Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Pengantin Buta

Cinta Pengantin Buta

Pramudya dan Mentari resmi menjadi suami istri setelah saksi mengucap kata sah. Dalam kegelapan karena kebutaannya, Mentari meraba sekitar untuk mencari tangan suaminya. Pramudya yang peka segera menyambut jemari Mentari dan membimbingnya. Dengan penuh takzim, Mentari mencium punggung tangan Pramudya. Sang suami pun mengecup kening istrinya sembari merapalkan doa tulus. Akankah pernikahan sebagai pengantin pengganti ini membawa kebahagiaan bagi mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Di kediaman keluarga Angkasa.

"Kau ini benar-benar, Ar," kata Pak Saman, ayah Arjuna. "Tidak bisakah kamu melakukan hal yang lebih penting dari berbuat mesum di dalam mobil," lanjut Pak Saman dengan kesal.

Arjuna tertunduk. Dia hanya diam tidak berani bersuara mau pun mengangkat kepalanya. Setelah pulang dari penggrebekan tadi, dia langsung pulang ke rumah setelah mengantar Bulan pulang.

Arjuna langsung menemui orang tuanya yang tengah lelap tertidur. Dia sudah siap akan konsekuensi yang akan diterimanya.

Pak Saman langsung murka mendengar penuturan dari putra semata wayangnya. Beliau sangat geram melihat Arjuna yang masih suka bersenang-senang tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi. Arjuna yang masih senang berbuat sesuka hatinya.

Sedangkan sang istri juga tidak kalah paniknya. Beliau juga terdiam sambil meremas tangannya. Sang ibulah yang selama ini terlalu memanjakan Arjuna. Bahkan sampai usia Arjuna yang sekarang menginjak 25 tahun, Bu Rukaiya selalu memperlakukan putranya dengan sangat berlebihan. Beliau selalu membenarkan semua apa yang Arjuna lakukan.

" Sudahlah, Pa. Percuma papa ngomel-ngomel sama Arjuna. Ini tidak akan membuat kondisi lebih baik," akhirnya Bu Rukaiya mencoba membela Arjuna yang bersalah.

" Lebih baik Papa bujuk Pram agar mau menikah dengan gadis buta itu. Apakah Papa tega membiarkan Arjuna menikah dengan orang buta? Apa Papa tidak malu punya menantu buta?" lanjut Bu Rukaiya.

Dalam perjalanan pulang tadi, Bulan memang menceritakan tentang kakak kandungnya yang akan menjadi pengantin pengganti. Mentari namanya. Dia terlahir tidak sempurna. Dia tidak bisa melihat. Kalau dilihat sekilas mereka memang mirip karena pada dasarnya mereka saudara kandung yang beda 14 bulan. Jadi mereka terlihat seperti kembar.

Perbedaan yang mencolok bisa dilihat dari penampilan mereka. Bulan yang selalu cetar membahana dalam setiap tampilan, mulai dari riasan maupun busana yang dia kenakan. Bahkan pakaian yang digunakan selalu ketat hingga memperlihatkan bentuk tubuhnya.

Sedangkan sang kakak selalu berpenampilan sederhana. Tidak ada polesan make up di wajahnya. Pakaian yang digunakan pun terkesan biasa dan sederhana.

Pak Saman mengusap kasar wajahnya. Timbul rasa bersalah dalam hatinya. Selama ini beliau sudah mengambil alih seluruh harta warisan kedua orang tua Pramudya. Apakah sekarang dia juga tega menikahkan Pramudya dengan gadis buta. Dan itu semua karena kesalahan anaknya sendiri yang terlalu dimanja. Pak Saman berharap Arjuna akan memiliki sifat yang sama dengan Pramudya. Dia seorang yang rajin dan bertanggung jawab.

Pramudya Angkasa adalah anak dari mendiang kakaknya, Sarji Angkasa. Pak Sarji dan istrinya meninggal karena kecelakaan. Saat itu Pramudya masih berusia 3 tahun.

Tidak ada keluarga lain yang dimiliki Pramudya maka dari itu dia dirawat oleh keluarga pamannya. Pak Saman dan Bu Rukaiya awalnya keberatan saat disuruh merawat Pramudya. Bukannya tidak sayang, tapi keadaan ekonomi Pak Saman sangat buruk. Untuk memenuhi kebutuhan anak tunggalnya saja mereka kesulitan dan sekarang harus ditambah dengan Pramudya.

