Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Call Girl [21+]

Call Girl [21+]

Yumira terperangkap dalam realita kelam sebagai wanita panggilan akibat nasib buruk. Di tengah keputusasaan mencari cinta sejati di antara pria yang hanya memanfaatkannya, hadir sosok Kai Dipraja. Kai menawarkan kasih sayang tulus yang selama ini Yumira impikan. Meski dunia menentang hubungan mereka, Yumira bertekad mempertahankan perasaannya. Mampukah mereka bersatu selamanya? Akankah Kai tetap menerima masa lalu dan identitas Yumira apa adanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Cantik."

Satu kata yang selalu bos Johnny katakan setiap kali aku melintas di hadapannya. Tidak heran karena selama beberapa hari aku di sini, bos Johnny memberiku sejumlah uang untuk mempercantik diri. Dia sangat baik, memberiku begitu banyak uang dan juga pasilitas yang cukup mewah. Semua pikiran negatif terhadapnya benar-benar lenyap.

Rambut yang bergelombang kini sudah tertata rapi, sejumlah noda di tubuhku sudah hilang sempurna karena perawatan instan. Kulitku semakin mulus dan cantik, siapa saja yang melihat pasti akan tertarik. Rasa percaya diri ini semakin tinggi saja, walau pun pada akhirnya aku hanya dijadikan sebagai wanita panggilan. Namun semua itu bukan masalah yang besar, asalkan bisa membuat kebosanan di dalam hidupku lenyap.

Selamat tinggal Yumira yang dulu. Sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik, apalagi dengan penampilan baru yang diberikan bos Johnny. Terima kasih bos, aku akan membalas semuanya nanti. Tapi apa yang bisa aku balas? Iya mungkin sebuah hal yang tidak akan pernah bisa lelaki itu lupakan di dalam hidupnya.

"Argh... goyangkan lebih cepat Yumira! Iya, seperti itu sayang!"

Desahan bos Johnny begitu terngiang ditelingaku, sepertinya dia sangat menikmati permainan yang sangat mematikan ini. Bukan hanya dia saja, jujur aku juga sangat menyukai tusukan pedang tajam bos Johnny yang amat besar dan panjang itu.

Rasanya benda itu masuk sempurna di dalam, menancab ke lubang kenikmatan yang sudah tak suci ini. Jalang? Iya aku memang sudah menjadi seorang jalang sekarang. Jadi tidak ada gunanya untuk menghina atau pun meledek Yumira yang cantik karena pekerjaannya ini.

"Aku sudah tidak tahan Yumira! Arrghh..." rancau bos Johnny padaku.

"Ayo keluarkan bersama Bos! eumm, arhh..." jawabku dengan suara yang menggetarkan jiwa.

Aku berdiri dan langsung mengubah posisi, sekarang kaki ini terbentang lebar di hadapannya. Menunggu kejantanan bos Johnny masuk dan menggoyangkan kembali tubuhku dengan sangat sadis.

"Lakukan lagi aku mohon! Buat aku puas Bos!" rintihku manja.

"Sabarlah cantik," bisik Bos Johnny dengan smirk iblisnya.

Kami berciuman dengan penuh gairah, tangan ini tidak sabar untuk segera mengarahkan junior itu masuk kemari. Rasanya aku seperti orang yang sangat haus akan sentuhan seorang lelaki, iya semenjak bos Johnny memberiku minuman aneh itu setiap hari. Aku semakin tidak sabar saja untuk bersentuhan dengan lawan jenisku.

Sebuah benda keras masuk dengan jahatnya, sedikit sakit namun cukup untuk membuat semua rasa gelisah ini lenyap dalam seketika. Aku menatapnya dengan penuh harap, lelaki yang sejak awal begitu aku benci tatapannya kini mulai menjadi candu tersendiri.

Malu? Iya memang, namun aku anggap sebagai balasan untuk lelaki yang bisa mengubah hidupku.

"Ah! lebih dalam lagi Bos iyaa! mmhh..."

"Mmhh...*

Kami mendesah begitu kencangnya. Menikmati setiap permainan yang begitu menggairahkan dan penuh dengan nafsu ini. Mungkin sudah dua kali aku dibuat lemas oleh lelaki itu, tapi rasanya masih belum puas sama sekali. Yumira, kau memang jalang! Sangat jalang dan tidak bermoral.

