Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu

CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu

Dipaksa menikah karena rencana sang ibu, Renee yang tunarungu harus menjalani tiga tahun pernikahan dingin bersama Arvin Suryana. Meski Arvin kerap berselingkuh dan mengabaikannya, Renee bertahan demi putra mereka. Namun, kepulangan cinta sejati Arvin menghancurkan segalanya saat anak kandung Renee justru memanggil wanita itu "Mama". Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, Renee memilih pergi dan mengajukan cerai. Di luar dugaan, sang CEO menolak melepasnya sebelum ia melahirkan anak kedua.
Bab
Bagikan

Bab 7

Arvin menahan emosinya dengan susah payah dan bertanya, "Renee, kamu masih mau pura-pura di depanku ya?"

"Aku nggak ngerti maksudmu. Kalau nggak ada urusan lain, aku tutup dulu ya."

"Tunggu dulu." Arvin menahannya. "Kamu yakin nggak ada yang ingin kamu bicarakan?"

Renee merasa hari ini Arvin agak aneh dan cerewet. Biasanya dia selalu pelit kata-kata di depannya.

Di layar lift sedang diputar jadwal konser Nissa. Gambar berganti ke cuplikan wawancara Nissa. Dia tersenyum lembut dan berkata bahwa lagu penutup konsernya kali ini adalah lagu anak-anak yang khusus dia tulis untuk si kecil tersayang.

Pewawancara penasaran dan bertanya, siapa si kecil itu? Nissa tersenyum misterius dan menyahut, "Itu anak angkatku."

Renee memalingkan pandangan. Saat melihat ke bawah, ternyata telepon masih tersambung dan di seberang sana Arvin sudah kehilangan kesabaran.

"Renee, jangan pura-pura nggak dengar!"

Renee menarik napas perlahan, suaranya tenang. "Pak Arvin, besok kamu punya waktu?"

Akhirnya mau menyenangkannya? Arvin tidak bisa menahan senyumannya. Nadanya pun dipenuhi kesombongan. "Nggak ada."

"Kalau begitu, nanti pas ada waktu, kabarin saja. Kita urus surat cerainya."

"Kamu barusan bilang apa?"

"Aku bilang, nanti pas kamu sempat, kita urus surat cerainya."

Selesai berbicara, Renee langsung menutup telepon tanpa ragu.

Arvin tidak bisa berkata-kata. Sementara itu, Renee benar-benar polos seperti selembar kertas putih. Dia berpikir selama dirinya cukup tegas, pernikahan ini pasti bisa diakhiri.

Namun, tak lama kemudian dia menerima telepon dari ibunya. Tanpa sapaan, tanpa perhatian, hanya teguran tajam dari awal. "Kudengar kamu kabur dari rumah ya?"

"Renee, kamu itu nggak tahu diri ya? Bisa menjadi menantu Keluarga Suryana itu berkah delapan turunan! Bukannya disyukuri, malah buat drama. Kamu ...."

"Ibu!" sela Renee. "Setidaknya tanya dulu kenapa aku sampai begini, 'kan?"

"Apanya yang perlu ditanya? Gara-gara si Nissa, 'kan? Kenapa memangnya kalau Arvin pelihara dia di luar? Memangnya itu ngaruh sama nasibmu di Keluarga Suryana yang sudah enak begini?"

"Kamu urusin saja pengobatan telingamu baik-baik dan rawat Arvin yang benar. Kalau kamu takut si perempuan itu bakal rebut Arvin, ya cepat hamil lagi. Kalau sudah punya anak laki-laki dan perempuan, apa lagi yang perlu ditakutkan?"

Ferawati terus mengomel panjang lebar. Renee sudah lebih dulu melepas alat bantu dengarnya.

Dia tidak boleh mendengar, tidak boleh berpikir, tidak boleh membiarkan siapa pun menggoyahkan tekadnya. Kalau tidak, dia akan selamanya terjebak dalam pernikahan tanpa kehangatan ini.

Karena melepas alat bantu dengar, dia tidak mendengar suara mobil dari belakang. Sebuah mobil menabraknya hingga dia terjatuh ke tanah.

Mobil itu berhenti. Seorang pemuda keluar dari kursi pengemudi. "Kamu nggak apa-apa, 'kan?"

