Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Demi melunasi utang sang ayah angkat, Maya yang baru berusia 22 tahun terpaksa mengorbankan karier dan masa depannya untuk menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A. Pengusaha ternama ini dikenal tak pernah puas hanya dengan satu wanita. Di tengah kehidupan rumah tangga yang penuh rintangan dan misteri yang terus menghantui, Maya tetap berusaha mempertahankan kebaikannya meski sering dipandang rendah. Akankah ia mampu bertahan dalam pernikahan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Calon Suami?" Maya langsung menatap lekat Bianca. Dia menatap dengan penuh selidik.

"Iya, Maya ingat gak. Semalam kamu bilang ke papa terima pernikahan ini. Semua persiapan sudah selesai. Kamunya masih tidur, Masa' sih mempelainya belum apa-apa." Bianca tersenyum menatap putri sulungnya itu.

"Maya lupa, Mah," ucap Maya.

"Baiklah sekarang kamu bersiap yah, Mama sudah siapin gaun untuk kamu," ucap Bianca langsung keluar dari kamar Maya.

Setelah kepergian Bianca, Maya tidak bersemangat untuk bangun. Ia ingin sekali terbang ke alam mimpinya lagi. Namun, tidak mungkin untuk lari dari pernikahan dan juga untuk kabur. Karena Maya sudah menerimanya kemarin.

Dengan malas, Maya menyingkapkan selimutnya dan turun dari kasur. Maya menuju ke pintu, dia keluar dan menatap dari atas semua dekorasi sederhana telah di siapkan. Bahkan masih banyak orang mengurus beberapa hal. Maya langsung menahan buliran bening di matanya agar tak tumpah, langsung dia berlari ke kamar mandi dan menangis histeris.

"Tuhan, kemana kau akan membawaku. Takdir macam apa ini?" lirih Maya. Maya menghidupkan shower air dingin, berharap semua kejadian ini berakhir dan pikirannya menjadi dingin. Namun, sudah setengah jam dia kedinginan, tapi kenyataan tak pernah bisa di rubah.

Dengan menggigil Maya mengambil gaun putih yang telah di siapkan oleh mamanya. Maya langsung mengambil gaun itu dan memakainya. Dia menatap gaun yang ia kenakan dengan seksama. Gaun itu memiliki belahan punggung yang rendah, membuat punggung Maya terekspose dengan jelas. Bagian dada di penuhi dengan Payet langka dan beberapa hiasan lainnya. Panjang gaun itu hampir tiga meter, bahkan Maya sampai kesulitan untuk memakainya sendiri. Namun, dengan usahanya sendiri akhirnya dia bisa memakainya.

"Kenapa belahan punggungnya banyak sekali?" gumam Maya. Saat ia masih memperhatikan dirinya di cermin, tiba-tiba seseorang datang langsung masuk ke dalam kamarnya bersama Aila.

"Kakak, kau cantik sekali!" puji Aila kepada Kakaknya itu.

"Terimakasih!" ucap Maya tersenyum.

"Kakak, duduklah. Dia akan meriasmu, suamimu telah mempersiapkan segalanya untuk pernikahan ini." ucap Aila tersenyum. Matanya seolah bertanya kenapa pernikahan ini tiba-tiba, tapi dia tidak berani mengungkapkannya.

"Suami? Apa semua yang melakukan pernikahan ini dia? Dan gaun ini?" Maya mulai bertanya-tanya.

"Iya Kak!" bala Aila langsung mendudukkan kakaknya di kursi.

"Silakan MBK," ucap Aila. MUA itu langsung memoles bedak di wajah cantik Maya. Masa per—make up–an selesai hampir satu jam. Kini Maya sudah sangat cantik. Rambutnya di tata sanggul bentuk mawar, dan make up yang di pakai pun tampak natural dan sangat elegan. Maya di beri bunga untuk pemanis dalam pernikahannya nanti.

Setelah MUA itu keluar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu di luar kamarnya.

"Siapa?" Maya tampak berpikir, dan langsung membuka pintu itu.

Seorang lelaki dengan tinggi sekitar 175 cm dengan postur tubuh tegas berada di depan kamarnya. Maya menatap lelaki itu, wajahnya sangat tampan. Namun, sejurus kemudian Maya langsung mengalihkan pandangannya.

"Siapa kau? Mau apa ke kamarku?" tanya Maya penuh selidik.

"Aku suamimu!" Lelaki itu langsung masuk ke kamar Maya tanpa permisi.

"Suami? Hey kita belum menikah!" ucap Maya tak terima.

"Kau tahu jam berapa ini. Ini sudah jam sepuluh dan semua orang telah pergi termasuk penghulu. Aku telah menikahimu di bawah tadi," ucap pria itu.

"Mama," teriak Maya.

Seketika Bianca yang sedang berbincang dengan Aila langsung berlari, menuju kamar Maya.

"Ada apa sayang?" tanya Bianca mulai panik.

"Kenapa? Kenapa pria ini masuk sembarangan ke dalam kamarku? Siapa dia Mah?" Semua pertanyaan langsung diucapkan oleh Maya dengan lirih.

"Dia suamimu. Kalian sudah menikah." Bianca hendak pergi dari kamar itu.

"Bagaimana mungkin. Maya bahkan tidak kemana-mana." Maya terus menatap bergantian Bianca dan juga pria itu.

"Dia sudah menikahimu Maya. Berbahagialah!" Bianca benar-benar meninggalkan kamar itu.

Maya masih menatap penuh selidik pria di kasurnya itu, kemudian dia kembali duduk di depan cermin sambil menuangkan micelar water untuk menghapus riasannya.

"Mau apa kamu?" Pria itu langsung mengambil micelar water milik Maya.

"Gak usah banyak tanya!" Maya menyerobot kembali micelar water itu.

"Dengar ya! Aku yang MUA untuk meriasmu. Kau hanya akan menunjukkannya kepadaku. Kenapa kau malah ingin menghapusnya?" Pria itu menatap tajam Maya.

"Aku tidak peduli. Kalaupun kamu ingin aku memakai riasan. Seharusnya untuk pernikahan kita bukan untuk di kamar," ucap Maya kesal.

"Kau! Jangan pernah membantahku. Kau hanya gadis penebus hutang keluargamu. Kalau kau mengatakan sesuatu yang bisa membuatku marah, kau akan menerima hukuman yang setimpal." Pria itu memegang dagu Maya kuat. Seketika Maya langsung takut menatap pria itu.

Yudha Aksara Jauhar, adalah pria tampan berusia 28 tahun. Memiliki paras bak artis Korea. Dia menjadi pria sukses termuda saat ini di negara A. Namun, tidak banyak yang tahu kalau Yudha telah memiliki istri selain Maya. Media hanya mengetahui Maya—lah istrinya saat ini. Bahkan kabar pernikahannya menjadi trending topik pagi ini.

"Lepaskan aku!" ucap Maya.

Yudha langsung sadar dan melepaskan cengkeramannya.Dia melepaskan jas, dan juga meletakkan dompet serta ponselnya di kasur. Yudha langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Maya yang penasaran, langsung mendekati dompet Yudha. Dia mengambil dompet pria yang mengaku suaminya itu. Terdapat tanda pengenal di dompetnya.

"Yudha Aksara Jauhar!" ucap Maya sambil menautkan alisnya.

"Jadi namanya Yudha. Baiklah tuan Yudha, kita akan bermain-main hari ini," ucap Maya sambil tersenyum licik.

"Wah ternyata kau suka sekali mengintip ya!" Maya sontak langsung membuang dompet itu dari tangannya dan menatap ke arah pintu kamar mandi. Yudha sedang bertumpu di pintu dengan tangan bersedekap menatap Maya intens.

"Kenapa? Ini kamarku. Aku bebas melakukan apa pun yang aku mau," ucap Maya gugup.

Yudha langsung berjalan mendekati Maya. Mereka sangat dekat, bahkan jarak di antara mereka hampir tidak ada. Deru napas Yudha terdengar jelas di telinga Maya.

"Apa yang kau lakukan," ucap Maya saat tangan Yudha melingkar di pinggangnya.

"Jangan pernah mencari tahu tentangku, aku tidak menyukainya!" bisik Yudha di telinga Maya.

Maya langsung bergidik ngeri dan mendorong Yudha kuat.

"Pergi sana, ini kamarku." tegas Maya.

