
Cinta pertama dan terakhirku
Bab 2
**Intan
malam hari ,Intan menangis dikamar entah apa yang membuat ia menjadi seperti ini ,setelah bertemu Dirga di Rumah sakit , ia seperti membuka luka kembali ,luka lama yang berusaha ia kubur dalam dalam nyatanya terbuka lagi, ia menangis sejadi jadinya meluapkan emosi dan kecewanya ,takdir yang menimpa hidupnya selama ini begitu kejam menurutnya ,pertemuannya dengan Dirga benar benar membuka masa lalu kelam ,yang berusaha ia kubur dalam dalam ,rasa kecewa pada laki laki itu dulu sungguh sangat dalam,
"kenapa disaat aku sudah bisa menerima dan berdamai dengan takdirku ,kamu datang dan membuka lagi luka lama yang sudah aku kubur dalam dalam "
Intan bicara sendiri sambil menatap bintang bintang di atas langit dari balik jendela kamar ,
" apa kamu datang sengaja ingin menertawakan ku ,mungkin kamu sudah bahagia dengan istrimu ,dan kamu sudah menjadi orang yang sukses, sedangkan aku ,aku masih seperti ini, bahkan untuk melupakan kamu saja ,aku masih sulit "
Aku kembali menangis ,dadaku rasanya sesak jika mengingat masa lalu ku yang kelam , dikhianati oleh sang kekasih yang sangat aku cintai adalah hal paling menyakitkan bagi ku
Aku bertemu lagi dengan Dirga ,laki laki yang dulu sangat aku cintai ,entah suatu kebetulan atau memang sudah rencana tuhan ,aku bertemu lagi di saat aku sudah mulai melupakannya ,
Seperti biasa aku mengikuti dokter edwar keliling memeriksa pasien pasien nya di rumah sakit ,Aku kaget ketika melihat sosok laki laki yang sedang terbaring di brankar rumah sakit , terlebih ketika mendengar dokter edward memanggil namanya, terasa berdegup kencang jantungku ,semakin langkahku mendekat semakin jelas terlihat wajahnya ,aku membulatkan bola mataku seakan aku tak percaya kalau pria yang ada di hadapan ku ini benar benar pria yang aku kenal waktu dulu ,pria yang dahulu sudah menghancurkan hatiku ,pria yang sudah mati matian aku lupakan ,tapi kenapa sekarang aku harus bertemu dengan dia lagi , Dirga , ya ,namanya Abian Dirgantara ,namun ,beruntungnya Semenjak pertemuan itu aku di pindah tugaskan oleh ketua kelompokku ,untuk di pindah keruangan lain untuk suatu kepentingan ,dan semenjak saat itu aku sudah tidak bertemu denganya lagi ,entah sekarang dia masih di Rumah sakit atau sudah pulang ,tapi jujur dalam hati entah mengapa aku masih hkawatir dan kepikiran sama dia
***
Setelah hampir satu minggu Dirga dirawat di Rumah Sakit dan kondisinya juga berangsur membaik akhirnya hari ini Dirga di perbolehkan pulang dengan catatan harus rutin kontrol sesuai anjuran Dokter ,sore hari Dirga sedang duduk di kursi roda di balkon kamar kediaman nya sambil memainkan ponselnya menggunakan tangan kiri karena tangan kanan nya masih menggunakan penyangga, Dia menelpon Dokter Adward meminta Dikirimkan suster ke rumahnya untuk membantu dan merawatnya sampai ia benar benar sembuh
"baik tuan ,saya persiapkan dulu segala keperluanya "
Jawab Dokter Adward dari seberang telpon
" saya tunggu , secepatnya ,kalau bisa hari ini juga ,nanti saya akan suruh orang untuk mempersiapkan semuanya "
setelah selesai menelpon Dirga melihat lagi layar ponselnya ,kali ini ia melihat email yang masuk ,walaupun dalam keadaan masih sakit Dirga tidak mau membuang waktunya sia sia ,ia masih bisa memantau perkembangan perusahaannya , walau tidak terjun langsung
dari arah pintu datanglah Bima dengan membawa sebuah maap berwarna kuning
Tok tok tok ,walaupun pintu terbuka namun Bima tetap mengetuknya sebagai bentuk kesopanan terhadap atasannya
"Masuk "jawab Dirga yang sudah tau siapa yang datang
"bagaimana " tanya Dirga langsung tanpa basa basi bahkan tidak menyuruhnya duduk terlebih dulu
"Maaf tuan boleh saya duduk"
",Hemm" jawab dirga sambil mempersilahkan lewat gerakan tangan
"Ini Data data yang tuan inginkan anak buah saya sudah melacak dimana dia tinggal ,disini sudah ditulis jelas dan lengkap alamat dan identitasnya sekarang"
"Bagus, sekarang kamu boleh keluar"
"Baik tuan saya permisi"
"Hmmm"
Setelah Bima keluar Dirga membuka map yang tadi diberikan oleh sekretarisnya,
Dia baca dengan teliti tak berselang lama dahinya mengkerut senyum tipis menghiasi wajah tampan tersebut entah apa yang membuat pria tampan itu tiba tiba tersenyum
***
Terdengar suara ketukan pintu dari luar ,membuat intan sedikit kaget siapa malam malam bertamu batinnya
"sebentar "
KLEKK ,suara pintu di buka
"TARAAAA"
"Mitaaa"
"Assalamu'alaikum kak"ucap mita yang langsung memeluk tubuh intan yang ramping dan lebih tinggi darinya
"kenapa nggak ngabarin aku ,kalau mau balik lagi kesini ,kan aku bisa jemput kamu"
"nggak usah kak aku kan bukan anak kecil ,yang harus di antar jemput"
"ihh kamu ini ya, oh iya gimana acaranya ,lancar ?"
