Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CHRONOPHILE

CHRONOPHILE

Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

◤─────•~❉✿❉~•─────◥

Dua belas tahun kemudian.

Los Angeles, Amerika Serikat.

Gedung pencakar langit bernama Fernanda Gold berdiri di antara gedung-gedung tinggi lainnya di pusat kota.

Pria tampan berjas hitam itu memasuki ruangan rapat sambil membenarkan dasinya. Dua orang karyawan mengikutinya di belakang.

Para karyawan yang sudah berada di ruangan rapat segera berdiri kala pria itu datang. Pria itu duduk di kursi utama.

Melihat bos mereka duduk, karyawan lainnya pun duduk.

Pria bermata setajam elang itu melihat dua kursi kosong di meja rapat. "Ke mana Tuan Fred dan Nona Christina?"

Para karyawan tampaknya tidak ada yang berani menjawab.

Pria itu menunggu jawaban. Ia melihat ke arah salah seorang karyawannya yang mengangkat tangan.

"Tuan Fred dan Nona Christina sepertinya terlambat," kata wanita itu.

Pria itu menganggukkan kepalanya. "Baiklah, kita lanjutkan rapat tanpa mereka. Orang yang tidak menghargai waktu tidak pantas berada di sini."

Para karyawan saling pandang setelah mendengar ucapan menohok bos mereka.

Selesai rapat, pria itu memasuki ruangannya. Di meja kerjanya ada tanda nama yang terbuat dari kaca.  Tertera tulisan Aero Altarezel L. Fernanda.

Pintu ruangan diketuk.

Aero duduk di kursi kebersarannya lalu menoleh ke pintu. "Masuk."

Seorang wanita berambut sebahu dan berkacamata memasuki ruangan. Ia adalah sekretaris Aero yang tadi juga ikut rapat. "Tuan Fernanda memanggilku?"

"Emma, jika Tuan Fred dan Nona Christina datang, beritahu aku," kata Aero.

"Baik, Tuan."

"Hmm, kau boleh kembali," ucap Aero.

Wanita bernama Emma itu keluar dari ruangan Aero sambil menutup pintu dengan pelan. Ia membuang napas pelan.

"Fred dan Christina akan berada dalam masalah. Kenapa mereka selalu terlambat, sementara mereka tahu kalau Tuan Fernanda sangat menghargai waktu. Dia membenci orang yang tidak pernah tepat waktu," gumam Emma.

Jam menunjukkan pukul 6 sore.

Aero tampak mengendarai Ferrari GTB 488 merahnya. Mobil tersebut masuk ke kawasan rumah elit dan berhenti di pelataran rumah besar.

Aero tinggal sendirian di rumah itu tanpa pelayan mau pun bodyguard. Pelayan akan datang seminggu sekali untuk membersihkan rumah.

Bukan tanpa alasan, Aero sangat menyukai kesendirian dan kesunyian. Ia juga tipe orang yang sangat disiplin dan tepat waktu.

Saat memasuki rumah, ponselnya berdering. Ia merogoh benda persegi berwarna putih itu dari saku celananya lalu ia mengangkat panggilan tersebut.

"Ada apa, Bu?" tanya Aero yang ternyata ditelepon oleh ibunya.

"Besok siang Ibu akan tiba di Los Angeles. Apa ayahmu di sana?" jawab wanita paruh baya di seberang sana.

"Iya, ayah di Los Angeles, tapi tinggal di mansion, bukan di rumahku," jawab Aero sambil menaiki tangga ke lantai dua. Tangan satunya melepaskan dasi.

"Baiklah, semoga Ibu tidak bertemu dengannya."

Aero memasuki kamarnya sambil membuang napas kasar. "Ayah tidak akan datang ke mari. Kemarin dia baru saja datang ke sini. Jadi, untuk apa besok datang ke sini lagi."

Tidak ada respon dari ibunya. Aero pun bersuara, "Kalau Ayah datang ke mari, dia pasti menelepon. Saat itu juga aku akan mengatur waktunya agar Ayah dan Ibu tidak bertemu."

"Baiklah, sekarang aku merasa tenang mendengar jawabanmu."

