Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Cinta, Ternyata Dusta!

Bukan Cinta, Ternyata Dusta!

Demi menyelamatkan suaminya di masa lalu, wanita ini rela membiarkan kakinya hancur terlindas. Namun, ia justru dibenci mertua, dibuang orang tua, dan akhirnya dibunuh secara keji oleh suaminya sendiri yang ternyata hanya memanfaatkan penderitaannya demi meraup puluhan miliar di internet. Saat mendapat kesempatan kedua dan kembali ke waktu tepat sebelum kecelakaan mobil itu terjadi, ia memilih untuk tidak lagi menjadi tameng. Kali ini, ia hanya menonton dengan tatapan dingin tanpa berniat menolong.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di kehidupan yang lalu, aku merelakan kedua kakiku dilindas hingga hancur demi melindungi suamiku. Mertuaku menganggapku sebagai pembawa sial, beban keluarga, dan menunjukkan kebencian yang mendalam padaku.

Orang tuaku sendiri merasa aku tak berguna dan menyusahkan, sehingga memilih untuk memutus hubungan denganku. Hanya suamiku yang tetap berada di sisiku dan aku selalu mengira bahwa dia mencintaiku.

Namun menjelang kematianku, aku mendengar dia berkata, "Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu seharusnya nggak bertahan hidup dan membuatku malu."

Kemudian, dia membunuhku secara perlahan-lahan dengan membekapku sampai napasku habis.

Setelah kematianku, dia menikah lagi. Saat itulah aku baru tahu, ternyata selama ini dia menjual kisah hidupnya yang menyedihkan di internet hingga menghasilkan puluhan miliar.

Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke saat ketika mobil itu hampir menabrakku. Namun kali ini, aku memilih untuk menyaksikan semua itu dengan ekspresi dingin.

"Brak!" Aku berdiri di tempat sambil menyaksikan tubuh suamiku terpental ke udara setelah ditabrak mobil. Jeritannya yang penuh kesakitan menggema di sekitar dan roda mobil yang tampak tak terkendali menggilas tubuhnya tanpa ampun.

"Krakk!" Suara tulang yang remuk bercampur dengan jeritan memilukan itu membuat orang-orang di sekitar terkejut dan bergidik.

Aku berdiri di antara kerumunan, seolah-olah melihat kembali kehidupanku yang lalu. Dulu, aku yang mendorong suamiku ke tempat aman dan justru tubuhku yang terpental setelah ditabrak mobil. Roda kendaraan itu menggilas kedua kakiku dengan suara yang begitu menyeramkan, hingga orang-orang di sekitar ingin segera memanggil ambulans.

Namun, suamiku menghentikan mereka dan justru membawaku ke klinik kecil dengan motornya. Di sana, aku hampir saja meninggal. Namun, akhirnya aku selamat meski harus kehilangan kedua kakiku dan menjadi cacat seumur hidup.

Mertuaku menganggapku pembawa sial. Dia terus mengeluhkan kejadianku tertabrak dan mendesak suamiku untuk menceraikanku. Orang tuaku memandangku dengan jijik dan menganggapku sebagai beban. Pada akhirnya, mereka memutuskan hubungan denganku.

Hanya suamiku yang saat itu menggenggam tanganku dengan mata berkaca-kaca sambil meminta maaf. Namun kemudian, aku mendengar dia berbisik pelan, "Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu nggak seharusnya bertahan hidup dan membuatku malu."

Setelah itu, dia membunuhku perlahan-lahan dengan membekapku hingga tewas. Kemudian, dia membakar jasadku dan menyebarkan abuku di udara. Aku bahkan tak punya makam sebagai peristirahatan terakhir.

Setelah kematianku, dia menikahi wanita lain dan membawa anak berusia tiga tahun pindah ke rumah mewah yang besar. Saat itulah aku menyadari bahwa suamiku yang berpura-pura miskin di depanku, ternyata adalah seorang influencer dengan kekayaan puluhan miliar dari hasil siaran langsung.

Judul dari konten yang dia buat adalah "Peduli pada Istri Penyandang Cacat" dan video-videonya penuh dengan gambar diriku yang cacat. Dia memanfaatkan rasa simpati orang-orang untuk mengumpulkan uang melalui konten penderitaan yang dia rekayasa.

