Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga

(bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga

Hidup eksekutif muda Davina Hadinata hancur setelah menjalin hubungan dengan Aria Wardana yang ternyata beristri. Aria memfitnahnya hingga ia menganggur, sementara bisnis ayahnya bangkrut akibat skandal sang kakak. Tragedi memuncak saat istri Aria bunuh diri, memicu dendam Rajata Bagaskara. Rajata menodai Vina hingga hamil sebagai balasan atas kehilangan keponakannya. Di tengah penderitaan dan kemiskinan, Vina berjuang bertahan hidup demi harapan yang tersisa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sesampai di ruang meeting, para staff sudah terlihat berdiri rapi di ambang pintu masuk. Suci kembali mengomel. "Tuh kan. Apa gue bilang. Anak-anak udah pada ngumpul. Ayo buruan. Jangan ntar duluan Pak Rajata masuk lagi. Bisa habis kita."

Seiring kalimat yang diucapkan Suci, mereka berdua pun mempercepat langkah. Sayangnya, karena terburu-buru kakinya terpelecok dan nyaris jatuh terjerembab. Ia bersiap menahan rasa sakit dan juga malu. Bayangkan, ia terjatuh seperti nangka busuk di hadapan boss besarnya dan juga para staff. Sakitnya mungkin bisa ia tahan. Namun malunya itu yang tidak bisa ia lupakan.

Syukurnya ada sepasang lengan kuat yang menahan bahunya dari belakang. Sehingga tubuhnya tidak sampai terjerembab. Alhamdullilah.

"Terima kasih---"

Vina membalikkan badan dengan cepat. Berniat mengucapkan terima kasih pada orang yang telah menolongnya. Namun ia kaget saat melihat siapa orang yang telah menolongnya. Ia mendapati sosok Bu Alana dalam versi pria dalam balutan jas mahal. Dan sosok itu kini menatapnya tajam.

Astaga, ini pasti boss besarnya. Rajata Bagaskara!

"... dan se--selamat datang Pak Rajata," lanjut Vina gugup. Ia buru-buru menegakkan tubuh dan mengangguk sopan pada Pak Rajata. Setelahnya ia meper-meper mendekati tempat Suci berdiri. Rajata tidak merespon ucapannya. Ia melanjutkan langkahnya menuju ke depan podium. Di ruangan meeting ini memang disediakan podium kecil, yang berfungsi sebagai tempat para atasan menyampaikan aspirasi seperti saat ini, atau mempresentasikan proposal.

"Yaelah, Vina. Lo ini kalo mau main akrobat liat-liat tempat dong, shay. Jangan di depan mata boss besar. Siap-siap aja lo diceramahin dua hari dua malam," desis Suci dengan suara tertahan.

"Ya, gue nggak sengaja juga kali, Ci." Vina balas berbisik. Ia sama sekali tidak berani melirik ke arah Rajata. Namun sekilas ia sempat melihat Aria memelototinya. Vina pura-pura tidak melihat tatapan Aria. Ia tahu kalau Rajata ini adalah adik kakak ipar Aria. Bisa habis karirnya kalau Rajata mencurigai hubungannya dengan Aria.

"Selamat pagi semuanya. Saya yakin kalian yang bekerja lebih dari dua tahun di PT. Inti Karya Mandiri ini, pasti telah mengenal saya dengan baik. Kalian pasti juga tahu, bahwa sudah dua tahun saya mengurus kantor cabang di Amsterdam. Dan hari ini saya umumkan bahwa saya akan kembali berkantor di sini, karena ada sesuatu hal yang perlu saya bereskan."

Entah mengapa saat Rajata mengatakan bahwa ia kembali karena ada sesuatu hal yang harus ia bereskan, Vina bergidik. Karena Rajata seperti memandangnya lurus-lurus. Atau ini hanya perasaannya saja?

"Hari ini saya kembali ke kantor dan kembali menjadi atasan kalian semua. Dan saya harap kita semua mampu bekerja sama, saling mengadu prestasi dan kerja keras. Bukannya saling menjatuhkan dan sikut kanan kiri. Ingat, saya tidak akan mentolerir kecurangan dalam bentuk apapun. Saya sangat membenci penghianatan dan segala dedengkotnya."