Dia kembali menancabkan juniornya semakin dalam dan ganas, aku pun tidak bisa menahan untuk mendesah kencang. Klimaks pun tidak bisa tertahan, sesuatu mencoba keluar dari dalam sana.

"Bos! Aku mau keluar! Argh!"

Dia menggoyangkan pantatnya lebih cepat lagi, menghantam vagina sempitku. Tubuh kami saling menegang, jeritan dan desahan bersatu menjadi sebuah kenikmatan tak terbayangkan. Kedua lengan ini tanpa sadar mencakar kedua lengan kekar berotot yang sejak tadi menahan tubuhnya, aku benar-benar tidak tahan.

"Aaaa....!"

Cairan hangat keluar memenuhi paha dan perutku, banyak sekali  dan cukup menjijikkan. Tapi terimakasih bos, ini adalah seks paling menyenangkan yang pernah aku rasakan. Setelah begitu banyak lelaki yang aku kenal kemudian aku rasakan kehangatannya, bos Johhny tetaplah seorang pemenang yang mampu membuat tubuh ini lemas tak berdaya.

"Punyamu sempit sekali Yumira, aku sampai mengira kau itu masih perawan," bisik lelaki mesum itu di telingaku.

"Itu karena punya kau saja yang sangat besar Bos, selebihnya aku hanya seorang yang jauh dari kata sempurna."

Bagaikan seorang jalang, aku begitu haus akan sentuhan seorang lelaki, tidak ada malunya sama sekali aku berkata seperti itu.

"Hehe bukankah ini bagus? Mungkin para tamu lain akan suka dengan milikmu Yumira," ucapnya padaku.

"Apa aku akan mendapatkan uang lebih?" tanyaku dengan mata yang jelalatan penuh harapan.

"Tentu saja!" sahutnya penuh semangat.

"Ah aku tidak sabar! Apalagi merasakan sentuhan para tamu itu. Tapi tunggu! Bos harus memilih pria tampan untuk aku yang cantik ini," ucapku, seolah mirip dengan seorang jalang yang sangat kotor.

"Tentu saja, kau bisa memilih cantik," jawab dia sembari mengelus lembut wajahku.

"Wah hebat sekali Bos!"

Rasanya bodoh sekali, bagaimana aku begitu senang menjadi seorang pelacur? Tapi sudahlah, lagi pula mungkin ini pekerjaan yang cocok untuk gadis kotor sepertiku. Gadis yang penuh dengan begitu banyak dosa di dalam hidupnya, tidak ada hal lain yang lebih pantas dari pada ini.

Yumira tersenyumlah, mungkin disini keburukanmu akan sedikit berharga.

Aku hanya bisa membuat mental ini kuat akan ocehan dari orang lain, karena mungkin bukan hanya aku saja wanita yang dipilih oleh bos Johhny,kan? Karena selama tinggal beberapa hari di sini, aku juga melihat beberapa orang wanita namun belum sempat lelaki itu kenalkan padaku. Mungkin mereka juga salah satu yang sangat mirip dengan diriku, iya seorang pelacur.

Bos Johnny mengambil pakaiannya, dia terlihat sangat puas dengan apa yang sudah aku berikan padanya. Iya tentu saja karena setelah lama tidak bersentuhan dengan lelaki, dia adalah orang pertama yang membuatku mampu merasakan kenikmatan. Walau pun ada sedikit rasa khawatir di dalam hati ini, ketika nanti aku melayani para tamu hidung belang itu. Apakah mereka akan berprilaku baik padaku? Atau mungkin bersikap kasar? Ah kenapa aku harus memikirkan hal seperti itu? Bukankah uang akan mengobati segala keluh kesah yang aku rasakan? Tersenyumlah Yumira.

"Kau itu semakin manis saja Yumira, aku senang melihat perkembangan dirimu seperti ini. Jadi aku harap kau juga akan bersikap baik kepada para tamuku nantinya, aku juga jamin jika kau pasti akan sangat senang bekerja sama denganku. Kau akan mendapatkan begitu banyak uang, belum lagi dengan kemewahan dalam hidup. Intinya kau tidak akan rugi jika mempercayakan dirimu padaku," ucap lelaki itu dengan senyum manisnya.

