Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Belum Berakhir

Cinta Belum Berakhir

Lima tahun berlalu sejak Kanaya pergi tanpa pamit demi pernikahan pilihan orang tua, namun takdir justru mempertemukan kembali dirinya dengan Haitsam. Kini, Haitsam terjebak dalam tugas sulit membimbing Kanaya mengelola perusahaan milik ayah mertua wanita itu. Meski cintanya belum padam, Haitsam harus menekan perasaannya demi menjaga amanah sang atasan. Akankah rahasia masa lalu mereka terbongkar di hadapan suami Kanaya? Inilah dilema hati yang penuh risiko.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Selamat pagi, Pak Harry," sapa Haitsam pada bosnya. Sambil membungkukkan badan, pria itu berperan sebagai seorang bawahan yang senantiasa bersikap santun pada sang atasan.

Haitsam Rahandika berprofesi sebagai asistan pribadi Harry Ekawira di kantor. Sang atasan merupakan seorang pemilik sekaligus direktur utama PT WIRA GROUP (sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor).

Haitsam menyambut kedatangan Harry setelah pria paruh baya itu turun dari mobil. Haitsam lalu mengambil alih membawakan tas kerja Harry--kemudian berjalan memasuki badan kantor dengan posisi berada di belakang Harry.

Pria paruh baya berusia enam puluh tahun itu mengulas senyum simpul untuk para karyawan yang menyapanya ketika berpapasan di lantai lobby. Harry merupakan sosok pemimpin yang murah senyum. Ia pun tidak pernah membeda-bedakan bawahan. Karena dirinya menganggap semua pegawainya adalah keluarga.

Haitsam dan Harry saat ini tengah bergerak menuju ruang kerja Harry yang berada di lantai sebelas.

"Oh iya, Sam, nanti setelah jam makan siang, anak sama menantu saya datang ke sini," ucap Harry di sela-sela langkahnya.

Posisi mereka saat ini telah sampai di depan ruang kerja Harry. Haitsam pun dengan sigap membukakan pintu untuk Harry, kemudian mempersilakan Harry untuk memasuki ruang kerja bernuansa pastel tersebut.

"Oh, ya? Wah, kebetulan sekali, Pak. Pak Ramdan tumben sekali membawa istrinya ke sini? Seumur-umur saya bekerja dengan Bapak, saya belum sekali pun bertemu dengan menantu Bapak." Haitsam terlihat antusias menanggapi cerita atasannya.

Harry mulai melepas jas hitam yang sejak tadi ia kenakan, kemudian memberikannya pada Haitsam. Pria itu pun duduk di kursi hitam empuk berkaki lima--yang merupakan kursi kebesarannya.

Haitsam senantiasa berdiri di samping atasannya. Tugasnya memang seperti ini setiap hari. Lelaki muda yang memiliki lesung pipit di pipi sebelah kiri itu sudah tiga tahun ini bekerja pada Harry.

Awal pertemuan mereka, Haitsam kebetulan pernah menolong lelaki paruh baya itu sewaktu hampir dirampok oleh orang-orang jahat. Dari situlah, Harry langsung tertarik pada Haitsam. Ia percaya kalau Haitsam adalah orang yang baik. Harry lalu berinisiatif mengajak Haitsam bergabung di perusahaannya. Tanpa ia duga sebelumnya, Haitsam dengan senang hati menerima tawarannya.

Boleh dibilang, Haitsam adalah kaki tangan Harry di perusahaan. Ia mengerti betul seluk beluk perusaahan milik Harry. Haitsam adalah orang yang paling dipercayai Harry di kantor ini.

"Selama ini menantu saya itu sibuk kuliah di luar negeri, Sam. Jadi, ya, maklum ketika Ramdan berkunjung ke sini, dia tidak ikut serta. Ramdan sendiri juga tipikal orang yang gila kerja. Mengunjungi saya pun kalau sedang ada urusan saja. Tujuan Ramdan tiba-tiba mengajak istrinya datang ke sini karena ada urusan yang penting, Sam. Sebelumnya saya sudah berdiskusi dengan Ramdan. Kami berdua telah sepakat menunjuk istri Ramdan menjadi penerus perusahaan ini. Saya berniat ingin pensiun, Sam."

Haitsam sempat terkejut ketika Harry bercerita kalau ingin pensiun. Sejauh ini bosnya itu tidak pernah membahas masalah pensiun.

"Maaf, Pak, tadi Bapak bilang kalau Bapak ingin pensiun? Maksudnya ... Bapak ingin berhenti tidak mengurus perusahaan ini lagi?" tanya Haitsam penasaran.