"Kita memang akan pergi. Bersiaplah kita akan kembali ke rumahku!" ucap Yudha sambil memakai jasnya.

"Kau gila, ya! Belum 24 jam kau menjadi suamiku. Kau sudah seenaknya," ucap Maya.

"Terserah, tersenyumlah saat kau berada di sampingku. Jangan tunjukkan kalau kita tidak saling mengenal." ucap Yudha langsung meraih tangan Maya.

"Aku belum berbenah," ucap Maya

"Kau tidak perlu membawa baju lama-mu aku sudah menyiapkan baju kelas atas untukmu. Baju—mu yang murahan lebih baik kau simpan atau kau sumbangkan," balas Yudha dingin.

"Murahan kau bilang."....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Dahulu pewaris manja, Evelyn jatuh miskin setelah dijebak putri asli dan diusir orang tua angkatnya. Namun, ia bangkit dengan mengungkap identitas rahasianya sebagai peretas, desainer, dan dokter jenius. Saat orang tua angkatnya menuntut hartanya, Evelyn menolak dengan tegas. Ia pun mencemooh mantan tunangannya yang memohon kembali. Di tengah kemenangannya, seorang pria berkuasa datang melamar, menawarkan masa depan baru yang tak terduga bagi sang berlian.
Sampul Novel Bias: Dari Uncle, Jadi Daddy
9.0
Alexandria Serenata Atmadya pindah ke megapolitan demi pekerjaan baru, namun sifatnya yang sulit menolak justru menjebaknya dalam skema Ragnala Firaz Himawan. Ragnala yang manipulatif memaksa Alexandria masuk ke pernikahan berkedok kesepakatan rahasia. Di tengah persaingan kecerdikan mereka, muncul fakta mengejutkan tentang seorang anak berusia empat tahun. Alexandria pun harus menghadapi taktik manis Ragnala demi memperjuangkan cinta di tengah pahitnya masa lalu.
Sampul Novel Calon Istri Tuan Muda Dingin
8.9
Althafandra Alatas menolak menikah demi menunggu kekasihnya, meski ditekan keluarga untuk segera memiliki pewaris. Tanpa diduga, ibu dan neneknya menjodohkan Fandra dengan Vivana Rosiana berdasarkan wasiat kakeknya. Vivana terpaksa tinggal di mansion Alatas meski ditentang keras. Namun, saat perasaan Fandra mulai tumbuh untuk Vivana, kekasih lamanya kembali muncul. Kini ia terjebak antara kesetiaan masa lalu dan cinta baru, sementara rahasia janji Vivana perlahan terungkap.
Sampul Novel CEO Mesum
9.1
Alice Handerson adalah sekretaris tegas yang harus menghadapi perilaku provokatif bosnya setiap hari. Meski profesional, ia sering terjebak dalam situasi penuh godaan dan makna ganda di kantor. Saat sang atasan mengajukan tawaran skandal, Alice terjepit antara logika dan keinginan hati yang membingungkan. Hubungan benci tapi rindu ini memaksa mereka menjelajahi batas kekuasaan dan cinta dalam narasi romansa kontemporer yang berani dan penuh gejolak.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka hampir kehilangan kesuciannya akibat ulah tetangganya, sebuah tragedi yang bisa mendatangkan kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah kemelut itu, ia bertemu CEO arogan yang sedang mencari istri perawan. Pria kaya tersebut harus memenuhi wasiat sang kakek di ulang tahun ke-80. Bagi keluarga besar Hamzah yang berkuasa, menikahi gadis yang masih suci adalah kehormatan mutlak. Kini, nasib Devanka terikat pada ambisi keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
8.7
Olivia menyusuri jalanan dengan lelah, menggenggam map lamaran kerja sambil berharap ada lowongan bagi dirinya. Saat ia bertanya pada satpam, perhatian teralih oleh kedatangan Alexander Drake, pengusaha berwibawa yang turun dari mobil mewahnya. Pertemuan singkat itu menciptakan ketegangan saat mata mereka beradu. Meski Olivia merasa rendah diri dan Alexander bersikap dingin, ketertarikan mulai muncul. Tanpa disadari, momen di gerbang kantor itu akan mengubah hidup Olivia selamanya.