Setelah tujuh hari kematian Pak Sarji, seorang pengacara mengatakan kalau Pak Sarji meninggalkan warisan yang cukup banyak untuk putranya. Selama menunggu Pramudya beranjak dewasa, warisan yang berupa perusahaan dan beberapa lahan untuk investasi akan di pegang sementara oleh wali Pramudya.

Mendengar penjelasan tersebut, Pak Saman pun setuju untuk merawat Pramudya. Tapi Pak Saman tidak pernah memberitahukan tentang warisan itu pada Pramudya.

Bahkan setelah lulus kuliah, Pramudya harus memulai karirnya dari nol. Dia memilih melamar pekerjaan di perusahaan lain. Dan bekerja sebagai staf biasa.

Pak Saman tidak menyangka kalau sang kakak berhasil menjadikan perusahaan warisan orang tuanya menjadi lebih baik. Sebelum orang tua meninggal, baik Pak Sarji maupun Pak Saman sudah diberikan masing-masing perusahaan. Tapi sayang Pak Saman tidak bisa mengelola dan akhirnya mengalami kebangkrutan.

Pak Saman pun menghembuskan napas seakan menyerah dengan berbagai pikiran yang ada di benaknya. Dia harus menolong putranya sendiri dan membiarkan keponakannya menjadi pengantin pengganti Arjuna.

"Baiklah Papa akan membujuk Pram. Tapi ingat ini bantuan papa yang terakhir," kata Pak Musthofa.

"Jangan berbuat bodoh seperti ini lagi, Arjuna. Mulai sekarang fokuslah pada perusahaan. Jangan bermain-main terus. Perusahaan akan menjadi tanggung jawabmu jika papa sudah pensiun," nasihat sang ayah.

Arjuna dan Bu Rukaiya menghela napas lega. Pak Saman tidak akan membiarkan putranya dalam masalah. Walau cara bicaranya kasar, tapi hatinya tidak sekasar itu. Bagaimana pun juga dia seorang ayah yang tidak ingin melihat anaknya menderita.

"Iya, Pa. Arjuna berjanji. Aku akan lebih fokus pada perusahaan," janji Arjuna dengan senyum terukir di bibirnya.

Bu Rukaiya memeluk anaknya dengan rasa gembira. Beliau pun berjanji dalam hati akan berusaha untuk mendidik putranya jadi lebih baik.

Saat sarapan.

"Pram, paman mau minta tolong padamu," ucap Pak Saman tanpa basa-basi.

"Ada apa Paman? Selama Pram bisa membantu pasti aku bantu," ucap Pramudya sambil mengambil nasi goreng ke dalam piring.

"Bisakah kamu izin untuk hari ini?" lanjut Pak Saman. Beliau pun menaruh sendok dan garpu yang beliau pegang.

Pramudya berhenti menyuapkan nasi dalam mulutnya. Dia langsung menoleh kearah sang paman. ' Sepertinya ada masalah yang gawat' batin Bagas.

Dia pun memandang Bu Rukaiya dan Arjuna secara bergantian. Dia mencoba mencari jawaban dari sikap Pak Saman.

Pak Saman mulai menceritakan tentang apa yang terjadi. Pria paruh baya itu juga menitikkan air mata. Itu bukan air mata palsu. Beliau benar-benar menangis menyesali semua perbuatannya. Dia yang selalu memanjakan Arjuna.

Selama ini Pak Saman tidak pernah membeda-bedakan mereka berdua. Kadang Bu Rukaiya yang memberi penekanan kalau Pramudya hanya keponakan.

Usia Arjuna dan Pramudya beda tiga tahun, Pramudya yang lebih tua. Dari mulai sekolah hingga kuliah, mereka juga di tempat yang sama. Bedanya, Arjuna terlalu dimanja. Pramudya hanya bersikap sewajarnya. Dia tidak meminta lebih pada paman bibinya. Dia sudah sangat bersyukur paman bibinya mau merawat dan menganggapnya seperti anak sendiri.

"Paman mohon Pram. Tolong bantu Arjuna kali ini," kata Pak Saman memelas.

Sedari tadi Pramudya menolak untuk menikah dengan Mentari, bukan karena gadis itu buta, tapi karena dia belum siap menikah. Bagi Pramudya, menikah bukan permainan yang bila bosan bisa kita tinggalkan.

Bisakah dia membahagiakan sang istri nantinya. Apalagi dia belum kenal Mentari sama sekali. Dia juga belum berencana akan menikah dalam waktu dekat. Melihat pamannya yang menangis juga membuat hatinya tersentuh. Pramudya benar-benar bingung.

