Sampul Novel Cinta Menjadi Dendam

Cinta Menjadi Dendam

8.4 / 10.0
Dalam novel romantis modern Cinta Menjadi Dendam, Nimas rela mendonorkan sebagian hatinya demi menyelamatkan sang kekasih, Bima Arya. Namun, pascaoperasi, ia justru mengetahui bahwa pengorbanannya hanyalah bagian dari rencana balas dendam kejam. Baca novel online menegangkan ini sekarang.
Ringkasan Cinta Menjadi Dendam
Nimas rela menahan rasa sakit luar biasa demi mendonorkan dua per tiga hatinya untuk sang kekasih, Bima Arya, yang divonis kanker. Namun, pengorbanan tulus itu hancur saat ia mendengar kebenaran pascaoperasi. Bima rupanya sengaja memanfaatkan momen ini sebagai aksi balas dendam atas kegagalan ujian Vivi yang terpaksa kuliah di luar negeri. Begitu Vivi pulang sebulan lagi, Bima berencana mencampakkan Nimas sepenuhnya setelah merampas organ tubuhnya demi dendam.
Baca Selengkapnya

Cinta Menjadi Dendam Bab 1

Pacarku, Bima Arya, divonis menderita kanker dan membutuhkan transplantasi hati.

Begitu tahu aku cocok jadi donor, tanpa ragu aku langsung memutuskan untuk menjalani operasi.

Dua per tiga hatiku diangkat, rasa sakitnya luar biasa. Namun, saat sadar, hal pertama yang kulakukan adalah memeriksa keadaannya.

Di depan kamarnya, aku mendengar dia berbicara dengan temannya.

"Kak Bima, kamu benar-benar genius. Bisa-bisanya kepikiran cara balas dendam sehebat ini."

Bima tertawa kecil.

"Kalau saja aku nggak mau buat masalah besar, sebenarnya aku ingin ambil ginjalnya buat main-main."

"Semua ini gara-gara Nimas, Vivi jadi gagal ujian masuk universitas dan harus kuliah di luar negeri. Sebulan lagi Vivi akan pulang ke dalam negeri dan saat itulah aku akan sepenuhnya putus dari Nimas."

Melalui celah pintu, aku melihat Bima Arya.

Saat itu dia sedang duduk di ranjang rumah sakit. Raut wajahnya tampak segar dan merah merona, sama sekali tidak terlihat seperti orang sakit.

Sementara itu, teman-temannya masih dengan penuh semangat membicarakan sesuatu.

"Waktu baru masuk kuliah, kamu menyuruh orang mengganggu Nimas sampai dia dikucilkan satu kelas dan selama sebulan nggak berani pulang ke asrama."

"Waktu mau lulus, kamu menyuruh orang menghapus tugas akhir dia. Gara-gara itu, putri Keluarga Eddie gagal meraih penghargaan dan malah diseret ke ruang kelas kosong untuk dipukuli sampai tangannya patah."

"Kalau dihitung sama kejadian yang sekarang, sudah 93 kali lho. Tinggal enam kali lagi, lalu bisa dibukukan jadi buku pengakuan cinta buat Kak Vivi. Kalau Kak Vivi lihat betapa tulusnya kamu, pasti dia akan sangat tersentuh!"

Perasaan jijik dan ngeri langsung menyelimuti hatiku.

Tak pernah terbayangkan, cinta yang selama ini kuanggap sebagai anugerah dari langit, ternyata hanyalah sebuah rencana balas dendam yang penuh perhitungan.

Aku buru-buru berbalik untuk pergi, tetapi karena baru saja menjalani operasi dan tubuhku sangat lemah, aku langsung terjatuh ke lantai.

Lukanya langsung terbuka lagi dan darah mengalir keluar melalui ujung bajuku.

Kondisiku memang sangat buruk. Dokter sudah berkali-kali menyarankan agar aku membatalkan niat untuk mendonorkan organ.

Akan tetapi, demi membuat Bima bisa cepat lepas dari penyakitnya, aku nekat menjalani operasi tanpa memedulikan keadaan tubuhku sendiri.

