Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta, Dusta, dan Vasektomi

Cinta, Dusta, dan Vasektomi

Hamil delapan bulan, duniaku runtuh saat menemukan bukti vasektomi Bima setahun lalu. Di kantornya, aku mendengar ia dan Erlan menertawakan kehamilanku sebagai bagian dari taruhan kejam demi Elsa, adik angkatnya. Pernikahan kami hanyalah permainan demi uang, bahkan mereka bertaruh soal siapa ayah bayi ini. Merasa dikhianati dan dijadikan piala dalam kontes menjijikkan, hatiku membeku. Dengan tenang, aku menelepon klinik untuk mengakhiri segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Suara-suara di dalam kantor terus berlanjut, tidak menyadari kehancuran yang baru saja mereka sebabkan.

"Dia akan hancur saat tahu," kata Erlan, suaranya meneteskan kegembiraan sadis. "Dia mungkin akan menangis berminggu-minggu. Menyedihkan."

"Dia pantas mendapatkannya," suara Bima sedingin es. "Berpikir dia bisa begitu saja masuk ke dalam keluargaku dan menyingkirkan Elsa. Apa dia benar-benar berpikir aku akan memilihnya daripada adikku sendiri?"

Adiknya sendiri. Kata-kata itu menggantung di udara, sarat dengan makna yang baru mulai kupahami. Hubungan mereka selalu intens, tapi aku menganggapnya sebagai ikatan saudara yang erat. Sekarang, rasanya menjijikkan.

"Dia tidak sepintar itu, Bima," kata teman yang lain. "Kau sudah mempermainkannya selama bertahun-tahun. Dia hanya perempuan bodoh dan naif yang mudah dibodohi."

"Dia tidak akan punya pilihan selain pergi," ramal Erlan. "Dia tidak akan punya apa-apa. Tidak ada suami, tidak ada bayi, tidak ada uang."

"Dia sendiri yang cari masalah," kata Bima datar, seolah membaca naskah. "Dialah yang memanipulasi Elsa, mengisi kepalanya dengan omong kosong tentang perlunya 'menemukan jati diri' di luar negeri. Dia ingin Elsa pergi."

Aku mencengkeram dinding untuk menopang tubuhku, kepalaku pusing. Itu semua bohong besar. Elsa yang datang padaku, menangis karena merasa tercekik oleh Bima, putus asa mencari kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri. Aku yang mencarikan program studi untuknya, membantunya dengan aplikasi, bahkan memberinya uang untuk tiket pesawat dari tabunganku sendiri. Kupikir aku sedang membebaskannya. Sebaliknya, mereka telah memutarbalikkannya menjadi senjata untuk melawanku.

"Apa benar itu alasan Elsa pergi?" tanya salah satu temannya, ada keraguan dalam suaranya.

"Tentu saja," kata Bima, nadanya tajam dan meremehkan. "Alena memanipulasi situasi. Tapi tidak apa-apa. Itu memberi kita alasan yang sempurna untuk permainan kecil ini."

"Bicara soal permainan," suara Erlan berubah licin. "Aku punya ide baru untuk pesta saat Elsa kembali. Kita bisa membuatnya lebih menarik lagi."

Bima tertawa kecil, meremehkan. "Terserah. Jangan libatkan aku dalam bagian yang kotor. Jujur saja, memikirkan bayi itu..." Dia berhenti. "Itu bukan anakku, dan aku tidak peduli anak siapa."

Dia mengatakannya dengan begitu santai, dengan rasa jijik yang begitu mendalam.

"Aku lebih suka menaikkan level di game baruku daripada berpura-pura menjadi ayah yang penyayang," tambahnya.

"Aku masih tidak percaya betapa kau membencinya," gumam seorang teman.

"Benci adalah kata yang terlalu ringan," jawab Bima. "Melihatnya, menyentuhnya... membuat kulitku merinding. Ini adalah pekerjaan. Dan aku akan segera dibayar."

"Baiklah, mari kita resmikan ini," umum Erlan, suaranya keras dan memerintah. "Taruhan terakhir. Sepuluh miliar rupiah kalau bayi itu anakku. Siapa yang ikut?"

"Aku ikut sepuluh miliar," kata satu suara segera.

"Sepuluh miliar dariku juga," kata yang lain.

"Aku pasang dua puluh miliar," suara Bima memotong yang lain. "Karena aku sangat yakin itu bukan anakku, dan aku ingin mendapat untung dari penderitaannya."

Seruan persetujuan menyusul. Mereka mempertaruhkan miliaran rupiah, berjudi dengan tubuhku, dengan anakku, dengan hidupku. Itu adalah tontonan kebejatan mereka.

"Jangan lupa, aku yang pertama mendapatkannya, tepat setelah 'prosedur' Bima," sesumbar Erlan. "Peluang ada di pihakku."