"Ya, saya ingin menikmati hidup di sisa-sisa waktu saya. Saya ini sudah tua, Sam. Masa iya, sudah bangkotan begini, saya masih kerja terus? Berhubung Ramdan fokus mengelola perusahaan yang di Jakarta, mau tidak mau, istrinya-lah yang harus mengurus perusahaan ini," jelas Harry.

Harry tidak mungkin memaksakan diri untuk terus-menerus bekerja di usianya yang sudah tidak muda lagi. Ia sudah ingin beristirahat dan menikmati masa tuanya.

"Jadi begini, Sam, saya punya satu tugas buat kamu. Saya ingin kamu nanti bersedia membimbing menantu saya mengurus perusahaan ini," lanjut Harry.

"Baik, Pak. Saya tentu bersedia," sanggup Haitsam. Sebagai bawahan yang patuh, ia tidak mungkin menolak perintah atasannya.

***

Pukul dua belas lebih sedikit, Haitsam menemani Harry meeting dengan seorang klien di sebuah restoran. Mereka berdua pun sekaligus makan siang bersama dengan klien tersebut.

Sambil menikmati jamuan makan siang, Haitsam gunakan waktu untuk menjelaskan prosedur kontrak kerja dengan kliennya. Boleh dikatakan, Haitsam pun juga merangkap menjadi juru bicara Harry. Lelaki berusia tiga puluh dua tahun itu adalah orang yang sangat Harry andalkan. Kepiawaian yang Haitsam miliki dalam mengurus perusahaan, nyaris sebanding dengan anak Harry yaitu Ramdan.

"Untuk pembangunannya, apakah bisa kita mulai awal bulan depan, Mas Haitsam?" tanya Dahlan--seorang klien yang siang ini tengah meeting dengan Haitsam dan juga Harry.

"Kami usahakan pasti bisa, Pak. Kami akan mempersiapkan semuanya dengan matang. Bapak tinggal menunggu hasilnya saja," jawab Haitsam mantap.

"Wah, sepertinya Pak Harry benar-benar tidak salah memilih orang sebagai kaki tangan, ya. Bolehkah saya meminjam Mas Haitsam-nya sebentar untuk ikut bergabung dengan perusahaan saya, Pak Harry?" gurau Dahlan. Ia kebetulan teman dekat Harry--dan sedari dulu mereka berdua sudah terbiasa bergurau.

"Eh, tidak bisa, Bos. Haitsam ini anak emasku. Sembarangan saja kamu, mau main pinjam. Kamu pikir Haitsam ini barang pinjaman?" Harry balas bergurau. Hal ini refleks membuat Haitsam tertawa kecil.

"Loh, yang jadi bahan rebutan malah tertawa. Piye to iki? Sepertinya, selain menjadi seorang pengusaha, kita berdua cocok juga untuk menjadi pelawak, ya,  Har?" Lagi, Dahlan makin menjadi-jadi berguraunya.

"Maaf, Pak, saya tertawa bukan karena mengejek, tapi saya merasa terhibur dengan gurauan Bapak. Saya merasa iri dengan persahabatan Pak Dahlan dan juga Pak Harry. Persahabatan dua orang pria hebat yang benar-benar kompak sepanjang waktu," puji Haitsam.

"Hei, jangan asal menilai dulu. Biarpun kami kompak, tapi kami pernah terlibat perseteruan panas, loh, sebelumnya. Saya pernah memusuhi Harry, saat beliau lebih memilih menikahkan Ramdan dengan gadis lain ketimbang dengan putri saya." Dahlan rupanya mulai mengungkit masa lalunya dengan Harry.

"Bukan maksudku tidak mau menikahkan Ramdan dengan Rania, Ferguso. Aku begini karena ada amanah dari mendiang istriku. Jadi begini, sebelum istriku meninggal, dia sudah punya rencana ingin menikahkan Ramdan dengan gadis pilihannya. Aku hanya sebatas menjalankan amanah dari istriku saja," bela Harry. Ia memang semata-mata melakukan semua ini karena ingin mewujudkan impian sang istri--yaitu menikahkan Ramdan dengan gadis pilihan ibunda Ramdan.

"Ya, aku tahu. Aku pun paham. Yang namanya jodoh memang misteri. Ramdan dan Rania sudah pacaran lama, tapi rupanya takdir berkata lain. Ramdan justru berjodoh dengan gadis lain. Itu sama saja Rania menjaga jodoh orang, ya, selama ini?" Gurauan Dahlan kali ini tak sengaja menyinggung perasaan Haitsam.

