
Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
Bab 3
Bab.3
"Pulanglah, ambil baju gantimu dan mandilah di sini , Marco La Rasson .!"
Perintah nenek Bella Esmeralda dengan suara dingin. Marco La Rasson mengangguk , ia pulang ke rumahnya yang bersebelahan dengan rumah nenek Bella Esmeralda. Sekembalinya ,
"Nek, aku menumpang mandi di rumahmu .!"
"Ya, mandilah .!. Setelah itu kuobati bekas pukulan di badanmu .!"
Marco La Rasson terdiam
Lebih baik fokus menumpang mandi saja agar biar bisa pura-pura ada kesibukan. sekarang rasa sakit di sekujur badannya berkurang , kalah oleh rasa bersalah yang berkecamuk di dadanya. Selesai mandi, nenek Bella Esmeralda mengobati semua memar bekas pukulannya di badan pemuda spanyol itu.
"Kamu terlalu baik dan percaya pada Liliana Rodriguez perempuan jalang itu , Marco La Rasson .!"
Marco La Rasson menunduk merasa nenek Bella Esmeralda memujinya. Bukan bangga, tapi malu. Rasanya tak pantas mendapat sanjungan sebesar itu. Semoga tak membuat pemuda spanyol bodoh itu besar kepala.
"Usiamu masih dua puluh tahun dan habis sudah uang warisan dari ibumu . Sekarang yang tersisa hanya rumah kayu sederhana yang kamu tempati sekarang , Marco La Rasson .!"
Tutur nenek Bella Esmeralda yang menghela nafasnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lalu sekarang apa yang harus kulakukan , nek .?"
Marco La Rasson menatap wajah nenek Bella Esmeralda, dengan tatapan penuh penyesalan.
"Tidak ada jalan lain kecuali jual rumah yang kamu tempati itu. Lalu pergilah dari Spanyol. Jangan kembali kesini jika kamu belum sukses, Marco La Rasson.!"
Ucap nenek Bella Esmeralda dengan suara bergetar.
"Ya, nenek Bella Esmeralda. Aku jual rumah warisan ibuku."
Sahut Marco La Rasson dengan mantap.
🎊
DUA HARI KEMUDIAN,
"Marco La Rasson, sudah ada orang yang membeli rumah warisan ibumu . Pergunakanlah uang ini dengan sebaik-baiknya. Ini kesempatanmu terakhir, jika kamu berdoa -foya menghabiskan waktunya ang yang ni maka kamu menjadi gelandangan seumur hidupmu.!"
Nenek Bella Esmeralda meletakkan amplop tebal berisi sejumlah uang ke hadapan Marco La Rasson.
"Terima kasih, nenek Bella Esmeralda. Sekarang juga aku naik kapal ke Amerika ."
Pemuda spanyol bergegas pergi ke pelabuhan.
🎊
SEMINGGU KEMUDIAN,
Ya, Marco La Rasson menjadi imigran gelap ke Amerika dan menginap di penginapan murah untuk menghemat uangnya. Marco La Rasson mendatangi seorang ahli bedah plastik dan meminta penampilannya di ubah total. Tidak tanggung - tanggung, ia mendatangi seorang profesor dokter bedah plastik handal.
"Profesor dokter Jansen, tolong operasi wajah saya dan berapa pun biayanya pasti saya bayar."
Ucap Marco La Rasson pada prof Dr Jansen yang duduk di hadapannya.
"Kenapa kamu ingin melakukan bedah plastik, Marco La Rasson.?"
Prof Dr Jansen membetulkan kacamatanya, menatap lekat wajah pemuda spanyol yang duduk di hadapannya. Ia pun menceritakan segalanya tentang Liliana Rodriguez yang menghinanya habis-habisan.
"Baiklah , aku mengoperasi wajahmu. Besok , kembalilah kemari.! "
"Baiklah , prof Dr Jansen."
Marco La Rasson pun kembali ke penginapan murah .
🎊
KEESOKAN HARINYA ,
Marco La Rasson kembali menemui prof Dr Jansen. Pemuda spanyol itu benar-benar nekad menjalani operasi hidung untuk membuat hidungnya lebih tegas dan tipis , dagunya pun di implan. alisnya juga di operasi dengan membuat posisi alisnya sedikit naik.