Ini adalah ruang perawatan intensif paling mewah di rumah sakit. Demi membuat Bima bisa beristirahat dengan tenang, seluruh lorong rumah sakit dikosongkan.

Saat ini, suara jatuhku langsung menarik perhatian semua orang.

Begitu Bima melihatku, ekspresinya seketika berubah.

"Nimas, kamu 'kan baru saja selesai operasi. Kenapa ada di sini?"

Tanpa menunggu jawabanku, Bima mendorong orang di sampingnya dengan keras.

"Cepat bawa Nimas ke sini, bantu rawat lukanya!"

Begitu perintah Bima terdengar, semua orang langsung panik. Mereka buru-buru membantuku berdiri, lalu membawaku ke sisi Bima.

Bima membelai wajahku dengan penuh rasa iba.

Dia mengambil cairan disinfektan dari atas meja, lalu berkata dengan lembut, "Dokter baru saja selesai operasi dan masih menyelesaikan urusan lainnya. Biar aku bantu bersihkan lukamu dulu, nanti setelah dokternya keluar, dia akan membalutnya lagi. Oke?"

Suaranya tetap selembut biasanya.

Kalau dilihat lebih saksama, sorot matanya tampak memancarkan rasa bersalah dan kasihan.

Namun, aku tahu, semua itu hanyalah topeng belaka.

Barulah hari ini aku sadar.

Selama tiga tahun Bima menolak perasaanku, tetapi sehari setelah hasil ujian masuk universitas diumumkan, dia tiba-tiba menyatakan cintanya padaku. Ternyata, itu semua demi membalas dendam atas nama cinta lamanya.

Sementara aku, dengan bodohnya mengira bahwa ketulusan hatiku berhasil meluluhkan Bima. Meskipun aku tahu dia pernah sangat mencintai Vivi, aku tetap rela menyerahkan segalanya padanya.

Aku memejamkan mata sambil menahan rasa sakit.

Luka yang perih membuatku menggertakkan gigi.

Bima membuka perban dan menyiramkan cairan disinfektan ke lukaku.

Dalam sekejap, rasa perih yang sangat menyengat menyerangku. Aku berteriak keras dan secara refleks mendorong Bima dengan keras.

Pinggang Bima membentur sudut pagar ranjang. Dia meringis kesakitan, lalu menendangku dari tempat tidur.

Aku menutupi lukaku, mengerang kesakitan di lantai.

Saat itu juga, dokter jaga akhirnya datang meski terlambat.

Melihat kondisiku yang parah, mereka segera memeriksa kondisiku.

Begitu menyentuh kulitku yang sudah rusak dan terkelupas karena korosi, mata dokter itu membelalak.

"Kalian apakan dia? Ini luka bakar karena natrium hidroksida konsentrasi tinggi."

"Apa? Nggak mungkin!"

Bima langsung pura-pura kaget, lalu menoleh ke arah meja, berpura-pura sangat menyesal.

"Aku beli cairan disinfektan dan antiseptik dari internet. Setelah operasi, aku cuma ingin lukanya nggak kena infeksi. Tadi waktu Nimas berdarah, aku panik dan langsung bantu bersihkan, nggak sempat baca dengan jelas."

"Maaf, ya, Sayang ... ini semua salahku. Aku menyakitimu lagi."

Dia memukul dadanya sendiri seolah-olah benar-benar sangat menyesal.

Namun, kalau dia benar-benar peduli padaku, mana mungkin dia menendangku sekeras itu.

Aku tidak berkata apa-apa, membiarkan dokter mengangkatku ke atas tandu dan membawaku pergi.

Saat menunggu lift, aku mendengar suara sorakan dari kamar Bima.

"Bima, kamu hebat banget. Kamu bisa menebak si Bodoh Nimas itu pasti akan datang mencarimu karena mencemaskanmu. Makanya kamu sengaja mengganti cairan disinfektan medis dengan natrium hidroksida. Perempuan murahan itu pasti terluka lagi dan sepertinya akan meninggalkan bekas luka permanen."

"Kalian lihat ekspresinya barusan? Benar-benar mengenaskan, seperti anjing liar. Aku sampai nggak bisa berhenti tertawa."

