Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu

Bukan Aku Yang Menjebakmu

Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Suara langkah sepatu hak tinggi menggema di sepanjang lantai marmer lobi Mahardika Corp yang mewah. Setiap kepala yang berada di sana sempat menoleh, sebagian dengan rasa heran, sebagian lagi dengan tatapan sinis. Wajah itu-yang sempat menjadi bahan gosip murahan selama berminggu-minggu-kini kembali muncul, lebih tegar dari sebelumnya.

Nadira tidak peduli pada bisik-bisik yang mulai terdengar pelan. Dia sudah menghabiskan cukup banyak waktu menelan malu. Kini gilirannya bicara.

"Aku ingin bertemu Elvano Mahardika," ujarnya tegas pada resepsionis.

Gadis di balik meja itu kelihatan ragu. "Maaf, tanpa janji, tidak bisa-"

"Beritahu dia, Nadira Anastasya ingin menemuinya. Katakan, ini tentang malam itu."

Wajah resepsionis pucat seketika. Ia segera menghubungi lantai eksekutif tanpa berkata banyak.

Butuh waktu lima menit yang terasa seperti lima jam sebelum akhirnya seorang pria berpakaian rapi-bodyguard-datang mendekat dan berkata, "Ikuti saya."

Pintu lift terbuka di lantai 42, dan Nadira dibawa menyusuri koridor senyap menuju ruang pribadi Elvano. Jantungnya berdegup keras, bukan karena takut-tapi karena marah. Marah pada dirinya sendiri karena masih mengingat suara laki-laki itu. Marah karena bagian kecil di hatinya masih menginginkan penjelasan.

Begitu pintu besar terbuka, Elvano sudah berdiri di dekat jendela kaca besar, membelakangi Nadira. Tubuh tinggi itu tampak tegang, dan tangan kanannya menggenggam gelas kristal berisi cairan kuning keemasan. Pemandangan kota Jakarta di baliknya seolah tak mampu menyaingi aura dingin yang memancar dari pria itu.

"Aku tidak menyangka kau akan punya cukup keberanian kembali ke sini," ucap Elvano tanpa menoleh.

Nadira berdiri tegak. "Aku bukan datang untuk meminta maaf, karena aku tidak melakukan kesalahan."

Elvano berbalik perlahan. Tatapannya tajam, tapi Nadira tidak mundur. "Tidak bersalah?" Suaranya pelan, namun nadanya tajam. "Kau masuk ke kamarku malam itu dengan tubuh setengah telanjang, menatapku dengan mata mabuk, dan merayap di ranjangku seperti-"

"Berhenti!" Nadira menggertakkan gigi. "Aku tidak tahu apa yang terjadi malam itu! Aku tak pernah berniat masuk kamar Anda! Aku bahkan tidak ingat apa pun kecuali makan malam di ruang rapat bersama tim."

Elvano menyipitkan mata, seolah mencoba menelanjangi kebohongan dari wajah Nadira. "Lalu siapa yang harus aku percaya? Mataku sendiri atau ocehanmu sekarang?"

"Percaya insting Anda-kalau Anda masih punya hati. Apakah Anda benar-benar percaya aku, sekretaris Anda selama dua tahun, mendadak berubah jadi wanita licik yang menjebak Anda hanya untuk tidur satu malam dengan CEO?"

"Aku percaya bukti. Dan malam itu, semuanya menunjukkan kau sengaja."

Nadira tertawa getir. "Bukti? Bukti mana? Rekaman? Saksi? Atau hanya asumsi Anda karena melihatku di ranjang?"

Elvano tak menjawab.

"Anda tidak pernah bertanya padaku, tidak pernah mendengarkan penjelasan. Yang Anda lakukan hanya satu: melempar uang ke wajahku seperti aku sampah!"

"Karena aku muak!" bentak Elvano. "Aku muak karena... aku-"

Suara pria itu tercekat.

Nadira menatap tajam. "Karena apa? Karena Anda tidak bisa mengendalikan diri Anda malam itu? Karena Anda takut merasa bersalah? Karena lebih mudah menyalahkanku daripada menerima bahwa Anda juga berandil dalam kejadian itu?"

Elvano memalingkan wajah, rahangnya mengeras. Ia tak menyangka Nadira akan berbicara seterang ini. Wanita itu bukan lagi sosok lemah yang dulu menangis sambil memohon penjelasan.

"Aku tidak datang untuk menggali luka lama, Elvano. Aku datang karena aku hamil."

Hening.

Seketika seluruh ruangan seperti tertelan diam. Hanya detak jam mewah di sisi ruangan yang terdengar. Elvano perlahan menoleh, wajahnya tegang. "Apa?"

"Aku mengandung anakmu," ucap Nadira dengan nada pelan namun pasti.

Elvano melangkah mendekat, matanya membelalak. "Jangan main-main denganku."

"Aku tidak pernah main-main dengan hidupku," balas Nadira. "Dan anak ini... dia bukan hasil rencana. Tapi dia nyata. Aku sudah periksa, sudah cek darah, dan ini benar. Aku hamil hampir dua bulan."

Wajah Elvano berubah. Sebagian dari dirinya ingin menyangkal, tapi bagian lain tahu Nadira bukan tipe wanita yang bermain drama demi simpati.

"Kenapa sekarang kau baru datang?" tanyanya dengan suara rendah.

