Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu

Bukan Aku Yang Menjebakmu

Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, langit Jakarta tampak muram, seolah ikut merasakan beban hati Nadira. Langkahnya membawa dia ke tempat yang paling ingin dia hindari sejak dipecat: rumah masa kecilnya di daerah Cipete.

Sudah dua tahun ia memilih tinggal terpisah dari ibunya, bukan karena benci, tapi karena luka-luka lama yang tak kunjung sembuh. Ibunya, seorang wanita keras dengan prinsip bahwa hidup hanya akan berpihak pada mereka yang pandai memanfaatkan kesempatan, pernah menyuruh Nadira mendekati bosnya dulu-dengan dalih bahwa wanita harus "pandai menempatkan diri" jika ingin bertahan di dunia kerja.

Dan sekarang, semua mimpi itu telah meledak, berserakan di hadapannya, menyisakan kenyataan pahit: ia hamil, tanpa pekerjaan, tanpa dukungan.

Nadira berdiri di depan pintu rumah kecil bercat hijau pudar itu. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum mengetuk. Tak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar dari dalam, lalu pintu terbuka, memperlihatkan sosok wanita setengah baya dengan kerudung yang agak miring dan mata tajam yang langsung menyipit melihatnya.

"Nadira?" suara ibunya datar. "Tumben datang."

Nadira menunduk, mencoba menahan air mata. "Aku... bisa masuk?"

Ibunya mengangguk pelan, lalu mempersilakannya masuk. Rumah itu tak banyak berubah. Bau kayu tua dan aroma dapur yang lembap masih menyelimuti udara. Nadira duduk di sofa reyot yang biasa ia tempati saat remaja dulu.

"Kenapa kamu kelihatan pucat?" tanya ibunya tanpa basa-basi.

"Aku hamil," jawab Nadira lirih, hampir tak terdengar. Namun ibunya membeku seketika.

"Apa?"

"Aku hamil, Bu... Tiga minggu lalu aku dipecat dari kantor. Dituduh... menjebak bosku. Tapi itu tidak benar. Aku dijebak seseorang, dan sekarang aku sendiri... dan aku tidak tahu harus bagaimana."

Ibunya diam cukup lama sebelum akhirnya berkata dingin, "Bosmu itu... siapa namanya? Elvano Mahardika?"

Nadira mengangguk perlahan.

Ibunya menghela napas. "Jadi... kau berhasil, ya."

Ucapan itu seperti cambuk yang mencabik harga diri Nadira.

"Berhasil? Aku bahkan dipermalukan, dipecat, dilempar uang seperti aku-" Suaranya tercekat.

Tapi ibunya hanya menatapnya, seolah luka anaknya adalah konsekuensi dari rencana yang tak sempurna. "Kau mungkin tidak sengaja, tapi Tuhan sudah beri jalan. Kau sekarang mengandung darah Mahardika. Anakmu punya nama besar di belakangnya."

"Jadi aku harus ke sana? Mengemis pengakuan dari pria yang sudah menghancurkan aku?"

"Kalau bukan untukmu, lakukan demi anakmu," balas ibunya cepat. "Atau kau mau anakmu lahir tanpa nama, tanpa hak waris, tanpa masa depan?"

Nadira bangkit, tubuhnya bergetar. "Aku tidak akan menjual harga diriku seperti itu. Bahkan jika aku harus bekerja jadi pelayan, aku akan membesarkan anak ini dengan tanganku sendiri. Tapi... aku juga tidak akan diam dan membiarkan Elvano hidup dengan keyakinan bahwa dia bisa menghancurkan orang sesuka hati."

Ibunya menatap Nadira, kali ini dengan pandangan yang agak berbeda-bukan penuh perhitungan, tapi ada kilatan kekaguman yang samar.

Sore itu, Nadira berdiri di depan gedung Mahardika Corp, tubuhnya ditutupi mantel hitam yang kebesaran. Ia sudah tahu ia tidak akan bisa langsung bertemu Elvano. Tapi ia tahu siapa yang bisa membantunya: Arya, asisten eksekutif Elvano sekaligus satu-satunya orang yang tak ikut mempermalukannya saat insiden itu terjadi.

Dia menunggu di luar lobi hingga Arya keluar, seperti biasa dengan kemeja rapi dan map di tangan.

"Arya," sapa Nadira pelan.

Pria itu terkejut, matanya membesar. "Nadira? Ya Tuhan, kau... ke mana saja?"

"Aku butuh bantuanmu. Aku tidak datang untuk balas dendam. Aku hanya ingin bertanya satu hal-dan mungkin, kau satu-satunya yang bisa membantuku."

Arya menatap sekeliling, lalu mengangguk. Mereka pindah ke kafe kecil di seberang gedung.

"Aku tahu Elvano bukan pria yang mudah didekati," ucap Arya. "Tapi waktu itu... aku yakin kau tidak bersalah. Aku tahu kau tidak pernah bermain kotor."