Jari-jariku tiba-tiba mengepal erat.

Meski dalam hati aku sudah tahu jawabannya, saat mendengarnya langsung, tetap saja rasanya sangat menyakitkan.

Setelah dokter pergi, aku segera mengambil ponsel dan memesan tempat di pusat rehabilitasi secepatnya.

Lalu, aku menekan nomor luar negeri yang sudah sangat familier.

"Bu, aku sudah pikirkan semuanya. Aku mau pulang."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Menjadi Dendam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten
8.7
Kapten Anatoly tak pernah menduga bahwa cinta pertamanya adalah Helen, turis Jerman yang ia sembunyikan di rumahnya saat Rusia menyatakan perang. Di tengah ketegangan konflik, hati sang kapten yang dingin perlahan mencair. Namun, kebahagiaan itu hancur saat identitas asli Helen terungkap sebagai putri dari musuh negaranya. Kini, Anatoly terjepit dalam dilema besar antara kesetiaan pada negara atau menyelamatkan wanita yang ia cintai. Pilihan manakah yang akan ia ambil?
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK SUAMIKU
8.7
Ulfa berjuang menghadapi kista ovarium yang membuat peluangnya menjadi ibu sangat kecil. Meski suaminya terlihat menerima kondisi tersebut, penantian enam tahun mereka akhirnya membuahkan hasil saat Ulfa dinyatakan hamil. Namun, keajaiban ini justru berujung pilu. Di tengah kegembiraannya, Ulfa mendapati sang suami diam-diam menikah lagi dengan wanita lain. Haruskah ia mempertahankan rumah tangganya demi sang buah hati, atau memilih untuk mengakhirinya?
Sampul Novel Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu
8.6
Irfan, pria saleh yang cerdas dan tampan, masih terpukul setelah Iffah menolak niat baiknya dengan alasan merasa tak pantas. Padahal, Irfan adalah sosok idaman yang taat beragama. Di tengah ketidakpastian alasan tersebut, muncul Rayhan, lulusan Malaya University yang mulai mendekati Iffah. Kini Iffah terjebak dalam dilema antara kehadiran Rayhan atau perasaan terpendamnya pada Irfan. Akankah ia memilih sosok baru atau kembali pada cinta lamanya?
Sampul Novel Perfect Bastard
8.0
Hidup Abelian berubah drastis saat seorang pria asing tiba-tiba mencuri ciuman pertamanya di hadapan publik. Tak hanya bersikap kurang ajar, pria misterius itu bahkan berani mengklaim Abelian sebagai calon istrinya di depan banyak orang. Abelian yang merasa sangat geram kini terjebak dalam situasi menjengkelkan. Apa yang akan terjadi saat pria asing tersebut mulai masuk dan terus mengusik kehidupannya? Ikuti kisah Abelian menghadapi gangguan pria gila ini.
Sampul Novel Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna
8.2
Divonis hanya memiliki sisa hidup 72 jam, Sofie Barnes harus menerima kenyataan pahit saat suaminya, Tommy Harper, memberikan kuota pengobatan satu-satunya kepada Anna Wilson. Alih-alih memohon, Sofie justru mempercepat ajalnya dan mulai melepaskan segalanya. Ia menyerahkan saham triliunan rupiah, galeri seni pribadinya, hingga hak asuh putrinya kepada Anna. Di mata Tommy, Sofie akhirnya menjadi sosok istri sempurna yang penurut. Namun, kepatuhan ini adalah awal dari rencana balas dendam terakhirnya.
Sampul Novel Wanita Bayaran Tuan Muda
8.4
Olivia terjebak dalam muslihat kakak tirinya, Eveline, yang memaksanya menikah dengan Jordan demi menghindari komitmen. Merasa dikhianati karena salah menikahi orang, Jordan justru termakan fitnah Eveline yang menyudutkan Olivia. Tanpa dukungan keluarga, Olivia terpaksa menerima tawaran Jordan untuk menjalani pernikahan kontrak berbayar. Di tengah kepura-puraan ini, akankah hubungan mereka berakhir saat masa kontrak usai, atau justru benih cinta mulai tumbuh?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan