Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Pernikahan tujuh tahun Riana Handoko dan Bimo Ganendra yang tampak sempurna mendadak hancur saat Riana akhirnya hamil. Di rumah sakit, ia terkejut mendapati kolom ayah di berkasnya kosong, padahal Bimo dikenal sangat mencintainya hingga rela melakukan vasektomi. Kenyataan mengerikan terungkap ketika nama suaminya justru terdaftar sebagai ayah dari anak yang dikandung oleh Silvia Handoko. Silvia adalah putri kandung dari keluarga angkat Riana yang dahulu mengusirnya demi mengembalikan posisi putri asli mereka.
Bab
Bagikan

Bab 6

Saat Nyonya Ganendra masih ragu, Bimo tiba-tiba menerobos masuk.

Begitu mendengar laporan dari bawahannya bahwa ibunya pergi ke vila, dia langsung menghentikan rapat dan buru-buru pulang.

Dia baru mengembuskan napas lega setelah melihat Riana baik-baik saja.

Namun, pada detik berikutnya, Silvia sudah berlari ke dalam pelukannya, menutupi pipinya yang memerah dan bengkak sambil menangis pilu.

"Kak Bimo, kakak memfitnahku, katanya anak dalam kandungankulah yang anak haram. Hiks, hiks, hiks, padahal dulu aku menyelamatkan nyawanya, tapi dia justru ingin menghancurkanku! Kalau begini, lebih baik aku mati saja!"

Setelah mengatakannya, Silvia berlari ke arah pintu, tetapi Bimo segera menariknya kembali.

Riana memandangi pria yang telah dicintainya selama bertahun-tahun. Meskipun hatinya sudah mati rasa, tetap ada secercah harapan dalam dirinya, harapan bahwa kali ini, Bimo akan mengatakan kebenaran dan menegakkan keadilan untuk dirinya serta anak dalam kandungannya.

Nyonya Ganendra menatap putranya dengan tegang.

"Apakah yang dikatakan Riana itu benar?"

Namun, di mata Bimo hanya tampak sedikit keraguan sebelum akhirnya dia menggeleng.

"Anak yang dikandung Silvia bukan anak haram."

Bimo bahkan menatap Riana dengan penuh permohonan, seakan ingin dia memahami pergulatan dan penderitaan yang dialaminya.

Kekecewaan yang teramat besar membuat hati Riana hancur, meninggalkan kehampaan yang pelan-pelan menelan seluruh dirinya.

Nyonya Ganendra yang marah menamparnya dengan keras.

Bimo hendak maju untuk menghentikannya, tapi Silvia buru-buru menahannya.

"Dengan apa yang sudah dilakukan kakak, wajar kalau tante perlu meluapkan emosinya. Kalau nggak, kesehatannya bisa terganggu karena terlalu menahan marah."

Nyonya Ganendra menepuk punggung tangan Silvia dengan penuh kasih.

"Anak baik, kamu seribu kali lebih berharga daripada wanita hina itu. Sekarang, kamu juga sedang mengandung cucu pertama Keluarga Ganendra. Segeralah pindah ke sini, biar Bimo bisa menjagamu dengan baik."

Setelah mengatakannya, dia menatap Riana dengan penuh kebencian.

"Wanita murahan nggak tahu malu sepertimu nggak pantas tinggal di sini! Segera ceraikan Bimo dan keluar dari Kediaman Keluarga Ganendra sekarang juga!"

Di permukaan, Silvia tampak patuh dan manis, tetapi dia diam-diam menatap Riana dengan senyum kemenangan.

Namun, ketika Silvia yakin dirinya akan segera menjadi Nyonya Keluarga Ganendra, Bimo tiba-tiba menepis tangannya dan menarik Riana ke dalam pelukannya.

Dengan nada tegas, dia berkata, "Riana nggak akan menceraikanku dan nggak akan pernah meninggalkan Kediaman Keluarga Ganendra! Kecuali aku mati, aku nggak akan pernah membiarkan dia pergi dari sisiku!"

Nyonya Ganendra menepuk pahanya dengan marah. Wajah Silvia juga terlihat tidak senang, tetapi dia tetap menahan diri dan mengusulkan jalan tengah.

"Anak yang kukandung memang membutuhkan sosok ayah. Begini saja, aku pindah ke kamar utama dan tinggal bersama Kak Bimo, sedangkan Kakak tinggal di ruang bawah tanah. Anggap saja itu hukuman karena sudah menamparku."

Tentu saja Bimo tidak setuju.

Namun, Nyonya Ganendra langsung memutuskan.

"Kalau hal seperti ini saja kamu nggak mau setujui, suruh saja wanita murahan itu angkat kaki dari rumah ini!"

Akhirnya, Riana pun diantar sendiri oleh Bimo ke ruang bawah tanah yang lembap dan dingin.

"Riana, tenanglah. Setelah ibu nggak marah lagi, aku akan segera memindahkanmu kembali ke atas."

Selama tinggal di ruang bawah tanah, Riana setiap hari mendengar barang-barang milik Silvia terus dipindahkan ke dalam vila.