Dan lagi-lagi, Vina merasa Rajata menyambarnya dengan lirikan sinis, saat mengucapkan kata penghianatan dalam bentuk apapun.

"Eh, Vin. Lo ngerasa nggak kalo Pak Rajata terus terusan ngelirik lo. Jangan-jangan ia mengingat lo sebagai karyawati paling ceroboh, karena kasus nyaris ngejengkangnya lo tadi." Suci berbisik pelan di telinganya. Berarti bukan perasannya saja. Suci juga merasakannya.

Mudah-mudahan saja, memang karena kasus nyaris jatuhnya tadi. Dan bukan karena masalahnya dengan Aria yang Rajata ketahui.

"Nggak tau juga, Ci. Mudah-mudahan dia nggak terus nginget tingkah memalukan gue ya, Ci?" Vina balas berbisik.

"Aamiin."

"Ingat, rekan-rekan sekalian. Sebatang lidi sudah pasti tidak akan mungkin membersihkan halaman rumah yang kotor. Akan tetapi jika lidi tersebut terkumpul dalam jumlah yang besar, serta terkemas dan menjadi sebuah benda yang dinamakan sapu lidi, maka jangankan hanya satu sampah. Tapi beratus-ratus sampah pun akan disapu bersih tak bersisa. Demikianlah perumpamaan yang saya jabarkan tentang sebuah kerjasama. Untuk itu mari kita jaga rasa tanggung jawab kita dan kita pelihara bersama-sama agar menuju kekuatan yang besar pula. Demikianlah kata-kata sambutan singkat dari saya, agar kalian semua lebih termotivasi. Sekarang kalian boleh kembali ke ruangan kalian masing-masing."

Vina, Suci berikut semua staff, tetap diam di tempat hingga kelebat bayangan tubuh Rajata menghilang di ambang pintu. Setelahnya terdengar helaan napas panjang berjamaah. Sepertinya para staff juga mengalami kegelisahan sama seperti dirinya.

Tatapan Rajata tadi, mungkin hanya perasaannya dan Suci saja. Insyallah.

"Ayo kita segera kembali ke kubikel kita, Vin. Pokoknya setelah hari ini, suasana kantor kita akan berbeda atmospherenya." Sembari berjalan Suci terus berbicara. Beginilah Suci apabila ia sedang gelisah. Mulutnya akan mengoceh tiada henti. Empat bulan mengenalnya membuat Vina kurang lebih mengetahui karakternya.

***

Vina memindai pergelangan tangannya. Pukul 12.00 WIB. Waktunya makan siang. Vina melirik ke kanan dan ke kiri. Ia menunggu rekan-rekannya meninggalkan kubikel masing-masing dulu, barulah ia berniat menikmati makan siang. Bukan apa-apa. Sudah seminggu ini ia tidak pernah lagi makan di luar atau di kantin seperti dulu. Ia sekarang selalu membawa bekal dari rumah. Ia harus berhemat, agar mampu mencukupi pengeluaran keluarga. Apalagi sekarang ibunya sakit-sakitan akibat ulah Dina. Kakaknya itu memang tidak pernah berubah. Selalu membuat mereka sekeluarga sakit kepala.

"Vin, kita makan di kantin, yuk? Tenang aja, gue yang traktir. Kan kita baru gajian?" Suci muncul di sampingnya, sembari menggesek-gesekkan jempol dan jari telunjuknya. Mengisyaratkan kalau dirinya tengah memiliki banyak uang.

"Nggak usah deh, Ci. Gue udah bawa bekal. Sayang kalau nggak dimakan."

"Yaelah, siapa bilang kagak usah lo makan? Lo makan aja bekal lo. Tapi makannya di kantin. Ntah ditambah lauk lain lagi. Gue takut lo bisulan tiap hari makan telur. Senin telur ceplok. Selasa telur dadar. Rabu telur balado. Jumat telur orak-arik. Nah ini telur apaan?" Suci memanjangkan lengannya. Bermaksud membuka kota bekalnya di atas meja. Vina bermaksud menyembunyikan bekalnya. Namun tangan Suci lebih cepat menyambarnya.

