Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Belum Berakhir

Cinta Belum Berakhir

Lima tahun berlalu sejak Kanaya pergi tanpa pamit demi pernikahan pilihan orang tua, namun takdir justru mempertemukan kembali dirinya dengan Haitsam. Kini, Haitsam terjebak dalam tugas sulit membimbing Kanaya mengelola perusahaan milik ayah mertua wanita itu. Meski cintanya belum padam, Haitsam harus menekan perasaannya demi menjaga amanah sang atasan. Akankah rahasia masa lalu mereka terbongkar di hadapan suami Kanaya? Inilah dilema hati yang penuh risiko.
Bab
Bagikan

Bab 3

(Lima Tahun yang Lalu)

"Mau sampai kapan kamu menunggu mayat hidup itu bangun? Tinggalkan Haitsam dan menikah dengan Ramdan. Kalian berdua sudah dijodohkan sejak lama, Naya." Adam menatap putrinya lekat-lekat. Sudah puluhan kali ia meminta Kanaya meninggalkan sang kekasih dan menerima lamaran Ramdan.

Mana mungkin bisa Kanaya meninggalkan Haitsam. Sedang pria itu tengah berjuang di antara hidup dan mati.

Haitsam tengah mengalami koma. Sudah berbulan-bulan, lelaki itu terbaring lemah di ruang ICU. Haitsam mengalami kecelakaan motor parah ketika akan menjemput Kanaya di tempat kerja. Sampai detik ini, belum ada tanda-tanda kalau pria itu akan siuman.

Hubungan Haitsam dan Kanaya sudah berjalan cukup lama. Namun, hubungan yang sudah terbina selama bertahun-tahun pun belum tentu bisa mendapatkan restu dengan mudah. Adam tidak begitu menyukai dengan status keluarga Haitsam yang berasal dari kalangan biasa. Pun mendiang sang istri sudah menjodohkan Kanaya dengan pria bernama Ramdan sedari dulu.

Boleh dibilang, orangtua Kanaya dan Ramdan adalah sahabat dekat. Mereka sudah menjodohkan putra dan putrinya itu sejak lama. Dan mereka memiliki impian kelak suatu saat Ramdan dan Kanaya bisa menikah.

Desakan menikah dari sang ayah sudah Kanaya terima sejak lama. Apalagi setelah Haitsam koma sampai berbulan-bulan, dan belum ada tanda-tanda akan sadar, Adam semakin gencar mendesak Kanaya untuk meninggalkan Haitsam dan segera menerima lamaran Ramdan.

Bagi Adam, untuk apa Kanaya mengharapkan orang yang tengah koma? Pun belum tentu Haitsam akan sadar dan segera menikahi putrinya. Ia lebih setuju Kanaya menikah dengan Ramdan. Apalagi Ramdan jauh lebih mapan dan sukses dari Haitsam.

"Apa kamu lupa dengan pesan ibumu sebelum meninggal? Ibumu ingin sekali kamu menikah dengan pria pilihannya. Jangan jadi anak yang egois, Nak."

"Ayah, kenapa Ibu harus menjodohkan Naya sama Ramdan? Dari dulu Naya udah sama Haitsam, Yah. Apa Ibu nggak sadar kalau keinginan Ibu secara nggak langsung udah nyakitin hati Naya sama Haitsam? Ibu secara nggak langsung udah memisahkan dua orang yang saling mencintai, Yah."

"Naya, kamu berani berbicara seperti itu tentang mendiang ibumu, hah?! Kamu sudah pintar membangkang sekarang, ya?!" Adam naik pitam dengan perkataan lancang putrinya. Ia tak habis pikir kenapa Kanaya begitu mencintai lelaki bernama Haitsam yang notabene hanya seorang karyawan biasa. Sangat jauh berbeda dengan Ramdan yang merupakan anak pemilik perusahaan besar.

Kanaya yang mendapati kemarahan sang ayah lantas terdiam. Nyalinya seketika menciut. Sehari-harinya, gadis itu berperan sebagai anak yang penurut pada orangtuanya. Namun, untuk kali ini, bolehkah Kanaya berperan sebagai anak pembangkang demi memenuhi kebahagiaan masa depannya?