Kali ini, tanpa pertolonganku, suamiku kehilangan banyak darah dan pingsan. Para pejalan kaki segera menelepon ambulans dan suamiku pun segera dilarikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit, mertuaku marah besar. Dia mengangkat tangan dan hendak menamparku dengan keras. "Jalang sialan! Kenapa bukan kamu yang tertabrak?"

Aku sudah bersiap, melangkah mundur untuk menghindari tamparan mertuaku. "Bu, kenapa tiba-tiba mukul orang?"

Wajahnya penuh amarah, menatapku dengan geram, "Kenapa? Kamu bahkan nggak bisa jaga orang dengan benar, masih berani nanya kenapa?"

Aku tetap menatapnya dengan tenang. "Dia punya kaki sendiri. Mana bisa aku hentikan dia?"

"Sejak aku nikah ke sini, nggak pernah ada kejadian begini. Tapi lihat, baru beberapa tahun menikah, anakku sudah jadi seperti ini. Semua karena kamu pembawa sial, kamulah yang bawa bencana pada anakku."

Di koridor, mertuaku terus memarahiku dengan lantang. Beberapa kerabat yang berdiri di sekitar sana juga langsung pergi. Hampir semua orang berdiri di sisinya, menunjuk-nunjuk dan berbisik tentangku.

Di kehidupan sebelumnya, saat aku terbaring di tempat tidur dengan kedua kaki yang diamputasi, mertuaku sama sekali tidak merasa bersyukur ataupun terharu. Bahkan pada para kerabat ini pun, dia tidak pernah mengungkit tentang pengorbananku.

Saat aku mulai siuman, hanya dalam dua hari saja dia sudah mengutukku habis-habisan dan menyalahkanku sebagai pembawa sial yang membawa petaka bagi keluarganya. Kini saat dia mencoba lagi melimpahkan kesalahan padaku, aku memotong ucapannya dengan tegas.

"Anakmu sendiri yang nggak lihat jalan sampai ketabrak mobil. Itu salah siapa kalau bukan dirinya sendiri?"

Mertuaku tertawa dingin, "Dasar jalang, akhirnya kamu nggak bisa pura-pura lagi! Sedari awal aku sudah tahu kamu ini bukan orang baik. Kalau bukan karena anakku yang mau menikahimu, kamu kira kamu bisa masuk ke keluarga ini?"

Kerabat di sekitar mulai menatapku dengan ekspresi penuh penilaian. Aku pun tersenyum dingin dan berkata, "Kalau begitu, kembalikan semua mas kawinku."

Mendengar hal itu, mata mertuaku langsung membelalak. "Apa maksudmu? Siapa yang ngambil mas kawinmu?"

Saat menikah, aku membawa mas kawin beberapa toko, cincin emas, dan uang ratusan juta sebagai mas kawin. Namun, semua itu diambil oleh suamiku dengan alasan agar aku tidak lelah mengurus toko.

Saat itu aku merasa tidak masalah karena kami adalah sekeluarga. Namun tak kusangka, hanya dalam kurun waktu beberapa tahun, suamiku menjual semua toko itu dan hanya menyisakan satu toko. Bahkan uang ratusan juta yang kubawa juga mereka gunakan diam-diam untuk melunasi utang.

Aku marah besar. Namun, suamiku berlutut di depanku dan terus-menerus meminta maaf. Dia bilang, semua utang itu adalah demi biaya pengobatan ayahnya. Dia juga mengatakan bahwa sulit untuk menjalankan bisnis di masa-masa seperti ini. Jadi, sebaiknya toko-toko itu dijual saja untuk mendapatkan sedikit uang.

Tanpa izin dariku, dia diam-diam menjual toko-toko tersebut. Dia menangis dan mengaku bahwa dia melakukan semua ini demi baktinya sebagai anak. Akhirnya aku merasa tidak tega dan memaafkannya.

Sebelum menikah, aku memang sudah pandai berbisnis. Aku mengelola beberapa toko yang menghasilkan keuntungan cukup besar dan menabung ratusan juta sebagai mas kawin. Karena itulah, orang tuaku juga tidak berani banyak mengaturku.

Ketika aku pergi ke satu-satunya toko yang tersisa untuk memantau keadaannya, aku baru sadar bahwa semua stafku telah diganti. Begitu tahu aku pergi ke toko itu, suamiku menelepon dengan nada kesal.