Setelah terdiam cukup lama, tiba-tiba terlintas dalam benaknya bagaimana jika Mentari menikah dengan Arjuna. Dia tahu bagaimana sifat Arjuna. Mentari sudah menderita sejak kecil dengan kebutaannya, kasihan jika dia harus menderita lagi setelah menikah dengan putra Pak Saman.

Pramudya sadar kalau dia juga bukan pria yang baik. Tapi dalam hatinya tiba-tiba berjanji akan membuat Mentari bahagia. Janji yang tidak minta izin untuk menyusup dalam hatinya. Pramudya belum pernah bertemu dengan Mentari, tapi mengapa ada rasa iba yang timbul di dalam hati.

"Baiklah Paman. Aku akan menggantikan Arjuna untuk menikah dengan gadis itu," ucap Pramudya menyanggupi.

Di kediaman keluarga Pak Anshori.

"Tari, bangun!" Bu Fatimah mencoba membangunkan putrinya dengan kasar. Selain berteriak, beliau juga menarik tangan Mentari.

Sepulang di antar Arjuna tadi, Bulan langsung berlari kearah kamar orang tuanya. Dengan bar-bar dia menggedor pintu dan berteriak memanggil orang tuanya.

"Ada apa, Bulan? Kenapa teriak-teriak kayak gini?" kata ibunya setelah membuka pintu.

"Gawat ini, Ma. Papa mana?" kata Bulan seraya menengok kedalam kamar orang tuanya.

"Di dalam lagi tidur," jawab Bu Fatimah kesal.

Bulan segera masuk ke dalam kamar dengan menarik tangan ibunya. Setelah pintu ditutup, Bulan segera membangunkan ayahnya dengan menggoyangkan lengan dan memanggilnya dengan nada kasar.

"Aku tadi kepergok warga saat berduaan dengan Arjuna. Dan kami dipaksa untuk menikah," Bulan memulai perkataannya setelah ayah ibunya terbangun.

Mereka berdua terkejut sampai membelalakkan mata. Kesadaran setelah bangun tidur pun kembali dengan terpaksa karena cerita putri keduanya.

"Bulan belum mau menikah, Ma, Pa," ucap Bulan dengan manja, "Bujuk Tari untuk menggantikan Bulan menikah besok di hadapan para warga," pinta Bulan.

Pak Anshori dan Bu Fatimah masih belum mendengar sepenuhnya ucapan Bulan tadi. Mereka masih terkejut. Bagaimana bisa Bulan melakukan hal bodoh seperti itu. Apa yang akan dikatakan orang-orang nantinya.

"Bulan masih ingin menjadi seorang model. Biarkan Tari yang buta itu menikah. Dia juga tidak berguna di rumah ini," ucap Bulan yang selalu menjelekkan saudarinya. Sama seperti kedua orang tuanya. Bulan malu punya saudara yang buta.

Bulan dan Mentari adalah saudara kandung. Tapi Mentari lahir dengan keterbatasan. Indera penglihatannya tidak berfungsi, dia buta. Mengetahui anaknya yang buta, Pak Anshori dan Bu Fatimah sangat membenci Mentari. Mereka menganggap kebutaan putri pertamanya adalah aib keluarga. Dan Mentari di cap sebagai anak pembawa sial.

Perlakuan Pak Anshori dan Bu Fatimah pun jauh berbeda. Bulan lahir saat usia Mentari 14 bulan. Bulan yang terlahir normal sangat disayang dan dimanja. Semua yang Bulan inginkan selalu terpenuhi. Berbeda dengan Mentari sang kakak, sejak bayi, Bu Fatimah enggan mengurusi Mentari. Pengasuhan Mentari selalu diserahkan pada Mbok Darti, art rumah keluarga Pak Anshori. Mentay selalu diperlakukan layaknya seorang anak tiri.

Mbok Darti kasihan melihat kondisi Mentari. Beliau selalu memberi semangat dan menasehati kalau Mentari tidak boleh membenci orang tua dan saudara kembarnya. Dengan didikan Mbok Darti pula, Mentari tumbuh jadi gadis yang baik dan sopan. Walau tidak bisa melihat, dia bisa menjadi anak yang pintar.

"Ada apa, Ma?" tanya Mentari sambil menarik tangannya kembali yang tadi ditarik sang ibu. Mentari meraba-raba tempat tidur lalu berusaha bangkit dari duduknya.

"Hari ini kamu akan menikah, jadi mulailah bersiap-siap," lanjut Bu Fatimah.