"Tumben Ibu datang ke mari mendadak tanpa mengabariku?" tanya Aero sambil membuka jasnya.

"Ibu hanya ingin bertemu denganmu setelah sekian lama. Kau tidak pernah ke Indonesia sejak dua tahun terakhir untuk mengunjungi Ibu."

"Belakangan ini aku sibuk. Lain kali aku akan datang," ucap Aero. Pria itu melemparkan jasnya ke sofa di kamar.

"Bersama seorang istri?"

"Bu, usiaku baru 24 tahun," gerutu Aero.

"Di sini pria seusiamu sudah menikah dan memiliki anak."

"Jangan samakan dengan mereka. Aku harus bekerja keras untuk masa depan istri dan anakku nanti. Jadi, aku belum memikirkan pernikahan," ucap Aero sambil masuk ke kamar mandi. Ia meletakkan ponselnya di tepi bath up.

"Kapan kau akan menikah?"

Aero tampak berpikir. "Mungkin usia 30 atau 35 tahunan."

"Baiklah, aku tidak akan buru-buru mati kalau begitu," celetuk ibunya Aero.

Aero tersenyum kecil. "Iya, Ibu harus panjang umur dan sehat selalu kalau ingin menimang cucu."

Setelah berbicara panjang lebar, panggilan pun berakhir. Aero membuka kemejanya menampilkan tubuhnya yang kekar dan berkeringat.

Rambutnya juga basah karena keringat. Keringatnya menetes ke hidungnya yang lancip dan tegas.

Aero memiliki sepasang mata elang yang tajam. Alisnya yang hitam dan lebat menukik seperti lereng bukit. Bibirnya yang merekah berwarna merah gelap. Rahang kokoh dihiasi rambut-rambut halus. Kulitnya yang awalnya berwarna putih, kini menjadi cokelat eksotis. Namun, hal tersebut membuat penampilan Aero terlihat lebih maskulin.

Ia benar-benar berubah sejak dua belas tahun terakhir. Dulu ia adalah pria yang tampan dan imut, tetapi seiring berjalannya waktu, ia tumbuh besar dan terlihat lebih garang.

Shower dinyalakan. Rintik air dari lubang-lubang kecil di shower membasahi rambutnya.

Selesai membersihkan diri, Aero keluar dengan jubah mandi yang menutupi tubuh kekarnya. Tidak dengan dadanya bidangnya yang terekspos.

Aero mengambil kemeja putih lalu memakainya. Pria itu bercermin sambil menyentuh dagunya. Ada rambut-rambut halus di sekitar sana.

"Kau tampan, Aero. Jika ada yang menolakmu, bukan berarti kau jelek," ucapnya pada dirinya sendiri.

⏰⏰⏰

"Sakit?" tanya Lyra.

Aero menatap Lyra. "Iya, sakit sekali."

Dengan telaten, Lyra mengobati dan melilitkan perban pada luka di telapak tangan Aero.

"Kalau mau mandi, tapi lukanya masih perih, lebih baik jangan dibuka dulu perbannya. Seandainya lukanya sudah tidak terlalu perih, kau boleh membuka perbannya dan mandi seperti biasa lalu tetesan obat ini. Kau bisa menemuiku di ruangan PMR untuk memasang perban lagi agar lukanya tidak terinfeksi," jelas Lyra.

Aero mengangguk. "Terima kasih."

Lyra tersenyum sambil mengusap tangan Aero yang kini dibalut perban. "Cepat sembuh, ya. Tangan ini sangat berharga bagi tim basket."

Aero tersenyum melihat tingkah menggemaskan Lyra.

"Aero!" teman-teman Aero datang. Mereka mamakai jersey basket yang sama dengan yang Aero pakai.

"Tanganmu baik-baik saja? Bagaimana bisa berdarah?"

"Sekarang aku baik-baik saja," kata Aero sambil tersenyum membuat kedua matanya yang bulat menjadi segaris.

"Jangan memaksakan diri," kata Lyra pada Aero. Lalu ia beralih menatap teman-teman Aero. "Kalian jaga dia dengan baik, ya. Dia baru saja terluka."

"Baik, Kak."

"Terima kasih, Kak Lyra."

Lyra mengangguk.

