
Cinta Berbalas Dusta
Bab 3
Bab.3
Setelah mereka berdoa di dekat batu nisan lalu bersepeda kembali pulang. Sesampainya di rumah ,
"Jangan pulang dulu , Krazivaya.!. Aku mau bicara denganmu .!"
Ajak Angel Mudryy sembari menarik tangan Krazivaya sahabatnya masuk ke dalam rumah. Mereka berdua tiduran di atas sofa.
"Krazivaya , aku mau ke Paris."
"HAHH..APAA..?"
Krazivaya berteriak sambil bangun dari sofa. Ia menatap wajah sahabatnya dengan tatapan penuh selidik.
"Kamu serius.?"
"Ya , semalam aku sudah bicara dengan ibuku dan nenekmu , Krazivaya."
Angel Mudryy tersenyum, memiringkan kepalanya.
"Artinya kamu meninggalkan aku , nenekku , kakakmu dan ibumu di Russia . Tapi kamu cuma sebentar di sana kan ?. Terus kapan kembali kesini .?. Kita berdua sepedaan lagi , Angel Mudryy."
Ucap Krazivaya sambil memegang kedua lengan sahabatnya.
"Aku mau fokus menekuni karirku sebagai model di Paris karena ada beberapa agency yang menawarkan kerjasama padaku dan jika aku sudah sukses pasti kembali pulang ke Rusia , Krazivaya."
Penjelasan Angel Mudryy langsung membuat Krazivaya murung.
"Sebetulnya aku tidak mau kamu pergi jauh tapi sepertinya sudah menggebu-gebu keinginanmu tak bisa di cegah . Pergilah jika keputusanmu sudah bulat , Angel Mudryy."
Sahut Krazivaya dengan wajah dan suara lesu.
"Krazivaya , maksudku.."
"Kamu bukan ahli kecantikan melainkan harus menjadi subjek . Ya , aku mengerti tanpa kamu harus menjelaskan secara detail , Angel Mudryy."
Krasivaya memakai mantel , melangkah ke pintu ruang tamu .
"Aku tidak mengusirmu tapi kalau memang kamu mau pergi ke paris. Pergilah secepatnya karena peluang lebar menunggumu. Aku pulang dulu , Angel Mudryy. Semoga sukses di Paris!."
Ucap Krazivaya dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. Angel Mudryy hanya diam mematung. Dia tidak bisa berkata-kata rasanya tenggorokannya tercekat dan semua kata terhenti terhebat di tenggorokan. Keduanya matanya mengembun melihat Krasivaya pulang dan mengayuh sepeda. Hatinya berkata..
{"Jika aku sekarang membuat ibu dan Krazivaya sahabatku bersedih , nanti pasti kubuat mereka bahagia."}
Memang semua orang mengakui Angel Mudryy seorang gadis yang sangat cantik namun ia sendiri merasa wajahnya biasa dan berkat didikan ibunya yang seorang guru maka tak heran jika kepribadian angel Mudryy tergolong baik sekali, sebenarnya ia hanya coba-coba di dunia mode dengan memutuskan masuk sekolah kecantikan ,namun keberuntungan berpihak padanya. Saat Angel Mudryy berada di sekolah kecantikan, dia diperhatikan seseorang dari agen model lokal yang terpesona dengan kecantikannya. Dia pun di desak untuk berpartisipasi dalam kontes kecantikan . Kontes ini merupakan sebuah kontes kecantikan paling bergengsi untuk para model pemula di Rusia. Tidak disangka, dia pun memenangi kontes kecantikan tersebut. Sekarang Angel Mudryy genap berusia sembilan belas tahun , ingin lebih fokus berkarir menekuni dunia modelling di Paris. Jika Angel Mudryy sibuk mempersiapkan diri dan mengurus paspor juga visa untuk ke Paris .
♥️
Tapi di tempat lain.. ada seorang pria muda royal mendatang rumah bordil.
"Antonius , malam ini aku mau dengan seorang pelacur yang paling mahal dan lihai permainan sex-nya di ranjang."
"Ada, tuan Moshennik. Tolong tunggu sebentar.!"
Sahut Antonius si mucikari itu dengan sopan. Ia menyuruh pelayan memanggil seorang pelacur yang sedang duduk di dalam. Antonius ini seorang mucikari yang merekrut banyak perempuan untuk dijadikan pelacur dan mereka di modali agar secantik artis dan berpenampilan mewah karena para pelanggan dari kalangan pria hidung tebal berkantong tebal.