Aku hanya tersenyum kecil, iya mungkin yang dikatakan oleh lelaki itu ada benarnya juga. Ketika orang lain sibuk memikirkan bagaimana mencari uang dengan cara yang mudah, aku sudah mendapatkannya terlebih dahulu. Sebuah rasa puas dalam hidup yang belum tentu dimiliki orang lain, walaupun mungkin berasal dari cara yang tidak baik.

"Aku sangat senang sekali diperlakukan seperti ini Bos, terima kasih. Kau benar-benar membuatku sadar betapa indahnya hidup di dunia ini."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Seorang wanita mendadak tegang saat bertemu kembali dengan Davero di dalam lift kantor. Pertemuan yang tak terduga itu berubah mencekam ketika sang CEO tampan memojokkannya ke dinding dengan tatapan tajam yang penuh dominasi. Meski sang wanita merasa ketakutan dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan bahwa ia tak akan membiarkannya pergi lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menandai bahwa wanita itu kini adalah miliknya sepenuhnya secara mutlak.
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat dekade tertipu, rahasia suami terbongkar lewat tablet cucu. Isinya ribuan foto mesra dia dan sahabatku, Wulandari, saat perjalanan dinas palsu. Bahkan Rizal, putraku, lebih memilih memuja pelakor itu daripada ibu kandungnya. Ternyata aku hanya dimanfaatkan sebagai inkubator karena Wulandari mandul. Tak sudi jadi babu, aku menuntut cerai dan menguras harta mereka. Kini aku sukses di Bali, membiarkan mereka hancur dan mengemis tanpa ampun sedikit pun.
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Tak Punya Gelar
7.8
Rayhan, seorang dokter umum, ditinggalkan kekasihnya yang ambisius demi pria bergelar spesialis. Untuk menyembuhkan luka hati, ia menjalin hubungan virtual dengan wanita misterius bernama El. Namun, dunianya terguncang saat mengetahui identitas asli El. Ternyata, sosok yang membuatnya nyaman di dunia maya adalah Dr. Elvira Maheswari, Direktur Utama yang dingin di rumah sakit tempatnya bekerja. Kini, Rayhan terjebak dalam dinamika asmara dan profesional yang rumit.
Sampul Novel Head Over Heels
8.7
Miko hadir dalam kehidupan sebagai sosok rival yang paling dibenci, namun kehadirannya justru memicu badai emosi yang tak terduga. Hubungan benci tapi rindu ini perlahan mengobrak-abrik seluruh perasaan dan logika yang ada. Di balik persaingan sengit mereka, tersimpan getaran yang mengguncang hati secara mendalam. Kisah ini mengikuti perjalanan emosional yang rumit saat musuh bebuyutan berubah menjadi seseorang yang paling memengaruhi jiwa.
Sampul Novel Kesengajaan Berakhir Sengsara
8.1
Sejak pandangan pertama di sebuah toko buah, perhatian sang protagonis langsung tersita oleh sosok pemilik toko yang bertubuh tinggi, tegap, dan maskulin. Ketertarikan yang mendalam membuatnya rutin berkunjung setiap hari demi bisa melihat pria tersebut. Hingga suatu hari, sang pemilik toko memanggilnya dan menawarkan sebuah metode unik untuk menikmati buah anggur agar terasa jauh lebih lezat. Setelah bersedia mencobanya, ia menyadari bahwa ucapan pria misterius itu bukanlah kebohongan belaka.
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
9.2
Lima tahun lamanya Vanessa mengabdi dan mencintai Clayton dengan sepenuh hati. Namun, ketulusan itu diuji saat Clayton dengan santai melempar tas Vanessa ke bendungan dan menantangnya melompat demi mendapatkan status hubungan. Tanpa ragu, Vanessa benar-benar terjun ke air, memicu kepanikan dalam diri Clayton. Saat kembali ke darat dengan paha bersimbah darah, Vanessa hanya menggenggam sebuah gelang pemberian Clayton yang kini telah patah, menandai luka mendalam di hati dan fisiknya.