Ya, Haitsam Rahandika, pernah dalam posisi Rania (anak Dahlan). Lelaki itu dulunya pernah menjalin hubungan dengan Yaya (kekasih di masa lalu). Namun, kenyataan Yaya bukanlah jodohnya.

Yaya lebih memilih menikah dengan pria lain, saat Haitsam tengah mengalami koma lima tahun lalu. Dan sampai detik ini, Haitsam tidak pernah mendengar kabar Yaya lagi. Di manakah gadis itu sekarang? Haitsam selalu yakin, Yaya pasti sudah bahagia dengan pria pilihannya.

Lelaki dengan kemeja abu-abu itu tampak mengusap wajahnya kasar. Ia tak mau larut-larut dalam kepedihan di masa lalu. Haitsam memilih kembali fokus dengan meeting-nya siang ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
9.1
Adelia baru menjalani tiga bulan nikah kontrak dengan CEO Arsenio Arfandra saat ibunda sang suami mengusirnya akibat kebohongan yang terungkap. Sebulan kemudian, Adelia hamil anak Arsenio, namun pria itu justru menolaknya mentah-mentah. Meski Arsenio akhirnya menyesal dan ingin kembali, Adelia justru muncul sebagai mempelai manajer bernama Vino. Kini Arsenio harus menghadapi kenyataan pahit saat Adelia merahasiakan identitas ayah kandung Giovanni.
Sampul Novel Birahi Anak Tiri
8.4
Nikmati keseruan tanpa tanding dalam kisah romansa modern yang penuh dengan dinamika tak terduga. Narasi ini menjanjikan berbagai kejutan menarik yang mungkin belum pernah Anda temukan dalam karya fiksi lainnya. Setiap bab dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang unik, membawa pembaca menelusuri alur cerita yang segar dan penuh intrik. Jangan lewatkan setiap momen mengejutkan yang tersaji dalam jalinan hubungan yang kompleks dan penuh gairah.
Sampul Novel CEO mengejar cinta adik mafia
8.0
Rio jatuh hati pada Kikan, adik dari musuh bebuyutan ayahnya. Hubungan mereka terhalang restu keluarga hingga fitnah keji muncul, menuduh kakak Kikan yang seorang mafia sebagai pembunuh abang Rio. Didorong dendam, Rio melancarkan aksi balas budi yang menyakitkan. Namun, kebenaran terungkap bahwa ibu tirinyalah dalang sebenarnya. Kini Rio terjebak penyesalan mendalam karena telah menghancurkan keluarga Kikan, sementara cintanya pada gadis itu tetap tak bisa padam.
Sampul Novel Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
9.5
Dua belas tahun lamanya hidupku diabdikan sepenuhnya bagi Davian Adhitama, pewaris takhta teknologi. Sejak usia enam belas, aku dijual demi biaya pengobatan kanker ibuku, berperan sebagai sekretaris hingga kekasihnya. Namun, kembalinya Kania, cinta masa kecil Davian, mengubah segalanya. Dia memutuskan menikahinya dan membuangku dengan tawaran pesangon miliaran rupiah sebagai ganti atas seluruh masa muda yang telah kuhabiskan bersamanya.
Sampul Novel Gara-Gara Cinta Satu Malam
8.0
Dikhianati sang kekasih membuat Ellena Cameron nekat menyerahkan kesuciannya pada pria asing demi membalas dendam pada takdir. Namun, saat ia ingin melupakan malam itu, pria tersebut justru muncul kembali dan menjungkirbalikkan dunianya. William Asahavey Hamilton, konglomerat yang jenuh dipaksa menikah oleh kakeknya, terpikat oleh keberanian Ellena yang dianggapnya unik. Meski terbiasa dikelilingi wanita, eksistensi gadis mungil itu kini menjadi pusat perhatiannya.
Sampul Novel KESAKSIAN CINTA STEVI
8.1
Stevi terbayang pesan terakhir mendiang ibunya untuk giat bekerja sebelum wafat. Kini, setelah menikah dengan Aria, Stevi berjuang menjalani hidup barunya meski duka masih membekas. Ia berharap sang ibu tenang di sana karena Aria sangat membutuhkannya. Di sisi lain, Aria sibuk dengan profesinya di kampus. Saat memberikan bimbingan makalah kepada mahasiswi, ia menekankan pentingnya orisinalitas karya demi menghindari isu plagiarisme dalam seminar.