Mentari terbelalak sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia terkejut sampai tidak bisa mengucapkan kata-kata. Mentari juga menyadari kehadiran orang selain ibunya walau sedari tadi mereka tidak melakukan apapun.

"Me ... menikah, Ma?" ucap Mentari terbata. "Dengan siapa Tari akan menikah?" katanya lagi.

Dia juga mengingat apakah dia berbuat salah hingga ibunya mengatakan hal yang tak pernah dia pikirkan sama sekali. Selama ini Mentari juga tidak pernah dekat dengan pria manapun beda dengan Bulan yang sering gonta-ganti pacar. Jangankan dekat dengan pria, pergi keluar rumah saja jarang. Setiap pergi selalu ditemani Mbok Darti.

Orang tuanya yang melarang Mentari untuk keluar. Mereka malu karena Mentari yang tidak bisa melihat.

"Sudahlah, kamu tidak perlu tahu dengan siapa kamu menikah. Pokoknya hari ini kamu harus menikah," kata Bu Fatimah.

"Tapi, Ma, kenapa mendadak begini pernikahannya? Apa Tari punya salah?" ucap Mentari mencoba meminta penjelasan.

"Salah kamu itu ya buta. Coba kamu bisa melihat pasti Mama Papa tidak akan malu," ucapan Bulan selalu pedas.

"Anggap saja kamu membalas kebaikan Mama Papa selama ini karena mengurus anak buta sepertimu," lanjut Bulan.

"Papa mohon, Tari. Bantu kami kali ini," Pak Anshori pun ikut bersuara.

Sebagai ayah dia pun tidak tega menikahkan anaknya dengan orang yang tidak dikenal sama sekali. Walau beliau tidak bisa menerima Mentari yang seorang tuna netra, tapi rasa sayang pun masih ada di dalam hatinya Walau itu hanya setitik kecil.

"Tari mau menikah, tapi tolong jelaskan apa alasannya?" iba Mentari lagi.

"Tak perlu ada penjelasan apapun. Terima saja keputusan ini," jawab sang ibu.

Mentari langsung jatuh terduduk di lantai sambil menangis. Dia benar-benar merasa hancur. Orang tua kandungnya selalu memperlakukannya dengan buruk karena dia buta. Andai bisa memilih, dia juga tidak akan memilih terlahir dengan kekurangan. Setiap rasa kecewa yang di torehkan keluarganya dia hadapi dengan sabar. Dia selalu berharap agar sikap ayah, ibu dan saudaranya berubah.

Bukannya tidak sakit hati selama 22 tahun dia selalu menerima ketidakadilan. Tapi dia selalu bersabar. Entah sampai kapan kesabarannya akan berakhir

Menikah adalah hal yang sangat sakral bagi Mentari. Dia pernah membayangkan menikah dengan orang yang mau menerima dia apa adanya. Orang yang bisa mencintainya dengan tulus. Karena dia berharap menikah sekali seumur hidupnya. Dia tidak tahu apakah orang yang akan menikahinya nanti akan seperti yang Mentari damba.

Bertemu saja belum, bahkan mendengar sesuatu tentang calon suaminya pun tidak. Banyak keraguan dalam benak Mentari. Tapi sebesar apapun ragu itu, dia tidak bisa menolak keputusan keluarganya. Apa yang menyebabkan dia harus segera menikah pun, Mentari tidak tahu.

Mentari hanya bisa berharap agar suaminya nanti bisa menerima kekurangannya. Dia tidak akan menuntut lebih. Dan semoga pernikahannya bisa membuka jalan kebahagiaan bagi Mentari di kemudian hari.

Setelah selesai memaksa sang kakak, Bulan kembali ke kamarnya untuk mengambil ponselnya dan menelpon Arjuna.

" Ada apa, Sayang?" suara Arjuna ketika panggilan telepon terhubung.

"Aku sudah berhasil membujuk Tari untuk menikah dengan sepupumu itu," suara Bulan tampak riang.

"Baguslah. Papa juga sudah membujuk Pram untuk menikahi kakakmu yang buta," jawab Arjuna santai.

" Pernikahan mereka segera dipercepat saja biar masalah ini cepat selesai. Aku sudah pusing dengan semua ini," lanjut Arjuna sambil memijit keningnya.

"Baiklah. Aku juga sudah muak melihat Tari. Setelah menikah dia pasti pergi ikut suaminya," ucap Bulan.

"Dan tidak ada lagi anak buta yang membuat malu keluarga," lanjut putri kedua Bu Fatimah.

