Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA SEJATI SANG PESULAP

CINTA SEJATI SANG PESULAP

Jaime bekerja sebagai pelayan restoran cepat saji meski memiliki bakat sulap luar biasa. Ia memilih menyembunyikan kekuatannya demi mendukung impian wanita yang ia cintai. Perjuangan itu membawanya pada takdir besar yang menembus ruang dan waktu. Namun, meski telah mencapai puncak kejayaan, Jaime tetap terobsesi mengejar cinta lamanya tanpa memedulikan risiko. Ia tidak menyadari ada seseorang yang setia menanti dan tulus menerima dirinya apa adanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi harinya, Jaime sedang duduk di dalam sebuah bangunan besar bekas pabrik yang kini sudah kosong melompong. Tempat ini adalah tempat tinggal warisan orang tuanya. Ia sedang menonton televisi yang ramai menayangkan tentang kematian Calvici, sang raja pesulap dunia.

Reporter televisi terlihat sedang mewawancarai asisten Calvici, seorang wanita cantik, yang mengatakan pada reporter itu dengan histeris, “Calvici sebenarnya mengenakan sebuah pakaian khusus anti-petir. Pakaian itu sudah di uji coba pada listrik tekanan tinggi dan seharusnya akan menyelamatkan Calvici saat petir menyambarnya.”

“Selain itu,” lanjut asistennya, “Calvici juga menggunakan sebuah alat pada kedua tangannya yang dapat menghasilkan listirk buatan dan memberikan efek seperti listrik menyambar-nyambar. Rencananya akan digunakan setelah ia bertahan dari serangan petir dan menunjukkan dirinya seolah-olah telah berhasil menangkap petir.”

“Namun pada saat itu, pakaian anti petir yang seharusnya bekerja sama sekali tidak melindunginya. Petir melontarkannya dan membuatnya terjatuh sekitar lima atau enam meter dari tiang penangkal menuju ke dalam kolam api. Kemudian, puluhan para petugas yang sebenarnya sudah bersiap-siap untuk memadamkan api jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, menemukan tabung pemadam kebakaran mereka sama sekali kosong. Katup gas juga tidak dapat dimatikan. Seseorang telah melakukan. Seseorang telah merusak pakaian anti petir, menggosongkan tabung pemadam kebakaran dan merusak katup gas.”

Siaran televisi berpindah untuk menayangkan sebuah rumah sakit dan seorang dokter yang mengatakan bahwa benar Calvici telah meninggal. Sesaat kemudian, terlihat adanya sebuah berita utama yang memperlihatkan seorang wanita menangis sambil membaca sebuah surat.

Jaime mengeraskan suara televisi.

“Calvici sebelum melakukan pertunjukan terakhirnya, meninggalkan sebuah surat yang ditemukan oleh asistennya pada kamar ganti pesulap muda itu.”

Televisi segera menayangkan surat itu dan tulisannya

“Setelah semua ketenaran yang kumiliki dari hasil kerja kerasku, hanya kekosongan yang kumiliki. Aku ingin meninggalkan semua omong kosong ini dan menyambut tanah para Nabi yang sudah merindukanku.”

Jari tangan Jaime mematikan televisi tersebut. Ia tahu setelah kejadian pada Calvici, media akan melahap apa saja dugaan yang diberikan oleh orang-orang sekitar Calvici. Calvici mungkin dibunuh oleh orang-orang yang cemburu atau mendendam padanya. Mungkin oleh pesulap-pesulap yang menjadi miskin karenanya. Mungkin juga pesulap itu bunuh diri. Mungkin saja alat-alat pertunjukannya disabotase oleh para asisten atau teknisinya dan membuatnya seolah-olah seperti bunuh diri. Atau semua itu hanyalah sekedar kesalahan pada pertunjukan yang menewaskan dirinya. Apa pun itu, dirinya sudah tewas. Segala sesuatunya selesai jika kematian sudah tiba.