"Astaga, telur rebus tok! Vina... Vina... irit boleh. Tapi ini lo udah keterlaluan. Gue yakin kalo lo buang angin, pingsan semua orang seruangan."

"Apa boleh buat, Ci. Kan lo tau keadaan gue sekarang bagaimana." Vina mengangkat bahu pasrah. Ia memang menceritakan keadaan keluarganya sekarang pada Suci. Suci tahu semuanya, kecuali satu hal. Soal hubungan terlarangnya dengan Aria. Untuk hal yang satu itu, ia akan menyimpannya rapat-rapat.

"Makanya sekarang gue ada rezeki ayuk kita ke kantin. Gue tambahin lauk apa kek nanti. Entah ayam, ikan, pokoknya makanan bergizilah. Udah cepetan kita jalan. Ntar keburu habis lagi jam makan siang kita.

Walau tidak enak hati, Vina mengikuti juga langkah kaki Suci menuju kantin kantor. Satu hal yang tidak mereka berdua duga adalah. Rajata, Aria dan Alana ada di dalam kantin. Kaki Vina seakan-akan terpaku di lantai kantin. Drama apa lagi yang akan terjadi ini, ya Allah?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gelora Hasrat sang Presdir
8.3
Hidup Laura berubah drastis setelah merayakan pesta pelepasan masa lajang bersama adik dan teman-temannya. Akibat mabuk berat, ia terbangun di kamar hotel asing bersama seorang pria misterius. Kejadian buruk itu langsung diketahui oleh ayahnya begitu Laura tiba di rumah. Akibatnya, rencana pernikahan yang sudah di depan mata dibatalkan seketika, dan Laura diusir dari kediaman keluarganya. Kini, ia harus menghadapi masa depan yang tidak pasti sendirian tanpa arah.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
8.8
Setelah dipermalukan oleh seorang klien yang menyiramnya dengan air, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari Michael. Pria itu justru memeluk asistennya dengan mesra dan mencaci ketidakmampuan Jocelyn di depan umum, bahkan mengancam akan memecatnya. Merasa muak dengan perlakuan tidak adil tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu membalas dengan menyiramkan minuman keras itu tepat ke wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan mundur dari perusahaan.
Sampul Novel I am Your Boss
8.2
Pasca ditinggalkan kekasih karena kondisi ekonomi yang sulit, Andra bangkit dan sukses membangun kekaisaran bisnisnya sendiri dalam enam tahun. Kini ia dikenal sebagai bos kejam dengan aturan yang sangat kaku. Namun, reputasi dinginnya mulai goyah saat seorang pelamar kerja wanita hadir di hadapannya. Pertemuan tersebut perlahan mencairkan kebekuan hati Andra dan membukanya kembali pada harapan akan cinta baru yang telah lama ia lupakan.
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio
8.5
Demi menyelamatkan ibu dan anaknya yang sakit, Liana terpaksa memohon bantuan finansial kepada Rafael. Namun, pria berkuasa itu memberikan penawaran yang mengejutkan. Rafael bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan dengan syarat Liana harus bersedia menjadi istri keduanya. Terjepit dalam situasi sulit, Liana harus menghadapi kenyataan pahit dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Akankah ini menjadi awal kebahagiaan atau justru luka yang lebih dalam?
Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin
9.4
Kehidupan Nia hancur saat kehamilannya terbongkar. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ia tolong menawarkan jalan keluar: menikahi putranya, Dion, dan merawat cucunya. Tanpa diduga, Dion adalah duda dingin beranak satu. Pernikahan pun terjadi, namun Nia segera menyadari kenyataan pahit bahwa penolongnya ternyata berkerabat dengan pria yang menghamilinya. Kini, ia harus menghadapi dilema besar apakah sang suami sanggup menerima dirinya dan janin di rahimnya.
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun membina rumah tangga, Asmaraloka dan Cadis Diraizel dikenal sebagai pasangan harmonis yang saling mencintai. Namun, kebahagiaan mereka mulai goyah saat Ara divonis mandul oleh dokter. Meski sang CEO tetap setia dan menerima kondisi tersebut tanpa menuntut keturunan, rasa minder Ara memicu keretakan. Situasi kian pelik ketika pihak ketiga hadir memperkeruh suasana dengan berbagai kesalahpahaman. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi cobaan ini?