Marco La Rasson juga melakukan transplantasi rambut untuk mengimbangi perubahan pada wajahnya dan operasi maxillofacial untuk memperbaiki sepertiga bagian bawah wajahnya, termasuk rahangnya. Marco La Rasson masih tidak puas dengan hasil operasi yang dirasanya kurang sempurna, ia pun memperbaiki giginya dengan veneer dan mahkota gigi. Kemudian prof Dr Jansen pun menyuntikkan botox di dahi dan sekitar mata untuk membuat kulitnya lebih bersih dan halus.
Marco La Rasson tidak segan-segan minta prof Dr Jansen melakukan operasi ultrasonic liposculpture untuk membentuk dada dan perutnya. Perubahan penampilan Marco La Rasson pemuda spanyol yang terlihat secara instan membuat dirinya tampak sempurna.
Lebih nekadnya lagi, Marco La Rasson meminta prof Dr Jansen menyuntikkan botoks di penis Marco La Rasson yang bisa menambah ketebalan hingga tiga sentimeter. Namun, efek dari suntikan protein tersebut hanya bertahan antara delapan belas bulan sampai dua puluh empat bulan. Sakit hatinya , jika mengingat Liliana Rodriguez meludahi penisnya maka ia ingin penisnya terlihat jauh lebih besar agar bisa memuaskan perempuan di ranjang.
🎊
SEBULAN KEMUDIAN,
"Marco La Rasson, operasi sudah selesai dan kamu boleh pulang. Jika ada apa-apa, silahkan konsultasi padaku".
"Terima kasih, prof Dr Jansen. Saya harus pulang sekarang."
Jika dulu Marco La Rasson menghabiskan uang warisan dengan berfoya-foya bersama Liliana Rodriguez , sekarang ia menghabiskan uang untuk merombak wajahnya dan penampilannya . Pemuda spanyol itu kembali ke penginapan murah tempatnya menginap untuk beristirahat sejenak. Rasa sakit hatinya mampu membuat dirinya mengubah penampilannya. Marco La Rasson beranjak pergi menemui para pakar terkait fashion untuk saran untuk mengubah cara berpakaiannya yang lebih menarik. Semangat Marco La Rasson untuk berubah memang tidak main-main, ia bekerja keras di pusat kebugaran membuat tubuhnya yang awalnya kurus menjadi kekar, tegap dan atletis.
🎊
SEBULAN KEMUDIAN,
Jika dulu banyak orang terutama Liliana Rodriguez dan Hugo Dolorez menghinanya habis-habisan bahkan menginjak harga dirinya sebagai seorang pemuda spanyol , maka malam ini Marco La Rasson berubah menjadi seorang lelaki yang sangat tampan. Dia memiliki tubuh yang atletis dengan tinggi seratus delapan puluh enam sentimeter dan berat delapan puluh tiga kilogram sehingga membuatnya terlihat maskulin dengan memiliki kulit berwarna olive , kedua mata bulat coklat juga rambutnya berwarna coklat gelap dan bergelombang. Marco La Rasson berpakaian rapi warna putih dan memakai arloji rolex , melangkah penuh rasa percaya diri masuk ke dalam bar. Semua mata para wanita borjuis tak berkedip memandang dirinya.
"Aku Marco La Rasson ingin menemui pemilik bar ini."
Ucap Marco La Rasson dengan ramah dan sopan pada bartender yang sedang meracik beberapa minuman.
"Aku Gordon bartender di bar ini. tunggulah sebentar nanti kupanggilkan pemilik bar ini. ! Silahkan duduk dulu, Marco La Rasson.!"
Jawab bartender tampan berambut panjang itu nada sopan . Marco La Rasson duduk di pojok bar, tak lama kemudian seorang pria setengah tua berpenampilan mewah dengan memakai jas mahal menghampiri Marco La Rasson.
"Aku Jorgen Eduardo pemilik bar ini , apakah benar kamu mencariku .?"
Tanya Jorgen Eduardo pemilik bar mewah , dengan senyum ramah.
"aku melamar bekerja di bar milikmu ini , Jorgen Eduardo.!"
Sahut Marco La Rasson dengan senyum manis menambah ketampanan di wajahnya.
"Maaf Marco La Rasson, ada dua lowongan pekerjaan untuk pemuda setampan dan segagah kamu di bar mewahku ini .!. Penari telanjang dan gigolo. Mana yang kamu pilih , Marco La Rasson .?"
Tanya Jorgen Eduardo dengan penuh harap agar Marco La Rasson tidak membatalkan niatnya bekerja di bar mewahnya.
"Aku tidak bisa menari sexy , lebih baik menjadi gigolo.!"
Ucapan jujur Marco La Rasson disambut baik oleh Jorgen Eduardo.
Anda Mungkin Juga Suka