Jaime keluar dari pabrik kosongnya dengan sebuah sepeda. Ia melajukan sepedanya menuju ke tempat kerjanya di wilayah kota sebagai pelayan dan merangkap pengantar makanan. Ia tidak memiliki waktu untuk memikirkan orang terkenal itu.

Sebenarnya, cukup banyak orang yang meninggal setiap harinya dan Calvici hanya akan menjadi salah satu dari mereka yang tercatat pada data statistik kematian kemarin. Semasa hidup, mereka mungkin berbeda, ditakuti, disegani, seorang penguasa, seorang raja, seorang kaya dan lain sebagainya. Namun saat mereka mati, mereka semua sama saja.

Sepeda Jaime bergerak melintasi lorong-lorong kecil yang dipenuhi sampah-sampah yang dibuang sembarangan, para imigran gelap, para pengguna obat terlarang dan para pelacur.

Mengapa mereka semua ada di tempat ini?

Alasannya mudah, karena tempat ini adalah wilayah pinggiran kota yang terburuk. Dulunya, wilayah Vista ini adalah kawasan perindustrian dan tempat di mana para buruh industri tinggal. Setelah krisis ekonomi global besar-besaran, beberapa pabrik tutup dan beberapa lainnya mulai pindah ke negara-negara yang gaji buruhnya jauh lebih rendah dari tempat ini. Mereka meninggalkan bangkai pabrik mereka dan ribuan buruh yang kehilangan pekerjaannya. Seluruh wilayah ini menjadi lumpuh. Para buruh yang kehilangan pekerjaannya mulai melakukan apa saja untuk mempertahankan kehidupan mereka dan membuat tingkat kriminalitas tempat ini naik dengan cepat.

Teramat buruknya keamanan di wilayah ini bahkan membuat polisi merasa enggan untuk membuat posnya atau sekedar berpatroli. Mengingat beberapa pos polisi lama terbakar habis dan beberapa polisi yang pernah mencoba patroli di tempat ini terpaksa lari keluar dari wilayah Vista meninggalkan kendaraan mereka yang hancur.

Yang berikutnya semakin banyak buronan dari berbagai sisi kota bersembunyi di tempat ini dan memperburuk keadaan wilayah Vista. Sepeda Jaime terus melaju melewati blok demi blok perumahan yang sudah lama dikenalnya. Dua orang pria mendadak muncul dan menghadang laju sepedanya di tengah jalan. Dengan cepat Jaime menekan pedal rem sepeda.

“Hei, anak muda.” teriak seorang pria dengan mata sayu dan sebelah tangannya masih memegang botol minuman keras. “Kami mau meminjam uang. Besok pasti akan kami kembalikan.”

Jaime yang masih duduk di atas sepedanya menyingkap sebuah jaket tipisnya untuk memperlihatkan sebuah pisau kecil yang tersangkut pada ikat pinggangnya. Kedua pria itu melihat pisau tersebut dan tertawa.

Seorang pria yang tubuhnya agak besar dan botak menyingkap bajunya untuk memperlihatkan perut buncit dan sebuah senjata api terselip di antara celana dan lemak perutnya.

“Jangan menggertak kami, pisaumu tidak akan berguna,” kata pria botak itu. “Serahkan uangmu bocah.”

Jaime tersenyum penuh arti. Ia turun dari sepedanya, menendang tongkat penyangga sepeda di belakang dan mengangkat kedua tangannya dengan tenang sambil berdiri di depan kedua pria itu.

“Anak baik,” kata pria botak itu. “Kini keluarkan uangmu.”

“Kawan, menang kalah bukan terletak pada senjatanya. Tapi cara penggunaannya,” sahut Jaime.

Tangannya mendadak bergerak cepat untuk mengeluarkan pisau dan menusuk perut kedua pria tersebut. Masing-masing sekali. Kedua pria itu belum tersadar akan apa yang terjadi karena gerakan Jaime terlalu cepat. Mereka hanya sadar pada saat melihat pisau kecil berkilat di tangan Jaime sudah memiliki darah dan pistol pada perut pria botak sudah berganti ke tangan Jaime.

