
Cinta Berbalas Dusta
Bab 2
Bab.2
LIMA TAHUN KEMUDIAN.
"Aku gemuk gara-gara neneknya Krazivaya ini .!"
Nyonya Umnaya membantu neneknya Krazivaya meletakkan semua piring gelas di dalam rak kitchen set. Neneknya Krazivaya tertawa terbahak-bahak.
"Inilah enaknya kerja berjualan makanan. Dapat uang dan bisa selalu makan enak. Ayo sini , kita hitung uang.!. Umnaya Koroleva cepatlah kemari.!"
Nyonya Umnaya Koroleva membawa kopi hitam dua cangkir yang diletakkan di atas meja makan.
"Ayo kita minum kopi sambil menghitung uang agar tidak tegang , nenek Krazivaya .!"
Sahut nyonya Umnaya Koroleva dengan santai. Mereka berdua menghitung uang dan membagi dua sama rata.
"IBUUUU..... NENEKKK..."
Teriak Angel Mudryy sembari masuk ke dalam kedai.
"Cepatlah minum daripada kamu pingsan di sini , Angel Mudryy.!"
Ucap neneknya Krazivaya sembari membetulkan kacamatanya. Gadis cantik itu membuka kulkas dan mengambil es jus jeruk.
"Ada apa teriak-teriak , Angel Mudryy .?"
Tanya nyonya Umnaya Koroleva dengan suaranya yang lemah lembut.
"Ibuu...Ibuu...aku.."
"Makanlah dulu .!. Setelah itu , baru bicara pada kam berdua , Angel Mudryy .!"
Perintah neneknya Krazivaya sambil mengelus-elus kepala Angel Mudryy.
"Tadi aku mau bicara , disuruh minum dulu. Sekarang aku mau bicara disuruh makan dulu. Neneeekkk..."
Protes Angel Mudryy sambil mengerucutkan bibirnya dan kedua tangannya bersedekap di depan dadanya. Nyonya Umnaya Koroleva dan neneknya Krazivaya tertawa melihat mimik wajah gadis cantik .
"Umnaya Koroleva cepat ambilkan makan untuk putrimu .!"
Perintah neneknya Krazivaya sambil memeluk bahu Angel Mudryy. Nyonya Umnaya Koroleva terkekeh sambil bangkit berdiri mengambilkan makanan di dapur.
"Kalau baru datang itu harus makan minum dulu , Angel Mudryy .!. Kamu belum tahu kalau hari ini ibumu dan aku memasak banyak makanan lezat dan banyak yang beli.!"
"Oh benarkah , neneknya Krazivaya .?'"
Tanya Angel Mudryy sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Neneknya Krazivaya terkekeh sambil mengangguk.
"Neneknya Krazivaya , aku amat sangat menyayangimu karena nenek baik sekali.!. Mana Krazivaya .?"
Ucap Angel Mudryy sambil menoleh ke kanan kiri mencari Krazivaya.
"Krazivaya lagi mengantarkan pesanan makanan . Sebentar lagi juga pulang ."
Sahut nyonya Umnaya Koroleva sembari meletakkan semangkuk sup ayam dan segelas susu di atas meja. Angel Mudryy langsunge menyantap sup ayam dan meneguk segelas susu sampai ludes tak tersisa.
"Ibu.. nenek... Aku mau ke Paris.!"
Nyonya Umnaya Koroleva dan neneknya Krazivaya langsung terdiam menatap wajah cantik Angel Mudryy.
"Aku sudah memenangkan lomba kontes kecantikan dan menandatangani kontrak dengan agen model. Sekarang aku mau ke Paris."
Ujar Angel Mudryy dengan penuh semangat. Nyonya Umnaya Koroleva dan neneknya Krazivaya masih terdiam.
"Ibu belum pernah hidup jauh denganmu dan kakakmu. Sekarang kamu mau ke Paris , Angel Mudryy. "
Ujar nyonya Umnaya Koroleva dengan suara parau dan sesak di dada menahan tangis. Neneknya Krazivaya masih terdiam menyimak pembicaraan ibu dan anak yang duduk di hadapannya. Angel Mudryy berpindah duduk di dekat nyonya Umnaya Koroleva dan memeluk pundaknya..
"Bu , aku mau lebih fokus di dunia model dan aku rasa kesempatan ini tidak datang kedua kalinya di hidupku .!"
Ucap Angel Mudryy dengan lembut namun penuh penekanan. Nyonya Umnaya Koroleva menarik nafas dalam-dalam lalu menoleh pada putrinya.
"Kamu masih sembilan belas tahun dan haruskah kamu pergi jauh dari Russia ke Paris , Angel Mudryy anakku .?"
Lemah lembut suara nyonya Umnaya Koroleva meskipun hatinya bergemuruh penuh kekhawatiran.