"Karena aku sempat ingin menghilang dari hidupmu selamanya," jawab Nadira. "Tapi kemudian aku sadar, anak ini punya hak. Dan kau... setidaknya harus tahu bahwa dia ada."

Elvano kembali berjalan ke jendela, membelakangi Nadira. Tangannya menggenggam tepi kaca begitu keras hingga buku jarinya memutih.

"Apakah kau ingin aku menikahimu?" tanyanya tiba-tiba.

Pertanyaan itu membuat Nadira terdiam. Ia memandangi punggung pria itu, merasakan rasa sakit lama menggedor dadanya. "Aku tidak butuh belas kasihanmu. Aku hanya ingin kau tahu. Aku akan membesarkan anak ini sendiri jika perlu. Tapi aku tidak akan diam jika suatu hari dia bertanya siapa ayahnya, dan aku harus menjawab dengan kebohongan."

Elvano berbalik. Wajahnya kelam, matanya mengunci pada wajah Nadira.

"Kau tidak bisa pergi begitu saja setelah menjatuhkan bom seperti itu."

Nadira mengangkat dagu. "Aku sudah menghabiskan cukup waktu menanggung malu karena perbuatan yang tidak kulakukan. Sekarang, terserah padamu mau jadi ayah atau tidak. Tapi aku tidak akan biarkan anak ini tumbuh dalam bayang-bayang fitnah dan hinaan."

Saat Nadira berbalik, tangan Elvano menahan pergelangan tangannya. Genggaman itu kuat, tapi tak menyakitkan. "Tunggu."

Nadira menoleh, mata mereka bertemu.

"Aku ingin tahu semuanya. Apa yang terjadi malam itu... dari awal."

"Sudah terlambat untuk itu, Elvano," bisik Nadira, suara lirih penuh luka. "Yang kuinginkan sekarang hanyalah keadilan. Untukku. Dan untuk anak kita."

Ia melepaskan diri dan melangkah keluar, meninggalkan pria itu terdiam dengan matanya tertuju pada pintu yang kini tertutup rapat.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Elvano merasa kehilangan kendali.

Dan ia membencinya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HEL" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HEL
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Fall For You
9.6
Arsenio Orlando Lazcano adalah CEO Lazcano's Corps yang kaya dan penuh kharisma. Di balik pesonanya, ia menyembunyikan sisi gelap sebagai pria yang tak segan membunuh. Namun, dunianya yang kelam berubah total setelah sebuah insiden mempertemukannya dengan seorang gadis lugu yang sangat baik hati. Perbedaan kepribadian yang kontras justru memicu rasa penasaran Arsen. Ketertarikan mendalam pun muncul saat ia mulai terobsesi pada gadis yang sangat polos tersebut.
Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun Laura mengabdi sebagai istri yang penurut, namun Nikolas Riyadi justru membalasnya dengan dingin karena wanita lain. Sadar pengorbanannya sia-sia, Laura akhirnya memilih bercerai. Kabar kembalinya status lajang sang ahli waris kaya ini langsung menggemparkan publik, memicu persaingan para CEO tampan untuk meminangnya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau tetap pergi meninggalkan masa lalunya?
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berusaha keras melupakan Sean Alexander, pria masa lalu yang menolak putri mereka karena takut memikul tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan kembali sang CEO dominan itu dengan Queen. Saat Sean tak sengaja bertemu Lilly, ia merasakan ikatan batin yang kuat. Di tengah pengejaran Sean, rahasia pilu terungkap: Lilly mengidap kanker darah. Sean pun memohon kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi ayah sejati di sisa waktu berharga putri kecilnya.
Sampul Novel Married to the Scandalous Billionaire
9.5
Pasca konflik dengan ibu tirinya, Beverley Holmes terkejut menemukan namanya sendiri tertera sebagai mempelai wanita dalam sebuah undangan pernikahan. Ternyata, dia telah dijual demi melunasi utang jutaan dolar. Di sisi lain, Brent Oliver sang suami awalnya bersumpah takkan tergoda oleh kecantikan istrinya. Namun, kepolosan Beverley justru perlahan meluluhkan hatinya. Kini Brent bimbang, akankah dia setia pada kekasih rahasianya atau menyerah pada pesona istrinya?
Sampul Novel Mr. G itu Bos-nya!
9.6
Briana Jeany dikhianati kekasihnya, Alex, tepat di hari istimewa mereka. Dalam balutan amarah, ia nekat menggoda pria asing bernama Mr. G dan membayarnya karena dikira pria sewaan. Sialnya, pria itu adalah bos barunya yang kini menyimpan dendam akibat harga dirinya diinjak-injak. Saat Mr. G mulai memberikan pelajaran yang justru menumbuhkan benih cinta, Alex kembali membawa janji pernikahan. Briana pun terjebak di antara tuntutan sang bos dan masa lalunya.
Sampul Novel Predestinasi Cinta
8.7
Setahun sudah Nayyara Maheswari menjalin kasih dengan Tama, namun tembok besar berupa restu dan adat menghalangi mereka. Biaya 'membeli' mempelai pria yang fantastis membuat Nayyara merasa rendah diri. Di tengah kemelut itu, ia terjebak dalam skenario licik hingga tak sengaja menghabiskan malam dengan Khalingga, CEO sekaligus atasannya. Akibat pengaruh obat perangsang dalam makanan, takdir Nayyara dan putra pemilik perusahaan itu pun berubah selamanya.