Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Pernikahan tujuh tahun Riana Handoko dan Bimo Ganendra yang tampak sempurna mendadak hancur saat Riana akhirnya hamil. Di rumah sakit, ia terkejut mendapati kolom ayah di berkasnya kosong, padahal Bimo dikenal sangat mencintainya hingga rela melakukan vasektomi. Kenyataan mengerikan terungkap ketika nama suaminya justru terdaftar sebagai ayah dari anak yang dikandung oleh Silvia Handoko. Silvia adalah putri kandung dari keluarga angkat Riana yang dahulu mengusirnya demi mengembalikan posisi putri asli mereka.
Bab
Bagikan

Bab 4

Dalam kesadarannya yang samar, dia seolah mendengar suara amarah Bimo yang meledak-ledak.

"Apaan yang dilakukan petugas keamanan gedung ini?! Bagaimana bisa orang-orang itu menerobos masuk?"

"Gunakan cara apa pun, aku ingin orang yang menyakiti Riana mendapat balasan seratus kali lipat!"

"Selain itu, opini-opini di internet itu, segera hapus semuanya! Apa? Masalahnya sudah terlalu besar? Untuk apa Keluarga Ganendra memelihara divisi humas kalau seperti ini? Ambil dana dari rekeningku, mau itu seratus miliar atau satu triliun, aku nggak ingin mendengar satu pun ucapan yang merugikan Riana lagi!"

"Apa maksudmu kondisi ibu hamilnya sangat buruk? Nggak boleh terjadi apa-apa pada Riana dan anak yang dikandungnya! Kalau nggak, kalian semua akan menemaninya mati!"

Saat Riana membuka mata, yang pertama kali dia lihat adalah air mata Bimo yang penuh penderitaan.

Begitu menyadari Riana telah sadar, pria itu memeluknya erat seolah baru saja mendapatkan hidupnya kembali.

"Riana, sayangku, apa kamu tahu kamu hampir membuatku mati ketakutan? Kamu adalah hidupku!"

Namun, mendengar sumpah setulus itu, hati Riana justru tidak merasakan sedikit pun haru.

Sejak Bimo mengatakan di depan media, "Anak dalam kandungan Silvia bukan anak haram, justru anak Riana yang anak haram!" Sejak saat itu pula, perasaannya terhadap pria ini telah benar-benar lenyap tanpa sisa.

Melihat cahaya di mata Riana perlahan padam, Bimo merasakan naluri kuat bahwa sesuatu yang sangat penting tengah meninggalkannya dengan cara yang tidak bisa dicegah. Dadanya seolah terasa diremas hingga sulit bernapas.

"Riana, kenapa? Kamu marah sama aku, ya? Tapi waktu itu aku benar-benar nggak punya pilihan. Masa aku harus biarkan Silvia kehilangan nama baiknya? Lagi pula, dia pernah menyelamatkan nyawamu! Melihatmu terluka saja aku hampir gila, nggak bisakah kamu sedikit memahamiku?"

Pada saat itu, Silvia membuka pintu dan masuk, tangannya menggenggam lembar jadwal operasi aborsi milik Riana.

"Benar, Kak. Tapi seberapa pun marahnya Kakak, nggak seharusnya Kakak menggugurkan anak dalam kandungan Kakak!"

"Apa?"

Bimo menerima lembaran itu dengan tatapan tidak percaya, bahkan napasnya menjadi tidak teratur.

Tatapan jahat Silvia kini sepenuhnya tersingkap.

"Kakak pasti sengaja keluar supaya didorong orang-orang itu, 'kan? Tubuhmu lagi nggak sehat, tapi kamu sengaja nggak kasih tahu Kak Bimo. Kakak juga sengaja memancing mereka di tengah pusaran isu supaya anak dalam kandunganmu keguguran sendiri. Kalaupun tetap nggak kegugur, Kakak sudah menjadwalkan operasi aborsi. Kak, bagaimana bisa Kakak setega itu pada Kak Bimo? Kakak benar-benar keterlaluan!"

Lembaran jadwal operasi itu telah diremas Bimo hingga menjadi gumpalan, tenggorokannya tercekat.

"Benarkah itu, Riana? Apa kamu benar-benar tega menggugurkan anak kita?"

Riana hanya merasa semuanya begitu ironis.

Padahal, dia yang lebih dulu tidak menginginkan anak ini!

Bimo menepis cangkir teh di atas meja. Cangkir itu pecah dan serpihannya berhamburan di lantai.

"Mengapa? Demi anak ini, kamu sudah menanggung begitu banyak penderitaan! Karena efek samping suntikan, berapa malam kamu menahan sakit sampai tubuhmu gemetar dan bermandikan keringat dingin. Aku bahkan sampai berlutut memohon agar kamu berhenti minum obat, tapi kamu tetap ingin punya anak kita. Mengapa sekarang kamu tega menggugurkannya? Riana, apa kamu benar-benar nggak punya hati?"

Ya, demi anak ini, Riana hampir kehilangan nyawanya. Namun, mengapa Bimo bisa dengan begitu mudahnya menghapus namanya dari kolom ayah di berkas pemeriksaan kehamilan? Hanya demi Silvia dan bayi yang dikandungnya, dia rela mempermalukan Riana di depan dunia, membuat anak mereka dicap sebagai anak haram yang hina?

Suara pelayan terdengar pada waktu yang tepat.

"Tuan Bimo, pengacara baru saja mengirimkan surat cerai. Katanya, itu atas permintaan Nyonya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Istri yang Teraniaya
9.5
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi neraka akibat tuduhan sepihak. Tokoh utama wanita dalam novel modern misteri Balas Dendam Istri yang Teraniaya ini terus-menerus menerima hinaan kejam dari ibu mertuanya yang meyakini bahwa dirinya mandul. Namun, kekejaman itu tidak berhenti pada kata-kata saja. Di balik punggungnya, sang ibu mertua secara diam-diam memengaruhi suaminya untuk mengkhianati pernikahan mereka, berselingkuh, hingga memiliki anak dengan wanita lain.
Sampul Novel Cinta Dalam Keheningan
8.8
Aria yang bisu sejak lahir kerap diabaikan hingga takdir membawanya menjadi nyonya di Keluarga Kurnia. Ia tahu suaminya, Ian, tidak mencintainya. Saat Letty, cinta pertama Ian, kembali dari luar negeri dan menjalin hubungan lagi dengan suaminya, Aria sadar pernikahan ini harus berakhir. Demi melindungi rahasia kandungannya, Aria menyembunyikan hasil tes kehamilan dan memutuskan untuk mundur dari kehidupan pria miliarder tersebut.
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.5
Hanya karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mendekati direktur perusahaan mereka. Saat sang direktur kehilangan gelang berharga, Lucy langsung dituduh mencuri. Mantan kekasihnya bahkan menghina Lucy sebagai gadis kampung miskin yang kotor. Mereka tidak menyadari bahwa peternakan sapi milik keluarga Lucy berskala raksasa dengan puluhan ribu ekor ternak, dan total kekayaan keluarganya sebenarnya mencapai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Asmi sering dihina oleh keluarga suaminya karena penampilannya yang gemuk dan asal-usulnya dari desa. Bahkan, sang ibu mertua menolak kehadirannya karena menganggapnya miskin serta tidak memiliki ayah. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terungkap. Sang suami baru menyadari bahwa istrinya sebenarnya adalah pengusaha kaya raya dengan aset di mana-mana. Kini, saat identitas aslinya terbongkar, mampukah keluarga tersebut berhenti merendahkan sosok Asmi?
Sampul Novel Kau Layak Menderita
8.1
Hidup Selina hancur setelah dijebak Rafael Donovan dalam pernikahan paksa. Saat Rafael lumpuh akibat kecelakaan, Selina menganggapnya karma dan memilih bertahan hanya untuk membalas dendam serta menguasai hartanya. Namun, di tengah kebencian itu, ia justru menemukan sisi rapuh dan penyesalan mendalam pada suaminya. Kini Selina terjebak dalam dilema antara misi balas dendam atau perasaan asing yang mulai tumbuh di hatinya bagi pria yang seharusnya ia benci.
Sampul Novel Nafkah Istri Pertama
9.6
Demi mendapatkan keturunan yang belum juga hadir, seorang istri mengambil keputusan berat dengan mengizinkan suaminya berpoligami. Namun, niat tulus untuk melengkapi kebahagiaan keluarga justru berujung pada penderitaan. Pernikahan kedua sang suami ternyata membawa malapetaka yang menghancurkan kedamaian hidup mereka. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dari pilihan yang semula ia anggap sebagai solusi bagi masa depan rumah tangganya.