"Alhamdullilah kak lancar ,ini aku bawakan oleh oleh untuk kakak "
" Pake repot repot bawa oleh oleh segala ,terima kasih loh "
"Iya ,sama sama kak "
"Sudah sekarang kamu istirahat ,kamu pasti capek atau mau makan dulu biar aku siapkan"
"nggak usah kak aku sudah makan tadi di jalan ,aku mau bersih bersih dulu ya kak "
"Ya sudah sana "
Mita adalah teman intan mereka tinggal berdua dalam satu kos kosan ,intan bertemu dengan mita disaat mita baru saja mendaftar sebagai perawat di Rumah sakit tempat intan bekerja ,intan yang saat itu melihat mita yang masih kebingungan mencari tempat tinggal ,pasalnya mita baru pertama kali menginjakan kaki di kota tersebut ,karena kasihan intan lalu menawarinya untuk tinggal berdua denganya ,kebetulan intan juga tinggal seorang diri disana ,selain hemat uang sewa intan juga kini punya teman ,untuk sekedar ngobrol atau bercerita
***
Di Rumah sakit ,SEHAT SEJAHTERA, diruangan khusus petawat intan dan mita sedang sibuk membereskan data data pasien yang baru saja di periksa dokter edward ,
" Intan bisa ke ruangan saya sebentar" sapa dokter Adward
" baik Dokter"
"ada apa dokter memanggil saya " Tanya Intan setelah duduk di hadapan Dokter adward di ruangan nya
"Begini intan saya ada tugas untuk kamu ada seseorang yang membutuhkan tenaga kamu, untuk merawatnya
"Lalu pekerjaan saya bagaimana Dok? "
"ini untuk sementara ,hanya sampai beliau sembuh dan bisa berjalan lagi ,setelah beliau sembuh kamu bisa kembali lagi bekerja di sini "
"ini perjanjian kerjasamannya ,dan itu nominal yang akan kamu terima ,ini kamu baca dulu "Dokter adam menyodorkan map pada IntaN perlahan intan membukanya ia terbelalak setelah membaca isinya
"Ini nggak salah Dok"
" bagaimana apa kamu setuju? "
Aku masih diam ,aku kaget dengan besarnya nominal yang tertera di sana
"Tapi…." Jawabku menggantung
Kamu jangan khawatir beliau orang baik ,saya sudah lama berteman dengan keluarga beliau ,dan saya juga sekaligus menjadi dokter pribadi keluarga nya ,ucapan dokter edward seperti mengerti ,akan keraguanku
"Beri saya waktu untuk mempertimbangkanya dulu dok "
"Oke ,silahkan ,tapi jangan lama lama ,karena beliau cuma memberimu waktu sampai nanti malam ,dan kamu sudah harus memberikan keputusan ,kalau tidak saya akan mencari perawat yang lain "
"Secepat itu dok ,?"
"Iya ,karena beliau benar benar sangat membutuhkan nya,"
Aku keluar dari Ruangan dokter edward ,sambil membawa map yang tadi di berikan oleh dokter edward ,
" Ada apa kak ,sepertinya ada sesuatu ?"tanya mita yang melihat aku melamun setelah dari ruangan dokter edward,
Aku sodorkan map yang aku bawa dan mita langsung membacanya ,tak hanya aku yang kaget mita juga tak kalah kagetnya ketika membaca surat itu ,
"Apa , ini nggak salah kak? Sebanyak ini ,wah ini benar benar sangat menggiurkan kak , tapi kenapa belum di tanda tangani ?"
"Aku masih bingung mit ,"
"Kenapa?"
" aku ,,"
" Sudahlah kak , di terima saja ,lagian kakak kan memang lagi butuh banyak duitkan buat biaya operasi bapak ,tunggu apa lagi ,mungkin ini memang jawaban dari doa doa kakak ,iya kan ?"
Ucapan mita ada benarnya juga ,aku memang sangat membutuhkan uang itu ,demi bapak apapun akan aku lakukan akhirnya tanpa pikir panjang lagi aku kembali keruangan dokter edward , menerima tawaranya dan menandatangani surat tersebut
"Bersambung"
Anda Mungkin Juga Suka