"Kamu itu perempuan, di rumah saja sudah cukup. Urusan bisnis adalah pekerjaan laki-laki."

Suamiku mengatakan bahwa dia tidak ingin dianggap hidup menumpang pada istri dan tidak ingin aku kelelahan. Dia menyuruhku untuk menikmati hidup di rumah.

Namun, sebuah kecelakaan membuatku kehilangan kedua kakiku. Alih-alih membawaku ke rumah sakit yang layak, dia malah membawaku ke klinik kecil yang tak bisa diandalkan. Setelah itu, dia hanya terus berkata bahwa dia menyesal, lalu menangis sambil mengeluh miskin.

Setiap kali membahas soal uang, dia selalu mengatakan bahwa semua uang sudah habis untuk pengobatanku. Sementara itu, mertuaku menyebarkan cerita yang membuat semua orang menganggapku sebagai beban keluarga.

Namun, tak seorang pun yang tahu bahwa jika aku tidak menikah ke keluarga ini, mereka masih akan hidup dalam hari-hari yang dihantui oleh para penagih utang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Terdesak utang, Lana menerima tawaran Valerie untuk menggoda ayahnya, Cedric Vellani, demi membatalkan pernikahan pria kaya itu dengan wanita pemburu harta. Namun, Cedric yang dingin tak mudah ditaklukkan. Lana justru terjebak dalam pesona sang target hingga hubungan transaksional mereka berubah jadi perasaan terlarang. Saat Valerie merasa dikhianati, Lana harus memilih antara uang atau cinta yang berawal dari kebohongan. Akankah ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Bodyguard Seksi
9.7
Asalina tidak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir sebagai pelindung pribadi bagi seorang CEO yang sangat angkuh. Namun, sebuah insiden tak terduga memaksanya untuk terjebak dalam situasi sulit tersebut. Tanpa pilihan lain, ia terpaksa menandatangani kontrak perjanjian kerja yang mengikatnya dengan sang miliarder. Kini, Asalina harus menghadapi sikap arogan atasannya setiap hari demi memenuhi kewajiban yang telah ia sepakati secara resmi.
Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif
9.6
Tujuh tahun silam, Farel Zay Amanta mendadak lenyap dari hidup Refa Aletta Zafana tanpa sepatah kata pun. Kepergian misterius itu meninggalkan luka mendalam bagi Refa. Kini, Farel kembali hadir secara tak terduga dengan sikap yang sangat posesif. Tanpa memedulikan masa lalu mereka yang penuh tanda tanya, pada pertemuan pertama setelah sekian lama, Farel langsung melontarkan tuntutan mengejutkan agar Refa segera menjadi istrinya saat itu juga.
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahannya dengan Jordan Wijaya hanyalah kontrak sementara yang berakhir dengan perceraian. Namun, setelah menikah, Jordan yang semula dingin berubah menjadi suami yang sangat posesif dan memanjakan istrinya. Sanny terjebak saat Jordan melanggar janji dengan menuntut kewajiban batin hingga ia hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang dirobek, Jordan dengan tegas menolak melepaskan istri yang telah ia dapatkan.
Sampul Novel Maria
9.3
Kebodohan masa lalu menghancurkan seluruh harapan Maria. Setelah dikhianati kekasihnya, ia harus menghadapi penderitaan berat karena hamil di luar nikah tanpa tanggung jawab pria tersebut. Tragedi ini kian memilukan saat kedua orang tuanya wafat, tak kuasa menahan beban malu akibat cemoohan orang sekitar. Kini Maria terjebak dalam nestapa, berjuang sendirian di tengah hancurnya martabat keluarga yang telah hilang akibat kesalahan fatalnya.
Sampul Novel Penyesalan Ibu setelah Aku Mati
8.1
Ketika seorang gadis meregang nyawa di tangan pembunuh keji di rumah sebelah, sang ibu justru mengabaikan panggilan daruratnya demi menemani sang adik yang bersiap ujian. Menganggap permohonan tolong putrinya sebagai kebohongan belaka, ia menutup telepon dengan makian. Tiga hari berselang, sebuah kasus pembunuhan sadis terungkap. Sebagai ahli forensik, ibu tersebut diminta memeriksa sesosok mayat tanpa kepala di meja autopsi, tanpa menyadari bahwa jasad yang ia bedah adalah putri yang selalu ia benci.