Nadira mengangguk, suaranya nyaris bergetar. "Malam itu, aku tidak ingat apa-apa. Tapi seseorang menjebakku, Arya. Ada yang memasukkan sesuatu ke minuman atau makananku. Aku yakin."

Arya menunduk. Wajahnya gelisah. "Aku tak bisa mengatakan banyak, tapi aku tahu malam itu ada seseorang yang datang ke ruang Elvano sebelum kau dipanggil."

Nadira menegang. "Siapa?"

"Aku tidak yakin... tapi aku mendengar suara Kirana. Putri Pak Rendra, salah satu pemegang saham. Dia... punya hubungan dekat dengan Elvano. Dan dia membencimu sejak lama."

Darah Nadira berdesir. Kirana. Wanita cantik, ambisius, dan selalu memandangnya seperti debu di bawah sepatu mahalnya.

Arya menatapnya tajam. "Kau harus hati-hati. Jika kau ingin mengungkap semua ini... kau harus siapkan bukti. Dan nyali yang lebih besar dari sebelumnya."

Nadira mengangguk pelan. Tangannya menyentuh perutnya yang masih datar. "Bukan hanya aku yang harus kulindungi sekarang. Tapi anakku. Dan aku tidak akan membiarkan dia tumbuh dalam kebohongan."

Malam itu, Nadira berdiri di depan cermin, melihat wajahnya yang mulai berubah. Di balik kulit pucat dan mata yang kelelahan, ia melihat sorot mata seorang perempuan yang sudah terlalu lama diam.

Bukan lagi korban.

Bukan lagi bayangan.

Tapi seorang ibu yang siap memperjuangkan kebenaran-meski harus berhadapan dengan pria yang dulu pernah membuatnya hancur.

Dan ia tahu, waktu itu akan datang lebih cepat dari yang ia perkirakan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Fall For You
9.6
Arsenio Orlando Lazcano adalah CEO Lazcano's Corps yang kaya dan penuh kharisma. Di balik pesonanya, ia menyembunyikan sisi gelap sebagai pria yang tak segan membunuh. Namun, dunianya yang kelam berubah total setelah sebuah insiden mempertemukannya dengan seorang gadis lugu yang sangat baik hati. Perbedaan kepribadian yang kontras justru memicu rasa penasaran Arsen. Ketertarikan mendalam pun muncul saat ia mulai terobsesi pada gadis yang sangat polos tersebut.
Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun Laura mengabdi sebagai istri yang penurut, namun Nikolas Riyadi justru membalasnya dengan dingin karena wanita lain. Sadar pengorbanannya sia-sia, Laura akhirnya memilih bercerai. Kabar kembalinya status lajang sang ahli waris kaya ini langsung menggemparkan publik, memicu persaingan para CEO tampan untuk meminangnya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau tetap pergi meninggalkan masa lalunya?
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berusaha keras melupakan Sean Alexander, pria masa lalu yang menolak putri mereka karena takut memikul tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan kembali sang CEO dominan itu dengan Queen. Saat Sean tak sengaja bertemu Lilly, ia merasakan ikatan batin yang kuat. Di tengah pengejaran Sean, rahasia pilu terungkap: Lilly mengidap kanker darah. Sean pun memohon kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi ayah sejati di sisa waktu berharga putri kecilnya.
Sampul Novel Married to the Scandalous Billionaire
9.5
Pasca konflik dengan ibu tirinya, Beverley Holmes terkejut menemukan namanya sendiri tertera sebagai mempelai wanita dalam sebuah undangan pernikahan. Ternyata, dia telah dijual demi melunasi utang jutaan dolar. Di sisi lain, Brent Oliver sang suami awalnya bersumpah takkan tergoda oleh kecantikan istrinya. Namun, kepolosan Beverley justru perlahan meluluhkan hatinya. Kini Brent bimbang, akankah dia setia pada kekasih rahasianya atau menyerah pada pesona istrinya?
Sampul Novel Mr. G itu Bos-nya!
9.6
Briana Jeany dikhianati kekasihnya, Alex, tepat di hari istimewa mereka. Dalam balutan amarah, ia nekat menggoda pria asing bernama Mr. G dan membayarnya karena dikira pria sewaan. Sialnya, pria itu adalah bos barunya yang kini menyimpan dendam akibat harga dirinya diinjak-injak. Saat Mr. G mulai memberikan pelajaran yang justru menumbuhkan benih cinta, Alex kembali membawa janji pernikahan. Briana pun terjebak di antara tuntutan sang bos dan masa lalunya.
Sampul Novel Predestinasi Cinta
8.7
Setahun sudah Nayyara Maheswari menjalin kasih dengan Tama, namun tembok besar berupa restu dan adat menghalangi mereka. Biaya 'membeli' mempelai pria yang fantastis membuat Nayyara merasa rendah diri. Di tengah kemelut itu, ia terjebak dalam skenario licik hingga tak sengaja menghabiskan malam dengan Khalingga, CEO sekaligus atasannya. Akibat pengaruh obat perangsang dalam makanan, takdir Nayyara dan putra pemilik perusahaan itu pun berubah selamanya.