Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA SEJATI SANG PESULAP

CINTA SEJATI SANG PESULAP

Jaime bekerja sebagai pelayan restoran cepat saji meski memiliki bakat sulap luar biasa. Ia memilih menyembunyikan kekuatannya demi mendukung impian wanita yang ia cintai. Perjuangan itu membawanya pada takdir besar yang menembus ruang dan waktu. Namun, meski telah mencapai puncak kejayaan, Jaime tetap terobsesi mengejar cinta lamanya tanpa memedulikan risiko. Ia tidak menyadari ada seseorang yang setia menanti dan tulus menerima dirinya apa adanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku tidak tahu apa artinya hidup seperti ini lagi...

Seorang pria muda, dengan mata penuh kesedihan dan rasa sakit, menatap langit sore dengan awan gelap bergulung-gulung di atasnya. Pria itu memakai sebuah topeng hitam sederhana yang menutupi wajah dan jas hitam yang terbuka menyambar-nyambar tertarik oleh angin. Seluruh tubuhnya terasa dingin oleh hembusan angin dan hatinya merasakan kehampaan yang teramat dalam hingga terasa menyakitkan.

Matanya menerawang jauh ke ujung langit. Ia berdiri di samping sebuah tiang penangkal petir yang terdapat di atas sebuah gedung tertinggi di kota. Ketinggian tiang penangkal petir itu mencapai ratusan meter dari atas permukaan tanah. Tubuhnya berdiri tegak melawan angin keras yang berhembus mencoba menerbangkannya dan tangannya mencengkram kuat pada tiang logam penangkal listrik yang menjulang tinggi menembus langit.

Angin kencang terus berhembus semakin dingin dan awan gelap beserta petir terus menyambar-nyambar memenuhi langit gelap sejauh yang dapat dipandang oleh mata. Terdengar suara-suara ledakan halilintar yang saling memecah dan berlompatan di dalam awan hitam bergulung-gulung.

Sebuah petir mendadak menyambar di dekat penangkal petir dan meledak di depan wajah pria itu dengan suara yang teramat keras, menggetarkan seluruh tubuhnya. Wajah pria itu seketika menunjukkan kegembiraan yang teramat sangat. Sejak kecil ia selalu menyukai petir dan merasa bergairah setiap kali mendengarkan ledakannya yang mengguncang. Matanya kemudian menatap ke bawah, di mana ribuan orang sedang melihat ke arahnya.

Salah seorang reporter dari puluhan stasiun televisi yang berkumpul di bawah gedung mulai melaporkan untuk para penonton, “Di sini, kita akan menyaksikan langsung pertunjukan terbaru Calvici. Pesulap muda berbakat yang pernah memenangkan kontes raja pesulap seluruh dunia ini, adalah pesulap terkaya dan paling populer dalam dua tahun terakhir.

Pertunjukan-pertunjukannya yang tidak biasa selalu membuat para penonton terperangah dan takjub. Sebagian orang menjulukinya dan bahkan mempercayainya sebagai “Nabi” karena semua yang dilakukannya hampir seperti sebuah mukjizat. Terakhir kali ia melakukan pertunjukan di jalanan, ia memilih dua puluhan orang pejalan kaki, tua dan muda yang kebetulan lewat untuk terbang bersama dirinya menembus langit.”

Reporter itu kemudian memaksa kameramennya menyorot para penonton yang begitu antusias berkerumun di bawah bangunan tempat Calvici berada.

“Calvici, Calvici, Calivici...!!!” teriakan-teriakan keras dari para penonton di bawah gedung terdengar begitu heboh. Beberapa dari mereka membawa spanduk yang bertuliskan nama Calvici dan berbagai kata-kata yang ingin mereka sampaikan pada idola mereka. Ada beberapa wanita cantik yang membawa spanduk bertuliskan ‘Calvici, bawa serta aku.’ ‘Jadikan aku istrimu.’ dan sebagainya.

Sebuah spanduk yang tidak lazim adalah spanduk yang bertuliskan ‘Calvici bagi uangmu untuk masa depan kami.’ yang dibawa oleh anak-anak.

Reporter itu kembali melanjutkan, “Pada pertunjukan kali ini, Calvici akan membiarkan dirinya disambar oleh petir. Dia mengklaim akan dapat merebut senjata Dewa Zeus yang berupa petir dan mengendalikannya. Apakah dia akan berhasil dengan pertunjukannya kali ini?”

Kamera tersembunyi pada bagian atas gedung, segera memperlihatkan Calvici yang sedang berdiri di atas bagian tengah tiang penangkal listrik sambil memegang bagian tiang dari logam itu dan sekitar empat meter dibawahnya, terlihat kolam api yang menyala berkobar dengan bantuan gas. Jika ia tersambar petir dan terjatuh, dapat dipastikan ia akan terbakar hangus.

Petir menyambar lagi begitu dekat dengan Calvici dan ratusan penonton di bawah gedung berlantai empat puluh kembali menjerit-jerit histeris. Calvici segera memandang pada petir yang baru meledakkan cahayanya di dalam awan gelap dan berteriak dengan sekuat tenaganya, “Berikan aku kebebasan!!!”