Pria itu tinggi, tampan, dengan raut wajah lembut. Renee tak bisa mendengar suaranya, tetapi dari ekspresinya, dia tahu pria itu sedang mengkhawatirkannya.

Dia mengusap lutut yang perih, lalu berkata dengan nada menyesal, "Maaf, aku yang nggak lihat jalan."

"Kamu terluka? Perlu aku antar ke rumah sakit?" Pria itu menatap kakinya.

Renee tak mendengar jelas ucapannya, hanya membalas dengan senyuman sopan.

"Kamu nggak bisa bicara?" tanya pria itu dengan heran.

Renee mengenakan kembali alat bantu dengarnya dengan tenang, lalu berkata, "Maaf, tadi aku nggak dengar kamu bilang apa."

Oh, ternyata dia tidak bisa mendengar suara. Pria itu menatapnya dan rasa iba pun muncul dalam hatinya. Gadis semuda dan secantik ini, ternyata memiliki gangguan pendengaran.

"Nggak apa-apa, cuma ... luka di kakimu itu ...."

"Nggak parah, nggak sakit," sahut Renee dengan santai. Hanya sedikit lecet, sebentar juga sembuh.

"Kalau begitu, biar aku bantu kasih obat ya? Di mobilku ada obat." Pria itu segera berbalik menuju mobil untuk mengambil obat.

Renee tak tega menolak kebaikannya, jadi dia duduk di tangga, membiarkan pria itu mengobatinya.

Kulit kakinya putih dan halus, tetapi terlihat terlalu kurus. Pria itu tak bisa menahan rasa kasihan.

"Aku Nathan Gumarang. Siapa namamu?"

"Aku Renee Witansa."

"Kamu kerja di sekitar sini?"

"Ya, di gedung depan."

"Kebetulan banget, aku kerja di sebelahnya." Nathan menunjuk gedung tertinggi di depan sana dengan dagunya.

Renee menoleh. Gedung itu milik Grup Gumarang. Pria ini juga bermarga Gumarang ....

Nathan Gumarang? Putra kedua Keluarga Gumarang?

Renee refleks menurunkan roknya, menutupi lutut yang lecet. "Terima kasih, Pak Nathan. Aku baik-baik saja."

"Kamu buru-buru banget?"

"Ya ...."

"Boleh tukar kontak? Anggap saja nambah teman."

"Nggak usah, lukaku nggak parah. Terima kasih atas bantuannya."

Tanpa memperhatikan wajah kecewa Nathan, Renee berbalik dan masuk ke gedung di belakangnya.

Di dalam lift, Renee melihat pantulan dirinya yang tampak sedikit berantakan. Pikirannya melayang ke malam ulang tahunnya tiga tahun lalu.

Saat itu, ibunya menegurnya karena terlalu kurus, menyuruhnya makan yang bergizi, lalu memberinya segelas susu. Renee yang tak suka berdebat, menurut dan meminumnya. Tak lama kemudian, tubuhnya terasa panas dan tak nyaman.

Ketika dia bertanya apakah ibunya menaruh sesuatu di dalam susu itu, Ferawati berkata dengan wajah serius, bahwa semua itu demi kebaikan Renee.

Rencana mereka sederhana. Renee akan menikah dengan putra kedua Keluarga Gumarang. Meskipun status Nathan rendah dan seperti "bank darah berjalan" untuk kakaknya, setidaknya dia masih anak Keluarga Gumarang. Dia tidak mungkin kekurangan uang.

Dengan begitu, Keluarga Witansa bisa terselamatkan berkat mahar yang diperoleh.

Saat itu, Renee marah besar dan menolak keras. Namun, karena pengaruh obat, tubuhnya lemah dan tak bisa melawan. Akhirnya, dia tetap dikirim ke kamar Nathan oleh ibu dan adiknya.

Namun keesokan paginya, pria yang tidur di sebelahnya bukan Nathan, melainkan Arvin. Bagaimana bisa terjadi, Renee sendiri tak tahu. Ibunya pun tidak tahu.

Namun, Ferawati justru sangat gembira. Keluarga Suryana jauh lebih berkuasa daripada Keluarga Gumarang. Posisi Arvin di Keluarga Suryana, bahkan di seluruh Kota Haidar, tidak tertandingi oleh siapa pun.

