Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Menjadi Dendam

Cinta Menjadi Dendam

Nimas rela menahan rasa sakit luar biasa demi mendonorkan dua per tiga hatinya untuk sang kekasih, Bima Arya, yang divonis kanker. Namun, pengorbanan tulus itu hancur saat ia mendengar kebenaran pascaoperasi. Bima rupanya sengaja memanfaatkan momen ini sebagai aksi balas dendam atas kegagalan ujian Vivi yang terpaksa kuliah di luar negeri. Begitu Vivi pulang sebulan lagi, Bima berencana mencampakkan Nimas sepenuhnya setelah merampas organ tubuhnya demi dendam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pacarku, Bima Arya, divonis menderita kanker dan membutuhkan transplantasi hati.

Begitu tahu aku cocok jadi donor, tanpa ragu aku langsung memutuskan untuk menjalani operasi.

Dua per tiga hatiku diangkat, rasa sakitnya luar biasa. Namun, saat sadar, hal pertama yang kulakukan adalah memeriksa keadaannya.

Di depan kamarnya, aku mendengar dia berbicara dengan temannya.

"Kak Bima, kamu benar-benar genius. Bisa-bisanya kepikiran cara balas dendam sehebat ini."

Bima tertawa kecil.

"Kalau saja aku nggak mau buat masalah besar, sebenarnya aku ingin ambil ginjalnya buat main-main."

"Semua ini gara-gara Nimas, Vivi jadi gagal ujian masuk universitas dan harus kuliah di luar negeri. Sebulan lagi Vivi akan pulang ke dalam negeri dan saat itulah aku akan sepenuhnya putus dari Nimas."

Melalui celah pintu, aku melihat Bima Arya.

Saat itu dia sedang duduk di ranjang rumah sakit. Raut wajahnya tampak segar dan merah merona, sama sekali tidak terlihat seperti orang sakit.

Sementara itu, teman-temannya masih dengan penuh semangat membicarakan sesuatu.

"Waktu baru masuk kuliah, kamu menyuruh orang mengganggu Nimas sampai dia dikucilkan satu kelas dan selama sebulan nggak berani pulang ke asrama."

"Waktu mau lulus, kamu menyuruh orang menghapus tugas akhir dia. Gara-gara itu, putri Keluarga Eddie gagal meraih penghargaan dan malah diseret ke ruang kelas kosong untuk dipukuli sampai tangannya patah."

"Kalau dihitung sama kejadian yang sekarang, sudah 93 kali lho. Tinggal enam kali lagi, lalu bisa dibukukan jadi buku pengakuan cinta buat Kak Vivi. Kalau Kak Vivi lihat betapa tulusnya kamu, pasti dia akan sangat tersentuh!"

Perasaan jijik dan ngeri langsung menyelimuti hatiku.

Tak pernah terbayangkan, cinta yang selama ini kuanggap sebagai anugerah dari langit, ternyata hanyalah sebuah rencana balas dendam yang penuh perhitungan.

Aku buru-buru berbalik untuk pergi, tetapi karena baru saja menjalani operasi dan tubuhku sangat lemah, aku langsung terjatuh ke lantai.

Lukanya langsung terbuka lagi dan darah mengalir keluar melalui ujung bajuku.

Kondisiku memang sangat buruk. Dokter sudah berkali-kali menyarankan agar aku membatalkan niat untuk mendonorkan organ.

Akan tetapi, demi membuat Bima bisa cepat lepas dari penyakitnya, aku nekat menjalani operasi tanpa memedulikan keadaan tubuhku sendiri.

Ini adalah ruang perawatan intensif paling mewah di rumah sakit. Demi membuat Bima bisa beristirahat dengan tenang, seluruh lorong rumah sakit dikosongkan.

Saat ini, suara jatuhku langsung menarik perhatian semua orang.

Begitu Bima melihatku, ekspresinya seketika berubah.

"Nimas, kamu 'kan baru saja selesai operasi. Kenapa ada di sini?"