Calvici merasa marah dan bergerak memanjat tiang penangkal petir itu. Angin di ketinggian berhembus semakin keras menarik-narik pakaiannya dan air hujan mulai turun. Saat itu suara petir menggelegar dan sebuah pilar cahaya terang, terlihat menyambar langsung pada tiang penangkal petir serta Calvici di atasnya. Di dalam petir, terlihat tangan Calvici bergerak ke atas seolah-olah hendak mencuri petir tersebut.

Seluruh penonton berteriak histeris.

“Duarrrr!!!!!!” sebuah suara ledakan keras terdengar dan tubuh Calvici segera terlempar jatuh ke dalam kolam kobaran api dengan cepat. Kamera memperlihatkan tubuh Calvici yang terlihat meronta-ronta di dalam kobaran api. Kedua tangan pesulap muda itu terlihat bergerak liar dengan petir yang masih menyambar-nyambar dari jari-jarinya dan kedua kakinya terlihat berjuang keras untuk keluar dari kolam api yang sedang membakar seluruh tubuhnya.

Puluhan petugas pemadam api yang menunggu di samping kolam api segera berteriak-teriak cemas.

“Matikan gasnya, segera ambil tabung pemadam kebakaran.”

“Kunci katup penutup saluran gasnya rusak,” sahut seorang teknisi sistem pembakaran pada kolam api, wajahnya terlihat pucat dan tangannya tidak dapat memutar katup penutup gas pada kolam api. Katup itu tampak sudah dirusak seseorang.

Dengan terburu-buru, mereka berlarian mengambil tabung gas pemadam kebakaran yang tersusun rapi dan mengarahkan corong pemadam pada kolam api. Jari-jari mereka dengan cepat menekan kunci-kunci tabung pemadam.

Namun, setelah berusaha menekan mati-matian, tidak ada terlihat sepotong gas putih pun yang keluar dari puluhan moncong tabung gas pemadam kebakaran yang terarah pada kobaran api itu. Calvici terlihat meronta-ronta dalam kobaran api yang diikuti dengan teriakan menyayat hati dari mulutnya.

Semua orang dari atas kolam hanya dapat melihat dengan wajah cemas dan tidak mampu melakukan apapun. Sebelum ia berhasil keluar dari kolam api, tubuh itu jatuh dan tak dapat bergerak lagi sama sekali. Terlihat sesosok tubuh yang hitam terpanggang dalam kobaran api.

Jerit ketakutan para penonton terdengar keras.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Navila terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada prajurit Erdan demi mendapatkan obat bagi ayahnya. Meski awalnya hanya rencana sekali saja, ia justru terjerat dalam keinginan sang Jenderal yang mulai jatuh hati padanya. Di tengah perseteruan dua kerajaan, mereka menyadari bahwa hubungan ini terhalang oleh waktu yang singkat. Akankah perasaan mereka mampu bertahan dan tersampaikan dengan tulus saat perang besar sedang berkecamuk di antara kedua belah pihak?
Sampul Novel Danny Hatta
9.2
Saat memburu target di Swiss, Danny Hatta menemukan petunjuk krusial mengenai kematian ayahnya, seorang hakim tinggi. Penyelidikan itu justru menjebaknya dalam fitnah pembunuhan aparat dan mantan sekretaris sang ayah. Kini berstatus buronan, Danny harus melarikan diri bersama Sarah Hartono, jurnalis yang mengikuti jejaknya. Di tengah ketegangan yang mendebarkan, keduanya terlibat dalam petualangan berbahaya demi mengungkap kebenaran di balik konspirasi ini.
Sampul Novel Ditolak oleh Jodohku, Direbut oleh Alfa Musuh
8.6
Sepuluh tahun mengabdi, impian Luna menjadi hancur saat Alpha Bara mengkhianatiku demi selingkuhannya, Dina. Bara memfitnahku mandul dan memerintahkan hukuman cambuk perak hingga aku sekarat di hutan. Di ambang kematian, aku justru terbangun sebagai tawanan Alpha Reno Mahesa, musuh bebuyutan kawanan kami. Sambil menatap lukaku, dia mengulang hinaan yang menghancurkan hatiku: benarkah aku hanya serigala betina tak berguna yang kini dibuang?
Sampul Novel HARLEIN
9.8
Harlein, sang pewaris takhta Kerajaan Fortania, terjebak dalam dilema asmara dengan Anggara Mahesa. Meski Harlein percaya cinta melampaui kasta, Anggara justru merasa tidak layak bersanding dengannya karena perbedaan status sosial mereka. Anggara memilih menjauh demi kebaikan bersama, namun Harlein menuntut perjuangan yang setara. Di tengah penolakan dan rasa lelah karena terus mengemis perhatian, mampukah sang putri mempertahankan perasaannya saat pasangannya sendiri menyerah?
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Demi uang tambahan, aku bekerja sebagai test sleeper di sebuah hotel misterius. Namun, pekerjaan ini berubah menjadi horor saat aku terjebak dalam serangkaian uji coba tidur yang ganjil. Dari tubuh yang memuai secara tidak wajar hingga gangguan penyanyi tak kasat mata dan sopir taksi berpakaian kertas, setiap detik adalah ancaman. Kini aku harus bertaruh nyawa menembus zona kematian demi mengungkap rahasia gelap hotel ini sebelum terjebak selamanya dalam labirin maut.