Bagi ibunya, ini benar-benar berkah yang datang dari kesalahan. Hingga kini, insiden itu pun hanya diketahui oleh Renee, ibunya, dan adiknya.

Renee bersyukur Nathan tidak mengenalinya. Kalau tidak, rasanya pasti sangat canggung.

....

Sementara itu, Andre baru sadar kalau Arvin beberapa hari ini luar biasa murung dan emosional. Khususnya hari ini.

Bosnya yang biasanya super efisien dan tajam, hari ini sudah memakinya "idiot" lebih dari sepuluh kali. Kalau saja Arvin bukan laki-laki, Andre mungkin sudah membuatkan segelas air gula untuk menenangkan suasana hatinya.

Setelah satu lagi kata "idiot" keluar dari mulut Arvin, Andre memberanikan diri untuk berkata, "Pak, aku dengar malam ini di Jalan Sungar ada pertunjukan kembang api. Mungkin bisa ajak Bu Renee dan Renji nonton bareng?"

Kalau Renee terus tidak pulang, Andre yakin dirinya akan benar-benar menjadi idiot karena terus dimaki.

Namun, wajah Arvin yang sudah muram langsung menggelap mendengar usul itu. Tatapannya dingin seperti melihat orang bodoh.

"Kamu suruh aku ngalah sama Renee? Ajak dia nonton kembang api?"

"Eh ... bukan begitu maksudku ...."

"Keluar!" Arvin melempar map di tangannya tepat ke wajah Andre.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFFAIR
9.5
Mauren yang masih 19 tahun terpaksa menikahi Aron, duda kaya berusia 45 tahun, setelah dijual oleh ayahnya. Di sisi lain, putra Aron yang berumur 23 tahun, Liam, terjebak dalam pernikahan hambar bersama Bella karena ketidakpuasan ranjang. Sementara Liam merasa frustrasi dengan istrinya, Mauren harus menderita melayani nafsu pria tua tanpa pernah merasakan kepuasan. Takdir pahit ini menjerat mereka dalam kemelut rumah tangga yang penuh penderitaan batin.
Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Dalam kegelapan, seorang asisten rumah tangga terjebak dalam situasi mencekam saat Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mulai menjamah tubuhnya secara bergantian. Di tengah perlakuan liar yang membangkitkan gairah sekaligus rasa takut, sang majikan bernama Pak Arga justru merencanakan siasat jahat. Merasa tak puas dengan istrinya, ia berniat membawa pembantunya pergi ke tempat jauh untuk memuaskan nafsu pribadinya tanpa kecurigaan siapa pun. Akankah ia berhasil?
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dahulu, aku percaya pada cinta palsu keluarga Adhitama hingga mereka membiarkanku terpanggang api. Di saat terakhir, hanya paman dingin bernama Gilang yang rela mati demi melindungiku. Kini, takdir memberiku kesempatan kedua seminggu sebelum tragedi itu terjadi. Untuk menguasai warisan triliunan dan membalas dendam pada tiga kakak yang berkhianat, aku menolak menikahi mereka. Di depan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Permainan dimulai.
Sampul Novel Lelaki Asing Yang Menodaiku
9.1
Alana melarikan diri dari rencana pernikahan karena merasa ternoda oleh pria misterius yang tidak ia kenali. Tragedi masa lalu sebagai TKW itu meninggalkan trauma mendalam hingga ia menutup diri. Sementara itu, Lars adalah CEO sukses yang merasa hidupnya hampa setelah kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan. Saat takdir mempertemukan mereka, Lars merasa terobsesi pada Alana. Rasa rindu dan perih yang muncul mulai mengusik rahasia masa lalu mereka yang kelam.
Sampul Novel MENGASUH TUAN MUDA
8.7
Edmund Bryan adalah pria kaya raya dengan pesona memikat yang mampu menaklukkan wanita mana pun. Namun, nasib sial menimpa Emerald saat ia secara tidak sengaja memecahkan guci antik milik Edmund yang sangat mahal. Terjerat utang sebesar $500.000, Emerald terpaksa menjadi pelayan pribadi pria angkuh tersebut. Di balik tekanan pekerjaan dan sikap keras sang tuan muda, Emerald perlahan mulai mengungkap rahasia terdalam yang selama ini disembunyikan oleh Edmund.