Aku berdiri membeku di lorong, mendengarkan tawa mereka, cara mereka dengan santai membahas pelanggaran terhadapku. Lantai terasa seakan mau runtuh di bawahku. Setiap kata adalah tusukan baru, mengukir cinta dan meninggalkan kekosongan yang hampa dan menyakitkan.

Kebenaran adalah beban fisik, menekan diriku, mencuri udara dari paru-paruku. Pria yang kunikahi, teman-teman yang kusambut di rumahku, mereka adalah monster.

Tanganku menyentuh perutku, sebuah gerakan protektif dan naluriah. Tapi bayi itu bukan lagi simbol cinta. Itu adalah piala dalam kontes menjijikkan mereka.

Aku tidak bisa bernapas. Aku terhuyung menjauh dari pintu, putus asa mencari udara, mencari jalan keluar dari kebenaran yang menyesakkan. Aku berhasil sampai ke lift, tubuhku gemetar tak terkendali.

Begitu di dalam mobil, aku akhirnya hancur. Isak tangis mengguncang tubuhku, suara serak dan parau dari penderitaan murni. Rasa sakit itu adalah makhluk hidup, merobekku dari dalam.

Tapi saat air mata mereda, sesuatu yang lain menggantikannya. Kemarahan yang dingin dan keras. Dimulai sebagai percikan di kedalaman keputusasaanku dan tumbuh menjadi api yang membara.

Mereka ingin menghancurkanku. Mereka ingin melihatku jatuh.

Aku tidak akan memberi mereka kepuasan itu.

Aku pulang ke rumah, pikiranku berpacu, menyusun rencana baru. Aborsi masih merupakan langkah pertama. Tapi itu tidak akan menjadi akhir. Itu akan menjadi awal.

Awal dari balas dendamku.

Mereka menginginkan permainan? Aku akan memberikannya. Dan aku akan memastikan bahwa pada akhirnya, mereka akan kehilangan segalanya.

Pertama, aku butuh lebih banyak bukti. Aku perlu tahu segalanya.

Dan aku tahu kapan aku akan mendapatkannya. Di pesta untuk Elsa. Pesta yang seharusnya menjadi penghinaan terakhirku akan menjadi panggung kejatuhan mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DERITA PERNIKAHAN PAKSA
9.3
Hidup Vivian hancur setelah terikat pernikahan paksa dengan Maximilian Windsor. Setiap hari ia harus menanggung siksaan fisik dan batin yang meninggalkan trauma mendalam. Di tengah penderitaan tersebut, muncul River, pria lembut yang menjadi pelindung sekaligus penyemangat hidupnya. Namun, obsesi Max yang kian gila memicu insiden tak terduga hingga Vivian mengandung anak dari pria yang paling ia benci. Kini ia terjebak di antara cinta tulus River atau Max yang merupakan ayah dari bayinya.
Sampul Novel Devil Heart Angel
9.7
David Edward dikenal sebagai sosok pria kejam yang menyandang julukan malaikat berhati iblis. Namun, segalanya berubah drastis saat takdir mempertemukannya dengan Anesia Sabila. Kehadiran wanita tersebut menjungkirbalikkan dunia David hingga hidupnya terasa kacau dan tidak terkendali lagi. Apa sebenarnya yang membuat Anesia mampu mengusik ketenangan sang iblis? Ikuti kisah penuh konflik dan romansa yang akan mengungkap alasan di balik kekacauan hidup David.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Grace adalah sekretaris berdedikasi yang dunianya jungkir balik saat kakak sang bos mulai mendekatinya secara intens. Meski semula bersikap acuh, satu malam tak terduga mengubah segalanya hingga ia sulit menampik pesona pria itu. Kini, Grace terjebak dalam dilema besar antara menjaga profesionalisme atau mengikuti kata hati yang membara. Di balik kemewahan hidup penuh rahasia, ia harus memilih arah masa depannya dalam pusaran cinta yang rumit.
Sampul Novel Jangan Rubah Takdirku
9.4
Kebahagiaan pernikahan muda Azalea dan Erik hancur saat Erik bertugas ke perbatasan. Setelah delapan tahun menghilang dan berjuang bangkit dari keterpurukan sebagai yatim piatu, Azalea sukses menjadi dokter berkat bantuan pamannya. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Erik yang kini bersikap dingin meski tatapannya masih penuh cinta. Di tengah luka lama dan rintangan keluarga, mereka berjuang menyatukan kembali asmara yang sempat padam demi kebahagiaan sejati.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
9.7
Clara Martins berjuang menyelamatkan toko roti warisan neneknya di São Paulo dari lilitan utang. Saat pengkhianatan mengancam bisnisnya, Enzo Albuquerque, pengusaha dingin sekaligus cinta lamanya, menawarkan pernikahan kontrak satu tahun. Enzo butuh istri demi mengamankan posisinya dari konspirasi keluarga. Namun, tinggal bersama memicu kembali gairah lama. Clara menyimpan rahasia kehamilan, sementara Enzo memendam misteri yang bisa menghancurkan cinta kedua mereka.