Tanpa menunggu jawabanku, Bima mendorong orang di sampingnya dengan keras.

"Cepat bawa Nimas ke sini, bantu rawat lukanya!"

Begitu perintah Bima terdengar, semua orang langsung panik. Mereka buru-buru membantuku berdiri, lalu membawaku ke sisi Bima.

Bima membelai wajahku dengan penuh rasa iba.

Dia mengambil cairan disinfektan dari atas meja, lalu berkata dengan lembut, "Dokter baru saja selesai operasi dan masih menyelesaikan urusan lainnya. Biar aku bantu bersihkan lukamu dulu, nanti setelah dokternya keluar, dia akan membalutnya lagi. Oke?"

Suaranya tetap selembut biasanya.

Kalau dilihat lebih saksama, sorot matanya tampak memancarkan rasa bersalah dan kasihan.

Namun, aku tahu, semua itu hanyalah topeng belaka.

Barulah hari ini aku sadar.

Selama tiga tahun Bima menolak perasaanku, tetapi sehari setelah hasil ujian masuk universitas diumumkan, dia tiba-tiba menyatakan cintanya padaku. Ternyata, itu semua demi membalas dendam atas nama cinta lamanya.

Sementara aku, dengan bodohnya mengira bahwa ketulusan hatiku berhasil meluluhkan Bima. Meskipun aku tahu dia pernah sangat mencintai Vivi, aku tetap rela menyerahkan segalanya padanya.

Aku memejamkan mata sambil menahan rasa sakit.

Luka yang perih membuatku menggertakkan gigi.

Bima membuka perban dan menyiramkan cairan disinfektan ke lukaku.

Dalam sekejap, rasa perih yang sangat menyengat menyerangku. Aku berteriak keras dan secara refleks mendorong Bima dengan keras.

Pinggang Bima membentur sudut pagar ranjang. Dia meringis kesakitan, lalu menendangku dari tempat tidur.

Aku menutupi lukaku, mengerang kesakitan di lantai.

Saat itu juga, dokter jaga akhirnya datang meski terlambat.

Melihat kondisiku yang parah, mereka segera memeriksa kondisiku.

Begitu menyentuh kulitku yang sudah rusak dan terkelupas karena korosi, mata dokter itu membelalak.

"Kalian apakan dia? Ini luka bakar karena natrium hidroksida konsentrasi tinggi."

"Apa? Nggak mungkin!"

Bima langsung pura-pura kaget, lalu menoleh ke arah meja, berpura-pura sangat menyesal.

"Aku beli cairan disinfektan dan antiseptik dari internet. Setelah operasi, aku cuma ingin lukanya nggak kena infeksi. Tadi waktu Nimas berdarah, aku panik dan langsung bantu bersihkan, nggak sempat baca dengan jelas."

"Maaf, ya, Sayang ... ini semua salahku. Aku menyakitimu lagi."

Dia memukul dadanya sendiri seolah-olah benar-benar sangat menyesal.

Namun, kalau dia benar-benar peduli padaku, mana mungkin dia menendangku sekeras itu.

Aku tidak berkata apa-apa, membiarkan dokter mengangkatku ke atas tandu dan membawaku pergi.

Saat menunggu lift, aku mendengar suara sorakan dari kamar Bima.

"Bima, kamu hebat banget. Kamu bisa menebak si Bodoh Nimas itu pasti akan datang mencarimu karena mencemaskanmu. Makanya kamu sengaja mengganti cairan disinfektan medis dengan natrium hidroksida. Perempuan murahan itu pasti terluka lagi dan sepertinya akan meninggalkan bekas luka permanen."

"Kalian lihat ekspresinya barusan? Benar-benar mengenaskan, seperti anjing liar. Aku sampai nggak bisa berhenti tertawa."

Jari-jariku tiba-tiba mengepal erat.

Meski dalam hati aku sudah tahu jawabannya, saat mendengarnya langsung, tetap saja rasanya sangat menyakitkan.

Setelah dokter pergi, aku segera mengambil ponsel dan memesan tempat di pusat rehabilitasi secepatnya.

Lalu, aku menekan nomor luar negeri yang sudah sangat familier.

"Bu, aku sudah pikirkan semuanya. Aku mau pulang."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERONDONG PERKASA
9.8
Danny Sasmita sering mengintip tetangga barunya, Camelia, menggunakan teropong. Suatu hari, ia bergegas menolong Camelia yang histeris karena kecoak. Namun, warga salah paham hingga memaksa mereka menikah meski terpaut usia jauh. Di tengah tekanan sosial dan tanda tanya mengenai status Camelia, mantan tunangannya muncul kembali setelah dua tahun berpisah. Kini Camelia terjebak dalam dilema antara suami mudanya atau pria dari masa lalu yang datang kembali.
Sampul Novel Bidan
9.7
Menjadi bidan tak pernah ada dalam rencana hidupku, apalagi profesi ini sering dianggap judes. Namun, seiring waktu, aku justru jatuh cinta pada pekerjaan ini hingga usiaku menginjak 25 tahun. Kini, Mama mendesakku mencari jodoh, bahkan sampai meminta bantuan sahabatku sendiri. Kesibukan di Puskesmas membuatku sulit bertemu pria, sampai akhirnya sosok mempesona muncul dan membuatku bertingkah konyol. Hidupku kini mulai berwarna di luar ruang persalinan.
Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara tidak akan menyerah pada kemewahan hidupnya dan bertekad mempertahankan status pernikahannya. Di sisi lain, Vesper justru menyusun rencana licik agar sang istri segera meminta cerai demi menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan membina rumah tangga, perselisihan hebat antara pasangan ini pun pecah. Mereka terjebak dalam pusaran pengkhianatan, ambisi besar, dan konflik cinta yang menguji ketahanan Elara di tengah tekanan sang suami.
Sampul Novel Cinta Palsu, Fakta Tersembunyi
8.3
Kehilangan ibu dan dikhianati Charles di hari pemakaman membuat duniaku runtuh. Di tengah hinaan karena Charles memilih Chelsea, Sugi hadir menyelamatkanku dengan lamaran tulusnya. Tiga tahun membina rumah tangga tanpa anak, aku merasa beruntung memiliki suami penyabar seperti Sugi. Namun, kenyataan pahit terungkap saat aku mendengar pembicaraannya dengan dokter tentang pil KB rahasia. Sugi sengaja mencegahku hamil demi Chelsea. Sadar pernikahan ini hanya tipu daya, aku bertekad pergi.
Sampul Novel Kelakuan Suami dan Ibu Mertuaku di Balik Pintu
8.9
Sebuah kebenaran mengerikan menghancurkan hidup seorang wanita ketika ia mengetahui bahwa anak yang selama ini ia besarkan dengan penuh kasih sayang merupakan hasil hubungan sedarah. Di sisi lain, anak kandungnya sendiri telah meninggal secara tragis. Alih-alih menyerah pada keputusasaan, ia memilih jalan pembalasan dendam yang dingin. Langkah hukum ia ambil demi menjebloskan ibu mertuanya ke dalam penjara, sekaligus membongkar seluruh aib suaminya ke hadapan publik sebelum ia melangkah pergi memulai lembaran hidup yang baru.
Sampul Novel Memikat Hati Pangeran Kelas
9.2
Vindreya Sanjaya, gadis 17 tahun yang ceria namun sedikit urakan, bertekad menaklukkan hati dua pangeran di kelasnya. Ada Kenzo yang dingin dan antisosial, serta Elvano yang populer dan berbakat seni. Perjuangan cintanya penuh aksi kocak hingga momen berbahaya yang mengancam nyawa. Saat takdir mendekatkan mereka, Kenzo dan Elvano justru berbalik mencintai Vindreya. Terjebak dalam cinta segitiga rumit, mereka harus memilih antara pengorbanan atau kebahagiaan sejati.