“Pegang perut kalian!” bentak Jaime mendadak marah.

Kedua orang itu segera terkejut dan melihat pada perut mereka. Sebuah lubang telah terbuka dan mengalirkan darah merah membasahi baju mereka. Kedua tangan mereka segera mencoba menutupi luka tusuk di perut. Wajah mereka yang sayu mendadak tampak sadar.

“Pegang yang erat,” kata Jaime kali ini dengan tenang dan menyelipkan kembali pisau kecilnya.

“Kalian lihat itu?” tanya Jaime pada kedua pria sambil menunjukkan sebuah rumah mungil putih di kejauhan.

“Itu adalah rumah sakit. Mulailah berjalan ke sana untuk hidup kalian. Jika kalian dapat menempuh perjalanan 100 meter ke sana, kalian akan diobati dan hidup. Jika kalian tidak dapat berjalan ke sana sebelum darah kalian habis. Kalian hanya akan menjadi bangkai di tepi jalan. Tapi tenang saja, akan ada yang akan mengambil mayat kalian. Daging kalian akan dicincang serta digabungkan dengan daging busuk lainnya untuk makanan anjing.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Immortal and The Beast
9.1
Pasca perang berdarah 100.000 tahun silam, Theodore bangkit melalui mantra kuno. Namun, alih-alih pulih dalam 10.000 tahun, roh sang Immortal justru terbangun di masa depan dalam tubuh pemuda lemah yang sering dirundung. Di dunia yang kini terancam monster, ia bertekad menjadi Hunter, pahlawan pembasmi makhluk buas. Meski raga barunya rapuh, pengalaman tempur dari masa lalu akan membantunya menaklukkan tantangan demi mengubah nasib malang sang pemilik tubuh.
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Pasca terjatuh dari tangga, Li Mei terbangun di rumah reyot yang asing. Alih-alih di rumah sakit, ia justru mendapati Bai Changyi, pria tampan yang mengaku sebagai suaminya, bersiap menceraikannya karena menyangka Li Mei mencoba bunuh diri. Meski bingung, Li Mei menolak berpisah dan memilih bertahan demi ambisinya. Di era kuno ini, mampukah ia mengubah nasib dan mewujudkan impian menjadi pengusaha kaya raya bersama suaminya yang penuh rahasia?
Sampul Novel KAHINA
8.1
Tahun 1982, Laksmi menemukan kenyataan pahit saat putrinya, Kahina, tewas mengenaskan di tangan wanita tua gila. Tragedi ini menjadi kunci pembuka rahasia kelam keluarga Laksmi yang terkubur sejak era kolonial. Melalui perjalanan raga sukma ke tahun 1881, terungkap keterlibatan leluhurnya dengan sekte pemuja setan dan konspirasi Logi Persahabatan. Dari zaman VOC hingga pandemi 2021, jaringan kriminal ini terus bergerak dalam bayang-bayang sejarah Indonesia yang penuh darah.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel Mr. Reagan
8.2
Reagan Adam dikenal sebagai miliarder rupawan yang dipuja banyak wanita. Namun, di balik pesonanya, ia adalah dalang pembunuhan berantai yang mencekam London. Hidupnya berubah saat bertemu Clara, gadis toko bunga yang ceria. Awalnya Clara adalah target buruan, namun Reagan justru terobsesi memilikinya. Kini, Clara terjebak dalam dekapan monster tampan yang mengklaim seluruh hidupnya. Akankah ia pasrah menjadi milik pria berbahaya yang bisa menghabisinya kapan saja?
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo memilih meninggalkan takhta Kerajaan Krendobumi demi menolong sesama. Dikenal sebagai Pendekar Rajah Cakra Geni, ia menjelajahi jagat raya hingga dijuluki Pendekar Kembara Semesta. Dalam perjalanannya, Suro terjebak perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kehebatan Tombak Siung Sardula. Ia pun terseret konflik harta karun Goa Barong. Demi keadilan, Suro harus bertarung menghadapi kekuatan Putri Siluman Alas Waru.