"Dari awal harusnya kamu sadar, Naya. Tiga tahun kamu berhubungan dengan pria miskin itu, apakah kamu pernah melihat Ayah dan Ibu menyambut kedatangannya? Ayah hanya bersikap menghormati dia sebagai temanmu saja. Bahkan, saat dia berani melamarmu langsung, apakah Ayah dan Ibu bersedia? Kami jelas tidak bersedia, Naya. Puluhan kali Ayah melarang kamu berhubungan dengan dia, tapi kamu seolah-olah tuli. Kamu berubah menjadi anak pembangkang karena hasutan dia."

Di mata Adam, Haitsam hanyalah semut kecil yang tidak pantas menjadi bagian dari keluarganya. Yang ia pandang hanyalah materi. Terlebih, Kanaya adalah anak satu-satunya. Pastinya Adam ingin sang putri mendapatkan suami yang berasal dari keluarga berada dan tentunya terpandang. Tidak seperti Haitsam. Yang orangtua pun sudah tidak ada. Hidup sebatang kara. Dan hanya Kanaya-lah penyemangat hidup Haitsam sampai sejauh ini.

Perdebatan sengit antara bapak dan anak itu berakhir dengan Kanaya memilih mengalah. Ia lantas lari ke kamar, mengunci pintu rapat-rapat, kemudian duduk di pinggiran tempat tidur dengan perasaan hancur, gusar, dan kacau bercampur menjadi satu.

Air matanya sudah tidak bisa ditahan lagi. Tetesan pedih itu mulai mengalir membasahi kedua pipinya. Kanaya menangis sesenggukan seorang diri. Tanpa ada seorang pun yang peduli bahwa ia tengah rapuh saat ini.

Andai musibah itu tidak terjadi. Andai Haitsam tidak terbaring koma. Mungkin ia tidak akan merasa tertekan seperti sekarang ini. Setidaknya, jika Haitsam masih sehat, pria itu senantiasa Kanaya jadikan tempat untuk mengadu, bersandar, dan mencurahkan segala keresahan dalam hatinya. Namun, apa yang bisa ia lakukan dengan tanpa adanya Haitsam saat ini? Gadis itu merasa benar-benar sendiri. Terbelenggu dengan rasa sepi, dan hanya tangisanlah yang senantiasa setia menemani.

Kanaya refleks melirik ponsel miliknya yang sejak tadi terletak di meja nakas. Benda pipih berwarna putih itu terdengar berbunyi nyaring. Ia lalu meraih ponselnya. Mendapati ada panggilan masuk dari Fikri.

Fikri Dirandra adalah sahabat dekat Haitsam. Orang yang ikut  serta merawat Haitsam selagi Kanaya berada di rumah.

"H-halo, Kak."

"Nay, kamu tumben hari ini belum ke rumah sakit? Kamu masih kerja?"

Kanaya memilih untuk bungkam di sela-sela rasa sakit hatinya.

"Nay, kok, diem aja, sih? Kamu baik-baik aja, kan, Nay?"

"Kak." Suara Kanaya terdengar parau. Detik ini ia kembali menangis.

"Nay, kamu kenapa, sih? Kamu kok kedengeran kayak nangis gitu? Kamu nangisin apa? Haitsam pasti akan sadar, nggak perlu ditangisin gitu lah."

"Kakak ...." Kanaya tidak sanggup lagi. Ia malah memecahkan tangisannya. Dadanya benar-benar sesak. Ia harus menyampaikan kabar pahit ini pada Fikri.

"Kamu kenapa, sih, Nay? Kamu kenapa tiba-tiba nangis?"

"Maafin aku, Kak ...."

"Maaf? Maaf untuk apa?"

Gadis dengan t-shirt putih itu memilih menatap langit-langit kamar dengan nanar. Di perdebatan dengan ayahnya tadi, Kanaya memilih kalah. Ia memutuskan untuk memenuhi keinginan sang ayah untuk segera menikah dengan Ramdan.

"Nay, kamu kenapa? Jangan bikin aku panik, dong."

"Aku titip Haitsam, Kak."

"K-kamu ngomong apa, sih? Kamu memangnya mau ke mana?"