"Harus , bu. Aku harus ke Paris. Peluang bagus terbuka untukku karena aku mau benar-benar fokus berkarir di bidang modelling."
Angel Mudryy masih terus membujuk nyonya Umnaya Koroleva agar mengijinkan dirinya pergi ke Paris.
"Angel Mudryy, di sini kamu sudah menjadi model , bintang iklan dan memenangkan banyak lomba kontes kecantikan . Apa tidak sebaiknya kamu menekuni karirmu di Russia saja , anakku .?"
Nyonya Umnaya Koroleva pun tidak mau mengalah , membujuk putrinya untuk tetap di Russia.
"Ibu , aku tetap harus ke paris untuk fokus menekuni dunia modelling karena kulihat peluang di sana untuk membantu keluarga kita ."
Jawab Angel Mudryy dengan nada sopan tapi penuh percaya diri. Sontak nyonya Umnaya Koroleva menoleh pada putrinya.
"Sudah ibu duga , pasti itu yang membuatmu bersikeras niat pergi ke Paris , Angel Mudryy anakku .!"
Tukas nyonya Umnaya Koroleva dengan nada suara pelan dan tatapan penuh kesedihan. Nyonya Umnaya Koroleva mengalihkan pandangannya ke neneknya Krazivaya yang sedari tadi menatapnya.
"Angel Mudryy, tolong tinggalkan ibumu berdua denganku. Sekaranglah , istirahatlah dulu .!"
Titah neneknya Krazivaya dengan lemah lembut sambil tersenyum ramah.
"Baiklah. Ibu , neneknya Krazivaya..aku pamit pulang dulu .!"
Angel Mudryy mencium pipi ibunya dan neneknya Krazivaya. Mereka berdua melihat gadis remaja cantik itu melangkah keluar kedai.
"Rasanya baru kemarin , kutimang Angel Mudryy. Sekarang dia sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Tak terasa , waktu cepat berjalan."
Mendengar perkataan nyonya Umnaya Koroleva , langsung nenek krasivaya tersenyum lembut keibuan .
"Aku tahu pasti kamu sangat tidak ingin melepaskan putrimu pergi jauh karena selama sembilan belas tahun kalian selalu bersama namun apa boleh buat , Umnaya Koroleva ?. Jika memang Angel Mudryy bersikeras tetap ingin fokus menekuni karirnya di dunia modelling, kita tidak bisa mengekangnya.?"
Dengan mata berkaca-kaca , nyonya Umnaya Koroleva menjawab..
"Aku memahami jika dia ingin fokus berkarir di bidang modelling karena memang bakatnya di situ tapi aku merasa berat jika ia melakukan karena mau menghidupi keluarga. Angel Mudryy masih muda sekali dan ini tak adil baginya. Aku sebagai single parent masih sanggup bekerja , neneknya Krazivaya.!"
Jawab nyonya Umnaya Koroleva dengan suara parau dan meneteskan air mata kesedihan. Neneknya Krazivaya menghembuskan nafasnya dan mengelus-elus punggung nyonya Umnaya Koroleva.
"Ya aku paham maksudmu , tapi semua ini Tuhan yang mengatur kehidupan. Aku yakin jika memang niatnya baik pasti Angel Mudryy menjadi seorang wanita sukses. Seberat-beratnya seorang ibu melepaskan putrinya pergi jauh tapi jika saatnya ia harus hidup mandiri maka ibu haruslah memberinya kesempatan. "
"Tapi neneknya Krazivaya.."
"Umnaya Koroleva, waktu dan keadaan yang memproses Angel Mudryy putri kesayanganmu tumbuh menjadi sosok tegar, mandiri dan bertanggung jawab. Percayalah padaku , putrimu mempunyai kepribadian yang baik seperti kepribadianmu."
Neneknya Krazivaya berusaha keras menenangkan nyonya Umnaya Koroleva yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.
♥️
KEESOKAN HARINYA,
"KRAZIVAYA....."
Teriak Angel Mudryy saat melihat sahabatnya sedang mengayuh sepeda melintas di depan rumahnya.
"Hai Angel Mudryy, mau pergi kemana .?. Masih jam enam pagi tapi sudah rapi dan cantik .!"
Ujar Krasivaya yang turun dari sepedanya.
"Aku mau ke makam ayahku. Ayo kita bersepeda ke sana , Krazivaya .!"
"Apakah kamu sudah pamit pada ibumu ?."
Tanya Krazivaya sambil mengikat rambut panjang Angel Mudryy sahabatnya.
"Sudah , aku berpamitan sebelum ibu pergi ke kedai nenekmu. Ayo aku saja yang memboncengmu , Krazivaya.!"
Angel Mudryy langsung naik sepeda membonceng Krazivaya sahabatnya. Mereka berdua ke makam tuan Lineyka Mudryy.
Anda Mungkin Juga Suka





