
Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
Bab 2
Bab.2.
Sepuluh menit kemudian,
"Aahhh... Telan...telan semua spermaku, Liliana Rodriguez.!"
Erangan kenikmatan Hugo Dolorez sambil menekan kepala Liliana Rodriguez. Benar-benar merasa terhina harga diri Marco La Rasson melihat Liliana Rodriguez menelan semua cairan putih kental yang keluar dari lubang penis Hugo Dolorez.
"Aku kira Liliana Rodriguez perempuan baik-baik ternyata tak ada bedanya dengan binatang betina . Menyesal aku mencintai Liliana Rodriguez .!"
Desis Marco La Rasson sembari meninggalkan Hugo Dolorez dan Liliana Rodriguez yang tertawa keras terbahak-bahak menghinanya. Ia berjalan keluar dari bar , kepalanya tertunduk dan penuh kesedihan, kekecewaan, sakit hati yang amat sangat luar biasa. Baru pertama kali dalam hidupnya ini, ia merasa harga dirinya sebagai laki-laki di injak-injak. Diliriknya arloji di tangannya menunjukkan jam sembilan malam. Ia melangkah gontai menuju ke rumahnya. Semalaman Marco La Rasson tidak bisa tidur , hilang semua rasa cintanya dan sayangnya pada Liliana Rodriguez kekasihnya.
"Aku baru pertama kali ini cinta pada seorang gadis tapi luar biasa penghinaannya terhadap diriku. Akan kubalas semua perlakuan Liliana Rodriguez dan Hugo Dolorez padaku.!"
Meski hanya menjalin asmara dengan waktu yang sebentar, namun Liliana Rodriguez jelas menjadi sosok yang bisa dikatakan dikatakan spesial untuk Marco La Rasson Sebab Liliana Rodriguez kekasih pertama Marco La Rasson ketika mereka resmi berpacaran. Liliana Rodriguez menjadi sosok yang menemani Marco La Rasson ketika pemuda tersebut yang baru saja kehilangan ibunya. Marco La Rasson yang pada saat itu mengenal dekat dengan Liliana Rodriguez pun sangat mendukung menjalani hari-harinya sebagai pemuda yatim piatu. Liliana Rodriguez menghabiskan semua uang peninggalan almarhumah ibunya Marco La Rasson. Kendati demikian, pemuda spanyol itu sangat mencintai Liliana Rodriguez. Namun Liliana Rodriguez menganggap putusnya dengan Marco La Rasson hal biasa-biasa saja karena ia menganggap Marco La Rasson tidak lebih dari pemuda miskin , jelek dan bodoh.
🎊
*KNOCK..KNOCK..*
Marco La Rasson malas membuka pintu, ia hanya menoleh ke pintu ruang tamu yang tertutup.
"MARCO LA RASSON... MARCO LA RASSON.... NENEKKU MENYURUH MENGANTAR MAKANAN UNTUKMU .!"
"Masuklah, pintu tidak di kunci .!"
Sahut Marco La Rasson dengan malas, pintu di buka dari luar. Seorang gadis kecil kurus, buruk rupa dan berambut panjang lurus membawa piring lalu diletakkan di atas meja kayu.
"Aku ini disuruh nenekku mengantar makanan untukmu dan jangan malas membuka pintu jika kuketuk pintu rumahmu , Marco La Rasson .!"
Marco La Rasson tersedak asap rokok , terbatuk-batuk mendengar perkataan sengit gadis kecil buruk rupa itu , untung saja di mulut Marco La Rasson lagi tak ada makanan atau minuman jadi tak keluar apa-apa. Marco La Rasson menghampiri meja makan dan langsung memakan Paella sampai habis tak tersisa.
"Terima kasihku , Buena Chica.!"
Ucap Marco La Rasson lalu meneguk segelas air putih di atas meja makan. Gadis itu mengangguk lalu berjalan keluar rumah. Marco La Rasson membuka jendela dan melongok kepalanya keluar jendela..
"BUENA CHICA , SINI .!"
Gadis kecil itu menoleh pada Marco La Rasson yang melambaikan tangannya keluar jendela.
"BUENA CHICA , CEPAT SINI .!"
Gadis itu berlari ke jendela rumah Marco La Rasson.
"Aku punya tortilos coklat. Kamu mau , Buena Chica .?"