"Aku harus nikah sama pria pilihan orang tuaku. Aku nggak punya pilihan lain."

"Hah? Kamu mau nikah sama pria lain?! T-terus, Haitsam gimana?"

Kanaya menarik napas dalam-dalam. Ia pun tidak tahu bagaimana cara mengutarakan beban ini pada Fikri.

"Tolong sampaikan permintaan maafku sama Haitsam, Kak ...." Kanaya menjatuhkan ponsel tanpa sadar. Saat berkata seperti itu, ia seolah-olah tak memiliki tenaga. Ia memilih menangis sejadi-jadinya. Tak memedulikan suara panggilan Fikri berkali-kali di sana.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
9.1
Adelia baru menjalani tiga bulan nikah kontrak dengan CEO Arsenio Arfandra saat ibunda sang suami mengusirnya akibat kebohongan yang terungkap. Sebulan kemudian, Adelia hamil anak Arsenio, namun pria itu justru menolaknya mentah-mentah. Meski Arsenio akhirnya menyesal dan ingin kembali, Adelia justru muncul sebagai mempelai manajer bernama Vino. Kini Arsenio harus menghadapi kenyataan pahit saat Adelia merahasiakan identitas ayah kandung Giovanni.
Sampul Novel Birahi Anak Tiri
8.4
Nikmati keseruan tanpa tanding dalam kisah romansa modern yang penuh dengan dinamika tak terduga. Narasi ini menjanjikan berbagai kejutan menarik yang mungkin belum pernah Anda temukan dalam karya fiksi lainnya. Setiap bab dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang unik, membawa pembaca menelusuri alur cerita yang segar dan penuh intrik. Jangan lewatkan setiap momen mengejutkan yang tersaji dalam jalinan hubungan yang kompleks dan penuh gairah.
Sampul Novel CEO mengejar cinta adik mafia
8.0
Rio jatuh hati pada Kikan, adik dari musuh bebuyutan ayahnya. Hubungan mereka terhalang restu keluarga hingga fitnah keji muncul, menuduh kakak Kikan yang seorang mafia sebagai pembunuh abang Rio. Didorong dendam, Rio melancarkan aksi balas budi yang menyakitkan. Namun, kebenaran terungkap bahwa ibu tirinyalah dalang sebenarnya. Kini Rio terjebak penyesalan mendalam karena telah menghancurkan keluarga Kikan, sementara cintanya pada gadis itu tetap tak bisa padam.
Sampul Novel Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
9.5
Dua belas tahun lamanya hidupku diabdikan sepenuhnya bagi Davian Adhitama, pewaris takhta teknologi. Sejak usia enam belas, aku dijual demi biaya pengobatan kanker ibuku, berperan sebagai sekretaris hingga kekasihnya. Namun, kembalinya Kania, cinta masa kecil Davian, mengubah segalanya. Dia memutuskan menikahinya dan membuangku dengan tawaran pesangon miliaran rupiah sebagai ganti atas seluruh masa muda yang telah kuhabiskan bersamanya.
Sampul Novel Gara-Gara Cinta Satu Malam
8.0
Dikhianati sang kekasih membuat Ellena Cameron nekat menyerahkan kesuciannya pada pria asing demi membalas dendam pada takdir. Namun, saat ia ingin melupakan malam itu, pria tersebut justru muncul kembali dan menjungkirbalikkan dunianya. William Asahavey Hamilton, konglomerat yang jenuh dipaksa menikah oleh kakeknya, terpikat oleh keberanian Ellena yang dianggapnya unik. Meski terbiasa dikelilingi wanita, eksistensi gadis mungil itu kini menjadi pusat perhatiannya.
Sampul Novel KESAKSIAN CINTA STEVI
8.1
Stevi terbayang pesan terakhir mendiang ibunya untuk giat bekerja sebelum wafat. Kini, setelah menikah dengan Aria, Stevi berjuang menjalani hidup barunya meski duka masih membekas. Ia berharap sang ibu tenang di sana karena Aria sangat membutuhkannya. Di sisi lain, Aria sibuk dengan profesinya di kampus. Saat memberikan bimbingan makalah kepada mahasiswi, ia menekankan pentingnya orisinalitas karya demi menghindari isu plagiarisme dalam seminar.