
Cinta pertama dan terakhirku
Bab 3
Dirga memijat mijat keningnya sembari membaca berkas yang ia pegang ,lalu ia mengambil ponselnya yang ia letakan di atas meja ,dan menghubungi seseorang
"Iya halo tuan" suara dari seberng telfon
"apa kamu yakin informasi yang kamu dapatkan akurat "
"Saya berani menjamin tuan kalau informasi yang saya dapatkan itu benar "
"Ya sudah kamu kembali bekerja "tanpa menunggu jawaban, Dirga mematikan ponselnya, dan kembali membaca data data orang yang selama ini ia cari, ya Dirga memerintahkan Bima untuk mencari informasi tentang intan kekasih di masa lalunya yang selalu membayangi hidupnya ,namun sepertinya ada yang aneh dengan informasi yang ia dapatkan ,
Dirga yang cerdas langsung bisa menangkap kejanggalan tersebut
"pasti ini ulah mama"
dirga meremas kertas tersebut ia mengeratkan gigi giginya dan menajamkan penglihatan nya menunjukan ekspresi kemarahannya
Dirga meninju meja dengan satu tangan nya hingga kaca yang di atasnya retak dan melukai tanganya ,namun sama sekali tak ia hiraukan ,baginya luka fisik tak terasa dibanding dengan luka hati yang ia torehkan pada mantan kekasihnya dulu, andai waktu bisa di putar kembali ia pasti akan menolak ajakan mamanya untuk tinggal sementara di luar negeri yang pada ahirnya ia akan kehilangan kekasih yang paling ia cintai
"kenapa mama tega melakukan ini mah ,kenapa ,apa salahku mah " entah rasa apa yang Dirga rasakan sekarang namun yang pastinya Dirga kecewa dengan ulah mamanya, yang sudah tega memisahkan dirinya dengan sang kekasih dengan cara yang licik
"Pasti intan sangat membenciku sekarang "
hanya itu yang ada di pikiran Dirga sekarang, melihat bagai mana dinginnya sikap intan sewaktu di rumah sakit
"aku harus minta maaf pada Intan dan menyelesaikan kesalah pahaman ini"
**
Intan yang baru pulang dari kerja menjatuhkan tubuhnya di kursi sederhana yang ada di ruang televisi sementara mita langsung pergi kedapur mengambil minum ,dua gelas sudah ada ditangan mita
"nih minum dulu kak biar seger "ucap mita sambil menyodorkan minumannya kemudian mita duduk di sebelah Intan
"Hem" intan meraih minuman tersebut dan meminumnya sampai habis tak tersisa
"Kamu nggak apa apa kan aku tinggal sendirian disini,untuk sementara waktu , sampai pekerjaan aku selesai ,aku harus nginap soalnya ,paling pulang kesini satu minggu sekali itu aja kalau keadaan memungkinkan "
"Nggak apa apa kak ,kakak nggak usah khawatir ,kan ada si jono sama si adit ,kalau aku perlu apa apa tinggal teriak aja udah pasti datang mereka "
"iisshh kamu ini kebiasaan ,inget kamu anak perempuan jangan suka teriak teriak pamali loh"
"iya iya nggak lagi ,lagian kakak ,aku kan bukan anak kecil nggak usah khawatir ,pokoknya kakak tenang saja ya "ucap mita menyemangati sahabat yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri
"eh tapi ngomong ngomong kakak berangkatnya kapan ? "
" nanti setelah dapat kabar dari Dokter edward "
"Oh ya sudah kalau gitu aku mandi dulu ya kak"
"Oke jangan lama lama loh ya, gantian ,jangan ngehalu di kamar mandi " goda Intan sambil terkekeh
"iisshh apaan sih " mita mencebik tak terima di katain Intan walaupun sebenarnya ada benarnya juga, Mita memang suka berlama lama di kamar mandi entah apa yang dilakukanya disana ,karna kamar mandi cuma ada satu jadi mereka harus bergantian
Tak lama setelah itu ponsel Intan berdering ada nama Dokter Adward yang memanggil
"Halo Dokter "
"Halo tan kamu siap siap ,besok ada supir yang akan menjemput kamu ,dan mengantarkan ke tempat pasien yang akan kamu rawat"
"Besok Dok?"
"Ya besok,pasien meminta kamu sudah ada disana besok "
"Tapi…"
"Kenapa apa kamu keberatan?"