Silvia tidak terbiasa tidur di ranjang kamar utama, jadi Bimo membongkar tempat tidur yang dipesan khusus oleh Riana kepada seorang ahli dan dibuat selama setahun penuh, lalu menggantinya dengan kasur lateks kesukaan Silvia.

Silvia alergi terhadap serbuk bunga, jadi Bimo mencabut semua bunga matahari yang Riana rawat dengan penuh perhatian, lalu menggantinya dengan kolam renang tanpa batas yang disukai Silvia.

Bahkan, Silvia mengubah ruang musik Riana menjadi kamar bayi. Di hadapan Riana, Silvia menghancurkan piano yang pernah dicat dan dipernis sendiri oleh Bimo untuknya, lalu membakarnya hingga menjadi abu.

"Nggak lama lagi, aku akan sepenuhnya menggantikanmu menjadi Nyonya Keluarga Ganendra. Sementara kamu dan anakmu, aku akan memastikan kamu melahirkan anak haram itu, lalu membuatnya dibenci semua orang hingga mati dalam keputusasaan."

Saat itulah Riana akhirnya mengerti alasan Silvia menyerahkan lembar jadwal operasi aborsi miliknya kepada Bimo.

Karena Silvia ingin membuat Riana menyaksikan sendiri bagaimana anaknya dibenci seluruh dunia dan hancur perlahan.

Begitu melihat Bimo, Silvia langsung mengganti ekspresinya.

"Aku hanya ingin membujuk Kakak agar melahirkan anak ini dengan baik."

Mendengar itu, Bimo tampak begitu kecewa.

"Riana, nggak kusangka sampai sekarang kamu masih berpikir untuk menyingkirkan anak kita. Kamu benar-benar membuatku kecewa!"

Riana bahkan sudah tidak ingin melihatnya lagi.

Yang dia inginkan sekarang hanyalah pergi dari Bimo, mencari tempat di mana dirinya tidak akan pernah diganggu lagi.

Namun, bagaimana caranya Riana bisa menghubungi dunia luar?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Istri yang Teraniaya
9.5
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi neraka akibat tuduhan sepihak. Tokoh utama wanita dalam novel modern misteri Balas Dendam Istri yang Teraniaya ini terus-menerus menerima hinaan kejam dari ibu mertuanya yang meyakini bahwa dirinya mandul. Namun, kekejaman itu tidak berhenti pada kata-kata saja. Di balik punggungnya, sang ibu mertua secara diam-diam memengaruhi suaminya untuk mengkhianati pernikahan mereka, berselingkuh, hingga memiliki anak dengan wanita lain.
Sampul Novel Cinta Dalam Keheningan
8.8
Aria yang bisu sejak lahir kerap diabaikan hingga takdir membawanya menjadi nyonya di Keluarga Kurnia. Ia tahu suaminya, Ian, tidak mencintainya. Saat Letty, cinta pertama Ian, kembali dari luar negeri dan menjalin hubungan lagi dengan suaminya, Aria sadar pernikahan ini harus berakhir. Demi melindungi rahasia kandungannya, Aria menyembunyikan hasil tes kehamilan dan memutuskan untuk mundur dari kehidupan pria miliarder tersebut.
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.5
Hanya karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mendekati direktur perusahaan mereka. Saat sang direktur kehilangan gelang berharga, Lucy langsung dituduh mencuri. Mantan kekasihnya bahkan menghina Lucy sebagai gadis kampung miskin yang kotor. Mereka tidak menyadari bahwa peternakan sapi milik keluarga Lucy berskala raksasa dengan puluhan ribu ekor ternak, dan total kekayaan keluarganya sebenarnya mencapai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Asmi sering dihina oleh keluarga suaminya karena penampilannya yang gemuk dan asal-usulnya dari desa. Bahkan, sang ibu mertua menolak kehadirannya karena menganggapnya miskin serta tidak memiliki ayah. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terungkap. Sang suami baru menyadari bahwa istrinya sebenarnya adalah pengusaha kaya raya dengan aset di mana-mana. Kini, saat identitas aslinya terbongkar, mampukah keluarga tersebut berhenti merendahkan sosok Asmi?
Sampul Novel Kau Layak Menderita
8.1
Hidup Selina hancur setelah dijebak Rafael Donovan dalam pernikahan paksa. Saat Rafael lumpuh akibat kecelakaan, Selina menganggapnya karma dan memilih bertahan hanya untuk membalas dendam serta menguasai hartanya. Namun, di tengah kebencian itu, ia justru menemukan sisi rapuh dan penyesalan mendalam pada suaminya. Kini Selina terjebak dalam dilema antara misi balas dendam atau perasaan asing yang mulai tumbuh di hatinya bagi pria yang seharusnya ia benci.
Sampul Novel Nafkah Istri Pertama
9.6
Demi mendapatkan keturunan yang belum juga hadir, seorang istri mengambil keputusan berat dengan mengizinkan suaminya berpoligami. Namun, niat tulus untuk melengkapi kebahagiaan keluarga justru berujung pada penderitaan. Pernikahan kedua sang suami ternyata membawa malapetaka yang menghancurkan kedamaian hidup mereka. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dari pilihan yang semula ia anggap sebagai solusi bagi masa depan rumah tangganya.