Kedua mata Aero perlahan terbuka. Ternyata yang barusan itu adalah mimpi. Bukan mimpi, lebih tepatnya kejadian yang sudah lama berlalu dan ingatan itu kembali dalam bentuk mimpi.

Aero bangkit sambil menyibakkan rambutnya ke belakang. Pria itu membuang napas kasar.

"Hanya mimpi bodoh," gumam Aero. Pria itu bangkit dari ranjang lalu pergi ke dapur.

◣─────•~❉✿❉~•─────◢

16.19 | 10 Maret 2022

By Ucu Irna Marhamah

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!
9.1
Amara terkejut saat suaminya, Damien Crowhurst, meminta cerai tepat saat ia menyiapkan makan malam. Meski mencintai Damien sejak awal perjodohan mereka pasca kebangkrutan keluarganya, Amara setuju berpisah dan menerima kompensasi besar. Sikap tenangnya mengejutkan Damien serta Selene Marquette, wanita baru yang menghinanya. Setelah empat tahun terbelenggu dalam pernikahan dingin, Amara memilih pergi ke apartemen kecil demi menghirup udara kebebasan yang sesungguhnya.
Sampul Novel Mengungkap Cinta: Pernikahan Kilat dengan Seorang Taipan Rahasia
9.6
Elyse terkejut saat melihat pria berkuasa di televisi yang sangat mirip dengan Adrian, suami yang ia nikahi lewat perjanjian satu tahun. Meski awalnya berencana cerai, kedekatan harian membuat Adrian meminta pernikahan mereka menjadi nyata. Namun, segalanya berubah saat identitas asli Adrian sebagai taipan terungkap. Konflik memuncak ketika rahasia tentang anak mereka terbongkar, memicu konfrontasi besar tentang kejujuran dan masa depan cinta mereka.
Sampul Novel Gadis Penakluk Hati Tuan Muda Tampan
8.5
Demi takhta tuan muda, Arkana menikahi Yasmin lewat perjanjian formal. Meski sering kesal dengan tingkah Yasmin yang kekanak-kanakan, Arkana tetap menjalin cinta rahasia dengan kekasih lamanya. Setelah delapan bulan, Arkana memilih bercerai demi sang pacar. Namun, ia tak sadar bahwa ikatan fisik mereka telah mengubah segalanya. Yasmin ternyata menyembunyikan kehamilan darinya. Terkejut, Arkana pun menuntut rujuk demi darah dagingnya yang kini berada di rahim Yasmin.
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam Rhido kini membayangi pernikahan bahagianya dengan Lisda. Saat Lisda hamil, gangguan mistis misterius membuatnya kesakitan tiap kali berhubungan intim. Rhido yang berusaha setia terpaksa menahan diri hingga tugas kerja membawanya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di sana, godaan nafsu terus menguji imannya. Mampukah sang mantan bajingan ini menjaga kesetiaan, ataukah teror gaib masa lalunya akan menghancurkan nasib istri dan bayinya?
Sampul Novel Kisah Ku
9.4
Dalam dinamika kehidupan modern yang serba cepat, sekelompok individu terjebak dalam obsesi untuk mengejar kepuasan duniawi. Mereka menjalani hari-hari dengan ambisi yang berpusat pada pencarian kenikmatan sesaat yang semu. Narasi ini menyoroti bagaimana setiap langkah yang mereka ambil didorong oleh rasa haus akan kesenangan tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang. Sebuah kisah tentang pencarian jati diri di tengah godaan gaya hidup yang penuh gairah.
Sampul Novel Cinta di Atas Es: Jangan Tinggalkan Aku, Pembohongku yang Menawan
9.0
Nyla merasa diabaikan oleh Ethan yang dingin dan menganggapnya pembohong. Saat menyadari dirinya tak berharga di hati pria itu, Nyla memilih menjauh. Namun, sikap Ethan justru berubah drastis saat Nyla mulai mengambil jarak. Nyla pun menantang alasan Ethan mempertahankannya meski tak ada rasa percaya. Ethan yang dulu angkuh kini justru memohon dengan rendah hati agar Nyla tidak pergi, mengakui kesalahan besar yang telah ia perbuat demi memperbaiki hubungan mereka.