Gadis kecil itu mengangguk sambil menyodorkan telapak tangan kanannya ke hadapan Marco La Rasson.
"Ini ambillah buatmu, Buena Chica .!"
Marco La Rasson meletakkan dua tortilos coklat di telapak tangan gadis kecil yang buruk rupa itu.
"Nenekmu ada di rumah , Buena Chica.?"
"Ada di rumah , Marco La Rasson."
Gadis kecil itu menoleh ke rumah neneknya sembari menunjuk pintu rumahnya.
"Aku ikut kamu ke rumah nenekmu , Buena Chica .!"
Marco La Rasson melompat dari jendela kayu lalu menggandeng gadis kecil itu melewati jalan setapak menuju ke rumah neneknya Buena Chica.
"NENEK BELLA ESMERALDA..!"
Nenek Bella Esmeralda mengelus-elus dada untuk meredakan kekagetannya tapi tetap saja kaget karena teriakan Marco La Rasson.
"Ada apa berteriak seperti orang gila , Marco La Rasson .?"
Tanya nenek Bella Esmeralda dengan dongkol.
"Aku ada perlu mau bicara denganmu ,.nek."
Marco La Rasson tertawa sambil memeluk bahu nenek Bella Esmeralda.
"Huff.. baunya mulutmu dan ketiakmu, Marco La Rasson .!"
Nenek Bella Esmeralda menutup hidungnya dengan telapak tangannya dan menjauhkan wajahnya.
"Pulanglah dan mandilah .!. Kembalilah kesini kalau badanmu sudah bersih , Marco La Rasson .!"
Nenek Bella Esmeralda melepaskan dirinya dari pelukan pemuda spanyol itu.
"Sudah dua hari aku tidak mandi, uangku habis dan aku tidak beli perlengkapan mandi, nek .!"
Ucap Marco La Rasson sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Bukankah ibumu memberi warisan uang , Marco La Rasson .?. "
Nenek Bella Esmeralda menyipitkan matanya melihat Marco La Rasson yang tak bisa bicara apa-apa , serasa lidahnya seperti terikat dan badannya gemetar ketakutan.
"Marco La Rasson .?. Apa habis semua uang warisan dari ibumu .?"
Nenek Bella Esmeralda mengulangi pertanyaannya lagi tapi Marco La Rasson masih diam tertunduk.
"Marco La Rasson , mana uang warisan dari ibumu .?"
Nenek Bella Esmeralda menatap tajam pemuda spanyol itu.
"Habis , nek ."
Nyaris tak terdengar suara Marco La Rasson,
"Habis .?. Habis uang warisan dalam sebulan , Marco La Rasson .?. Bagaimana bisa .?"
Nenek Bella Esmeralda menatap Marco La Rasson dalam. Entah apa yang beliau cari dari kedua bola mata pemuda spanyol. Kalau sudah memandang seperti ingin masuk dan menembus jauh ke dasarnya.
"Aku habiskan dengan Liliana Rodriguez, nek.!"
Mendengar jawaban Marco La Rasson, langsung nenek Bella Esmeralda mengambil sepotong kayu yang tergeletak di halaman rumahnya dan dipukulkan bertubi-tubi ke punggung , tangan , kaki pemuda spanyol itu sembari berkata ...
"Bodoh...bodoh... Keledai dungu... Kamu habiskan uang warisan dari ibumu yang seharusnya itu untuk modal kerjamu , Marco La Rasson .!"
Tidak berhenti nenek Bella Esmeralda memukuli Marco La Rasson dengan kayu yang dipegangnya
"Kenapa kamu tidak berhati-hati pada Liliana Rodriguez perempuan jalang itu .?.. Liliana Rodriguez itu bukan perempuan baik. Aku sudah tahu kehidupannya di luar. Suka main dengan banyak pria dan menghabiskan banyak harta semua pria yang menidurinya , mudah baginya bergonta-ganti laki. Kenapa kamu tidak bisa menjaga jarak dengannya .?. Siapa yang tak tahu Liliana Rodriguez ?. Perempuan sundal itu pasti mencampakkan pria jika sudah habis harta laki itu diambilnya , Marco La Rasson."
Nenek Bella Esmeralda lemas terduduk di kursi kayu depan rumahnya. Marco La Rasson kehilangan kemampuan berkata-kata , mendengar ucapan nenek Bella Esmeralda itu memang benar.
Anda Mungkin Juga Suka





