria dominan yang ingin mewujudkan fantasi liarnya, dan Ares Martin, bosnya yang menuntut. Setelah malam penuh gairah yang melanggar batas profesional dengan Ares, Jenny kian bimbang. Liam, mantan sahabat Ares, bertekad melatih dan memenangkan jiwa Jenny meski kepercayaan sulit didapat. Di tengah persaingan sengit ini, Liam siap mempertaruhkan segalanya demi memiliki Jenny selamanya sebelum Ares merebutnya.
Sampul Novel Mama Polos Dan Bayi Jenius
9.2
Insiden salah kamar enam tahun silam mengubah hidup seorang wanita selamanya. Tanpa mengingat wajah pria di malam itu, ia terpaksa melarikan diri untuk membesarkan buah hatinya sendirian. Takdir kembali mempertemukan mereka saat ia bekerja sebagai sekretaris di kantor pria tersebut. Meski sang bos tampak tidak mengenalnya, ada ketertarikan yang tak tertahankan di antara mereka. Rahasia masa lalu kini mengancam ketenangan hidup yang ia bangun.
Sampul Novel Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat
9.5
Kejora Salsabila, wanita karier berusia 27 tahun, merasa tertekan oleh tuntutan sosial untuk memiliki pasangan. Terlalu fokus pada pekerjaan membuatnya mengabaikan sisi pribadinya hingga terjebak dalam masalah pelik. Putus asa menghadapi tekanan hidup, ia mengambil langkah nekat demi solusi instan. Kejora kini berjuang mencari sosok yang mampu membebaskannya dari keterpurukan. Di tengah pahitnya kenyataan, mampukah ia bertahan dan menemukan kembali cahaya hidupnya?
Sampul Novel Penjara Cinta Sang Taipan
9.7
Bening hanya mendambakan kasih sayang orang tua, namun kenyataan pahit justru datang dari ibu kandungnya. Hidupnya hancur saat ia dijual ke tangan germo, hingga terjebak pernikahan kontrak dengan Jaasir Arga Ramiro, sang pewaris tunggal kaya raya. Pernikahan paksa ini mengubah segalanya, terutama saat rahasia besar sang ibu mulai terungkap. Akankah Bening mampu bertahan dalam jeratan takdir dan mengungkap kebenaran yang selama ini sengaja disembunyikan darinya?