"Hm nggak -nggak kok dok , oke kalau begitu saya siap siap dulu ,dok "
"Oke Sekarang kamu siap siap ya"
"Baik Dokter"
" besok pagi pagi kamu sudah harus siap "
"Baik Dok"
***
di balkon kamar Dirga sedang menelfon seseorang
"Bagai mana ?"tanya Dirga pada seseorang di seberang sana
"Besok pagi mungkin sudah sampai di tempat tuan ,saya sudah siapkan supir untuk menjemput dan mengantarkan ke tempat anda tuan "
"Oke bagus,terima kasih Dokter, selamat malam "tanpa basa basi Dirga lalu menutup panggilannya ,ya begitulah Dirga dia memang sangatlah dingin cuek dan terkesan angkuh ,namun dibalik itu semua sebenarnya dia adalah pria baik hati dia tidak pelit selalu royal pada setiap orang yang membutuhkan ,
malam terasa sangat panjang Bagi seorang Dirga ia melirik jam di dinding sudah menunjukan pukul sepuluh malam namun matanya masih enggan terpejam ia mengambil dompet kulit berwarna hitam di atas nakas dan mengeluarkan satu lembar foto kecil yang sudah agak kusam ,dilihatnya ada foto sepasang kekasih yang sedang tersenyum bahagia , itu adalah foto Dirga dengan kekasihnya dulu ,kekasih yang sangat ia cintai dengan sepenuh jiwa raganya , namun mereka harus berpisah karena ulah salah satu orang tuanya dahulu, yang tidak setuju dengan hubungan cinta keduanya ,menyesal sudah tentu ,namun mau bagaimana lagi karena semuanya sudah terjadi
yang ingin Dirga lakukan sekarang adalah menerima maaf dari sang kekasih yang dulu sempat ia hancurkan harapanya ,walaupun ini bukan salahnya sepenuhnya dan memperbaiki hubungan yang sempat hancur ,
****
suara deru mobil berhenti didepan rumah yang megah bak istana ,seorang wanita berseragam serba putih turun dari mobil tersebut memandangi rumah di depannya yang sangat mewah ,sejenak ia tertegun seorang supir lalu mengambil koper dari bagasi mobil dan meletakan di depan wanita tersebut
"ini bener rumahnya pak? Tanya Intan pada supir tersebut
"Bener non sesuai alamat yang dikasih pak Dokter"
" wah Gede banget ya pak Rumahnya?"
" iya non penghuninya pasti orang kaya raya" ucap pak supir sambil tersenyum
"Ya sudah saya coba masuk dulu ya pak"
"iya non ,saya tungguin sebentar disini saya akan pulang setelah non masuk kedalam ,karna itu perintah Dokter Adam hehehe saya harus menjaga amanah non "
"Heemm ya sudah "
Intan memencet bel ,menunggu sekitar beberapa menit belum juga ada yang keluar mungkin penghuninya sedang sibuk atau karna saking besarnya rumah jadi untuk keluar membuka pintu saja harus lama
"Selamat pagi "seorang wanita paruh baya menghampiri keduanya
"Pagi " jawab intan sambil tersenyum
"nona ini , suster yang akan merawat tuan muda kan " ucap perempuan paru baya bertubuh gembul tersebut yang tiada lain adalah seorang ART
"Iya bi saya suster yang dikirim Dokter Adam"
"Oh ya mari nona silahkan masuk ,tuan muda sudah menunggu didalam "
Intan dan ART masuk kedalam rumah sementara supir yang mengantarkan tadi langsung pulang setelah keduanya masuk
Tok tok tok
Bi inem mengetuk pintu kamar utama sang tuan rumah
" Masuk " terdengar suara dari dalam kamar
KLEKK
pintu di buka " permisi tuan ini suster nya sudah datang
"Heemm ,sekarang bibi boleh keluar"
terdengar suara seorang laki laki yang sedang duduk di atas kursi roda dengan tangan kanan yang masih menggunakan penyangga menghadap ke jendela ia sedang melihat pemandangan luar dari balik kaca kamar
Dari arah pintu Intan hanya melihat punggung laki laki tersebut
" Suster Saya tinggal dulu ya " pamit bibi pada Intan yang masih berdiri mematung
"Iya bi "
Setelah bibi keluar hening sejenak,
Intan memberanikan diri untuk menyapa
"Selamat pagi tuan saya Intan saya yang di kirim oleh Dokter Adam untuk merawat anda "
Hening
Kemudian laki laki tersebut memutar kursi rodanya menghadap Intan
Dan,,....
"Kam-kamu…."
Bersambung..
Anda Mungkin Juga Suka