" Nanti suruh langsung ke rumah Pak RT saja kakak dan Papamu. Aku juga bilang begitu pada Papa dan Pram tadi," kata Arjuna.

"Aku mau istirahat dulu, Sayang. Sampai jumpa lagi," Arjuna langsung memutuskan sambungan tanpa mendengar balasan dari Bulan.

Arjuna benar-benar merasa lelah. Satu hari kemarin begitu banyak kejadian yang tidak diduga. Dia ingin tidur sejenak setelah itu dia akan mencoba fokus mengurus perusahaan. Dan akan melupakan sejenak urusan wanita.

Sedangkan di lain tempat di waktu yang sama. Bulan kesal dengan Arjuna yang tiba-tiba memutuskan sambungan ponselnya.

Dia juga lega karena masalah pengrebekan sudah berakhir. Dia benar-benar tidak memikirkan keadaan saudaranya. Apakah sepupu Arjuna akan bisa menerima kekurangan Mentari? Dia tidak mau tahu hal itu. Yang terpenting dia bahagia.

Flashback end.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Terhalang Restu Abi
8.2
Aisyah Putri Rasyid terkejut saat Malik Putra Narendra, mantan kekasih masa SMA, muncul kembali setelah tujuh tahun berpisah. Dulu, Aisyah terpaksa memutuskan Malik tepat di hari kelulusan demi mematuhi perintah ayahnya. Ia bahkan mengembalikan tasbih pemberian Malik sebagai tanda berakhirnya hubungan mereka. Kini, tasbih itu mendadak muncul di depan pintu rumahnya, membangkitkan kenangan manis masa lalu. Akankah cinta lama mereka bersemi kembali?
Sampul Novel Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan
9.7
Permainan Truth or Dare mengubah hidup Syila saat ia memilih tantangan berani. Ia diwajibkan mencium pria pertama yang ditemuinya di depan toilet. Takdir mempertemukannya dengan Jaguar Adytama, aktor tampan yang kerap terjerat skandal bersama banyak wanita. Pertemuan tak terduga itu membuat Jake menjadi pria pertama dalam hidup Syila. Kini, Syila harus menghadapi konsekuensi setelah berurusan dengan sang playboy yang penuh gairah dan obsesi.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Adam memutuskan menikahi Maya hanya demi mengamankan harta warisan, meski hatinya masih terpikat sepenuhnya pada sang kekasih, Sabrina. Memanfaatkan kenaifan Maya, Adam lihai menyembunyikan perselingkuhannya dalam waktu yang cukup lama. Namun, segala rahasia gelap dan kebusukan motifnya perlahan mulai terendus. Saat kebenaran akhirnya terungkap, Adam dihadapkan pada dilema besar. Siapa yang akan ia pertahankan? Kekayaan warisan atau cinta sejatinya?
Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum usia 26, aku adalah penipu ulung tanpa empati yang mahir memikat pria demi uang. Bagiku, mereka hanyalah mangsa hingga Dylan Hewitt muncul. Reputasiku hancur karena tipu dayaku gagal menaklukkannya. Saat aku hampir menyerah, Dylan justru menunjukkan jati diri dan perasaan yang selama ini dia sembunyikan. Terjebak dalam situasi tak terduga, aku kehilangan kendali atas permainanku sendiri. Dylan benar-benar mengubah hidup dan hatiku selamanya.
Sampul Novel Gigolo
8.2
Frans, mahasiswa kedokteran cerdas, terpaksa berhenti kuliah demi menghidupi dua adiknya setelah orang tua mereka wafat. Ia bekerja sebagai penyanyi sebelum akhirnya direkrut oleh Mamih Mega menjadi pria penghibur. Petualangannya berpindah pelukan wanita pun dimulai hingga ia bertemu Fira, gadis yang menyewa jasanya demi melepas kesucian. Meski keduanya saling jatuh cinta, kerumitan muncul saat Frans justru berakhir menikahi wanita lain bernama Anjani.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Sang Ipar
9.2
Di bawah guyuran hujan, Aris terjebak dalam pusaran gairah bersama wanita lain. Kepergian Wilona dimanfaatkan sepenuhnya oleh Flo untuk menjerat pria yang selama ini ia puja secara rahasia. Hasrat yang telah lama terpendam kini meluap, memicu perselingkuhan panas yang penuh risiko. Namun, cinta ini adalah sebuah pengkhianatan besar yang terlarang, sebab Aris merupakan kakak iparnya sendiri. Flo nekat mengejar ambisinya demi memiliki Aris seutuhnya.