"Sepertinya kamu memanggilku , Antonius .!"
Seorang pelacur dengan tampilan seronok dan wajah full make-up menghampiri Antonius .
"Mucche, apakah malam ini kamu bisa melayani tuan Moshennik .?"
Tanya Antonius pada Moshennik pelacur kelas kakap yang menjadi andalannya di antaranya semua para pelacur yang menjadi anak buahnya. Mucche menoleh ke arah Moshennik yang sedang menghisap rokok sambil menelpon.
"Ya , aku bisa melayaninya , Antonius .!"
Sahut Mucche dengan suara genit dibuat-buat. Antonius dan Mucche menunggu Moshennik selesai telepon.
"Tuan Moshennik , ini Mucche yang malam ini menemani anda. Bagaimana tuan .?"
Antonius menghisap rokoknya menanti jawaban dari Moshennik yang melihat penampilan Mucche dari atas ke bawah.
"Ya , Antonius. Berapa semalam .?"
"Murah tuan , hanya seribu dolar ."
Moshennik mengeluarkan dompetnya dari kantong jaketnya kemudian mengambil sepuluh lembar uang kertas dan d letakkan di atas meja.
"Kubayar sekarang, Antonius."
"Terima kasih , tuan Moshennik.",
Moeshennik berjalan keluar dari rumah bordil diikuti Mucche , mereka berdua masuk ke dalam mobil.
"Apakah kita mau makan malam dulu , tuan Moeshennik . ?"
Tanya Mucche dengan genit. Moeshennik yang fokus mengemudi mobil langsung menoleh pada pelacur yang duduk di sampingnya.
"Aku membayarmu tidak untuk mengajakmu kencan makan malam tapi untuk melayaniku di ranjang."
Mucche langsung menarik nafas. Dia diam sembari melemparkan pandangannya ke luar jendela mobil. Moeshennik masih terus melajukan mobilnya ke rumah.
"Kenapa kita tidak ke hotel tapi ke rumahmu ,?"
"Aku tidak suka pelacur yang banyak bicara. Tugasmu hanya memuaskanku di ranjang.!"
Desis Moeshennik sambil menatap wajah Mucche , dengan tatapan tidak suka. Mucche keluar dari mobil mengikuti Moeshennik yang masuk ke dalam rumah.
"Pelayan.."
Moeshennik melambaikan tangannya pada pelayan di dapur.
"Iya tuan , ada yang perlu saya bantu .?"
Tanya pelayan dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.
"Tolong kamu beri makan perempuan yang kelaparan itu .!"
Jawab Moeshennik sembari tangannya menunjuk ke arah Mucche yang berdiri di belakangnya. Pelacur itu terkesiap , ia tidak menyangka Moeshennik bersikap sombong dan tak sopan.
"Baiklah tuan , saya siapkan makanan.!"
Jawab pelayan itu dengan sopan lalu melangkah ke dapur. Moeshennik melihat Mucche dan berkata dengan nada datar..
"Kamu selesai makan , langsung ke kamarku .!"
Mucche melihat moeshennik berjalan masuk ke dalam kamarnya kemudian ia melangkah ke dapur , melihat pelayan sedang mengambil memasak spaghetti.
"Tidak perlu memasak , aku tidak jadi makan."
Pelayan melihat Mucche dan mengangguk dengan sopan pada Mucche yang berbalik melangkah masuk ke dalam kamar Moeshennik pria yang membayarnya.
"Lebih baik aku melayanimu sekarang , tuan .!"
Moeshennik menoleh pada pelacur yang masuk ke dalam kamarnya.
"Sudah selesai makanmu .?"
Tanya Moeshennik dengan nada datar, Mucche mengangguk sambil mendekati pria sombong itu. Ia membuka bajunya satu persatu hingga tak selembar benang pun menutupi tubuhnya yang sexy dan sintal. Kedua tangannya terulur membuka baju dan celana Moeshennik kemudian berjongkok dan mengulum 'milik' Moeshennik yang mulai menegang.
"Hmmm... nikmatnya .!"
Desah Moeshennik sambil memejamkan kedua matanya. Tangan pria itu terulur menarik rambut pelacur..
"Aacchh.."
Mucche kesakitan , rambutnya ditarik dengan kasar oleh Moeshennik dan badannya di jelaskan di lantai kamar.
"Aku mau kamu memuaskanku di ranjang tapi mandilah dulu .l."
Anda Mungkin Juga Suka





